Latest Entries »

KOMPAS.com – Dunia musik dikejutkan dengan kabar kematian vokalis band Linkin Park, Chester Bennington.

Ia mengakhiri hidupnya dengan cara menggantung diri di rumahnya di Palos Verdes Estates, California, pada Kamis (20/7/2017) sekitar pukul 09.00 pagi. Jenazahnya ditemukan oleh seorang pegawainya.

386477346

Chester Bennington, festival musik Rock in Rio, Lisbon, Portugal -26 Mei 2012

Bennington dilahirkan di Phoenix, Arizona, pada 20 Maret 1976. Ia mengalami masa kecil yang buruk yang menimbulkan trauma hingga masa dewasanya.

Orangtuanya bercerai ketika ia berusia 11 tahun. Ia kemudian tinggal dengan ayahnya, yang merupakan polisi dalam kasus-kasus kejahatan seksual terhadap anak.

Bertahun-tahun kemudian Bennington mengungkap bahwa sejak usia 7 tahun ia menjadi korban kejahatan seksual yang dilakukan seorang temannya yang lebih tua.

“Saya dipukuli dan dipaksa melakukan hal-hal yang saya tidak ingin lakukan,” tuturnya kepada majalah musik Kerrang! pada 2008.

“Hal-hal itu membuat saya kehilangan kepercayaan diri. Seperti kebanyakan orang, saya takut berbicara. Itu pengalaman yang sangat mengerikan. Kekerasan seksual itu berlanjut sampai saya berumur 13 tahun,” tuturnya.

Pada akhirnya ia berterus terang kepada ayahnya. Namun dia memutuskan tidak melanjutkan kasus itu ke ranah hukum setelah tahu bahwa pelakunya juga seorang korban.

“Saya tidak butuh balas dendam,” kata Bennington kepada Guardian tentang hal itu.

Korban “bullying”

Namun trauma akibat kekerasan itu terus menghantuinya. Ia pun mencari pelarian di obat-obatan terlarang.

Pada usia muda, ia mulai mengonsumsi ganja, opium, kokain, sabu, hingga LSD. Itu masih ditambah dengan minum minuman keras.

Masa SMA juga tidak lebih baik. Ia menjadi korban perundungan (bullying) karena fisiknya.

“Saya dipukuli hanya karena saya kurus dan berpenampilan berbeda,” tutur Bennington.

Pada usia 17 tahun ia pun tinggal bersama ibunya. Ketika tahu putranya mengonsumsi narkoba, ibunya pun mengurungnya di dalam rumah.

Bennington mulai mengenal musik menjelang akhir SMA di Phoenix. Ia bergabung dengan band Grey Daze dan sempat menelurkan tiga album antara 1993 hingga 1997. Namun band itu tidak sukses.

Pada tahun 1996 ia memiliki anak lelaki, Jaime, dari pacarnya Elka Brand. Belakangan, pada tahun 2006, ia mengadopsi saudara tiri Jaime, Isaiah.

Pada tahun yang sama Bennington menikah dengan Samantha Marie Olit. Untuk menghidupi keluarganya, ia bekerja di sebuah perusahaan layanan digital sambil terus bermain band.

Tak kunjung mendulang kesuksesan di dunia musik, Bennington menyerah. Sampai akhirnya ia bertemu Jeff Blue, Vice President A&R di Zomba Music di Los Angeles yang berujung dengan pembentukan Linkin Park.

 

0720-linkin-park-footer-7

“Linkin Park” (2009) sendiri merupakan plesetan dari nama sebuah taman di Los Angeles, Lincoln Park.

Catatan pribadi :

Inilah bedanya agama dengan filsafat, agama itu yakin, sedang filsafat masih meraba-raba. saat kegelisahan itu menemui jalan buntu, mengakhiri hidup kadang menjadi pilihannya.

CMIIW

SOURCE 1

SOURCE 2

SOURCE 3

sebulan ini

Draft

Viky First " Rasa Sejati "

Sudah dua minggu penulis berada di kota dumai Riau untuk mencari bahan tulisan keilmuan, yang berbeda nya saat ini ialah biasanya penulis mencari artikel keilmuan untuk majalah tempat penulis bekerja sehingga segala akomodasi di penuhi oleh pimred, sedangkan kali ini penulis mencari bahan tulisan keilmuan untuk blog pribadi sehingga segala akomodasi penulis tanggung sendiri..ya terkadang hobby memang aneh kerap membuat kita bertindak di luar logika, lebih tragisnya lagi sudah berjalan satu minggu di daerah daerah namun bahan tulisan keilmuan yang di dapat sangat tidak memuaskan dan bahkan belum dapat sama sekali.. akhirnya ya informasi yang ada terpaksa di hapus karena tidak begitu falid.

Penulis mulai dari kampung halaman yaitu kota medan sumatera utara… lalu penulis arahkan kendaraan ke arah lintas timur menuju kabupaten Dalu Dalu, dan di lanjutkan mengarah ke kabupaten bangkinang Riau lalu tembus ke pekan baru dan berakhir di kota madya minyak Dumai Riau. karena sudah agak kelelahan…

Lihat pos aslinya 1.840 kata lagi

Serial kolosal ini telah disadur ulang dalam beberapa versi cerita TV, tak sedikit pula blog yang memuat tentang sinopsis ceritanya. Ini membuktikan seri ketiga dari trilogi rajawali ini merupakan karangan Jin Yong yang paling banyak diminati. Saya sendiri bukannya latah ikut memposting, namun begitu banyak pesan moral yang saya pelajari disini, terkhusus dari sini lah hobi akan sastra saya mulai tumbuh ( seri Yoko hanya sekedar menonton, tapi seri ini saya tulis di buku resumenya waktu kelas 6 SD, sayang hilang entah kemana.. T_T ).

PERLU DIGARIS BAWAHI, meski kemudian disadur ulang beberapa kali namun versi 1986 ini lah yang terbaik dalam segala hal. Penokohan, dialog, aksi, dan busana yang elegan di setiap episode nya. yang paling utama versi 1986 ini masuk kategori ‘ramah keluarga’ karena tiada adegan romantisme vulgar yang ditampilkan disini, malah terbilang santun.. seolah mengajari bagaimana seorang laki-laki memperlakukan wanita dengan seharusnya.

19756778_1473121399417000_3929480922658383658_n

sebagaimana judul yang saya tulis, seri ini tak hanya mengajari saya tentang sastra tapi juga hal lain diantaranya psikologi karakter yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. simplenya saya sebut saja contoh karakter-karakter wanita:

Anggun, cantik (Tio Beng, Nona Yo/Gaun Kuning)

cerdas, lihai,licik (In So So, Tio Beng)

setian, pengertian  (Tio Beng, Siao Ciao)

pura-pura, penipu (Jhianzeng)

Ingatan, penantian ( Cie Jak, In Lee)

cemburu buta, sadis (Cie Jak)

lembut, tulus ( Yo Put Hui)

Arogan,kejam ( Biat Coat)

ZMWJ 3

Memutuskan hubungan keluarga demi tinggal bersama   Bu kie

pengorbanan, totalitas (In so so & Tio Beng).

dll.

 

 

 

 

 

Oke, mari kita tambah dengan menyebutkan beberapa tokoh utamanya  :

— Thio Bu Kie

mulanya kita mengira orangnya plin-plan karena sulit menjatuhkan pilihan. Namun ini justru sesuai dengan pembawaannya yang yatim-piatu sejak lahir,dimana mereka lebih ingin memuaskan dahaga kasih-sayangnya dibandingkan membahas cinta.  Sayang sikap tak tega dan lembut dari Bu kie inilah yang sering disalahpahami oleh wanita-wanita yang mengelilinginya.

secara benang merah, karakter Bu kie adalah muka sastrawan/kutu buku, wataknya halus dan welas asih, bukan tipe gagah nan ganteng macam Yo Siaw, cenderung cakep culun gk suka ribut, muka lugu yang terkesan tanpa ekspresi dan tidak berpretensi, peragu tapi pemikir–tanpa kehilangan aura seorang pendekar. Semua ini dilatarbelakangi perjalanan hidupnya; Tumbuh sebagai anak yang kurang gaul karena tinggal di pulau, begitu berinteraksi dengan orang-orang langsung kehilangan orang tuanya, terlunta-lunta sendirian, tiba-tiba dibebani amanat besar sebagai ketua partai. Wajar kalau ia terlihat ‘datar’ soal cinta, walau mudah iba pada wanita cantik. Selalu melihat kebaikannya saja tanpa terlalu memikirkan kelicikan mereka.

The four girls

4 Gadis Bu Kie

Bu kie juga digambarkan memiliki bakat alamiah yang kadang dimiliki seorang yatim, diantaranya Fotografik Memori; kemampuan mengingat sesuatu secara detail meski hanya melihatnya sekilas atau telah lama sekali berselang. Seperti yang ia peragakan saat mempelajari Tai Chi dari Thio sam hong, dan meniru jurus cakar shaolin sewaktu pertarungan di bukit terang.

—  Tio Beng (Minmin Temur)
Wanita satu ini dilukiskan sebagai sangat mempesona sekaligus kejam menakutkan. Ia diberi tugas ayahnya menumpas pemberontak dan membawahi banyak pesilat-pesilat tangguh karena kepiawaiannya berstrategi dan berdiplomasi. Dalam novel, disebutkan “dibalik kecantikannya, terdapat hawa keangkeran dan kegagahan yang membuat orang hormat kepadanya”. Sifatnya dominan dan autoritatif namun juga penuh pengorbanan terhadap orang yang dicintainya yaitu Thio Bu Kie.

Tujuan sebenar Tio Beng  mendekati Bu Kie adalah berharap ia mau mengabdi kepada pemerintah mongol dan sekaligus menjadi suaminya, sehingga bisa menghindari perjodohannya dengan seorang pangeran. Namun akhirnya ia memilih untuk mengikuti Bu kie meski menolak untuk berperang dengan ayahnya.

Sebagai pemeran Tio Beng, Kitty Lai Me han adalah talenta paling tinggi di film ini. Di usianya yang ke-20, ia mampu menyaingi rekan”nya yang lebih tua. Meski wajahnya cantik semanis gula, tapi lihai pula menyamar sebagai pria tampan. Apalagi waktu datang ke Butong pertama kali, aduh laganya ‘BANGSAWAN abis !!.. hahaa..

ZM 4

Sang Bangsawan

— Ciu Ci Jiak.

Orantuanya dibunuh perampok, lalu ia diselamatkan Thio Sam Hong. Karena Butong tidak menerima murid wanita, ia pun diserahkan pada Gobi/ Biat Coat untuk diasuh. Ia sempat merawat Bu Ki yang saat itu telah terkena racun tapak dingin.Ciu Ci Jiak segera jatuh cinta pada Thio Boe Ki, tetapi kemudian berbalik melawan Boe Ki setelah dia diminta bersumpah di hadapan gurunya, Biat Coat Suthay, yang membenci dan tidak mempercayai siapa pun dari aliran Bengkaw yang dianggap sesat.

—Siao Ciao

Sia Ciao adalah anak dari nenek bunga emas/ naga ungu. Ia disuruh ibunya untuk mencuri kitab pusaka aliran Bengkaw/ Ming dengan menyamar menjadi seorang pelayan. ketika gerak-geriknya terbaca, Yo Siaw merantai kakinya dengan borgol keras yang konon terbuat dari ekstrak meteorit. Hanya ditengok ibunya 1-2 kali setahun, bahkan pernah tak diakui anak membuat ia begitu luluh melihat kebaikan dan sikap lembut Bu Ki padanya. Ia malah membantu Bu Ki membacakan kitab pusaka (ilmu pergeseran langit dan bumi) ketika telah ditemukan. Ia pun enggan meneruti perintah untuk meracuni Bu Ki saat di pulau ular.

Siao Ciao kembali ke Persia setelah terungkap kenyataan bahwa dia telah ditakdirkan untuk menjadi ketua aliran Bengkauw cabang Persia. Meski mulanya enggan, ia akhirnya menyanggupi demi menyelamatkan ibunya dari hukuman mati, pula agar kapal Bu Ki tak ditembak meriam. Yang menarik, saat perpisahan Sia Ciao masih memposisikan dirinya sebagai pelayan dengan memakaikan selendang persia pada pada Bu Ki..persis dengan gaya biasanya ( In Fact; ia lebih tinggi kedudukannya karena Bengkaw disini adalah anak cabang).   Sad Ending bngt… T_T

 

— Para Pejabat Sekte Ming

Ketua : Thio Bu Kie
2 Utusan:
1.Utusan Kiri: Yo Siao. Digambarkan tegas, tampan, berwibawa, dan ilmunya sangat tinggi. Ialah ayah Yo Put Hui.
2.Utusan Kanan: Fan Yao. Keberadaannya masih misterius, belum ada yang tahu bahwa ia menyusup (menyelidiki Seng Kun) sebagai salah satu jago silat bawahan Minmin/Tio Beng.
4 Raja Pelindung:
1. Raja Naga Ungu, atau Nenek Kim Hoa/Nenek Bunga Emas. Ia berdarah Cina-Persia dan kabur dari Sekte Ming Persia karena melanggar aturan tidak menikah. Sebenarnya ia merupakan wanita cantik primadona Sekte Ming. Ibu kandung dari Siao Ciao.
2. Raja Elang Alis Putih: In Thian Cheng, ayah In So So yang sempat mendirikan partai sendiri saat Sekte Ming penuh konflik
3. Raja Singa Emas: Cia Sun. Ialah sebenarnya yang ditunjuk sebagai Ketua Sekte Ming, namun akibat perbuatan Seng Kun, hidupnya berantakan
4. Raja Kelelawar Hijau: We Yisiao, ilmu meringankan tubuhnya termasuk yang paling tinggi di antara pesilat pada jamannya. Kebiasaannya menghisap darah untuk menyambung hidup telah disembuhkan oleh Thio Bu Ki.

Ming Sect

 

Kredit point

lost world

1. Aspek wuxia (cerita dunia persilatan). Kita boleh terpukau oleh cerita cinta, tetapi kalau suatu wuxia hanya fokus di cerita cinta, bukan wuxia namanya . Adegan silat harus digarap serius. Tetapi jangan salah, adegan silat yang keren tentu tidak cukup kalau emosi kita tidak melekat pada karakter yang sedang bertarung. Seperti hanya melihat pertarungan yang indah tapi sebenarnya kita tidak peduli pada tokoh yang bertarung. Oleh karena itu aspek wuxia selain soal adegan silat atau peperangan, penggambaran ilmu-ilmu silat yang memukau, ada juga nilai-nilai seperti persaudaraan, kesetiakawanan,dan kepahlawanan.

2. Sama sekali tidak terkesan mengeksploitasi sisi kecantikan ataupun kelemahan wanita. Tiada isu kesetaraan gender disini. Tidak under (jadi objek tertindas) macam bollywood & telenovela, tidak pula hiper macam Holywood & korean drama. Semua tampil dengan proporsinya masing2.

3. Penokohan yang kuat oleh para aktornya. Sangat tahu bagaimana harus bermain sebagai pemain muda, tahu pula saat berperan sebagai yang sudah menua. Talent-Costum-Chemistry, nilai 10 pokoknya.

3 catatan saya :

1. Aspek wuxia (cerita dunia persilatan). Kita boleh terpukau oleh cerita cinta, tetapi kalau suatu wuxia hanya fokus di cerita cinta, bukan wuxia namanya . Adegan silat harus digarap serius. Tetapi jangan salah, adegan silat yang keren tentu tidak cukup kalau emosi kita tidak melekat pada karakter yang sedang bertarung. Seperti hanya melihat pertarungan yang indah tapi sebenarnya kita tidak peduli pada tokoh yang bertarung. Oleh karena itu aspek wuxia selain soal adegan silat atau peperangan, penggambaran ilmu-ilmu silat yang memukau, ada juga nilai-nilai seperti persaudaraan, kesetiakawanan,dan kepahlawanan.

2. Sama sekali tidak terkesan mengeksploitasi sisi kecantikan ataupun kelemahan wanita. Tiada isu kesetaraan gender disini. Tidak under (jadi objek tertindas) macam bollywood & telenovela, tidak pula hiper macam Holywood & korean drama. Semua tampil dengan proporsinya masing2.

3. Penokohan yang kuat oleh para aktornya. Sangat tahu bagaimana harus bermain sebagai pemain muda, tahu pula saat berperan sebagai yang sudah menua. Talent-Costum-Chemistry,

 

*  *  *

Source 1

Source 2

Source 3 View full article »

 

shumuu...

Patut diketahui bahwa makanan membutuhkan waktu 4 jam untuk dicerna perut dan 4 jam untuk disebar keseluruh tubuh. Maka logislah bila kita tak bisa makan secara terus menerus. Namun saripati makanan tersebut tidak disebarkan seluruhnya pada saat itu, disisakan 20% di hati dan otot sebagai cadangan.PERTANYAANNYA kapankah cadangan energi tersebut digunakan?
Sebagaimana kita ketahui, hati adalah pusat rasa dan kehendak manusia yg mengekang pusat gerak tubuh;otak. Ketika kita sudah berniat untuk puasa, maka otak pun berhenti dari memikirkan makanan dan ini dipatuhi oleh seluruh tubuh. Namun kekuatan manusia baik fisik maupun ruh ada batasnya. Ketika tubuh mencapai kelelahan yang sangat, kontrol ‘emosi/niat’ terlepas dan tubuh pun tergerak sendiri untuk mencari kebutuhan energi dan mereka mendapatinya dari hati dan otot . itulah mengapa ketika pukul 2 siang kita merasa begitu lemas hingga tertidur, saat terbangun menjadi segar kembali. HEBATNYA lagi zat yang dirubah menjadi energi tersebut adalah zat-zat berlebih dari gula darah, purin dan lemak sehingga orang yang berpuasa tidak mengalami istilah over lagi. Disinilah agama membuktikan kebenarannya “SHUUMU, TASHIHU.. berpuasalah, niscaya kalian sehat “

(Ceramah dr. Nunu, mesjid Agung Wanaraja – Garut. Mohon koreksi bila tersalah).

# hari 20 ramadhan

mungkin sudah banyak yang posting serupa, tapi saya pandang ini lebih komplit. Sebuah tulisan yang saya kutip dari posting grup fb..

===================================================

BISMILLAH HIROHMANNIRROHHIM
Allah Memerintahkan iblis untuk berbincang Dengan Nabi Muhammad

Allah Swt memerintah malaikat : Kemudian Malaikat itupun mendatangi Iblis dan berkata : “Hai Iblis!!! Engkau di perintah Allah untuk menghadap Rasulullah saw. Bukalah semua rahasiamu & jawablah setiap pertanyaan pertanyaan Rasulullah dengan jujur.

Jika engkau berdusta walau satu per kataan pun, niscaya akan terputus semua anggota badanmu, uratmu serta di siksa dengan azab yang amat pedih”.

Mendengar ucapan Malaikat yang dahsyat itu, Iblis sangat ketakutan, maka segera ia menghadap Rasulullah saw dengan menyamar sebagai orang tua yang buta sebelah mata nya dan berjanggut putih 10 helai yang panjang nya seperti ekor lembu.

Iblis pun memberi salam sampai 3 (tiga) kali salam, Rasulullah saw tidak juga menjawabnya, maka Iblis berkata :
Ya Rasullullah!!! Mengapa engkau tidak menjawab salamku? Bukankah salam itu sangat mulia di sisi Allah?” Maka jawab Nabi dengan marah : “Hai musuh Allah! Kepadaku engkau menunjukkan kebaikanmu? Jangan kau coba menipuku sebagaimana kau tipu Nabi Adam as sehingga beliau keluar dari syurga, kau hasut Qabil sehingga ia tega membunuh Habil yang masih saudaranya sendiri, ketika sedang sujud dalam sembahyang kau tiup Nabi Ayub as dengan asap beracun sehingga beliau sengsara untuk beberapa lama, kisah Nabi Daud as dengan perempuan Urya, Nabi Sulaiman meninggalkan kerajaannya karena engkau menyamar sebagai isterinya dan begitu juga beberapa Anbiya dan pendeta yang telah menanggung sengsara akibat hasutanmu.

Hai Iblis!!! Sebenar nya salam itu sangat mulia di sisi Allah azza wa jalla, tapi aku diharamkan Allah menjawab salammu. Aku mengenalmu dengan baik wahai Iblis, Raja segala Iblis. Apa tujuanmu menemuiku ?

Jawab Iblis :
Ya Nabi Allah!!! Janganlah engkau marah. Engkau dapat mengenaliku karena engkau adalah Khatamul Anbiya. Aku datang atas perintah Allah untuk memberitahu segala tipu dayaku terhadap umatmu dari zaman Nabi Adam as hingga akhir zaman nanti.

Ya Nabi Allah!!! Setiap apa yang engkau tanya, aku bersedia menerangkan satu persatu dengan sebenarnya, aku tidak berani menyembunyikan nya”.

Kemudian Iblispun bersumpah menyebut nama Allah dan berkata :
Ya Rasulullah!!! Sekira nya aku berdusta barang sepatahpun niscaya hancur leburlah badanku menjadi abu.

Ketika mendengar sumpah Iblis itu, Nabipun tersenyum dan berkata dalam hatinya, inilah kesempatanku untuk menyiasati segala perbuatannya agar didengar seluruh sahabat yang ada di majlis ini dan menjadi perisai seluruh umatku.

Pertanyaan Nabi ke 1 :
••••••••••••••••••••••••••••••
Hai Iblis! Siapakah musuh besarmu ?

Jawab Iblis :
Ya Nabi Allah! Engkaulah musuhku yang paling besar di antara musuh-musuhku di muka bumi ini”.

Kemudian Nabipun memandang muka Iblis dan Iblispun gemetar karena ketakutan. Sambung Iblis : “Ya Khatamul Anbiya! Aku dapat merubah diriku seperti manusia, binatang dan lain-lain hingga rupa dan suarapun tidak berbeda, kecuali dirimu saja yang tidak dapat aku tiru karena dicegah oleh Allah. Andaikan aku menyerupai dirimu, maka terbakarlah diriku menjadi abu.

Aku cabut iktikad / niat anak Adam supaya menjadi kafir karena engkau berusaha memberi nasihat dan pengajaran supaya mereka kuat untuk memeluk agama Islam, begitu juga aku berusaha menarik mereka kepada kekafiran, murtad atau munafik. Aku akan menarik seluruh umat Islam dari jalan yang benar menuju jalan yang sesat supaya masuk ke dalam neraka dan kekal di dalamnya bersamaku”.

Pertanyaan Nabi ke 2 :
••••••••••••••••••••••••••••••
Hai Iblis! Apa yang kau perbuat terhadap makhluk Allah ?

Jawab Iblis :
Adalah satu kemajuan bagi perempuan yang merenggangkan kedua pahanya kepada lelaki yang bukan suaminya, setengahnya hingga mengeluarkan benih yang salah sifatnya. Aku goda semua manusia supaya meninggalkan sholat, berbuai dengan makanan dan minuman, berbuat durhaka, aku lalaikan dengan harta benda, emas, perak dan permata, rumahnya, tanahnya, ladangnya supaya hasilnya dibelanjakan ke jalan yang haram.

Demikian juga ketika pesta di mana lelaki dan perempuan bercampur. Di sana aku lepaskan godaan yang besar supaya mereka lupa peraturan dan akhirnya minum arak. Apabila terminum arak itu, maka hilanglah akal, fikiran dan malunya. Lalu aku ulurkan tali cinta dan terbukalah beberapa pintu maksiat yang besar, datang perasaan hasad dengki hingga perbuatan zina. Apabila terjadi kasih antara mereka, terpaksalah mereka mencari uang hingga menjadi penipu, peminjam dan pencuri.

Apabila mereka sadar akan kesalahan mereka lalu hendak bertaubat dan berbuat amal ibadah, akan aku rayu supaya mereka membatalkannya. Semakin keras aku goda supaya mereka berbuat maksiat dan mengambil isteri orang. Jika hatinya terkena godaanku, datanglah rasa ria’, takabur, iri, sombong dan melengahkan amalnya. Jika lidahnya yang tergoda, maka mereka akan gemar berdusta, mencela dan mengumpat. Demikianlah aku goda mereka setiap saat.

Pertanyaan Nabi ke 3 :
•••••••••••••••••••••••••••••
Hai Iblis! Mengapa engkau bersusah payah melakukan pekerjaan yang tidak mendatangkan faedah bahkan menambah laknat yang besar dan siksa yang besar di neraka yang paling bawah? Hai yang dikutuk Allah! Siapa yang menjadikanmu? Siapa yang melanjutkan usiamu? Siapa yang menerangkan matamu? Siapa yang memberi pendengaranmu? Siapa yang memberi kekuatan anggota badanmu?

Jawab Iblis :
Semuanya itu adalah anugerah dari Allah Yang Maha Besar. Tetapi hawa nafsu dan takabur membuatku menjadi jahat sebesar-besarnya. Engkau lebih tahu bahwa diriku telah beribu-ribu tahun menjadi Ketua seluruh Malaikat dan pangkatku telah dinaikkan dari satu langit ke langit yang lebih tinggi. Kemudian aku tinggal di dunia ini beribadah bersama para Malaikat beberapa waktu lamanya.

Tiba-tiba datang firman Allah SWT hendak menjadikan seorang Khalifah di dunia ini, maka akupun membantah. Lalu Allah menciptakan manusia yang pertama (Nabi Adam as) dan seluruh Malaikat diperintah supaya memberi hormat sujud kepada lelaki itu, hanya aku saja yang ingkar. Oleh karena itu, Allah murka kepadaku dan wajahku yang tampan rupawan dan bercahaya itu berubah menjadi keji dan menakutkan. Aku merasa sakit hati. Kemudian Allah menjadikan Adam raja di syurga dan dikaruniakan seorang permaisuri (Siti Hawa) yang memerintah seluruh bidadari. Aku bertambah dengki dan dendam kepada mereka.

Akhir nya aku berhasil menipu mereka melalui Siti Hawa yang menyuruh Adam memakan buah khuldi, lalu keduanya diusir dari syurga ke dunia. Keduanya berpisah beberapa tahun dan kemudian dipertemukan Allah (di Padang Arafah), hingga mereka mendapat beberapa orang anak. Kemudian kami hasut anak lelakinya Qabil supaya membunuh saudaranya Habil. Itupun aku masih belum puas dan berbagai tipu daya aku lakukan hingga hari kiamat kelak.

Sebelum engkau lahir ke dunia, aku beserta bala tentaraku dengan mudah dapat naik ke langit untuk mencuri segala rahasia, tulisan yang menyuruh manusia berbuat ibadah dan balasan pahala serta syurga mereka. Kemudian aku turun ke dunia dan memberitahu manusia yang lain tentang apa yang sebenarnya aku dapatkan dengan berbagai tipu daya hingga tersesat dengan berbagai kitab bid’ah dan kehancuran.

Tetapi ketika engkau lahir ke dunia ini, maka aku tidak diijinkan oleh Allah untuk naik ke langit dan mencuri rahasia karena banyak Malaikat yang menjaga di setiap lapisan pintu langit. Jika aku memaksa untuk naik, maka Malaikat akan melontarkan anak panah dari api yang menyala. Sudah banyak bala tentaraku yang terkena lontaran Malaikat itu dan semuanya terbakar menjadi abu, maka semakin beratlah pekerjaanku dan bala tentaraku untuk menjalankan tugas menghasut manusia”.

Pertanyaan Nabi ke 4 :
•••••••••••••••••••••••••••••
Rasullullah bertanya “Hai Iblis! Apa yang pertama kali kau tipu dari manusia ?

Jawab Iblis :
Pertama kali aku palingkan iktikad / niat nya, iman nya kepada kafir & juga dari segi perbuatan, perkataan, kelakuan atau hatinya. Jika tidak berhasil juga, akan aku tarik dengan cara mengurangi pahala. Lama-kelamaan mereka akan terjerumus mengikuti kemauanku.

Pertanyaan Nabi ke 5 :
•••••••••••••••••••••••••••••
Hai Iblis! Jika umatku sholat karena Allah, apa yang terjadi padamu ?

Jawab Iblis :
Sungguh penderitaan yang sangat besar. Gemetarlah badanku & lemah tulang sendiku, maka aku kerahkan berpuluh-puluh iblis datang menggoda manusia pada setiap anggota badan nya.

Beberapa iblis datang pada setiap anggota badan nya supaya malas sholat, was-was, lupa bilangan raka’atnya, bimbang pada pekerjaan dunia yang di tinggalkan nya, merasa terburu-buru supaya cepat selesai sholat nya, hilang khusyuk nya, matanya senantiasa melirik ke kanan & ke kiri, telinga nya senantiasa mendengar percakapan orang & bunyi2 yang lain.

Beberapa iblis yang lain duduk di belakang badan orang yang sembahyang itu supaya tidak kuat sujud berlama-lama, penat waktu duduk tahiyat & dalam hatinya selalu merasa terburu-buru supaya cepat selesai sholatnya, itu semua membuat berkurangnya pahala. Jika para iblis tidak dapat menggoda manusia itu, maka aku sendiri akan menghukum mereka dengan hukuman yang berat.

Pertanyaan Nabi ke 6 :
•••••••••••••••••••••••••••••
Jika umatku membaca Al-Qur’an karena Allah, apa yang terjadi padamu ?

Jawab Iblis :
Jika mereka membaca Al-Qur’an karena Allah, maka terbakarlah tubuhku, putuslah seluruh uratku lalu aku lari dan menjauh dari nya.

Pertanyaan Nabi ke 7 :
•••••••••••••••••••••••••••••
Jika umatku mengerjakan haji karena Allah, bagaimana perasaanmu ?

Jawab Iblis : “Binasalah diriku, gugurlah daging dan tulangku karena mereka telah mencukupkan rukun Islamnya.

Pertanyaan Nabi ke 8 :
•••••••••••••••••••••••••••••
Jika umatku berpuasa karena Allah, bagaimana keadaanmu ?

Jawab Iblis :
Ya Rasulullah!!! Inilah bencana yang paling besar bahayanya buatku. Apabila masuk awal bulan Ramadhan, maka memancarlah cahaya Arasy & Kursi, bahkan seluruh Malaikat menyambut dengan suka cita. Bagi orang yang berpuasa, Allah akan mengampunkan segala dosa yang lalu & di gantikan dengan pahala yang amat besar serta tidak dicatat dosa nya selama dia berpuasa.

Yang menghancurkan hatiku ialah segala isi langit dan bumi, yakni Malaikat, bulan, bintang, burung dan ikan-ikan semuanya siang malam memohonkan ampunan bagi orang yang berpuasa. Satu lagi kemudian orang berpuasa ialah dimerdekakan pada setiap masa dari azab neraka. Bahkan semua pintu neraka ditutup manakala semua pintu syurga dibuka seluas-luasnya dan dihembuskan angin dari bawah Arasy yang bernama Angin Syirah yang amat lembut ke dalam syurga. Pada hari umatmu mulai berpuasa, dengan perintah Allah datanglah sekalian Malaikat dengan garang nya menangkapku dan tentaraku, jin, syaitan dan ifrit lalu dipasung kaki & tangan dengan besi panas dan dirantai serta dimasukkan ke bawah bumi yang amat dalam.

Di sana pula beberapa azab yang lain telah menunggu kami. Setelah habis umatmu berpuasa, barulah aku dilepaskan dengan perintah agar tidak mengganggu umatmu. Umatmu sendiri telah merasa ketenangan berpuasa sebagaimana mereka bekerja dan bersahur seorang diri di tengah malam tanpa rasa takut dibandingkan bulan biasa nya.

Pertanyaan Nabi ke 9 :
•••••••••••••••••••••••••••••
Hai Iblis! Bagaimana seluruh sahabatku menurutmu ?

Jawab Iblis :
Seluruh sahabatmu termasuk musuh besarku. Tiada upayaku melawannya dan tiada satupun tipu daya yang dapat masuk kepada mereka. Karena engkau sendiri telah berkata : “Seluruh sahabatku adalah seperti bintang di langit, jika kamu mengikuti mereka, maka kamu akan mendapat petunjuk.

Sayyidina Abu Bakar al-Siddiq sebelum bersamamu, aku tidak dapat mendekatinya, apalagi setelah berdampingan denganmu. Dia begitu percaya atas kebenaranmu hingga dia menjadi wazirul a’zam. Bahkan engkau sendiri telah mengatakan jika ditimbang seluruh isi dunia ini dengan amal kebajikan Abu Bakar, maka akan lebih berat amal kebajikan Abu Bakar. Lagipula dia telah menjadi mertuamu karena engkau menikah dengan anaknya, Sayyidatina Aisyah yang juga banyak menghafal Hadits2 mu.

Adapun Sayyidina Umar bin Khatab, aku tidak berani memandang wajahnya karena dia sangat keras menjalankan hukum syariat Islam dengan seksama. Jika aku pandang wajahnya, maka gemetarlah seluruh tulang sendiku karena sangat takut. Hal ini karena iman nya sangat kuat apalagi engkau telah mengatakan : “Jikalau ada Nabi sesudah aku, maka Umar boleh menggantikan aku”, karena dia adalah orang harapanmu serta pandai membedakan antara kafir & Islam hingga digelar ‘Al-Faruq’.

Sayyidina Usman bin Affan, aku tidak bisa bertemu karena lidah nya senantiasa membaca Al-Qur’an. Dia penghulu orang sabar, penghulu orang mati syahid dan menjadi menantumu sebanyak 2 kali. Karena taat nya, banyak Malaikat datang menghampiri & memberi hormat kepada nya karena Malaikat itu sangat malu kepada nya hingga engkau mengatakan :

“Barangsiapa menulis : Bismillaahirrahmaanirrahiim pada kitab atau kertas2 dengan tinta merah, niscaya mendapat pahala seperti pahala Usman mati syahid.

Sayyidina Ali bin Abi Thalibpun aku sangat takut karna hebat nya & gagah nya dia di medan perang, tetapi sangat sopan santun, alim orang nya. Jika iblis, syaitan & jin memandang beliau, maka terbakarlah kedua mata mereka karena dia sangat kuat beribadah & beliau adalah golongan orang pertama yang memeluk agama Islam serta tidak pernak menundukkan kepala nya kepada berhala. Bergelar ‘Ali Karamullahu Wajhahu” dimuliakan Allah akan wajahnya & juga ‘Harimau Allah’ & engkau sendiri berkata : “Akulah negeri segala ilmu & Ali itu pintu nya”. Lagipula dia menjadi menantumu, aku semakin ngeri kepada nya.

Pertanyaan Nabi ke10 :
••••••••••••••••••••••••••••••
Bagaimana tipu dayamu kepada umatku ?

Jawab Iblis :
Umatmu itu ada 3 macam.

Yang pertama,
seperti hujan dari langit yang menghidupkan segala tumbuhan yaitu ulama yang memberi nasihat kepada manusia supaya mengerjakan perintah Allah & meninggalkan larangan Nya seperti kata Jibril as : “Ulama itu adalah pelita dunia & pelita akhirat”.

kedua,
umat tuan seperti tanah yaitu orang yang sabar, syukur dan ridha dengan karunia Allah. Berbuat amal saleh, tawakal & kebajikan.

Yang ketiga,
umatmu seperti Fir’aun, terlampau tamak dengan harta dunia dan dihilangkan amal akhirat, maka akupun bersuka cita lalu masuk ke dalam badan nya, aku putarkan hati nya ke lautan durhaka & aku ajak kemana saja mengikuti kemauanku. Jadi dia selalu bimbang kepada dunia & tidak mau menuntut ilmu, tidak pernah beramal saleh, tidak mau mengeluarkan zakat & malas beribadah.

Lalu aku goda agar manusia minta kekayaan lebih dulu & apabila di izinkan Allah dia menjadi kaya, maka aku rayu supaya lupa beramal, tidak membayar zakat seperti Qarun yang tenggelam dengan istana mahligai nya.

Bila umatmu terkena penyakit tidak sabar & tamak, dia selalu bimbang akan hartanya & berangan-angan hendak merebut kemewahan dunia, benci & menghina kepada yang miskin, membelanjakan harta nya untuk kemaksiatan.

Pertanyaan Nabi ke 11 :
•••••••••••••••••••••••••••••••
Siapa yang serupa denganmu ?

Jawab Iblis :
Orang yang meringankan syariatmu & membenci orang yang belajar agama Islam.

Pertanyaan Nabi ke12 :
••••••••••••••••••••••••••••••
Siapa yang membuat mukamu bercahaya ?

Jawab Iblis :
Orang yang berdosa, bersumpah bohong, saksi palsu & suka ingkar janji.

Pertanyaan Nabi ke13 :
••••••••••••••••••••••••••••••
Apa yang kau rahasiakan dari umatku ?

Jawab Iblis :
Jika seorang Muslim buang air besar & tidak membaca do’a terlebih dahulu, maka aku gosok-gosokkan najis nya sendiri ke badan nya tanpa dia sadari”.

Pertanyaan Nabi ke14 :
••••••••••••••••••••••••••••••
Jika umatku bersatu dengan isteri nya, apa yang kau lakukan ?

Jawab Iblis :
Jika umatmu hendak bersetubuh dengan isteri nya & membaca do’a pelindung syaitan, maka aku lari dari mereka. Jika tidak, aku akan bersetubuh dahulu dengan isteri nya & bercampurlah benihku dengan benih isteri nya. Jika menjadi anak, maka anak itu akan gemar berbuat maksiat, malas pada kebaikan, durhaka. Ini semua karena kealpaan ibu bapak nya sendiri. Begitu juga jika mereka makan tanpa membaca Bismillah, aku santap makanan nya lebih dulu daripada nya. Walaupun mereka makan, tidak lah mereka merasa kenyang.

Pertanyaan Nabi ke15 :
••••••••••••••••••••••••••••••
Apa yang dapat menolak tipu dayamu ?

Jawab Iblis :
Jika berbuat dosa, maka cepat2lah bertaubat kepada Allah, menangis menyesal akan perbuatan nya. Apabila marah, segeralah mengambil air wudhu’, maka padamlah marah nya .

Pertanyaan Nabi ke16 :
•••••••••••••••••••••••••••••••
Siapakah orang yang paling engkau sukai?”

Jawab Iblis :
Lelaki dan perempuan yang tidak mencukur atau mencabut bulu ketiak atau bulu ari-ari (bulu kemaluan) selama 40 hari. Di situlah aku mengecilkan diri, bersarang, bergantung, berbuai seperti pijat pada bulu itu”.

Pertanyaan Nabi ke17 :
••••••••••••••••••••••••••••••
Hai Iblis! Siapakah saudaramu ?

Jawab Iblis :
Orang yang tidur meniarap / telungkup, orang yang matanya terbuka di waktu Subuh tetapi menyambung tidur lagi. Lalu aku lenakan dia hingga terbit fajar. Demikian juga pada waktu Dzuhur, Asar, Maghrib dan Isya’, aku beratkan hati nya untuk sholat .

Pertanyaan Nabi ke18 :
••••••••••••••••••••••••••••••
Apa yang dapat membinasakan dirimu?”

Jawab Iblis :
Orang yang banyak menyebut nama Allah, bersedekah dengan tidak diketahui orang, banyak bertaubat, banyak tadarus Al-Qur’an dan sholat tengah malam”.

Pertanyaan Nabi ke 19 :
•••••••••••••••••••••••••••••••
Hai Iblis !!! Apa yang dapat memecahkan matamu ?

Jawab Iblis :
Orang yang duduk di dalam masjid dan beri’tikaf di dalam nya”.

Pertanyaan Nabi ke 20 :
•••••••••••••••••••••••••••••••
Apa lagi yang dapat memecahkan matamu ?

Jawab Iblis :
Orang yang taat kepada kedua ibu bapak nya, mendengar kata mereka, membantu makan, pakaian mereka selama mereka hidup, karna engkau telah bersabda : Syurga itu di bawah tapak kaki ibu .

Jika kita merasa pernah di goda olehnya, maka segeralah Bertobatlah!!!

Ya Allah lindungilah kami dn keturunan kami dari godaan syaitan yg terkutuk. Aamin. (amil Jalil).

 

Source

 

 

Posting ini merupakan tanggapan pribadi saya atas tulisan yth. Mudy Situmorang terkait pernyataan Pdt. Dr Ir Mangapul Sagala, MTh. (link Surat terbuka ) –yang saya rasa penting untuk dibahas karena tak hanya menyangkut dr. Zakir Naik tapi juga penceramah-penceramah serupa yang mungkin kedepan akan singgah ke negeri ini. Tak lain tak bukan agar kita dapat menjaga kerukunan antar umat beragama dalam hidup berbangsa dan bernegara yang kita cita-citakan bersama.

===================================================================

Pertama :

Bahwa negara kita menjamin Hak kebebasan beragama bagi setiap warga negara yang tertuang dalam pasal 29 UUD 1945 beserta pasal rinciannya. Kebebasan tersebut meliputi hak untuk menganut,menjalankan peribadatan, hingga hak untuk mengajar atau mendakwahkan agama yang dianutnya sepanjang tidak bertentangan dengan aturan yang berlaku.

Kedua :

Bahwa konteks beragama dalam Islam adalah tak hanya menganut dan menjalankan peribadatan semata, tapi mengajak orang lain untuk melakukan hal yang sama demi ketaatan pada Tuhan semesta. Maka jika ada pertanyaan ” jika kita sama-sama menghormati keyakinan orang lain, mengapa harus mengajak-ajak segala? ya, karena itu salah satu perintah agama kami.. yang penting tidak ada unsur memaksa/ intimidasi.

Ketiga :

Bahwa dasar kami menentang ketuhanan Isa adalah murni bersumber dari ajaran kitab suci kami (al qur’an), bukan nalar logika semata, dimana secara garis besar definisi Tuhan harus memenuhi 4 syarat sebagai berikut :

  1. Esa; tidak berbilang, tidak bersekutu. Karena sifat Tuhan itu absolut; penguasa mutlak.. jika ada penguasa lain disisi Dia maka mestilah akan saling berperang untuk menegaskan eksistensinya.
  2. Tempat Bergantung semua makhluk; Allah adalah yang menciptakan,  semua makhluk bergantung kepada-Nya, namun Allah tidak bergantung kepada mereka. Ia tidak membutuhkan izin makhluk untuk melakukan kehendak-Nya, pula tak membutuhkan perbuatan makhluk untuk menegaskan kekuasaan-Nya.
  3. Tidak melahirkan dan tidak dilahirkan; sifat Tuhan adalah qadim (terdahulu; namun tanpa awal, tanpa akhir), sedang makhluk adalah hadits (baru; diadakan).. jika Tuhan melahirkan anak, maka anak itu pun akan melahirkan pula.. pun sebelumnya dia adalah zat yang dilahirkan.. dari zat yang dilahirkan pula… maka semuanya akan menjadi tasalsul (tak berujung), dan ini adalah mustahil disandangkan kepada Tuhan.
  4. Tiada sesuatu yang menyamai-Nya; Tuhan berbeda dengan makhluk-Nya dengan demikian dia tak butuh menitis kepada mereka, pula sebaliknya makhluk tak layak menjelma kepada Tuhan. Dia berdiri sendiri dengan semua zat, sifat dan perbuatannya.

Demikian penjabaran singkat tentang Tuhan sebagaimana tersebut dalam Surat Al Ikhlash yang kami imani.

Keempat :

Kami menyadari bahwa ada diantara kami yang masih bersikap berlebihan bahkan ekstrim dalam menjalankan keyakinannya, namun hal ini tak bisa dijadikan generalisasi. Toh semua sikap ekstrim ada dalam setiap penganut agama tak hanya Islam semata.

Sebelum semua itu, perlu diketahui bahwa dalam menyeru oranglain kepada ajaran agama, setidaknya ada 4 rambu-rambu yang harus kami taati :

  1. memakai cara yang baik
  2. tidak memaksa orang lain keluar dari agamanya
  3. tidak mencela sesembahan orang lain
  4. tetap menghargai sebagai sesama pewaris ajaran Ketuhanan

 

Point 1 : bersumber dari  Surah An Nahl: 125

” Serulah (manusia) ke jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhan-mu, Dialah Yang Mahatahu tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah Yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk”.

— hikmah ; alasan yang logis, tegas, sesuai kaidah teoritis — biasanya ditujukan kepada kaum pelajar ( sekolah s/d mahasiswa)

— pelajaran yang baik; lembut, halus, puitis, naratif — biasanya ditujukan kepada kaum pekerja atau masyarakat umum yang biasanya tak sreg dengan penjelasan yang terlalu teoritas karena beban pikiran (pekerjaan) yang mereka hadapi.

— bantahlah dengan cara yg lebih baik; memakai bahasa yg lebih elegan, data yang lebih relevan, namun tetap menjauhi sikap tercela atau sikap yang dapat menjatuhkan dan mempermalukan oranglain. Biasanya ditujukan kepada mereka yang memiliki kedudukan di masyarakatnya maupun bergelar tinggi demi menghormati keilmuannya.

Demikianlah menurut salah satu penafsiran meski secara umum bisa dilakukan terhadap semua orang.

 

Point 2 : bersumber dari  Surat Al-Baqarah Ayat 256

“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat ”

Agama adalah nilai tertinggi dari seseorang; puncak hasrat; ultimate value. maka pelaksanaan darinya mestilah bersumber dari hati sanubari yang paling dalam, tanpa pemaksaan, tanpa tekanan.

Tuhan tak butuh untuk disembah, namun makhluk lah yang butuh menyembah Tuhan. Mereka akan menzalimi sendiri jika menyembah yang layak disembah. Sudah sifat makhluk suka mengagumi bahkan tunduk kepada sesuatu yang melebihi dirinya. Itulah mengapa ada istilah mesiah, ratu adil, imam besar, raja diraja, yang dipertuan agung, dsb dikalangan manusia. Maka tidak pantaskah ini berujung kepada ‘Sang Maha diatas Maha’; Tuhan Pencipta Semesta ?

 

Point 3 : bersumber dari Surah Al-An’aam: 108

” “Dan janganlah kamu memaki sesembahan-sesembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Rabb merekah kembalinya mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan.”

Allah melarang kami mencela tuhan-tuhan orang musyrik dengan pencelaan yang keras atau sampai merendah-rendahkan (secara terang-terangan) karena hal ini akan membuat mereka akan membalas dengan mencela Allah. Tentu termasuk maslahat besar bila kami tidak mencela tuhan orang kafir agar tidak berdampak celaan bagi Allah (sesembahan kami ). Jadi hal ini adalah peringatan tegas agar tidak berbuat seperti itu, supaya tidak menimbulkan dampak negatif  yang lebih parah.”
Jadi perlu diperhatikan bahwa kemungkaran tidaklah dibalas dengan kemungkaran yang semisal. Jika Nabi kita –shallallahu ‘alaihi wa sallam– dicela, bukan berarti kita boleh mencela Nabi ‘Isa ‘alaihis salam. Karena mencela Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah suatu kekafiran, demikian pula dengan mencela Nabi ‘Isa ‘alaihis salam.

================================================

jika mau teliti, jika mau dikaitkan dengan Ahok, maka patutlah diingat bahwa dia tak hanya sering menghina ajaran agama kami, bahkan di beberapa video yang mungkin sudah dihapus dia sering pula melecehkan pimpinan agamanya sendiri. Berteriak ‘amal-amal, iman-iman..’ seolah kebaikan bersumber dari dirinya, bukan dari karunia Tuhan. Seolah tersirat sikap chauvimisme (kesukuan) nan membanggakan golongannya sebagai salah satu yang terunggul di dunia. Pada tahap ini  dia pun ada dibenci oleh sesama rasnya sendiri dimana mereka berkata:

” Kami sudah turun-temurun tinggal disini, negri ini sudah kami anggap rumah sendiri. Untuk apa mengingat-ingat tempat asal kami, apa relevannya membangga-banggakan ETNIS kami ?? ”

 

Point 4 : bersumber dari  Surat Ali-Imran ayat 64 – 68
” Wahai ahlul-kitab! Marilah kemari! Kepada kalimah yang sama di antara kami dan di antara kamu yaitu bahwa janganlah klta menyembah melainkan kepada Allah, dan jangan kita menyekutukan sesuatu dengan Dia, dan jangan menjadikan sebahagian dari kita akan yang sebahagian menjadi Tuhan-tuhan selain dari Allah.”

Artinya, betapapun pada kulitnya kelihatan kita ada perbedaan, ada Yahudi, ada Nasrani dan ada Islam, namun pada kita ketiganya terdapat satu kalimat yang sama, satu kata yang menjadi titik pertemuan kita. Kalau sekiranya saudara-saudara sudi kembali kepada satu kalimat itu niscaya tidak akan ada selisih kita lagi
Mari kita bersama kembali kepada pokok ajaran itu, satu kalimat tidak berbilang, satu Allah tidak bersekutu dengan yang lain, satu derajat manusia di bawah kekuasaan Ilahi, tidak ada perantaraan. Dalam hal ini tidak ada selisih pokok kita. Ini sumber kekuatan kami dan ini pula sumber kekuatan kamu.

Kepada mereka yang menegakkan Syariat Musa, yang menamai diri mereka Yahudi kamu scrukan, marilah kemari, kita kembali kepada dasar ajaran yang ditinggalkan Musa sendiri, yang ada dalam catatan kamu, dalam Kitab yang kamu namai Taurat;

Janganlah padamu ada Allah lain di hadapan hadiratku. Janganlah diperbuat olehmu akan patung ukiran atau akan barang peta dari barang yang dalam langit di atas, atau barang yang di atas bumi di bawah, atau dari barang yang di dalam air di bawah bumi.Jangan kamu menyembah sujud atau berbuat bakti kepadanya, karena Akulah Tuhan, Allahmu, Allah yang cemburu adanya. (Keluaran Pasal 20, ayat 3 sampai 5).

Kepada orang Nasranipun diserukan, marilah kemari kepada kalimat yang satu diantara kita, yang sama sekali tidak ada perbedaan kita dalam pokok kalimat itu, sebagai sabda dari Nabi Isa Almasih sendiri;

Inilah hidup yang kekal, yaitu supaya mereka mengenal engkau, Allah Yang Esa dan Benar, dan Yesus Kristus yang telah Engkau suruhkan itu. (Injil karangan Yahya (Yohannes), fasal 17 ayat 3).

inti kalimat persatuan itu ada, dan tidak sampai terhilang meskipun naskahnya telah banyak dari salin ke salin. Kita yang datang di belakang inilah yang telah bertemu kembali pokok itu, setelah kedua “Perjanjian Lama” dan “Perjanjian Baru” beredar pula di tangan kita.

Alangkah tepatnya apa yang dikatakan Rasul itu: renungkanlah apa yang tersebut di dalam ayat tentang Kalimatin sawa-in bainana atau “kata-kata yang sama di antara kita” itu, bandingkanlah ayat al-Qur’an dengan bunyi isi Kitab Keluaran itu, akan terdapatlah bahwa itulah pegangan kita kaum Muslimin. Dan itulah pokok asal pegangan ahlul kitab; Yahudi dan Nasrani.

 

=====

Demikan tanggapan  ini saya sampaikan, moga dipahami dengan hati yang berkenan.

Sebagai penutup saya kutip nasihat dari Dr. TGH. Muhammad Zainul Majdi  ; Gubernur NTB dalam salah satu ceramahnya ” Tersebarnya dakwah adalah tujuan kita, tetapi harus diingat betapa akhlak harus menjadi prioritas. Dakwah tanpa akhlak akan gagal bahkan bisa melahirkan kebencian ummat lain kepada kita. Berdakwah harus dengan akhlak terpuji. ”

 

— Alhamdulillah, wamannashru illaa min ‘indillah —

 

 

 

Inti agama itu keyakinan tentang Tuhan yang timbul dari kebenaran pasti dan disetujui oleh akal. Kalau ada keyakinan yang ditolak oleh akal, artinya agama itu agama akal-akalan. Setiap manusia dikaruniai Tuhan akal, maka gunakan akal untuk mengenal sebenar-benar Tuhan.
Berikut ini argumentasi tentang Tuhan yang pasti diterima akal. Jadi catatan ini khusus bagi yang berakal. Yang gak berakal, ya udh ke pinggir…wkwkwkwk!!
Prinsip sederhana:
TUHAN TIDAK SAMA DENGAN MAKHLUK; PENCIPTA PASTI TIDAK SAMA DENGAN CIPTAAN.

– makhluk ada karena di-ada-kan Tuhan, PASTI Tuhan ADA tanpa ada yang meng-ada-kan.
– makhluk ber-awal dan ber-akhir, Tuhan PASTI tidak berawal dan tidak berakhir karena awal dan akhir juga makhluk Tuhan.
– makhluk beribu-bapak, Tuhan PASTI tidak beribu dan tidak berbapak karena Tuhan Pencipta segala sumber.
– makhluk bisa menitis pada makhluk, Tuhan PASTI tidak menitis pada makhluk, sebab menitis itu hanya terjadi pada sesama makhluk.
Kalau ada yang ngeyel lalu bilang:“Tuhan ‘kan Mahakuasa, Bisa Segalanya, pasti Tuhan Yang Mahabesar bisa “masuk” pada makhluk-Nya yang mahakecil.”
Jawab begini saja:“Ada keperluan apa Tuhan menyurup ke dalam makhluk-Nya? Untuk membantu manusia melawan kekuatan Iblis? Kalau begitu kekuatan Tuhan dan kekuatan Iblis itu setanding dan sebanding dong? Kalau begitu, artinya Tuhan tidak Mahakuasa dong?! [wek-weeew :D]
makhluk punya nama dari Sang Pemberi Nama, Tuhan tidak ada yang memberi Nama selain Diri-Nya sendiri. Itu pun untuk keperluan makhluk.
makhluk memiliki bentuk/rupa, Tuhan PASTI tidak berbentuk/rupa karena Tuhanlah Pencipta segala bentuk,
makhluk memiliki warna, Tuhan PASTI tidak berwarna karena Tuhanlah Pencipta segala wewarna.
makhluk memiliki bau, Tuhan PASTI tidak memiliki bau karena Tuhanlah Pencipta segala bebauan.
makhluk menempati ruang (bertempat), di dalam arah (kiri-kanan-atas-bawah-depan-belakang-samping), dan dipengaruhi waktu, Tuhan PASTI tidak memerlukan tempat, tidak di dalam ruang dan arah, dan tidak dipengaruhi waktu. Tuhan tidak ada keperluan pada makhluk2-Nya. Tuhan tidak bertempat di langit (seperti gemintang), tidak di surga (khayangan, nirwana, firdaus)  karena Tuhan Mahabesar, mustahil makhluk bernama langit dan sesurga itu lebih besar daripada Kemahabesaran Tuhan dan sanggup “menampung” Tuhan.
makhluk bergerak: datang dan pergi, naik dan turun, timbul-tenggelam. Tuhan tidak bergerak-tidak diam: tidak datang-pergi, tidak naik-turun, tidak timbul-tenggelam.
Simpelnya:
Ketahui bahwa wujud makhluk ciptaan Tuhan itu terdiri atas empat besar:
Sesuatu yang nyata dipandang mata: berbentuk, dapat dlihat, dan dapat diraba dengan pancaindera, seperti jasad manusia, binatang, tumbuhan, dan benda-benda lainnya.
Sesuatu yang gaib: berbentuk, tetapi tidak dapat dilihat dan tidak dapat diraba dengan pancaindera, seperti angin, angan-angan, bebauan, surga-neraka, malaikat, iblis, jin, setan.
Sesuatu yang berupa cahaya-cahaya. Cahaya matahari, petir, lampu, dsb. Malaikat juga termasuk golongan ini.
Segenap kualitas makhluk, seperti baik-buruk, tinggi-rendah, putih-legam, keras-lunak, kasar-lembut, dsb.
Pastikan Tuhan itu tidak sama dengan semua di atas itu. Jadi kalau ada tuhan yang bisa dibayang-bayangkan, digambarkan, dipahatkan, diukirkan, diumpamakan begini-begitu, dsb. Pastikan itu tuhan batal. Tuhan palsu. Tuhan akal-akalan makhluk.
Jadi, apa susahnya mengenal Tuhan? Cukup dengan mengetahui yang bukan Tuhan.
Setiap yang berakal, pasti tunduk pada Tuhan yang tidak serupa dengan makhluk. Itulah namanya keyakinan yang kokoh.
Agama itu keyakinan, bukan keraguan.

 

======
Catatan ini sengaja tidak dilengkapi dengan kutipan dalil maupun istilah-istilah dari khazanah agama Islam sebab sejatinya catatan ini dulu dibuat untuk dimuat di grup Diskusi Agama (facebook) yang adminnya nonmuslim dan para anggotanya dari berbagai agama di Indonesia. [Kami di-kick taklama setelah memuat artikel “mematikan” ini, hehehe]
by : facebook.com-Adam Troy Effendy

Dalam salah satu ceramahnya, ketua umum FPI, Habib Rizieq Shihab bercerita bahwa neneknya bernama Zawiyah merupakan kerabat (keponakan) Pitung.
Berdasarkan penyelusuran genealogy, sosok Pitung yang dimaksud bernama asli Raden Muhammad Ali Nitikusuma atau Salihun, kepala Pendekar kelompok Pituan Pitulung (Pitung).

silsilah-betawi1.jpg

 

Raden Muhammad Ali Nitikusuma merupakan putera dari Raden Nurul Syamsirin Nitikusuma, yang merupakan keturunan Raden Nitikusuma I bin Pangeran Kawisa Adimerta bin Pangeran Aria Jipang bin Pangeran Bagus Surowiyoto bin Raden Hasan (Raden Fattah, Pendiri Kesultanan Demak).
Raden Muhammad Ali Nitikusuma, juga memiliki kekerabatan dengan Prabu Siliwangi Pajajaran, yaitu melalui ibunda dari Pangeran Kawisa Adimerta yang bernama Ratu Ayu Jati Balabar binti Adipati Singa Menggala bin Prabu Surawisesa bin Prabu Siliwangi (Sri Baduga Maharaja)

 

Biodata

habib-rizieq-dan-istri
Nama : Habib Muhammad Rizieq Syihab
Lahir : Jakarta, 24 Agustus 1965
Ayah : Habib Husein Syihab (almarhum)
Ibu : Syarifah Sidah Alatas
Istri : Fadlun Yahya

Anak :
Rufaidah Syihab
Humaira Syihab
Zulfa Syihab
Najwa Syihab
Muntaz Syihab
Fairuz Syihab
Zahra Syihab

Pendidikan :
SDN 1 Petamburan, Jakarta (1975)
SMP 40 Pejompongan, Jakarta
SMP Kristen Bethel Petamburan, Jakarta (1979)
SMAN 4, Gambir, Jakarta
SMA Islamic Village, Tangerang (1982)
Jurusan Studi Agama Islam (Fikih dan Ushul) King Saud University (S1), Riyadh, Arab Saudi (1990)
Studi Islam, Universitas Antar-Bangsa (S2), Malaysia.

Karier Habib Rizieq Syihab
Selain mengisi pengajian-pengajian, Habib Rizieq juga pernah menjabat sebagai Kepala Sekolah Madrasah Aliyah Jami’at Khair sampai tahun 1996. Walaupun sudah tidak menjabat sebagai kepala sekolah, Beliau masih aktif mengajar di sekolah tersebut sebagai guru bidang fiqih atau ushul fiqh. Pengalaman organisasinya dimulai ketika Beliau menjadi anggota Jami’at Khair, ormas berbasis keturunan Arab dan Habib. Habib Rizieq juga pernah menjabat Dewan Syari’at BPRS At-Taqwa, Tangerang. Sebelum menjadi Ketua FPI, beliau pernah menjadi pimpinan atau pembina sejumlah majlis ta’lim se-Jabodetabek lalu dari mulai berdirinya FPI (tahun 1998) sampai 2002 menjabat sebagai Ketua Umum FPI, dan dari 2003 sampai sekarang menjabat sebagai Ketua Majelis Tanfidz

Source 1

Source 2

ketua-mui-dan-ahok-serta-tim-kuasa-hukum

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin hadir menjadi saksi ahli pada sidang lanjutan perkara dugaan penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama yang digelar pada Selasa (31/1/2017),

Berdasarkan pantauan Portal Islam, berikut 5 pukulan telak yang disampaikan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’ruf Amin saat menjadi saksi di persidangan kasus penistaan Ahok.

 

1. Ahok Telah Menghina Al-Quran dan Ulama

 

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin mengatakan, sebagai seorang non-muslim tidak etis Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyinggung Surat Al-Maidah ayat 51 dalam pidatonya di Kepulauan Seribu. “Seharusnya Pak Basuki tidak bicara Surat Al-Maidah karena bukan Muslim, tidak etis dan tidak proporsional,” kata KH Ma’ruf saat memberikan kesaksian dalam lanjutan sidang Ahok di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (31/1).

KH Ma’ruf pun menggarisbawahi bahwa Ahok telah menghina Alquran dan ulama terkait ucapannya tersebut. “Itu substansinya, yaitu kata-kata “dibohongi pakai Surat Al-Maidah 51″, tidak ada korelasinya dengan isi seluruh pidato,” kata Ma’ruf.

“Menurut pendapat yang kita bahas (di MUI), terdakwa memposisikan Alquran sebagai alat kebohongan, memposisikan Alquran rendah. Yang sampaikan alat itu adalah para ulama, maka kesimpulannya (Ahok) melakukan penghinaan pada Alquran dan ulama,” tegas KH Ma’ruf.

 

2. Perlu Ada Tindakan Hukum Atas Penghinaan Agama

 

Ketua Umum MU KH Ma’ruf Amin mengatakan ucapan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang menyinggung Surat Al-Maidah ayat 51 merupakan isu nasional sehingga perlu ada tindakan hukum untuk memprosesnya.

Hal itu terkait kuasa hukum Ahok yang mempertanyakan sikap MUI DKI Jakarta yang menyebutkan telah menegur Ahok untuk tidak mengeluarkan ujaran kebencian dan pernyataan yang meresahkan umat Islam di DKI Jakarta. Jadi karena Ahok sudah ditegur maka tidak perlu proses hukum.

“Ini sudah isu nasional, bukan lagi masalah daerah di mana berpotensi menimbulkan kegaduhan di masyarakat,” kata KH Ma’ruf saat memberikan kesaksian dalam lanjutan sidang Ahok.

 

3. Teguran Belum Jawab Tuntutan Masyarakat
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin pun menyatakan tidak ada pertentangan antara teguran dari MUI DKI Jakarta dengan sikap dan pendapat keagamaan MUI terhadap ucapan Ahok.
“Karena teguran itu belum menjawab tuntutan masyarakat. Masyarakat juga berharap bisa ditindaklanjuti ucapan terdakwa ini kepada penegak hukum sehingga dianggap cukup,” ucap KH Ma’ruf.
KH Ma’ruf menyatakan sikap dan pendapat keagamaan
terkait penodaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dibahas oleh empat komisi di dalam MUI.
“Empat komisi yang terdiri dari komisi fatwa, undang-undang, pengkajian, dan informasi melakukan penelitian dan investigasi di lapangan kemudian melakukan pembahasan,” tuturnya.
Setelah dilakukan pembahasan di empat komisi itu, kata KH Ma’ruf, hasilnya dilaporkan kepada pengurus harian.

“Kemudian dibahas lagi di pengurus harian termasuk saya. Pengurus harian itu ada ketua umum, wakil ketua, dan sekretaris-sekretaris. Pengurus harian inti ada sekitar 20 orang,” katanya.
KH Ma’ruf menyatakan setelah pembahasan dalam pengurus harian kemudian lahir sikap dan pendapat keagamaan MUI yang menyimpulkan bahwa ucapan Ahok yang mengatakan “dibohongi pakai Surat Al-Maidah ayat 51” itu merupakan penghinaan terhadap agama dan ulama.
4. Kasus Penghinaan Al-Quran Ini Bukan Terkait Tafsir Surat Al-Maidah Ayat 51
KH Ma’aruf Amin menegaskan kasus penghinaan Al-Quran dan Ulama yang dilakukan Ahok bukan terkait dengan tafisr (perbedaan tafsir) atas surat Al-Maidah ayat 51 pada kata auliya. Hal ini menanggapi permintaan tim penasihat hukum terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tersebut, khususnya terkait ‘auliya’ dalam surat al-Maidah ayat 51.
“Apakah makna dari kata ‘auliya’ dari al-Maidah 51? Apakah maksudnya teman dekat‎ dan menganggap proteksi dan saling pelindung?” ujar salah seorang penasehat hukum Ahok dalam persidangan.
KH Ma’ruf menjelaskan bahwa tafsir al-Maidah ayat 51 tidak menjadi objek dalam pembahasan fatwa MUI ‎yang menyatakan terdakwa Ahok telah menistakan agama Islam saat melakukan kunjungan kerja ke Pulau Seribu. Fatwa MUI dikeluarkan berdasarkan pernyataan Ahok yang menyampaikan al-Maidah ayat 51 kepada warga Pulau Seribu.
“Tafsir Almaidah tidak menjadi objek pembahasan. Karena yang menjadi objek pembahasan adalah pernyataan Ahok di Kepuluan Seribu (kalimat “dibohongi pakai Surat Al-Maidah ayat 51″),” kata Kyai Ma’aruf.

 

5. Pertanyaan Tim Hukum Ahok Tidak Relevan
Pengacara Ahok bertanya tentang kepemimpinan Donald Trump di Amerika saat ini yang baru saja mengelurkan kebijakan kontroversial dan mengaitkannya dengan pernyataan KH Ma’ruf.
“Di Amerika, Donald trump mengeluarkan kebijakan imigran yang kontroversial, gimana dikaitkan dengan pernyataan anda?” tuturnya.
Mendapati pertanyaan itu, KH Ma’ruf menyatakan pertanyaan itu tak ada kaitannya dengan pokok perkara. Sehingga, dia enggan memberikan jawaban. “Sudah tak relevan, sudah ke mana-mana pertanyannya. Bukan porsi saya,” tegas KH Ma’ruf.
mui_pendapat-dan-sikap-keagamaan

 

SOURCE