Memasuki episode-episode terakhir…

Setiap episode serial “Insya Allah, Ada Jalan…” akan mengangkat tema yang berbeda-beda, namun tetap pada satu garis besar yaitu perjalanan seorang Maher Zain untuk mencari sahabatnya di Indonesia.

Cerita diawali dari keinginan Maher Zain mencari Muhammad Basofi, orang asli Surabaya yang dulu menjadi mahasiswa di Swedia, sekaligus seorang ustaz muda yang memberikan ceramah agama di komunitas muslim Swedia. Maher Zain berkenalan saat dirinya terombang-ambing dalam ketidakpastian karirnya di Swedia karena dia tidak menemukan kedamaian meski dia hidup berkecukupan sebagai penyanyi. Ketika masa belajar Basofi habis dan pulang ke Indonesia, Maher Zain juga memutuskan pulang ke negerinya.

Setelah sekian tahun, Maher Zain akhirnya memenuhi janjinya dulu bahwa ia akan datang ke Indonesia untuk menemui Basofi. Secara kebetulan Maher Zain mempunyai kenalan bernama Fadli (Padi). Maka bersama Fadli, ia mencari keberadaan Basofi di Jakarta, dimana Basofi menjadi ustad yang berceramah di berbagai tempat di Jakarta. Usaha mencari Basofi terhalang kendala karena mereka kehilangan jejak alamatnya. Dari berbagai informasi yang didapat, Basofi konon telah mempunyai pesantren dan bertempat tinggal di pinggiran kota.

Walaupun belum sempat bertemu Basofi, gairah spiritual Maher Zain makin meningkat dengan pengalaman pengalaman yang dia dapatkan selama tinggal di Indonesia. Maka sambil terus mencari Basofi, ia mengajak Fadli untuk melakukan perjalanan keliling ke berbagai tempat dimana ia bisa mendapatkan pelajaran spiritual dari kisah-kisah orang yang dijumpainya. Dan ia berkesempatan membantu orang yang dalam kesulitan serta dapat mengambil hikmah pelajaran daripadanya.

Kisah perjalanan ini sungguh menarik, karena dalam usaha membantu kesulitan orang lain, Maher Zain akan bernyanyi sebagai bentuk penghiburan sekaligus berdakwah. Melalui lagu-lagu yang dinyanyikan, tersirat ajakan agar siapapun yang sedang dilanda kesulitan agar menyelesaikannya dengan sumber Al Quran dan suri tauladan dari Nabi Muhammad SAW.

Akankah Maher Zain akhirnya dapat menemui sahabatnya itu ? Kisah-kisah seru sekaligus inspiratif apa saja yang semakin mempertebal keimanan Maher Zain ? Mari kita tunggu saja kisah lengkap serial religi “Insya Allah, Ada Jalan…”

Program yang tayang pada pukul 20.30 WIB itu akan menggambarkan kisah hidup Maher yang datang ke Indonesia untuk bertemu temannya seorang WNI. Pria tampan yang menetap di Swedia ini mengaku aktingnya dalam sinetron tersebut adalah pengalaman pertama.

“Ini pengalaman akting pertama saya, awalnya ragu karena saya bukan aktor. Namun mereka meyakinkan saya dan mereka mengatakan Anda akan menjadi diri sendiri. Akhirnya saya menerima tawaran itu, Dan saya berharap, tayangan ini dapat memberikan pengaruh baik bagi orang banyak,” Ujar Maher.

Hebatnya, selain tayang di SCTV, sinetron ini juga akan ditayangkan secara serentak di tujuh negara. Di antaranya, Malaysia, Australia, Arab Saudi, Singapura, dan Brunei Darussalam.”

————————————-

3 Hal penting yang kutemukan disini :

– Pengakuan Maher akan Indonesia sebagai salah satu Negara dengan komunitas Muslim terbesar di dunia. Idealnya, Negara mapan seperti Brunei, Malaysia, UEA, dsb lebih layak menjadi tempat pembuatan Film ini. Namun, nampaknya kondisi Bangsa yang sedang’ galau’ begitu pas dengan Tema yang akan dibawakan; ‘Perjalanan Spiritual Maher yg sedang Galau ‘ … ^_^

– Sosialisasi penggunaan Bahasa Inggris sehari-hari. Tak seperti Negara tetangga, kita nampaknya masih ‘ malu-malu’ dalam menggunakan bahasa Inggris dalam keseharian kita, pdhl produk sehari-sehari yang kita pakai begitu jelas berbahasa Inggris. Jadilah anak-anak kita lebih banyak ‘belajar’ bahasa Inggris lewat Sinetron/ Personel Band yang cenderung “ Arogan & gk sopan “

– Sosok Maher bener2 menjadi Magnet tersendiri yang membuat cerita nampak nyata. Padahal ia tak menjadi siapa pun di sini, berpenampilan seperti biasa dan bahasa seadanya. Satu hal, jangan latah pake Jeans, Scarf, dsb yang biasa ia gunakan. Di Swedia kan dingin, klo kita disini yang pake, gerah, lah .. 😀

Preface

Iklan