Image

Hari ini , beberapa jam lagi; 1 Desember 2013 .. Tepat setahun perpisahanku dan rekan-rekan

sesama blogger di multiply.com.  Meski cuma setahun ( gabung sejak 18 Maret 2011) disana,

itu pun kurang aktif, ada kesan yang begitu mendalam yang tak tergantikan meski sudah memiliki ‘rumah’

di tempat yang lain.  Suasana kekeluargaan,  keakraban,  pertemanan, tolong- menolong, dan saling berbagi,  bagai tiada sekat diantara kami.

Saya saja yang tak makan bangku kuliah ( emang orang kuliah kelaparan banget, ya ?!)  .. Begitu dihargai

oleh mereka yang jauh lebih terpelajar dariku. Itulah yang sulit kucari di komunitas lain, ketulusan & rendah hati.

*

Diluncurkan pada Maret 2004, pada mulanya Multiply adalah jejaring sosial internet yang memberi layanan

berbagi file seperti foto, video, dan juga tempat melakukan aktivitas blog.  Fitur MP begitu lengkap, sehingga

memudahkan bagi bloger pemula sekalipun.  MP , kurang lebih adalah trilogi antara fb, twitter, & blogger.

Namun, pertukaran musik dalam beberapa tahun terakhir makin diperketat karena dorongan dari

pihak-pihak yang peduli hak cipta. Pada September 2005, atau dalam waktu 1,5 tahun sejak diluncurkan,

Multiply menghimpun satu juta pengguna di seluruh dunia.  Pada Juni 2007, staf Multiply melalui blognya

menyatakan jumlah penggunanya mencapai lima juta pengguna. Pada Oktober 2008, Multiply digunakan

oleh sepuluh juta anggota di seluruh dunia.

Berdasarkan catatan situs Alexa pada Desember 2008, pengakses situs Multiply terbanyak berasal

dari Indonesia, yakni 21,7%.  Sementara Amerika Serikat sendiri, di mana kantor pusat Multiply berada,

menyumbang persentase pengakses Multiply sebanyak 20%. Itulah mengapa MP punya tempat tersendiri

di hati para blogger di indonesia.

*

Di luar wadah yang disediakan perusahaan Multiply melalui situs grup Multiply, para pengguna

membentuk kelompok-kelompok informal.  Salah satu kelompok informal pengguna Multiply di Indonesia yang cukup besar dinamakan “Multiply Indonesia” yang dikenal

dengan singkatan MPID. Komunitas ini pada awalnya hanya terdiri atas beberapa orang yang baru kenal karena sama-sama memiliki situs di Multiply yang kemudian mengadakan

pertemuan secara langsung atau istilahnya kopi darat. MPID didirikan pada 9 April 2005.

Akan tetapi, perayaan ulang tahun biasanya diadakan di bulan Juli atau Agustus,

disesuaikan dengan musim libur para  anggota MPID baik yang di dalam maupun

di luar negeri. Tidak hanya kumpul-kumpul semata, pada setiap perayaan ulang tahun MPID selalu diadakan

bakti sosial.

DSC-0153

Tak hanya itu, MPID juga berhasil menerbitkan buku himpunan cerita cinta para blogger Multiply Indonesia.

Buku berjudul One Giga Byte of Love (ISBN 9-79-136717-5) yang diterbitkan tahun 2008 tersebut ditulis

oleh 53 blogger Multiply dari Indonesia. Di antaranya adalah penulis terkenal Helvy Tiana Rosa dan Asma Nadia.

*

Melihat perkembangannya yang sangat pesat, tanggal 10 Mei 2011, Multiply Commerce pun secara resmi

dirilis. Multiply Commerce merupakan platform baru di Multiply yang menampilkan fitur-fitur baru untuk

mendukung kegiatan e-commerce di Multiply. Multiply Commerce hadir dengan fitur yang membuat proses

berjualan menjadi semakin rapi dan terintegrasi dengan baik di mana semua fitur ini bisa dinikmati oleh

siapa pun yang membuka toko di Multiply. Setiap toko di Multiply dapat disesuaikan sedemikian rupa agar

sesuai dengan identitas merek yang bersangkutan.

*

AWAL PETAKA ITU …

Air, Api, Udara, & Bumi … Dulu, dunia diliputi oleh kedamaian meski

dihuni empat kerajaan berbeda yang

berdampingan, TAPI SEMUANYA BERUBAH KETIKA NEGARA

API MENYERANG….. ^_^

 

Kalimat pengantar dalam cerita seri  Avatar tersebut mungkin menjadi kiasan awal punahnya

‘peradaban’ Multiply. Dimulai pada 7 Agustus 2012, CEO baru Multiply, Stefan Magdalinski,

mengumumkan bahwa fitur  jejaring sosial Multiply akan dihentikan, termasuk hosting blog,

video, foto, dan musik, dalam rangka fokus hanya pada e-commerce.

Multiply diluncurkan ulang sebagai situs web jual beli online sebagai bentuk keseriusan menggarap

bisnis e-commerce. Mereka membangun kantor cabang di Jakarta pada April 2011 dan di Filipina.

Dengan mengusung konsep “Social Shopping”, toko online Multiply mempertemukan pembeli

dengan para pemilik toko virtual yang menjual aneka macam produk, mulai dari

pakaian, perhiasan, hingga perangkat elektronik.

Image

Bahkan Sejak Januari 2012, perusahaan ini mengumumkan bakal memindahkankantor pusatnya

dari Boca Raton, Florida, AS, menjadi ke Jakarta. Tujuannya kala itu sangat jelas, mereka hendak

beralih dari platform jejaring sosial menjadi platform e-commerce, serta fokus di pasar Indonesia dan Filipina.

Namun , justru disinilah mereka melakukan blunder.. CEO baru tersebut tak sadar bahwa MP besar karena keaktifan para bloggernya. Mereka tidak bisa memahami bahwa e-commerce di Multiply sebenarnya dimulai secara informal sebagai kegiatan

perpanjangan dari persahabatan online di Multiply .  Menghilangkan ‘sentuhan manusia’ inilah

yang membunuh Multiply.

Image

*

Banyak pihak yang  juga melihat keputusan ini sebagai blunder besar, karena kemampuan Multiply

sebagai situs e-commerce masih sangat diragukan. Pengguna di Indonesia, misalnya, cenderung

lebih suka berbelanja di situs yang memberikan rasa akrab antara pembeli dan penjual.

Awal munculnya para penjual di Multiply pun sebetulnya berawal dari hubungan pertemanan

online, dan daya tarik utamanya adalah interaksi manusiawi antara pembeli dan penjual.

Hal ini tampaknya masih sulit dipahami oleh pihak Multiply. Jaminan keamanan pun

masih tampak lemah di Multiply.

Image

Memang, banyaknya program diskon membuat banyak orang tertarik serta berusaha

membuat sistem belanja online yang aman, tapi tidak semua orang paham dengan

caranya.  Di akun Facebook Multiply Indonesia, kritik ini juga disampaikan.

Banyak pembeli baru di Multiply yang tidak paham apa itu “Penjual Terpercaya” (Trusted Seller)

dan bukan. Hal itu terjadi karena begitu gencarnya Multiply bergerilya di media sosial

di luar Multiply tanpa memberikan penjelasan yang lengkap, sehingga banyak orang awam

yang tertarik belanja di Multiply. Dengan slogan belanja aman di multiply, orang-orang awam

Multiply hanya tahu berbelanja di Multiply tanpa memperhatikan logo T (Trusted Seller).

Sementara orang-orang yang terbiasa dengan Multiply dan mengerti dengan sistemnya malah banyak

yang mulai meninggalkan Multiply karena berbagai kebijakan yang sepihak dan membuat kecewa.

Beberapa “Penjual Terpercaya” yang berusaha keras memahami Multiply dan tetap menghidupkan

penjualan di Multiply memberikan edukasi kepada para pembelinya, hal yang tidak dilakukan

oleh Multiply sendiri.

Alih-alih go publik, multiply malah beramai-ramai ditinggal para penghuninya. Janji untuk

tetap memberi ruang  blog  khusus bagi akun premium pun tak ditepati.  Multiply juga berbohong dengan telah menghapus fitur untuk membuat setiap toko terlihat unik dan justru menghancurkan reputasi toko di Multiply dengan mengubah total sistem Multiply

dan mengubah link permanen milik toko.

*

UNTUNG TAK DAPAT DIRAIH, MALANG TAK DAPAT DITOLAK …

Multiply merasa gagal melakukan perubahan model bisnis menuju e-commerce.

“Multiply diperkirakan tidak akan bisa mencapai posisi terdepan di industri e-commerce

dengan model bisnis yang berkesinambungan,” tulis Multiply dalam siaran pers

tanggal 26 April 2013 .

Salah satu yang menjadi beban Multiply adalah subsidi kepada pelanggan, berupa layanan ongkos kirim gratis dengan nilai maksimal Rp 25.000 atas produk yang dipesan pembeli dari penjual di Multiply. Semakin banyak transaksi, maka makin tinggi subsidi yang

diderita Multiply. Meskipun subsidi pengiriman gratis ini sudah dianggarkan, bisa jadi anggaran

itu membengkak. Sementara itu, pendapatan Multiply selama ini hanya datang dari biaya pembuatan

toko online premium agar si penjual mendapat status “penjual tepercaya.” Namun, pendapatan dari sektor ini kontribusinya masih sangat kecil.

Akhirnya, pada 6 Mei 2013 situs web jual beli online Multiply telah menutup

layanannya.  Dan, pada Jumat, 31 Mei 2013, Multiply menghentikan segala kegiatan usahanya.

Sebagai salah seorang yang pernah dibesarkan disana, tentu ada rasa haru-dendam menyaksikan akhir perjanannya. Serasa pemuda Aceh yang mengembara ke Pulau Jawa,

dan ketika pulang hanya bisa menganga melihat kampung halaman hancur-lenyap

diterjang gelombang ( Tsunami).

Orang-orang yang pernah bertransaksi dan berinteraksi di Multiply tentu akan merindukan

pengalaman social commerce a la Multiply. Namun, apa daya, mereka harus mengucapkan

selamat tinggal . Jauh sebelum itu,  sebagai bentuk solidaritas ( atau protes ) ,  saya sendiri

memutuskan mendelete akun sebelum 1 Desember setelah mengepak semua isinya ke blog lain.

Mandiri%2c%20Berprestasi%2c%20%26%20Manusiawi

last%20Time%20of%20azfiamandiri

***

Image

. .

Sebuah kisah telah usai, tapi kenangan bersamanya tak akan pernah terlerai..

Selamat jalan multiply, terima kasih atas segala hal..

REST IN PEACE  !

Image

Agus Zen,

Operator at PD Azfia Mandiri; Cafe Net, Office Supplier, & Agen Takaful Indonesia branch office Garut.

Ref :

– te

– tekno-compas.com

– wikipedia

– unek-unek, &

– sejumlah kenangan manis di mp.

*

Iklan