Tak tahu harus menulis apa..

Aku mengenal lantunan mereka lewat adik perempuanku yang masih SMA, 2006 silam. Setidaknya ada 3 hal yang membuatku kagum pada beliau, 3 hal yang rasanya bervisi sama ;
– Bahwa seorang pelantun nasyid tak mesti berbaju koko. Tampil dengan kemeja trendis justru mudah mendapatkan simpati di kalangan remaja/ muda

– Bahwa mendekati kalangan muda harus dengan bahasa yang dimengerti oleh mereka

– sama-sama hobi bahasa Jepang & pengagum budaya Jepang

Untuk selanjutnya, saya hanya mere-post dari fage facebook  https://id-id.facebook.com/edcoustic,

Sungguh, hati yang sedang pecah berkeping-keping ini sedang tak bisa diajak kompromi untuk berdiskusi.

EDCOUSTIC

30 Desember 2013

“Wahai pemilik nyawaku… Betapa lemah diriku ini,, berat ujian dariMU.. Kupasrahkan semua padaMU…

Tuhan, kuatkan aku, lindungiku dari putus asa.. Jika ku harus mati, pertemukan aku denganMU…

Ragamu mungkin tiada di sisi, namun karyamu kan slalu abadi ADEN EDCOUSTIC

**

EDCOUSTIC
30 Desember 2013
Perkenalkan. Namaku Deden. Orang-orang dekat memanggilku Aden. Alias Aa Deden. Aden lebih aku sukai, soalnya lebih keren dibanding nama asliku hehe..

Aku lahir hari selasa, 24 Juli tahun 79. Menurut riwayat, aku dilahirkan di rumah sakit Sariningsih Bandung. Rumah sakit bersalin keluarga para tentara, karena ayahku seorang ABRI. Aku terlahir sebagai anak kedua dari empat bersaudara. Ibuku seorang lulusan SD yang pintar menjahit. Ayahku perantau dari Sumedang dan meninggal saat usiaku 2 tahun.

Sejak kecil aku dikaruniai bakat seni. Seni menyanyi, seni melukis, seni bicara, seni menulis, seni menari, dan seni berakting. Padahal orangtuaku jauh dari yang namanya bakat seni.

Jika mamaku berkaraoke, tutuplah telingamu. Karena suaranya parau dan nadanya kacau. Menurut mama, ayah juga tak punya darah seni.

Kamu tahu dari siapa? Darah seniku turun dari bibiku. Bibi Ida namanya. Sejak kecil, sejak ia masih gadis, aku sering diasuhnya. Seakan-akan aku ini anaknya. Ia pintar menari jaipongan, dan juga pandai menyanyi dangdut. Darah seni itu akhirnya menular kepadaku.

Aku bersyukur karena hidup dalam keluarga yang serba pas-pasan. Keluarga dengan golongan ekonomi kelas bawah. Rumah kami bertitel RSS, rumah sangat sederhana. Dulu sebelum rumah kecil itu diperluas bangunannya, kami harus berbagi tempat untuk tidur. Bertumpuk-tumpuk di satu ruangan. Dengan penghasilan mama yang seadanya, membuatku rela berjuang untuk bisa sekolah sampai sarjana. Rela jadi siswa dengan panggilan TU terbanyak, karena iuran sekolahnya belum dibayar-bayar. Rela bekerja jadi buruh toko di Timezone untuk mengumpulkan uang demi masuk kuliahan. Rela jadi guru les privat ke rumah-rumah agar bisa bayar uang semesteran. Aku berterima kasih karena semua itu membuat aku mengerti apa arti berjuang. Apa makna bekerja keras. Karena semua itu membuat aku menjadi orang tangguh. Orang yang percaya bahwa semuanya tak ada yang tak mungkin.

Hidup itu ibarat petualangan. Kita tidak tahu besok apa akan menangis ataukah tertawa. Menangis atau tertawa bagiku semua adalah keindahan. Seindah alam raya. Kenapa terasa indah? Karena aku menikmati semuanya, menikmati kehidupanku. Jika orang merasa bahagia oleh hasil hidupnya. Aku justru bahagia karena menikmati proses hidupku.

Bagiku hidup adalah berkarya. Sebab petualangan perlu dicetak menjadi karya. Meski itu sedang menangis atau tertawa. Semua menjadi sebuah karya. Sesuatu yang bisa dimanfaatkan olehku dan oleh orang lain. Selagi Tuhan masih memberiku waktu, berarti selama itu pula aku akan terus berkarya. Dan jika aku mati nanti, biarkan karya-karya itu menjadi warisan berharga generasi selanjutnya.

**

EDCOUSTIC
“Saya hanya pengen semua temen2 deket selalu ada. Saat sy baik ataupun buruk. Thanks ya buat kalian yg slalu support…”*BBM dari kang ADEN

**

EDCOUSTIC

30 Desember 2013
ADEN, kami semua sayang padamu. Namun, Allah SWT lebih lebih sayangnya kepadamu A’den. Sehingga kau dipanggilnya dengan begitu cepat.

ADEN, ragamu memang sudah tidak ada di dunia, namun karyamu tak pernah mati, kan kekal abadi di hati kami…

Terimakasih untuk kenangan2 indah yang tak terlupakan..
Terimakasih untuk karya-karyamu yang inspiratif..

Selamat jalan ADEN, “SuperDen”, Sang Maestro…
**

EDCOUSTIC
30 Desember 2013
“A’den yang kukenal adalah seseorang dengan sejuta mimpi. Seorang pekerja keras yang cerdas. Seorang pemimpin yang tegas. Seorang ayah yang penyayang. Seorang kakak yang perhatian. Seorang motivator yang menggugah. Seorang sahabat yang pandai menghibur. Seorang pendengar yang asik diajak curhat. Seorang insan yang pantang menyerah. Seorang manusia yang tak mudah mengeluh. Seorang konsultan percintaan yang luar biasa. Ah, begitu banyak kebaikan yang ada pada dirimu aden”

[CW]

Aden_soccerman

**

KIOKU (KENANGAN)Kioku no naka de itsumo aru (slalu ada dalam ingatanku)
Hajimete atta toki (pertama kali bertemu)
Tomodachi ni natte (sahabatku)Kimi wa tetsudatte kureta (kau membantuku)
Tanoshimi kanashimi (dalam suka dan duka)
Yasashii hito da yo (kamu itu orang yang baik)Ima kimi wa inakunatta (sekarang kau tlah tiada)
Boku wa nanimo ienai (saya tak dapat berkata apapun)Sora wa kumori ni natte (langit pun menjadi mendung)
Jibun no kokoro mitai (seperti perasaanku)
Totemo kurushii desu (begitu menderita)Kono koto wo shinjirarenai (saya tak percaya hal ini)
Kimi wa ippai koto wo oshiette kureta (tlah banyak hal yang kau ajarkan padaku)

Soko de siawase ni nasai (bahagialah disana)

*Lirik lagu berbahasa Jepang berjudul KIOKU, karya ADEN EDCOUSTIC*

ADEN, “SuperDen” Sang Maestro
ci2t141088.wordpress.com

**

EDCOUSTIC

Kemarin
Baru terbangun setelah semalaman tidak tidur.. aku kira itu mimpi, mendampingimu disaat – saat terakhir hidupmu, memandikanmu, membersihkan seluruh tubuhmu, mengkafanimu, mengantarmu, dan menguburkanmu… aku kira itu mimpi… sungguh itu aku kira mimpi,,, tapi tidak sahabat itu bukan mimpi.. itu adalah realita bahwa kau telah pergi untuk menempuh hidup baru yang sesungguhnya… masih kelu lidah ini, masih kaku tangan ini karena kau tak lagi disampingku, namun kubangga melihat mu pergi dengan ketenangan, akulah saksi bahwa engkaulah penjuang gigih bagi keluargamu, sang maestro bagi karya-karya inspiratif,.. bahwa perjuanganmu melawan penyakitmu itu 3 bulan terkahir benar-benar seperti syair yang kau ciptakan itu…”JIKA KU HARUS MATI.. PERTEMUKAN AKU DENGANMU…. ” selamat jalan sahabat, selamat berjumpa dengan pemilik melodi-melodi indah itu.. Dia lah Allah Sang Maha Kuasa yg menitipkan talenta melodi di jiwamu… selamat jalan sahabat.. semoga kita juga nanti kan dipertemukan di surgaNya, berkumpul kembali layaknya hari kemaren saat kau ada hingga pada saat pertemuan kita 20 tahun yang lalu….. (eggie)

**

Baru terbangun setelah semalaman tidak tidur.. aku kira itu mimpi, mendampingimu disaat – saat terakhir hidupmu, memandikanmu, membersihkan seluruh tubuhmu, mengkafanimu, mengantarmu, dan menguburkanmu… aku kira itu mimpi… sungguh itu aku kira mimpi,,, tapi tidak sahabat itu bukan mimpi.. itu adalah realita bahwa kau telah pergi untuk menempuh hidup baru yang sesungguhnya… masih kelu lidah ini, masih kaku tangan ini karena kau tak lagi disampingku, namun kubangga melihat mu pergi dengan ketenangan, akulah saksi bahwa engkaulah penjuang gigih bagi keluargamu, sang maestro bagi karya-karya inspiratif,.. bahwa perjuanganmu melawan penyakitmu itu 3 bulan terkahir benar-benar seperti syair yang kau ciptakan itu…”JIKA KU HARUS MATI.. PERTEMUKAN AKU DENGANMU…. ” selamat jalan sahabat, selamat berjumpa dengan pemilik melodi-melodi indah itu.. Dia lah Allah Sang Maha Kuasa yg menitipkan talenta melodi di jiwamu… selamat jalan sahabat.. semoga kita juga nanti kan dipertemukan di surgaNya, berkumpul kembali layaknya hari kemaren saat kau ada hingga pada saat pertemuan kita 20 tahun yang lalu…..[Kang Eggie Gusthaman, Sahabat kang ADEN EDCOUSTIC]
**
“Allah itu Maha Penyayang. Selalu. Tak pernah tidak. Hanya saja, tidak semua orang bisa mengerti bahasa kasih sayang itu. Hanya saja tidak semua orang memahami, bahwa kasih sayang tidak selalu berwujud nikmat; terkadang cobaan, ada kalanya dalam bentuk pengingatan, bahkan sesekali dalam bentuk kehilangan.”NA
**
“Allah itu Maha Penyayang. Selalu. Tak pernah tidak. Hanya saja, tidak semua orang bisa mengerti bahasa kasih sayang itu. Hanya saja tidak semua orang memahami, bahwa kasih sayang tidak selalu berwujud nikmat; terkadang cobaan, ada kalanya dalam bentuk pengingatan, bahkan sesekali dalam bentuk kehilangan.”NA
**
Bukankah hati kita telah lama menyatu
dalam tali kisah persahabatan Ilahi
pegang erat tangan kita terakhir kalinyahapus air mata meski kita kan berpisah
selamat jalan teman
tetaplah berjuangsemoga kita bertemu kembali
karena masa indah kita…
sebiru hari ini….
 **
Saya tidak mau nangis lagi.. saya juga ga mau terus bersedih.. tapi air mata ini selalu berurai tak terkendali.. saya cuma ingin tahu.. berapa lama nabi Muhammad bersedih dan berduka ketika ditinggalkan siti khodijah dan pamannya abu thalib?Ya Allah besarkanlah jiwaku, lapangkanlah dadaku.. baru terasa begitu sakit ditinggal orang yang sangat dekat dengan kita…Ya Allah jadikan aku bagian dari orang-orang yang sabar…

*

Iklan