~

Sebelumnya, saya muat dulu biografy beliau yang saya kutip dari metrotvnews.com/

Biografy

Tanggal Lahir: 30 Desember 1938
Tempat Lahir : Bandung Jawa Barat

Popong Otje Djundjunan adalah politisi tertua di DPR (2014-2019). Ia berasal dari Partai Golkar daerah pemilihan Jawa Barat I. Di kontestasi pemilu 2014, ia menjadi caleg nomor dua Golkar di daerah pemilihannya.

Popong Otje Djundjunan menjadi ‘bintang’ dalam sidang paripurna DPR, Rabu 1 Oktober  hingga Kamis 2 Oktober dini hari. Pasalnya, Popong kerap mengeluarkan celotehan khas, saat memimpin sidang.

Acap kali, perempuan lulusan Institut Keguruan dan ilmu Pendidikan (sekarang UPI) itu berceloteh dengan Bahasa Sunda. Atau kadang, dia bertindak seperti seorang nenek saat memimpin sidang.

Celotehan Popong yang paling membikin heboh, adalah saat dia menjawab permintaan anggota DPR untuk mengetok palu. “Mana paluna euweuh (Palunya hilang-red),” kata Popong, Rabu malam.

Tak hanya saat palu sidang hilang, ulah unik Popong juga diperlihatkan saat meredakan aksi interupsi dari sejumlah anggota DPR. Popong meminta sejumlah anggota untuk duduk.

“Tolong duduk dulu, tolong duduk dulu , apa yang harus diketok?” ujar Popong.

Namun, tak hanya ulah lucu dan menggemaskan yang diperlihatkan Popong. Perempuan kelahiran 30 Desember 1938 itu juga bertindak tegas. Hal itu diperlihatkan saat banyak anggota DPR yang mengajukan walkout dan meminta interupsi saat palu sudah diketuk.

“Saya tidak memberikan izin untuk interupsi, palu sudah diketok,” kata Popong.

Tak heran namanya segera ramai disebut di Twitter, sehingga tagar #saveCeuPopong sempat jadi trending topic.

Di DPR, perempuan yang akrab disapa Ceu Popong ini sebenarnya bukan orang baru di Senayan. Ia pernah menjadi anggota DPR pada periode 1987-1999, dan 2009-2014. Di DPR periode lalu (2009-2014), Popong menjadi anggota Komisi X.

Riwayat Pendidikan
1954-1957, SLTA, SMA NEGERI V, Bandung
1959-1982, S1, UNPAD, Bandung

Riwayat Pekerjaan
1987-1999, DPR-RI
2009-2014, DPR-RI

Dan berikut beberapa quotes dari ucapan beliau saat diundang ke acara Hitam-Putih nya Dedi Corbuzier, Trans TV, 22 Oktober 2014 lalu :

–    DPR itu jabatan politik, bukan jabatan karir.. ia tidak memandang status & usia
–    Jangan alergi dengan partai, karena lewat partai lah kita bisa masuk pemerintahan, dan lewat pemerintahan kita mencoba perubahan. Bila tidak begitu, walau demo sampai ‘menangis darah’ tak kan banyak merubah keadaan.
–    Siapa penerus kami selanjutnya jika kalian anak muda alergi partai ?!
–    Kenapa masih mau mencalonkan diri walau usia sudah senja? Karena saya ingin memberikan yang terbaik bagi bangsa ini di penghujung usia saya.
–    Gk cape, gk ngantuk waktu sidang, padahal sedang puasa
–    Rahasianya; nutrisi yang alami !
–    Kita gk seperti bangsa lain yang serba makanan kemasan, alam kita masih subur, rumput pun ada yang bisa dimakan !
–    Tuhan Maha Adil, dia menciptakan nutrisi yang paling banyak vitaminnya pada dua buah yang paling mudah didapat di pasaran ; Pisang dan Pepaya
–    Agar yang miskin pun bisa hidup sehat dengan wajar
–    Gerakan shalat jika dilakukan dengan benar sesuai tuntunan adalah sebuah bentuk relaksasi yang luar biasa !
–    Mimpin sidang DPR kaya mimpin anak TK
–    Mic sidang itu otomatis mati jika ada sampai 5 orang yang berbicara bersamaan, tak perlu maju kedepan
–    Pimpinan DPR itu harus dari yang tertua, bukan mau tak mau
–    Itulah dunia politik, kenapa harus kapok ?
–    Kebetulan dari kecil saya tidak pernah susah, tapi mau mengerti kesusahan orang lain,maka nya mau menjadi Anggota Dewan
–    Setiap manusia di anugerahi bakat masing-masing oleh Tuhan. Dengan bakat itulah ia menghidupi dirinya, syukur2 bisa menghidupi orang lain. Temukan , dan kembangkan dengan enjoy. Selama kita masih mengikuti orang lain, maka kita tak kan pernah ‘hidup’

Nenek ku-Pahlawanku – Bonus: Quotes DC di penutup acara ” Salah satu cara bertakwa kepada Tuhan adalah memberikan bakat kita dengan maksimal.” ( Hitam – Putih )

Iklan