K-13 distop

Sesungguhnya ada harapan yang besar terhadap penerapan Kurikulum 2013. Yakni, peningkatan kualitas peserta didik dengan lebih banyak memancing kreativitas anak dengan semua mata pelajaran berkontribusi pada semua ranah kompetensi, materi, dan proses diturunkan dari sebuah produk yang mengantarkan peserta didik agar lebih dapat berkarya dengan tidak hanya melakukan penekanan pada hasil, tetapi juga penekanan pada keselarasan rencana kegiatan, penilaian proses, dan hasil secara utuh.

Kurikulum 2013 juga menggunakan materi populer sebagai konteks sehingga informasi yang dibahas lebih up to date.

Namun, harapan tersebut tidak diimbangi dengan komponen-komponen penunjang kurikulum dengan baik. Mulai dari sosialisasi konsep kurikulum yang dirasakan kurang bagi sekolah sehingga masih banyak sekolah yang menerapkan Kurikulum 2013, tetapi metode pengajaran guru-gurunya masih menggunakan Kurikulum 2006.

Hal ini karena sosialisasi kurikulum terlalu dipaksakan, terlebih lagi dari pembelajarannya. Hal itu disebabkan guru lebih disibukkan dengan proses penilaian  daripada proses mengajar.

Kondisi tersebut kemudian diperburuk lagi dengan ketersediaan buku yang kurang. Hingga Juli 2014, hanya tiga buku yang siap digunakan, yakni bahasa Indonesia, matematika, dan sejarah. Dengan kondisi seperti ini akan mempersulit penerapan sebuah kurikulum.

Buku merupakan salah satu sumber belajar. Hal inilah yang selalu menjadi banyak pertanyaan orang tua siswa selain membaca hasil laporan belajar siswa yang amat rumit dan sulit dipahami karena adanya konversi nilai.

Opini

Bagi yang tidak siap, K-13 hanya akan menjadi bomerang bagi generasi bangsa. Kurikulum sudah keluar dari rel kebangsaan.  pendidikan di Indonesia hanya memikirkan seberapa bagus nilai pelajaran yang didapatkan di sekolah dan berapa banyak yang lulus. Namun, mereka melupakan hal terpenting dasar dari pendidikan anak yaitu ahlak dan pembentukan karakter.

“Jika dibiarkan akan berbahaya untuk masa depan mereka, bisa saja guru mengajar di depan kelas sedangkan anak tidur di belakang ataupun melakukan hal yang tidak-tidak seperti berbuat mesum di kelas,”

Ingatlah, bila salah satu acuan adalah Pendidikan karakter, maka ia memerlukan keteladanan. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan harus bisa memberi teladan.

Bila ingin melahirkan orang yang tidak korupsi, harus dimulai dari pendidikan yang tidak korupsi. Jangan ada korupsi di dunia pendidikan. “Kalau untuk pelatihan guru saja dikorupsi, bagaimana guru bisa mengajarkan muridnya untuk tidak korupsi?”

BBM TURUN

Pemerintah mengumumkan harga baru untuk BBM bersubsidi per 1 Januari 2015 nanti. Harga premium akan dipatok Rp 7.600, solar Rp 7.250 dan minyak tanah tetap Rp 2.500. Dengan perubahan ini, harga BBM bersubsidi dipastikan turun dibanding harga sekarang.

Beberapa waktu lalu, pemerintah justru menaikkan harga BBM saat harga minyak mentah dunia turun sekitar 45 dolar AS per barel, dari 105 dolar menjadi 60 dolar AS per barel. Sementara penurunan harga BBM saat ini justru terjadi saat harga minyak dunia hanya turun sekitar 7 dolar AS per barel dari 60 dolar menjadi 53 dolar per barel.

“Justifikasi pemerintah terhadap harga BBM yang dulu dengan sekarang tidak konsisten,” Ujar Ketua Komisi VII DPR, Kardaya Warnika (Fraksi Partai Demokrat)

Kardaya menambahkan, harusnya pemerintah juga menurunkan harga BBM saat harga minyak mentah dunia sedang turun. Terlebih harga minyak mentah dunia turun sangat banyak dibanding penurunan kali ini yang hanya 7 dolar AS per barel. Namun, pemerintah justru menaikkan harga BBM ketika harga minyak turun drastis.

Penurunan harga BBM bersubsidi mulai pukul 00.00 WIB nanti memang akan membuat masyarakat kembali senang. Kalau pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi saat harga minyak dunia turun untuk membiayai program lainnya, kata dia, bisa jadi ketika menurunkan harga BBM ini pemerintah sudah tidak butuh dana lagi dari subsidi BBM.

“Kalau harga BBM sekarang sudah diturunkan, berarti pemerintah sekarang tidak butuh dana kan?,” kata dia.

Sedang menurut mantan Menteri Koordinator Ekonomi Kwik Kian Gie menilai pemerintah sengaja mengkambinghitamkan subsidi BBM  sebagai penyebab twin defisit neraca Indonesia.

“Pemerintah dikatakan merugi ketika harus nombok. Kenyataannya dengan menjual Rp 8.500 per liter, pemerintah masih untung besar,” .

Berdasarkan hasil rata-rata harga minyak mentah dunia USD80 bbl. Jika di kurs kan ke rupiah, 1 barel setara dengan 159 liter maka per liternya di harga Rp6.086 dengan kurs Rp12.100.

Biaya untuk mengangkat minyak dari perut bumi (lifting) ditambah biaya pengilangan (refinering) ditambah lagi dengan biaya transportasi rata-rata ke semua pompa bensin adalah USD24,1 per barel (laman ESDM) atau jika dalam rupiah 24,1:159 x 12.100= Rp1.834 per liter. “Jadi Pemerintah kalau impor dari minyak mentah dunia untung Rp580,” ujarnya.

Namun jika berpijak pada harga MOPS di Singapura, harga rata-rata FOB Singapura USD88,80 bbl, Ongkos Angkut USD1,00 bbl, Harga CNF Jakarta USD89,80 bbl atau setara Rp6.833,84 per liter.

Selain itu ada biaya distribusi sebesar Rp 600 per liter sehingga biaya hingga ke SPBU Rp7.433,84 per liter. Pemerintah juga mengenakan Pajak PPN, PBBKB (15%) sebesar Rp 1.115,08 per liter sedangkan pemerintah menjual BBM di SPBU Rp8.548,91 per liter.

Dari perhitungan tersebut, harga BBM jenis Premium tidak disubsidi lagi, bahkan pemerintah mendapatkan keuntungan sebesar Rp1.115,08 dari pajak PPN dan PBBKB yang dibayar oleh rakyat.

**

Reff :

http://www.republika.co.id/berita/koran/didaktika/14/12/20/ngthx06-guru-menulis-k13-antara-harapan-dan-realita
http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/eduaction/14/12/08/ng9k11-ustaz-fadlan-kurikulum-di-indonesia-keluar-dari-rel-kebangsaan
http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/politik/14/12/31/nhg1zr-demokrat-pemerintah-tak-konsisten-soal-harga-bbm
http://www.republika.co.id/berita/ekonomi/makro/14/11/25/nflodd-kwik-kian-gie-naikan-bbm-pemerintah-untung-besar

Iklan