Liputan Haol Tahunan Pondok Pesantren Cipari- Pangatikan, Garut
4 April 2015

IMG0811A

– Sambutan KaBag Perekonomian Pemda Garut: Tedi Kusnadi, SE ,atas nama Bupati Garut
H. Rudy Gunawan, SH, MH.
Bahwa pemerintah sedang menggodog 3 program untuk pondok pesantren
1.    Mempriotaskan pondok pesantren yang memiliki program qurani
(Pengkajian Alquran, terutama Tahfidz. Ada 9 pesantren se-garut yang memenuhi kriteria ini, termasuk PP Cipari )
2.    Tunjangan atas ustadz/ guru ngaji
3.    Perbaikan Fasilitas
(PP Cipari adalah salah satu yang paling diminati di Garut. Jumlah santri putra-putri sekarang yang ± 400 orang  jelas tak sebanding dengan tempat yang tersedia. Bahkan beberapa santri ada yang terpaksa mandi jam 2 dini hari saking padatnya. Yang mengharukan, salah seorang ustadz… yang tentunya guruku dulu.. merelakan rumah yang telah dibangunnya di sisi pondok untuk dijadikan tempat santri putri. Subhanalloh..  sebuah kaderisasi yang sukses dari para pendahulunya ! )

-Sambutan Tetua & Guru Yayasan Ponpes Cipari; Drs. H. Dadang Priatna :
Sebelumnya, harap membaca link berikut agar mengerti kutipan-kutipan yang akan diutarakan
https://adzelgar.wordpress.com/pondok-pesantren-cipari/
“ Kalau ada tempat yang murah-meriah untuk mencetak para pemimpin atau setidaknya generasi yang berkualitas, maka pondok pesantren lah jawabannya. Silahkan bandingkan dengan biaya masuk sekolah/ PT unggulan di negeri ini, tentu sangat jauh.

( dalam pandanganku, hal itu karena belajar di pondok tak semata teoritis, tapi integral-sentralistik. Integral; murid belajar teori & praktik 24 jam, sentralistik; keseharian para ustadz menjadi panutan para santri dalam prilaku kesehariannya. Inilah salah satu pendidikan karakter yang paling efektif).

” Tempat ini, Cipari.. bukan sekedar pesantren, tapi disini adalah salah satu basis perjuangan negri ini di masa lalu. Tempat ini sering menjadi tempat pertemuan (konferensi) para tokoh nasional di negeri ini. Bahkan ketika salah seorang pendiri pesantren ini; KH Yusuf Tauzirie di tahan oleh Belanda, seorang tokoh nasional memberi tahu Belanda dengan keras : ” Bebaskan Ajengan Yusuf,  atau masyarakat jawa barat akan pecah;  melakukan perlawanan terhadap anda semua !”
Pihak Belanda yang saat itu sedang menjalankan politik etis & mengutamakan jalan negosiasi terhadap para tokoh pribumi tentu saja ketakutan hingga membebaskan beliau tanpa syarat.

Tempat ini tak sekedar pesantren, tapi ia adalah pemersatu wilayah disekitarnya. Salah satu contoh adalah bila wilayah sekitar Cipari di jaman dahulu hendak memulai puasa, maka mereka mengamati menara cipari hari itu juga. Apabila lentera (petromax) telah terpasang, maka artinya besok sudah masuk bulan puasa. Seolah menara tersebut adalah mercusuar bagi perahu-perahu yang hendak menepi ke darat di kegelapan malam.
( sekedar pemberitahuan; Mesjid Cipari menjadi satu-satunya tempat Jum’atan dalam radius 1 KM, dimana mesjid lain dilarang keras menyelenggarakannya. Mesjid ini tidak menyediakan ruang untuk jamaah wanita, karena kewajiban Salat berjamaah hanya dibebankan kepada kaum lelaki saja )

Tempat ini telah besar sebelum kita.. bukan oleh kita.. kita mah BELUM PANTAS mendiami Cipari yang besar ini !

sejak dulu tempat ini adalah salah satu yang paling vokal dalam menentang kebijakan pemerintah yang keliru. pendahulu kita mengajarkan untuk bersikap mandiri, tidak bergantung kepada bantuan pihak lain, termasuk pemerintah. karena tahu, dibalik setiap bantuan, pasti ada embel-embelnya. kalau sudah begitu, maka kita tidak akan lantang lagi menegur pemerintah.
Kalau ada yang mau memberi bantuan, ya..silahkan..tapi jika ada embel-embelnya, bawa lagi; kami tak butuh !! ”

terakhir beliau berpesan kepada setiap alumni agar senantiasa menjadi pelopor dakwah di tempat tinggalnya. menjadi pemimpin yang membawa perubahan, meski tak menduduki sebuah jabatan, meski hanya mengajar baca-tulis Alqur’an. itulah makna informal leader yang sebenarnya.

Wallohu’alam.

BenQ Corporation

Iklan