Dionne – 14 th di 2014 – lahir sebagai anak laki-laki. namun pada usia 3 tahun, ia merasa bahwa ia lebih suka menjadi seorang perempuan. Maka pada usia 11, ia memutuskan mengikuti program Transgender. Saat ini, dia menerima inhibitor pubertas bulanan. Dalam waktu dekat mereka mungkin mulai mengambil hormon wanita, dan akan mengikuti perubahan jenis kelamin. Dionne mengatakan program itu diterima oleh semua orang yang memilih menjadi sebagai seorang perempuan dan benar-benar tak ada yang menganggu.

Link : https://www.youtube.com/watch?v=KX8UakTGa-k

Kini dia memiliki semua hidupnya sebagai seorang gadis dalam kehidupan nyata. Ketika dia membuat sebuah buku; Genderchildren – lahir di tubuh yang salah-Dionne ada di bagian paling depan dan dia sangat bangga.

Selama dua tahun ini Dionne mengikuti pelajaran menyanyi. Tapi dia benar-benar suka bernyanyi . Dia telah bermain piano selama lima tahun dan dia duduk di balet jazz. Dalam waktu luangnya dia suka berbicara dengan teman-teman. Dengan musik dia sering terbaik dilakukan untuk penonton. Mimpinya adalah bermain dalam musikal atau untuk menjadi seorang penyanyi. Jika ini gagal dia ingin melakukan sesuatu di industri kecantikan.

dq

sumber: Wikipedia.nl / TheVoiceKids

My opinion:
Entah apa yang harus saya katakan, karena di dalam agama kita, mengubah alat kelamin hanya karena alasan kejiwaan itu dilarang. Menurut fatwa MUI, hal yang di perbolehkan  itu hanya dua :
– Alat kelamin cacat, seperti vagina atau penis yang tak berlubang. Biasanya ini juga dilakukan saat usia balita
– Alat kelamin ganda, maka dipilih apa organ dalam yang dimilikinya. jika  rahim yang ada, maka penisnya yang dibuang. begitu pun sebaliknya.

Sebenarnya sudah banyak yang mau membantu…tapi waria kadang ga mau berubah. Makanya dakwahnya harus konsisten dan terus-menerus. Kebanyakan waria (baik yang MTF (male to female)maupun yang FTM(female-to-male)) tidak tahu bahwa ‘rumput tetangga jauh lebih hijau’. Biasanya lelaki yang ingin jadi perempuan itu ingin menjadi perempuan karena ingin 1. dicintai lelaki, 2. merasa peran sebgai perempuan lebih nikmat 3. merasa bahwa menjadi lelaki itu berat 4. belum memahami penderitaan menjadi perempuan. Begitu juga yang lelaki.

Padahal kalau ditanya para MTF itu pasti tidak tahu sama sekali rasa sakit haid, atau masalah ovarium, sedangkan yang FTM tidak tahu hidup menjadi pria tidak segampang bayangannya. .karenanya perlu pemahaman dan pengenalan perbedaan laki-laki dan perempuan, baik sisi enak maupun ga enaknya. Faktor orang menjadi transgender banyak, menurut penelitian terbaru, hormon, genetik, dsb punya andil kurang dari 10%. Identitas seksual dan gender itu 90% dipengaruhi oleh faktor lingkungan.
Hanya label bahwa semua itu berasal dari gen sudah terlanjur mengakar sehingga harapan para transgender untuk kembali ke fitrahnya yang asli malah menjadi sulit. Apalgi para aktivis LGBT sering menyesatkan mereka dengan video-video propaganda bahwa mereka ‘born that way” (termasuk Lady Gaga).

Yang perlu kita tekankan juga adalah adanya perbedaan para waria dengan para interseks (orang yang memiliki dua alat kelamin yang berbeda). Seperti yang dikatakan di atas, interseks diakui dalam Islam, Rasul menyebutnya dengan khuntsa. Sedangkan waria, Rasul SAW menyebutnya dengan mukhanats. Jadi tentu hukumnya berbeda. Contohnya Jo dari Semarang yang baru saja dioperasi penyempurnaan kelamin yang dulunya beridentitas perempuan bernama Siti Maimunnah.

Dunia barat, dengan segala gemerlapannya ternyata menyisakan sisi-sisi yang gelap & buram, diantaranya gangguan mental/kejiwaan. Maklum, agama dikalahkan akal, teknologi dipertuhankan. Ada gerakan di tingkat global yang secara sistematis memperjuangkan dilegalkannya LGBT (Lesbian Gay Bisexual dan Transgender). Komunitas LGBT ini sudah menyebar di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Perlu disadari bahwa, adanya anjuran dan pemahaman yang mengatakan bahwa mainan serta pakaian anak lelaki itu tidak perlu dibedakan dengan anak perempuan, juga jenis olahraga dan permainannya, sebenarnya adalah merupakan soft campaign (kampanye halus) dari mereka yang menginginkan kebebasan pergaulan dan menghilangkan jati diri laki-laki dan perempuan, termasuk juga mengarahkan legalitas LGBT.

Beberapa kasus seorang lelaki yang kemudian merubah dirinya menjadi perempuan dengan cara operasi dan suntik hormon, boleh jadi juga muncul oleh sebab adanya kenyataan betapa mudahnya dan termanjakannya menjadi seorang perempuan, karena gencarnya kampanye yang dilancarkan oleh kaum feminis, yang ingin menempatkan perempuan menjadi penguasa dunia, dengan mendepak laki-laki, dan menuntut “posisi dan peran serta pelayanan“ yang berlebihan untuk kaum perempuan.

Inilah tantangan kita, seluruh orang tua, dimana pun berada, agar lebih waspada dan serius dalam menjaga dan mendidik anak-anaknya untuk tidak menjadi korban atau terpengaruh dengan gaya hidup mereka.

khusus Dionne, mungkin hanya salah satu korban dari sistem kehidupan. toh dia memutuskannya di usia 11 tahun, masih dikategorikan kanak-kanak, labil. Beda dengan dewasa yang sengaja melakukan penentangan.
Nasi sudah menjadi bubur, semoga suatu hari nanti sebuah taubat menjadi penggugur..

DIONE 1

Reff:

http://forumgurunusantara.blogspot.com/2014/10/transgender-indonesia.html

http://www.dakwatuna.com/2014/11/11/59836/bagaimana-mendidik-anak-agar-terhindar-dari-transgenderT

Kredit Point

She Wolf: https://www.youtube.com/watch?v=9mGxX67G_zM
Fucking Perfect : https://www.youtube.com/watch?v=atFB66IyAC4
Skyfall : https://www.youtube.com/watch?v=ybNRriEqWQ0

===

Iklan