Ramadhan juga sering disebut bulan madrasah atau bulan tarbiyah. Menurut Ustadz Erick Yusuf, disebut demikian karena saat Ramadhan orang banyak belajar yang kurikulumnya datang langsung dari Allah SWT. Salah satu pelajaran yang bisa didapat adalah pelajaran fisik.

“Saat puasa kan kita menahan lapar dan haus. Yang lebih pentingnya adalah mengatur waktu makan yang pengaruhnya bisa langsung kita rasakan yakni berupa kesehatan. Saat puasa kan apa yang kita makan pun diatur karena takut sakit, terus nggak kuat puasanya,” . (Republika,17/6/2015).

Pengertian lain Ramadhan dijuluki bulan madrasah adalah karena banyaknya kegiatan taklim yang dilakukan di madrasah-madrasah atau mesjid-mesjid sepanjang bulan tersebut.

Namun saya menggaris bawahi 2 amalan khusus yang menjadi ciri khas di bulan Ramadhan ; Salat Tarawih dan Tadarus Al Qur’an.

Di daerahku, Kabupaten Garut Kota, kedua amalan tersebut memiliki cara pelaksanaan yang berbeda-beda, yaitu :

Tarawih

– umumnya ba’da Isya,baik yang 11 maupun 23

– khusus di Desa Cipari, Kecamatan Pangatikan, berhubung itu wilayah pesantren,Tarawihnya memiliki ciri khas;sambil membaca Al Qur’an. Di sebelah pinggir imam ada dudukan AlQuran setinggi dada, sementara makmum ada yang membawa mushaf kecil, mushaf besar, maupun yang sekedar mendengarkan. 1 rakaat biasanya setengah halaman, sehingga pelaksanaan Tarawih terasa nikmat karena berjalan perlahan dan adanya bacaan surat yang berbeda-beda. 1373381498-first-tarawih-performed-in-ramadan_2240347 -Mulai tanggal 17, dilaksanakan salat lail 11 rakaat; jam 01.30 s/d selesai. Terlebih dulu jamaah bersalat witir satu rakaat sehingga witir yang sudah dilaksanakan ba’da Isya menjadi genap. Didesa ini hanya terdapat satu mesjid, dan salat tarawih dilaksanakan 23 rakaat. yang berfaham 11, menarik diri usai 8 rakaat.

Dalam pengamatan saya, inilah salah satu metode terbaik menanamkan kecintaan terhadap salat & Alqur’an, karena menuntut pengorbanan fisik, waktu, dan kesiapan mental yang luar biasa.

Tadarus

Tadarus yang saya maksud adalah tadarus berjamaah, karena yang sendiri-sendiri sudah dimaklum. Pelaksanaannya ada dua, ba’da Isya atau ba’da Shubuh.

Tatacaranya : jamaah membentuk halaqah/ lingkaran, lalu estafet membaca satu orang satu halaman/satu a’in. Halaqah diakhiri setelah selesai 1 juz. Ada juga yang cuma dibaca dua orang bergiliran (imam mesjid dan wakilnya ) , dan jamaah cuma ikut menyimak.. tapi rasanya cara ini kurang berkesan, saya sering tertidur saat mengikuti metode ini.

Amalan Pilihanku

Inti Ramadhan sebagai bulan madrasah/ bulan tarbiyah adalah lahirnya kualitas terbaru dari setiap muslim yang menjalaninya, bukan sekedar ritual tanpa makna, bahkan dijadikan lelucon (lihat: tarawih tercepat-you tube).

Maka saya impikan kedua ibadah sunat tersebut dilaksanakan sebagai berikut :

– Usai salat Isya, jamaah salat tarawih 8 rakaat

– usai itu bubar, melaksanakan sisanya dirumah masing-masing, karena utamanya salat sunat itu dirumah; bermakna agar agama itu jg dibawa kerumah, tak hanya di mesjid (No sekular!)

– jamaah pun tak perlu berbeda mesjid,karena yang berpaham 11 rakaat tinggal menambah 3, yang berfaham 23 tinggal menambah 15. Tarawih itu sunat,tp ukhuwah itu WAJIB !!!

-bada tarawih,diadakan halaqoh tadarus meneruskan bacaan yang dibaca dalam tarawih tadi

-dari tgl 17, diadakan salat malam; karena ibadah yang utama di malam lailatul qadar adalah salat malam (al hadits). Ini juga akan membiasakan kita bangun malam usai Ramadhan nanti

-aslinya TIDAK ADA SALAT TARAWIH dijaman nabi, yang ada adalah salat malam. Hanya saja ini adalah keputusan sahabat yang kemudian diteruskan oleh para ulama untuk melaksanakan amalan tersebut di awal malam karena takut memberatkan umat

-yang berpaham 23 rakaat tinggal menambah 4 rakat selesai tarawih berjama’ah di waktu Isya,sedang yang berpaham 11 rakaat, tak ada masalah dengan mengikuti kembali karena jumlahnya tetap ganjil: 8+11= 19 rakaat. Entah siapa yang akan melaksanakan ini, namun saya sendiri, dan mungkin hanya saya di daerah ini mencoba mengamalkannya. Ikut tarawih 4 rakaat, terus menarik diri..nanti jam 2 malam salat lail sambil memegang mushaf. Ini bukan karena saya adalah salah seorang alumni pesantren Cipari, tapi saya ingin setiap Ramadhan yang dijalani berlalu dengan penuh penghayatan. Sesuai dengan tujuan ibadah puasa itu sendiri ..la’allakum tattaquun..menjadi pribadi yang bertakwa.

=

=

Demikian, mohon koreksi bila tersalah.

Walhamdulillahi rabbil a’lamin.

Iklan