Surat Resmi MUI & ANNAS Kota Bogor untuk KOMNAS HAM

Kepada:
Saudara Imdadun Rahmat,
Di kantor KOMNAS HAM

HAL: surat teguran saudara kpd Bpk. Walikota Bogor

Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh.

Surat teguran saudara No:007/TIM-KBB/X/2015 tertanggal 27 Oktober 2015 kepada Bapak Walikota Bogor, telah menodai dan melukai kami sebagai ummat Islam. Tindakan saudara tersebut dapat memicu perpecahan ummat yang dapat mengancam keutuhan NKRI.

Kami Aliansi Nasional Anti Sy’iah (ANNAS) kota Bogor bersama-sama FORKAMI, HASMI, FUI, GEMMA dan ormas-ormas Islam lainnya, yang di ikuti para Ulama, Tokoh masyarakat, MUI dan masyarakat muslim seluruhnya, meminta kepada saudara untuk menarik surat teguran saudara diatas dan meminta maaf kepada bapak Walikota Bogor dan Ummat Islam, atas kecerobohan saudara yang telah mengambil tindakan salah dan mengatasnamakan KOMNAS HAM, tanpa mengetahui akar permasalahannya.

Karena ketidak tahuan saudara tersebut, maka perlu kami sampaikan bahwa:

1. Syi’ah sekte Sesat yang menodai ajaran islam dan telah keluar dari ajaran islam secara Asasi.

2. Syi’ah di fatwakan sesat oleh MUI pada Munas MUI thn 1984.

3. Syi’ah di fatwakan sesat oleh Persatuan Ulama Muslim Sedunia (Rabithah ‘Alam Islami)

4. Syi’ah merupakan gerakan radikalisme irani terselubung yang mengancam stabilitas keamanan nasional.

5. Syi’ah membahayakan NKRI.

Selanjutnya sebagai sesama muslim dan dengan niat baik, kami memberikan nasehat agar saudara lebih berhati-hati dalam bersikap dan bertindak atas nama KOMNAS HAM, terlebih dalam masalah agama, karena hal tersebut dapat menimbulkan konflik horizontal yang membahayakan keutuhan NKRI, dan perpecahan itulah yang diharapkan oleh syi’ah untuk mengambil alih kekuasaan sebuah negara dengan cara apapun, seperti tragedi-tragedi berdarah di Irak, Suriah dan Yaman.

Segeralah bertaubat kepada Alloh subhanahu wata’ala yang telah menciptakan saudara, karena tidak ada kekuatan apapun yang dapat menahan murka-NYA didunia maupun diakhirat kelak.

Semoga Alloh mengampuni saudara dan memberikan taufiq hidayah-Nya kepada kita semua.

Wassalamu’alakum Warahmatullah Wabarakatuh.

Bogor 28 Oktober 2015

Ttd

ANNAS Bogor.      FORKAMI.      MUI

HASMI.   GEMMA.   FUI….

DLL……………………………

Cc:

1.Ketua ANNAS Pusat
2.Bpk. Walikota Bogor
3.Bpk. Gubernur Jawa Barat
2.Ketua Komnas HAM
3.Menteri Dalam Negeri
4.Menteri Agama

Source :
http://www.gensyiah.com/surat-resmi-mui-annas-kota-bogor-untuk-komnas-ham.html

NB :

Salah satu bukti bahaya Syiah bagi sebuah negara adalah bagaimana mereka berani membuat kekacauan di negara sebesar Arab Saudi lewat momentum yang tak tanggung-tanggung pula; IBADAH HAJI !!!

Tak usah banyak mencari atau meneliti tulisan pro-kontra, ini zamannya CCTV; jelas terlihat bahwa ‘Pasukan’ jama’ah Iran yang tiba-tiba berbelok arah adalah penyebab utama meninggalnya ratusan jama’ah di Mina, 24 September 2015 kemarin. Maka apalah susahnya mereka berulah di negara yang kondisi politiknya masih sangat labil seperti di Indonesia saat ini ?

Juga dalam kesempatan ini saya menyatakan untuk tetap memberi dukungan kepada pihak Kerajaan Arab Saudi dalam kepengurusan Ibadah Haji dengan pertimbangan sebagai berikut :

1. Kerajaan telah menghabiskan miliaran riyal untuk manajemen Haji dan mengerahkan sumber daya terbaik dan sangat profesional untuk melaksanakan proyek raksasa di tempat-tempat suci. Kerajaan menganggap tugas ini sebagai kewajiban Islaminya tanpa mengambil keuntungan apapun .

2. Sampai saat ini belum ada negara yang mampu mengatur 2 juta manusia sekaligus dalam satu tempat selama bertahun-tahun sebagaimana Arab Saudi, bandingkan dengan :
-Negara-negara gabungan Eropa tidak mampu menampung 120.000 pengungsi hingga harus mengadakan berbagai macam konferensi.
-Iraq tidak mampu menampung 50.000 pengungsi dari sholahuddien dan mayoritas meninggal sebelum masuk perbatasan.
-di Stadion Sepakbola yang rata-rata menampung 50.000 orang pun seringkali terjadi tragedi yang menyebabkan kematian ratusan orang akibat berdesak-desakan, dan itu adalah manusiawi… butuh kematangan dan persiapan besar dalam mengatur jumlah manusia yang sangat besar dalam satu tempat dan satu waktu.

3. Saudi Arabia dengan karunia dari Allah :
-Mampu menampung 2,5 juta penduduk suria tanpa gembar-gembor di media, tanpa menyebutkan satu pengungsi pun !
-Membenahi keadaan setengah juta penduduk Yaman yang bermukim di sana, dan masih sangat banyak lagi.
Sebelum ikut berbicara tentang pengelolaan haji dan pelayanan jama’ah Haji dengan tertib, aman, lancar, dan nyaman; pihak-pihak pengkritik Saudi Arabia hendaknya berkaca diri terlebih dahulu.
Contoh kecil : Pengurusan Masjid, berapa banyak yang tidak becus mengurus masjid, mulai dari pengadaan fasilitas dan sarana, kebersihan, kenyamanan, dan perbaikan kerusakan.Tentu saja tidak bisa dibandingkan dengan bagaimana pemeliharaan dan perawatan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi oleh Pemerintah Saudi Arabia.
Contoh lainnya, berapa banyak korupsi dan penggelapan dana haji-sangat disesalkan-terjadi.
Sangat jauh berbeda dengan Pemerintah Saudi Arabia yang sama sekali TIDAK MENGAMBIL keuntungan apapun dari pengelolaan dan pelayanan haji. Padahal biaya triliyunan rupiah harus dikeluarkan, belum lagi perawatan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, belum lagi pengelolaan dan pelayanan Umrah yang tidak pernah berhenti sepanjang tahun.

Semata-mata itu semua merupakan karunia dari Allah Ta’ala, Yang Maha Kaya dan Maha Memberi Rizki.

Wallohu’alam.

(dari berbagai sumber)

Iklan