Tak mau mempertanyakan, tp mencoba tegar dan tetap mengenang..
2 April 2012,

Guru ku, salah satu ulama besar pertama yang pernah yang aku pernah belajar padanya, meninggal dunia pada hari ini. Berat terasa mendengar kepergiannya. Bagiku, juga bagi masyarakat disini umumnya. Selama ini beliau dikenal sebagai ‘tiang’ berdirinya Islam di Priangan Timur, khususnya Garut dan Wanaraja, lewat perjuangannya di Majlis Ta’lim, Pondok Pesantren, Lembaga Pemerintahan (DPR), juga ketahanan masyarakat lewat konsep NKRI-Islamis yang ditinggalkan pendahulunya, KH Yusuf Tauzirie. Tiada kata terucap selain mengutip sebuah nasehat :

“ Maotul amri fitnatun , wa maotul ulama dzulmatun .. Matinya penguasa adalah fitnah ( benih kekacauan ), dan matinya ulama adalah kegelapan ( tiada penunjuk ) ”

img0811a

11 April 2012,

Berjumpa seorang kawan lama di RSU Garut, membawa kabar duka; salah satu tokoh pergerakan di Garut, Ir. H. Ayub Affandi meninggal dunia. Terasa bagai petir di siang hari, ku terima kembali kabar duka. Beliau adalah salah seorang tokoh pergerakan yang aktif memerangi tindak korupsi di daerah kami, lewat perjuangannya di Ormas Laskar AMPERA 66 yang turut andil memakzulkan Bupati Garut terpilih sebelumnya; AGUS SUPRIYADI..(pejabat daerah terkorup di tahun 2009). Beliau juga keturunan salah satu tokoh Masyumi Garut; H. Mukhtar. Tak hanya itu, beliau juga aktif membina masyarakat setempat ( Desa Sukaregang ) dengan mengurus Mesjid peninggalan kakaknya yang rutin diadakan majlis Talim tiap jum’at shubuh, dengan Kajian Kitab Bulughul Maram, yang diikuti masyarakat setempat, para ustadz, juga para pengusaha. Lewat Ormas itulah aku berkenalan dengan beliau, dan di mesjid itulah aku ditugaskan sebagai salah seorang marabot ( petugas mesjid, sudah 2 tahun aku tak tinggal di rumah, dan bertekad mandiri dengan penghasilan secukupnya ).

img1004a

Sedih, dan sedih .. lebih menyedihkan karena aku tak mampu menyaksikan pemakamannya karena mesti menunggu kakak dan keponakanku yang sudah seminggu dirawat di sini.

26 April 2012,

mendung di Garut nampaknya belum berhenti, salah satu Anggota Dewan yang Masih aktif, Hj. Mien Aminah Musyaddad, salah satu Putri Tokoh Nasional, KH Anwar Musyaddad, pula meninggal dunia.

Beliau masih menjabat sebagai salah satu anggota DPR dari fraksi PPP. Dulu maju ke pencalonan bersama guruku pada PEMILU 2009, namun karena Suaranya lebih banyak, jadilah suara guruku disumbangkan padanya demi memuluskan langkahnya ke Badan Legislatif. Ayahku sendiri, salah satu pengurus PPP tingkat kecamatan termasuk anak buah beliau. Setelah terpilih, selain kesibukannya sebagai anggota dewan, beliau juga aktif membina masyarakat Wanaraja lewat Majlis Ta’lim mingguan, juga aktif mengembangkan Usaha yang dirintisnya; Sentra Industri Tanaman Ramie di Jawabarat .

Namun, nampaknya kebersamaan beliau dan dua tokoh diatas  dengan masyarakat Garut telah berakhir. Memenuhi panggilan Sang Khalik tuk meninggalkan dunia yang fana.

ibu-mien-26-april

 

dan …

28 April 2016

Mantan imam besar Masjid Istiqlal KH Ali Mustafa Ya’qub meninggal dunia pagi ini, Kamis (28/4). Pengasuh Pesantren Darussunnah, Ciputat, Tangerang Selatan ini wafat pada pukul 06.00, di Rumah Sakit Hermina, Ciputat. dengan riwayat diabetes sebab musabab semata atas kepergiannya. Memang aku tak pernah bertemu dengan beliau, namun dengan latarku sebagai seorang santri, patutlah ada hubungan bathin tersendiri untuk menghormati beliau layaknya guruku sendiri.

 

ali musthofa yakub

 

Ulama adalah orangtua bagi umatnya, kehilangan ulama ibarat yatim lah kita.

Bahkan lebih dari itu, ditinggal orangtua masih ada paman, kerabat, kakek, ataupun tetangga.. ditinggal ulama, siapakah yang akan sepadan dengannya ..??

“Allahumma la tahrim naa ajrahu walaa taftinnaa ba’dahu waghfirlanaa walahu..”

Artinya:
“Ya Allah janganlah kami tidak Engkau beri pahalanya, dan janganlah Engkau beri fitnah kepada kami sesudahnya, dan berilah ampunan kepada kami dan kepadanya”

= = = = =

NB :

 

 

Iklan