(catatan u/ nanda & istri tercinta, oleh: Alfin M. Nur, dari arena aksi Lapangan Monas, 212).

  1. Umi & ananda abi tersayang, semenjak sore kemaren iring2 helikopter mengitari lapangan monas dn masjid istiqlal, bberapa helikopter y sempat abi baca ada dari UN (PBB), kepolisian, dn bberapa heli lainnya, tidak kurang dari 7 – 10 heli berputar2 di langit Jakarta.
  2. Semenjak malam hingga subuh sirine kepolisian terus meraung2 menyusuri tiap jalan dn gang2 di seantero Kota, terutama di titik aksi.
  3. Mulai subuh, jalan2 kota sudah sangat padat. Hingga waktu dhuha, jalan2 banyak di penuhi pejalan kaki y menempuh ke titik kumpul.
  4. Abi berjalan tidak kurang 2 Km menuju titik aksi. Sepanjang jalan sudah banyak relawan y menyambut peserta aksi y menyediakan berbagai makanan; dari y ringan hingga makanan berat, air minum juga disediakan, sungguh mengharukan, terasa lingkar ukhuwah y demikian erat.
  5. Sepanjang jalan, banyak masyarakat y menyapa dan menyambut peserta aksi bak pahlawan.
  6. Umi dan nanda tersayang, tiba2 saja awan menaungi peserta aksi, suasana y abi rasakan demikian teduh, kami luar biasa ramai tapi sangat teratur.
  7. Bahkan y unik yang abi rasakan, seolah2 Allah menyetel cuaca berdasarkan suasana aksi di lapangan. Ketika do’a y dipimpin Ust. Arifin Ilham di kumandangkan dan hampir keseluruhan peserta aksi menitikkan air mata, Allah kirimkan gerimis seperti gerimisnya hati kami, dan ketika perwakilan umat ini; Ust. Habib Rizik, Ust. Hidayat Nur Wahid, atau Ust. Bahtiar Nasir, menyampaikan orasi penyemangatnya, segera gerimis berganti dengan mentari y nyalang, seolah mewakili gelora orator y membakar semangat, dn ketika Syeikh ali Jabir melantunkan Ayat Suci dg suaranya y merdu, cuaca pula berganti dg angin sepoi2 y nyaman. Allah Engkau hadir dalam gelora ini, dan kami sangat merasaknnya (hal ini juga di singgung oleh Ust. Bahtiar Nasir dalam orasinya).
  8. Sungguh abi merinding, menyaksikan di atas langit lapangan Monas, Allah menggantung awan2 seperti layaknya puzle2 y siap di gerakkan buka tutupnya mentari. Ada awan y abi saksikan sangat pekat (hitam) tentu ia mengandung air y siap di turunkan, ada awan y tipis, tentu ia seperti sutrah, y melapisi pancaran sang mentari, dan kesemua awan2 ini bergerak dg takdir Nya y sangat harmonis.
  9. Umi dan ananda abi tersayang, seketika kami berdiri mengatur shaff2 u persiapan shalat jum’at, dengan tiba2 Allah mengirimkan guyuran hujan. Kami seketika bertakbir, menyaksikan harmoni alam y di paradekan Allah hari ini diatas langit Monas. Kami menikmatinya…, air langit ini berbaur dg aliran air mata ini y tdk kuasa u di tahan.
  10. Tidak ada seorangpun y berganjak dari posisinya. Guyuran hujan ini membersihkan jiwa2 kami, membasuh dosa2 dn kemaksiatan y mungkin melekat di diri2 ini, serta menyegarkan bagi saudara2 kami y menempuh jalan kaki beratus kilometer (ribuan kafilah dari Ciamis satu diantatanya).
  11. Shalat Jum’at terbesar sepanjang sejarah umat ini. Dulu pernah.. Tapi sudah begitu lama… Lebih kurang 700-an tahun y silam. Ketika Sulthan Muhammad Al Fatih menaklukkan Constantinopel, ia memimpin barikade pasukan y berjumlah 200-an ribu pasukan itu utk Shalat Jum’at di hadapan Kota Constantin sebelum penaklukan.
  12. Hari ini, lebih kurang 7 juta orang itu menyusun shaff y rapi, shalat jum’at tersyahdu dn terbesar sepanjang sejarah dunia, dan menggetarkan jiwa2 kami serta seluruh dunia y menyaksikannya.
  13. Parade Harmoni alam kembali terjadi lagi… Allah menghentikan kembali guyuran hujannya setelah shalat jum’at selesai.
  14. Aksi Bela Islam yang Allah hadir di tengah2 aksi. Allah…, selamatkan bangsa dn agama ini, hadirkan kami sebagai pasukan pembela syari’at Mu, bersama anak keturunan kami hingga al-haq tegak di muka bumi ini.
  15. Ganjarkan Jannah bagi kami, dan pertemukan kembali kami dalam reuni akbar di padang mahsyar, di mana saat itu kami dan keturunan kami serta umat ini merindukan pembelaan KitabMu: Al-Qur’an, sebagai jawaban karena pembelaan kami atasnya di bumiMu…. Aamiin.
  16. Nanda abi tersayang…, Catatan kecil ini sebagai saksi utk kalian 10 – 20 tahun nanti, ketika kalian menceritakan pada buah hati kalian.., Bahwa dahulu, kalian memiliki ayah y turut dlm barisan membela agama ini, sebagai penegasan bahwa al-haq harus terus di bela oleh keluarga ini dan kita merupakan keluarga y tidak rela agamanya di nista oleh siapapun dan sampai kapanpun. Aamiin.
  17. Salam cinta abi, untuk umi dan anak2 dari arena aksi Bela Islam 212, Lapangan Monas, Jakarta 2 Desember 2016.

# Semoga ikhtiar kecil ini menjadi pemberat u kita mampu meraih JannahNya… Aamiin.

cyrgstduaaapqep-jpg-small

Iklan