shumuu...

Patut diketahui bahwa makanan membutuhkan waktu 4 jam untuk dicerna perut dan 4 jam untuk disebar keseluruh tubuh. Maka logislah bila kita tak bisa makan secara terus menerus. Namun saripati makanan tersebut tidak disebarkan seluruhnya pada saat itu, disisakan 20% di hati dan otot sebagai cadangan.PERTANYAANNYA kapankah cadangan energi tersebut digunakan?
Sebagaimana kita ketahui, hati adalah pusat rasa dan kehendak manusia yg mengekang pusat gerak tubuh;otak. Ketika kita sudah berniat untuk puasa, maka otak pun berhenti dari memikirkan makanan dan ini dipatuhi oleh seluruh tubuh. Namun kekuatan manusia baik fisik maupun ruh ada batasnya. Ketika tubuh mencapai kelelahan yang sangat, kontrol ‘emosi/niat’ terlepas dan tubuh pun tergerak sendiri untuk mencari kebutuhan energi dan mereka mendapatinya dari hati dan otot . itulah mengapa ketika pukul 2 siang kita merasa begitu lemas hingga tertidur, saat terbangun menjadi segar kembali. HEBATNYA lagi zat yang dirubah menjadi energi tersebut adalah zat-zat berlebih dari gula darah, purin dan lemak sehingga orang yang berpuasa tidak mengalami istilah over lagi. Disinilah agama membuktikan kebenarannya “SHUUMU, TASHIHU.. berpuasalah, niscaya kalian sehat “

(Ceramah dr. Nunu, mesjid Agung Wanaraja – Garut. Mohon koreksi bila tersalah).

# hari 20 ramadhan