Archive for Juli, 2017


KOMPAS.com – Dunia musik dikejutkan dengan kabar kematian vokalis band Linkin Park, Chester Bennington.

Ia mengakhiri hidupnya dengan cara menggantung diri di rumahnya di Palos Verdes Estates, California, pada Kamis (20/7/2017) sekitar pukul 09.00 pagi. Jenazahnya ditemukan oleh seorang pegawainya.

386477346

Chester Bennington, festival musik Rock in Rio, Lisbon, Portugal -26 Mei 2012

Bennington dilahirkan di Phoenix, Arizona, pada 20 Maret 1976. Ia mengalami masa kecil yang buruk yang menimbulkan trauma hingga masa dewasanya.

Orangtuanya bercerai ketika ia berusia 11 tahun. Ia kemudian tinggal dengan ayahnya, yang merupakan polisi dalam kasus-kasus kejahatan seksual terhadap anak.

Bertahun-tahun kemudian Bennington mengungkap bahwa sejak usia 7 tahun ia menjadi korban kejahatan seksual yang dilakukan seorang temannya yang lebih tua.

“Saya dipukuli dan dipaksa melakukan hal-hal yang saya tidak ingin lakukan,” tuturnya kepada majalah musik Kerrang! pada 2008.

“Hal-hal itu membuat saya kehilangan kepercayaan diri. Seperti kebanyakan orang, saya takut berbicara. Itu pengalaman yang sangat mengerikan. Kekerasan seksual itu berlanjut sampai saya berumur 13 tahun,” tuturnya.

Pada akhirnya ia berterus terang kepada ayahnya. Namun dia memutuskan tidak melanjutkan kasus itu ke ranah hukum setelah tahu bahwa pelakunya juga seorang korban.

“Saya tidak butuh balas dendam,” kata Bennington kepada Guardian tentang hal itu.

Korban “bullying”

Namun trauma akibat kekerasan itu terus menghantuinya. Ia pun mencari pelarian di obat-obatan terlarang.

Pada usia muda, ia mulai mengonsumsi ganja, opium, kokain, sabu, hingga LSD. Itu masih ditambah dengan minum minuman keras.

Masa SMA juga tidak lebih baik. Ia menjadi korban perundungan (bullying) karena fisiknya.

“Saya dipukuli hanya karena saya kurus dan berpenampilan berbeda,” tutur Bennington.

Pada usia 17 tahun ia pun tinggal bersama ibunya. Ketika tahu putranya mengonsumsi narkoba, ibunya pun mengurungnya di dalam rumah.

Bennington mulai mengenal musik menjelang akhir SMA di Phoenix. Ia bergabung dengan band Grey Daze dan sempat menelurkan tiga album antara 1993 hingga 1997. Namun band itu tidak sukses.

Pada tahun 1996 ia memiliki anak lelaki, Jaime, dari pacarnya Elka Brand. Belakangan, pada tahun 2006, ia mengadopsi saudara tiri Jaime, Isaiah.

Pada tahun yang sama Bennington menikah dengan Samantha Marie Olit. Untuk menghidupi keluarganya, ia bekerja di sebuah perusahaan layanan digital sambil terus bermain band.

Tak kunjung mendulang kesuksesan di dunia musik, Bennington menyerah. Sampai akhirnya ia bertemu Jeff Blue, Vice President A&R di Zomba Music di Los Angeles yang berujung dengan pembentukan Linkin Park.

 

0720-linkin-park-footer-7

“Linkin Park” (2009) sendiri merupakan plesetan dari nama sebuah taman di Los Angeles, Lincoln Park.

Catatan pribadi :

Inilah bedanya agama dengan filsafat, agama itu yakin, sedang filsafat masih meraba-raba. saat kegelisahan itu menemui jalan buntu, mengakhiri hidup kadang menjadi pilihannya.

CMIIW

SOURCE 1

SOURCE 2

SOURCE 3

Iklan

 

 

 

Termenung melamunkan pundi-pundi uang yang lenyap satu persatu, hingga tak terasa kerugian itu telah memakan biaya berjuta-juta. Dari mulai yang dipercayakan pada saudara, hingga pada mereka yang sekedar kenal di sosial media.

Hingga kubaca sebuah tulisan di wikipedia tentang peristiwa ‘Sabra-Shatila’;

” Hari berikutnya, 15 September, tentara Israel menduduki kembali Beirut Barat, membunuh 88 orang dan melukai 254 orang. Tindakan Israel ini melanggar perjanjiannya dengan AS untuk tidak menduduki Beirut Barat. ([3]) AS pun telah memberikan jaminan tertulis bahwa AS akan menjamin perlindungan warga Muslim di Beirut Barat. Pendudukan Israel juga melanggar perjanjian perdamaiannya dengan tentara-tentara Muslim di Beirut dan dengan Suriah.

Menachem Begin membenarkan pendudukan Israel sebagai “hal yang perlu untuk mencegah langkah-langkah balasan oleh orang-orang Kristen terhadap orang Palestina” dan untuk “menjaga keamanan dan kestabilan setelah pembunuhan Gemayel.” Namun, beberapa hari kemudian, Sharon mengatakan kepada Knesset, parlemen Israel: “Masuknya kita ke Beirut Barat dimaksudkan untuk memerangi infrastruktur yang ditinggalkan oleh para teroris.”

Tentara Israel kemudian melucuti senjata para milisi yang tidak pro Israel maupun warga sipil di Beirut Barat, semampu mereka, sementara membiarkan para milisi Falangis Kristen di Beirut Timur tetap bersenjata lengkap.

Ariel Sharon kemudian mengundang satuan-satuan milisi Falangis Lebanon untuk memasuki kamp-kamp pengungsi Sabra dan Shatila untuk membersihkannya dari para teroris. Di bawah rencana Israel, tentara-tentara Israel akan mengontrol daerah sekeliling kamp-kamp pengungsian itu dan memberikan dukungan logistik sementara milisi Falangis memasuki kamp-kamp itu, mencari para pejuang PLO dan menyerahkannya kepada pasukan-pasukan Israel.

Namun pada akhirnya tidak seorangpun yang diserahkan kepada pasukan-pasukan Israel. Tak ada pertempuran ataupun senjata yang ditemukan di kamp-kamp itu. Dokumen-dokumen yang diajukan kepada tuntutan atas kejahatan-kejahatan perang di Belgia terhadap Ariel Sharon konon memperlihatkan bahwa kalim mengenai kehadiran para pejuang PLO di kamp-kamp itu hanyalah sebuah cerita rekaan yang disiapkan oleh Israel.

==========================================================

Ya, itu adalah cerita pengantar peristiwa pembantaian Sabra & Satila, yang memakan korban ribuan warga Palestina. Tak ada reaksi dunia–dalam hal ini PBB–selain kecaman basa-basi. Hingga salah seorang penduduk yang selamat berkata ” Kalau saja kami tak menyerahkan senjata-senjata itu kepada pasukan perdamaian, kalau saja kami tak tertipu gencatan senjata, mungkin kami tak kan dibantai sebanyak ini. Hari itu bergantung pada diri sendiri adalah lebih baik dari pada bergantung pada orang lain yang kau anggap kuat sekalipun !!”


 

Mungkin nasib miris saya hanya sekian persen dari kisah mereka, namun  bukankah uang jutaan rupiah yang raib itu bila dapat saya gunakan dengan baik, dan hasilnya untuk nafkah keluarga atau biaya sekolah kerabat saya yang tak mampu, bukankah itu adalah penyelamatan kehidupan.

” Wa man ahyaahaa fa kaannamaa ahyannaasa jamii’a.. ( Q.S. 02 : 195)

 

Fasobrun jamiil, wa alallohi fal yatawakkalil mu’minuun.

 

 

Viky First " Rasa Sejati "

Sudah dua minggu penulis berada di kota dumai Riau untuk mencari bahan tulisan keilmuan, yang berbeda nya saat ini ialah biasanya penulis mencari artikel keilmuan untuk majalah tempat penulis bekerja sehingga segala akomodasi di penuhi oleh pimred, sedangkan kali ini penulis mencari bahan tulisan keilmuan untuk blog pribadi sehingga segala akomodasi penulis tanggung sendiri..ya terkadang hobby memang aneh kerap membuat kita bertindak di luar logika, lebih tragisnya lagi sudah berjalan satu minggu di daerah daerah namun bahan tulisan keilmuan yang di dapat sangat tidak memuaskan dan bahkan belum dapat sama sekali.. akhirnya ya informasi yang ada terpaksa di hapus karena tidak begitu falid.

Penulis mulai dari kampung halaman yaitu kota medan sumatera utara… lalu penulis arahkan kendaraan ke arah lintas timur menuju kabupaten Dalu Dalu, dan di lanjutkan mengarah ke kabupaten bangkinang Riau lalu tembus ke pekan baru dan berakhir di kota madya minyak Dumai Riau. karena sudah agak kelelahan…

Lihat pos aslinya 1.840 kata lagi

Serial kolosal ini telah disadur ulang dalam beberapa versi cerita TV, tak sedikit pula blog yang memuat tentang sinopsis ceritanya. Ini membuktikan seri ketiga dari trilogi rajawali ini merupakan karangan Jin Yong yang paling banyak diminati. Saya sendiri bukannya latah ikut memposting, namun begitu banyak pesan moral yang saya pelajari disini, terkhusus dari sini lah hobi akan sastra saya mulai tumbuh ( seri Yoko hanya sekedar menonton, tapi seri ini saya tulis di buku resumenya waktu kelas 6 SD, sayang hilang entah kemana.. T_T ).

PERLU DIGARIS BAWAHI, meski kemudian disadur ulang beberapa kali namun versi 1986 ini lah yang terbaik dalam segala hal. Penokohan, dialog, aksi, dan busana yang elegan di setiap episode nya. yang paling utama versi 1986 ini masuk kategori ‘ramah keluarga’ karena tiada adegan romantisme vulgar yang ditampilkan disini, malah terbilang santun.. seolah mengajari bagaimana seorang laki-laki memperlakukan wanita dengan seharusnya.

19756778_1473121399417000_3929480922658383658_n

sebagaimana judul yang saya tulis, seri ini tak hanya mengajari saya tentang sastra tapi juga hal lain diantaranya psikologi karakter yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. simplenya saya sebut saja contoh karakter-karakter wanita:

Anggun, cantik (Tio Beng, Nona Yo/Gaun Kuning)

cerdas, lihai,licik (In So So, Tio Beng)

setian, pengertian  (Tio Beng, Siao Ciao)

pura-pura, penipu (Jhianzeng)

Ingatan, penantian ( Cie Jak, In Lee)

cemburu buta, sadis (Cie Jak)

lembut, tulus ( Yo Put Hui)

Arogan,kejam ( Biat Coat)

ZMWJ 3

Memutuskan hubungan keluarga demi tinggal bersama   Bu kie

pengorbanan, totalitas (In so so & Tio Beng).

dll.

 

 

 

 

 

Oke, mari kita tambah dengan menyebutkan beberapa tokoh utamanya  :

— Thio Bu Kie

mulanya kita mengira orangnya plin-plan karena sulit menjatuhkan pilihan. Namun ini justru sesuai dengan pembawaannya yang yatim-piatu sejak lahir,dimana mereka lebih ingin memuaskan dahaga kasih-sayangnya dibandingkan membahas cinta.  Sayang sikap tak tega dan lembut dari Bu kie inilah yang sering disalahpahami oleh wanita-wanita yang mengelilinginya.

secara benang merah, karakter Bu kie adalah muka sastrawan/kutu buku, wataknya halus dan welas asih, bukan tipe gagah nan ganteng macam Yo Siaw, cenderung cakep culun gk suka ribut, muka lugu yang terkesan tanpa ekspresi dan tidak berpretensi, peragu tapi pemikir–tanpa kehilangan aura seorang pendekar. Semua ini dilatarbelakangi perjalanan hidupnya; Tumbuh sebagai anak yang kurang gaul karena tinggal di pulau, begitu berinteraksi dengan orang-orang langsung kehilangan orang tuanya, terlunta-lunta sendirian, tiba-tiba dibebani amanat besar sebagai ketua partai. Wajar kalau ia terlihat ‘datar’ soal cinta, walau mudah iba pada wanita cantik. Selalu melihat kebaikannya saja tanpa terlalu memikirkan kelicikan mereka.

The four girls

4 Gadis Bu Kie

Bu kie juga digambarkan memiliki bakat alamiah yang kadang dimiliki seorang yatim, diantaranya Fotografik Memori; kemampuan mengingat sesuatu secara detail meski hanya melihatnya sekilas atau telah lama sekali berselang. Seperti yang ia peragakan saat mempelajari Tai Chi dari Thio sam hong, dan meniru jurus cakar shaolin sewaktu pertarungan di bukit terang.

—  Tio Beng (Minmin Temur)
Wanita satu ini dilukiskan sebagai sangat mempesona sekaligus kejam menakutkan. Ia diberi tugas ayahnya menumpas pemberontak dan membawahi banyak pesilat-pesilat tangguh karena kepiawaiannya berstrategi dan berdiplomasi. Dalam novel, disebutkan “dibalik kecantikannya, terdapat hawa keangkeran dan kegagahan yang membuat orang hormat kepadanya”. Sifatnya dominan dan autoritatif namun juga penuh pengorbanan terhadap orang yang dicintainya yaitu Thio Bu Kie.

Tujuan sebenar Tio Beng  mendekati Bu Kie adalah berharap ia mau mengabdi kepada pemerintah mongol dan sekaligus menjadi suaminya, sehingga bisa menghindari perjodohannya dengan seorang pangeran. Namun akhirnya ia memilih untuk mengikuti Bu kie meski menolak untuk berperang dengan ayahnya.

Sebagai pemeran Tio Beng, Kitty Lai Me han adalah talenta paling tinggi di film ini. Di usianya yang ke-20, ia mampu menyaingi rekan”nya yang lebih tua. Meski wajahnya cantik semanis gula, tapi lihai pula menyamar sebagai pria tampan. Apalagi waktu datang ke Butong pertama kali, aduh laganya ‘BANGSAWAN abis !!.. hahaa..

ZM 4

Sang Bangsawan

— Ciu Ci Jiak.

Orantuanya dibunuh perampok, lalu ia diselamatkan Thio Sam Hong. Karena Butong tidak menerima murid wanita, ia pun diserahkan pada Gobi/ Biat Coat untuk diasuh. Ia sempat merawat Bu Ki yang saat itu telah terkena racun tapak dingin.Ciu Ci Jiak segera jatuh cinta pada Thio Boe Ki, tetapi kemudian berbalik melawan Boe Ki setelah dia diminta bersumpah di hadapan gurunya, Biat Coat Suthay, yang membenci dan tidak mempercayai siapa pun dari aliran Bengkaw yang dianggap sesat.

—Siao Ciao

Sia Ciao adalah anak dari nenek bunga emas/ naga ungu. Ia disuruh ibunya untuk mencuri kitab pusaka aliran Bengkaw/ Ming dengan menyamar menjadi seorang pelayan. ketika gerak-geriknya terbaca, Yo Siaw merantai kakinya dengan borgol keras yang konon terbuat dari ekstrak meteorit. Hanya ditengok ibunya 1-2 kali setahun, bahkan pernah tak diakui anak membuat ia begitu luluh melihat kebaikan dan sikap lembut Bu Ki padanya. Ia malah membantu Bu Ki membacakan kitab pusaka (ilmu pergeseran langit dan bumi) ketika telah ditemukan. Ia pun enggan meneruti perintah untuk meracuni Bu Ki saat di pulau ular.

Siao Ciao kembali ke Persia setelah terungkap kenyataan bahwa dia telah ditakdirkan untuk menjadi ketua aliran Bengkauw cabang Persia. Meski mulanya enggan, ia akhirnya menyanggupi demi menyelamatkan ibunya dari hukuman mati, pula agar kapal Bu Ki tak ditembak meriam. Yang menarik, saat perpisahan Sia Ciao masih memposisikan dirinya sebagai pelayan dengan memakaikan selendang persia pada pada Bu Ki..persis dengan gaya biasanya ( In Fact; ia lebih tinggi kedudukannya karena Bengkaw disini adalah anak cabang).   Sad Ending bngt… T_T

 

— Para Pejabat Sekte Ming

Ketua : Thio Bu Kie
2 Utusan:
1.Utusan Kiri: Yo Siao. Digambarkan tegas, tampan, berwibawa, dan ilmunya sangat tinggi. Ialah ayah Yo Put Hui.
2.Utusan Kanan: Fan Yao. Keberadaannya masih misterius, belum ada yang tahu bahwa ia menyusup (menyelidiki Seng Kun) sebagai salah satu jago silat bawahan Minmin/Tio Beng.
4 Raja Pelindung:
1. Raja Naga Ungu, atau Nenek Kim Hoa/Nenek Bunga Emas. Ia berdarah Cina-Persia dan kabur dari Sekte Ming Persia karena melanggar aturan tidak menikah. Sebenarnya ia merupakan wanita cantik primadona Sekte Ming. Ibu kandung dari Siao Ciao.
2. Raja Elang Alis Putih: In Thian Cheng, ayah In So So yang sempat mendirikan partai sendiri saat Sekte Ming penuh konflik
3. Raja Singa Emas: Cia Sun. Ialah sebenarnya yang ditunjuk sebagai Ketua Sekte Ming, namun akibat perbuatan Seng Kun, hidupnya berantakan
4. Raja Kelelawar Hijau: We Yisiao, ilmu meringankan tubuhnya termasuk yang paling tinggi di antara pesilat pada jamannya. Kebiasaannya menghisap darah untuk menyambung hidup telah disembuhkan oleh Thio Bu Ki.

Ming Sect

 

Kredit point

lost world

1. Aspek wuxia (cerita dunia persilatan). Kita boleh terpukau oleh cerita cinta, tetapi kalau suatu wuxia hanya fokus di cerita cinta, bukan wuxia namanya . Adegan silat harus digarap serius. Tetapi jangan salah, adegan silat yang keren tentu tidak cukup kalau emosi kita tidak melekat pada karakter yang sedang bertarung. Seperti hanya melihat pertarungan yang indah tapi sebenarnya kita tidak peduli pada tokoh yang bertarung. Oleh karena itu aspek wuxia selain soal adegan silat atau peperangan, penggambaran ilmu-ilmu silat yang memukau, ada juga nilai-nilai seperti persaudaraan, kesetiakawanan,dan kepahlawanan.

2. Sama sekali tidak terkesan mengeksploitasi sisi kecantikan ataupun kelemahan wanita. Tiada isu kesetaraan gender disini. Tidak under (jadi objek tertindas) macam bollywood & telenovela, tidak pula hiper macam Holywood & korean drama. Semua tampil dengan proporsinya masing2.

3. Penokohan yang kuat oleh para aktornya. Sangat tahu bagaimana harus bermain sebagai pemain muda, tahu pula saat berperan sebagai yang sudah menua. Talent-Costum-Chemistry, nilai 10 pokoknya.

3 catatan saya :

1. Aspek wuxia (cerita dunia persilatan). Kita boleh terpukau oleh cerita cinta, tetapi kalau suatu wuxia hanya fokus di cerita cinta, bukan wuxia namanya . Adegan silat harus digarap serius. Tetapi jangan salah, adegan silat yang keren tentu tidak cukup kalau emosi kita tidak melekat pada karakter yang sedang bertarung. Seperti hanya melihat pertarungan yang indah tapi sebenarnya kita tidak peduli pada tokoh yang bertarung. Oleh karena itu aspek wuxia selain soal adegan silat atau peperangan, penggambaran ilmu-ilmu silat yang memukau, ada juga nilai-nilai seperti persaudaraan, kesetiakawanan,dan kepahlawanan.

2. Sama sekali tidak terkesan mengeksploitasi sisi kecantikan ataupun kelemahan wanita. Tiada isu kesetaraan gender disini. Tidak under (jadi objek tertindas) macam bollywood & telenovela, tidak pula hiper macam Holywood & korean drama. Semua tampil dengan proporsinya masing2.

3. Penokohan yang kuat oleh para aktornya. Sangat tahu bagaimana harus bermain sebagai pemain muda, tahu pula saat berperan sebagai yang sudah menua. Talent-Costum-Chemistry,

 

*  *  *

Source 1

Source 2

Source 3 Baca lebih lanjut