Patutnya dicamkan bahwa di  Indonesia usia umat (Islam) itu lebih tua dari negara.
Sebelum negara ini lahir, rakyat terbiasa dengan ajaran Islam; lahir-dikhitan-mengaji-sekolah-menikah-hingga upacara kematian. Mereka tumbuh dengan agama, dan mati dengan agama sebelum ada negara .
Hingga semua itu melahirkan power sistem/ sistem kekuasaan yang diwujudkan dengan lahirnya kesultanan/ kerajaan-kerajaan islam di nusantara. Maka tak heran kaum penjajah begitu kesulitan menaklukan indonesia karena begitu kuatnya tatanan kehidupan yang terjalin antar pemimpin, rakyat dan ulama mereka.
Negara Belanda itu tak ada apa-apanya sebelum mengenal Indonesia, bahkan negri itu diramalkan akan karam oleh lautan (Lost Continental). Namun mereka pun akhirnya disegani setelah mampu menaklukan negri ini. Mereka angkut segala kekayaan alam, mereka jual dengan harga mahal dan dengannya mereka membangun kota-kota & pelabuhan.
Hari ini kita dikagetkan, ketika umat Islam menuntut sesuatu yang menjadi hak mereka sebagai masyarakat mayoritas, yaitu undang-undang/ tatanan hidup sesuai dengan keyakinan mereka, tiba-tiba sekelompok orang dengan lantang menentang, mengobarkan isu perpecahan dan konflik sosial yang tak berdasar. Apa-apaan mereka ini, Umat islam itu Ibu kandung negara, mereka yang mendirikan negara, tidak mungkin pula mereka yang meruntuhkannya. Pemimpin2 mereka yang menyerukan persatuan, ulama-ulama mereka yang mengobarkan semangat untuk melawan penjajah. Negara ini merdeka karena fatwa, negara ini tegak karena ulama ! Hingga yang merobek -robek bendera Belanda pada peristiwa 10 november juga adalah santri, muridnya ulama !

Hingga sampai isu (disintegrasi) itu dikaitkan dengan sang pemimpin bangsa. Maka saya katakan, Ir. Soekarno itu seorang faham agama; seorang guru agama. Sewaktu dibuang ke bengkulu, beliau tinggal di salah seorang tokoh Muhammadiyah di Bengkulu, Hasan Din. dan disana beliau disuruh untuk ikut mengajar di sekolah Muhammadiyah. Hingga pada tanggal 1 Juni 1943, beliau dinikahkan dengan salah seorang putri Tuan Hasan Din, Fatmawati. Maka lengkap lah, yang memproklamirkan kemerdekaan ini adalah seorang santri, yang menjahitkan bendera pertama negara ini juga adalah seorang santri; Ibu Fatmawati.. Ada pun bila prilaku beliau yang nampak kebarat-baratan karena ingin menggambarkan begitulah seharusnya seorang santri; berpikir dan berwawasan luas.

DKcWLPBUQAEtVLI-horz

Maka, dengan ini hendaklah pemerintah harus sigap menghadapi berbagai isu, juga harus hormat terhadap umat islam sebagai ibu kandung negara ini…

 

Kutipan ceramah Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah pada acara Tabligh Akbar yang digelar Yayasan Pesantren Cipari di lapang Komplek Pesantren, Kampung Cipari, Desa Sukasari, Kecamatan Pangatikan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (23/9/2017).

 

Iklan