Category: Politik


High Cost Bila Ahok Terpilih

Terlalu riskan bila Ahok dipilih kembali. Ahok terlalu gaduh. Dia dihujani batu. Dukungan sejuta KTP ternyata fiktif dan tidak membuktikan apa pun. Survei-survei sarat rekayasa. Manipulatif. Bila para taipan dan pencari nasi bungkus memaksakan diri, Jakarta bisa dilanda instabilitas di berbagai sektor. Paling cocok, Ahok diposisikan sebagai Kepala PU atau penjaga kebersihan kota.
Resistensi warga sulit padam. Arogansi dan kasar rupanya adalah karakter Ahok. Inherent dan ingrained dalam struktur genetiknya. Belum pernah ada seorang gubernur, kecuali Ahok, yang punya musuh satu republik.
Setiap hari ada saja yang diserang Ahok. Ya politisi, parpol sebesar PDI-P diultimatum, warga miskin dicaci-maki. Historian dikatain goblok. TNI dibuat tersinggung di masalah sampah Bantar Gebang. Pengusaha hotel dipermalukan di depan publik. Ahok diam saja sewaktu mantan bosnya, Bang Yos dibully Ahoker. Lembaga negara dicemooh dengan istilah ngaco. Ahok terlalu sering mengabaikan aturan; serapan anggaran rendah. Cuma Ahok yang sanggup usir wartawan dan membiarkan Ahmadiyah beribadah di Bukit Duri. Sampai penggusuran Pasar Ikan, LBH Jakarta merilis laporan Ahok menggusur 8.145 KK dan memberangus 6.283 unit usaha di 113 titik penggusuran.
Kesuksesan kerja Ahok hanya ada di dunia fantasi. Faktanya, Pertumbuhan Ekonomi turun 0,16%. Inflasi naik 0,95%. Gini Rasio meningkat 7,20%. Penduduk Miskin bertambah 3,72%. Akuntabilitas Kinerja Provinsi hanya 58,57 (hanya urutan 18 dari 34 Provinsi). Realisasi Pendapatan Daerah cuma 66,8% (urutan buncit dari semua provinsi). Penyerapan Anggaran hanya 59,32 % (terburuk se-Indonesia). Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM): hanya 0,31 (nomor 1 dari bawah dari 34 provinsi se-Indonesia).
Hebatnya, Ahok bisa lolos dari berbagai skandal korupsi; Pengadaan Bus Trans Jakarta, Pengadaan UPS, Pembelian Tanah Sumber Waras, Tukar Guling Lahan Taman BMW, Sindikasi Reklamasi Pulau dan pembelian lahan Cengkareng Barat.
Kedatangan Ahok ditolak di berbagai tempat; Koja, Kalideres, Kapuk Muara dan Penjaringan. Ketua RT/RW se-Jakarta menyatakan “Bukan Teman Ahok”. Saya sulit membayangkan efektifitas kerja seorang kepala daerah bila kedatangannya ditolak warga. Bahkan untuk acara sederhana seperti peresmian taman, Ahok harus lari tunggang langgang. Polres mesti kerahkan 500 personil, belum lagi pengerahan prajurit TNI dan Satpol PP. Plus bonus korban timpukan batu dan dua pelajar PSKD ditangkap. Ahok sungguh high cost.
Economically, Ahok juga high cost. Relawan Andreas bilang Podomoro alirkan dana 30 milyar kepada Teman Ahok untuk ngepul sejuta KTP. Belum lagi donasi teri dari ‘warga kena tipu’ yang sumbang jam dinding, printer, cetak kaos, ball poin dan sebagainya. Teman Ahok bikin booth di banyak mall. Saya kira itu ada biayanya. Pasti ada budget bayar tim Cyrus Network, beli slot acara di MetroTV, bayar media, bayar upah buzzer dan pembully. At the end, Ahok memilih jalur partai politik. Jadi, seluruh “perjuangan” relawan-bayaran dan donatur menguap begitu saja.
Politically, Ahok ngga kalah high-costly. Dia hendak mendelegitimasi partai politik. Tanpa partai politik, tidak ada demokrasi. Semua politisi, kecuali Ahok dan teman-temannya, adalah politisi busuk, pencari panggung dan koruptor. Pengumpulan KTP dan booth-booth (yang kerap dicaci maki pengunjung mall) merupakan bentuk dari kampanye terselubung dan “ilegal”. In another parlance, Ahok mencuri start.
Manuver “kutu loncat” Ahok bukan ciri pejuang politik. Di situ, Ahok jadi figur tanpa loyalitas. Statemen blak-blakan seperti “Tuhan aja gua lawan” cuma bikin Ahok tampak gak mutu. Dia tegas bilang ibunya pun bakal dia usir kalo bikin susah. Bahkan Malin Kundang tidak berpikir mengusir mamanya sendiri.
Socially, Ahok menjadi akar ketegangan rasial dan primordialisme. Sentimen anti Tionghoa naik. Ahok memicu over-confident golongan minoritas (etnis dan agama) untuk ngebully dan mencaci maki opponent. Berbeda dengan kader partai, Ahoker bersifat liar tak terkendali. Tak seperti kader partai, para free men/buzzer Ahoker ini tidak pernah mengikuti rangkaian LDK, kurpol atau diklat terstruktur dan sistematis. Gerakan dan opini mereka sepenuhnya didasari sentimen like & dislike.
Seluruh faktor di atas menjadikan Ahok berpotensi menciptakan konflik horisontal dan vertikal. Kondisi semacam ini sangat tidak kondusif bagi bisnis. Secara praktis, Ahok bikin Jakarta lebih macet dan rentan banjir. Kegiatan ekonomi mikro jadi terganggu. Produktifitas salesmen menurun. Entah berapa banyak agenda meeting harus direscheduling akibat pembangunan enam jalan tol dan betonisasi bantaran sungai. Para taipan hendaknya berpikir ulang untuk membacking Ahok. He’s too costly.

zeng-wj
*Zeng Wei Jian adalah aktivis Tionghoa yang kritis dan komit menyuarakan ketidakadilan dan penindasan (*mc)

SOURCE

MEDINAH BOM

Berita bom yang terjadi di Madinah tadi saat berbuka tersebar secepat kilat ke seluruh penjuru dunia dan menjadi berita terbesar se-jagad raya melebihi apa yg terjadi di Turki beberapa hari lalu.
Banyak pesan singkat masuk dari sahabat di tanah air menanyakan kabar kami karena mereka khawatir kami terganggu kenyamanan ibadah ataupun bisa kena musibah.. Sem0ga Allah melindungi..
Kami yang setiap hari berbuka di dalam masjid Nabawi atau di pelatarannya dengan jumlah sekitar 2 juta shoimin dan mu’takifin tidak terganggu sama sekali dan bahkan salah seorang sahabat i’tikaf sempat memfoto peristiwa tersebut dan terlihat cukup jauh dari lokasi Masjid Nabawi, kami hanya melihat kepulan asap seperti ada kebakaran di seberang Baki’, makam para Sahabat Rasulullah. Tak ada suara ledakan apapun yang terdengar.
Saking jauh dan tidak mengganngunya peristiwa tersebut, shalat isya dan taraweh berjalan seperti biasa. Saya sengaja masuk ke dalam Masjid Nabawi sehingga mendekati posisi Raudhah. Tak ada seorangpun yang saya temukan berdiskusi masalah bom tersebut, apalagi dalam keadaan bingung..
Sebab itu saya berkesimpulan : Jangan-jangan mereka tak tahu ada peristiwa tersebut karena memang jauh dari areal Masjid Nabawi.
Naluri media dan teori konspirasi saya muncul saat pesan-pesan singkat masuk ke hape via WA  yang isinya mengkhawatirkan atau meverifikasi apakah benar ada bom meledak di Masjid Nabawi.
Tentu saya kaget tak kepalang. Saya langsung putuskan untuk shalat taraweh 8 rakaat saja dan segera keluar dari Masjid Nabawi sambil memfoto dan merekam suasana shalat taraweh malam yang ke -30 di Masjid Rasul yang sangat dicintai umat Islam itu. Saya foto sejak dari dalam sampai keluar Masjid dan suasanaya sedikitpun tidak berubah dari malam-malam sebelumnya.
Saya buka internet sambil jalan. Ternyata dunia maya sudah heboh sekali. Sampai di kamar hotel tempat kami memginap stasiun tv Al-Rabiya, milik Yahudi yang sangat populer beberapa tahun belakangan yang muncul sengaja MENYAINGI Al-Jazeerah.
Feeling media dan konspirasi saya benar. Saya lihat pembawa berita live sedang mewawancara Menteri Wakaf Mesir dan beberapa pengamat masalah Timur Tengah lainnya via telpon. Semua mereka mengutuk kejadian bom tersebut.
Ada beberapa hal dan fakta yang membuat saya yakin bahwa umat Islam (khususnya sejak kasus WTC 2001) sedang menghadapi konspirasi tingkat tinggi yang sedang dijalankan oleh kelompok anti Islam global :
2. Pembawa berita di tv Al-Arabiya dan semua tokoh yang diwawancara langsung dapat memastikan pelakunya, yaitu yang mereka namakan kelompok teroris Islam. Padahal penyelidikan dari pihak berwajib di Saudi belum memulai kerjanya.
3. Baik materi berita yang diangkat, redaksi wawancara dan runing teks di tv Al-Arabiya sangat propokatif dan terlihat sekali kebohongannya, sperti : Para teroris itu tidak ada agamanya karena mereka berani membom tempat-tempat suci, bahkan di depan pintu Masjid Nabawi. Sebab itu, dunia internasional harus bekerjasama menghadapi/memerangi mereka dan berbagai ungkapan lainnya.
3. Seperti biasa, provokasi dan kebohongan itu mereka dukung dengan tampilan rekayasa gambar dan video kejadian
Saya katakan pada sahabat yang nontonAl-Arabiya bersama, demi Allah, ini adalah kebohongan media kaum kafir kapan saja dan di mana saja. Bom yang terjadi jauh dari Masjid mereka syuting dari arah gerbang utama Masjid Nabawi. Kemudian dizooming sehingga seakan kejadiannya di samping Masjid Nabawi dan pembawa beritanya bilang : Bom terjadi depan pintu gerbang Masjid Nabawi.
Kalau ucapan perempuan pembawa acara itu benar, kami mungkin sudah luka atau mungkin juga TEWAS, karena dari sebelum berbuka sampai shalat magrib tadi puluhan ribu jamaah persis berada depan gerbang utama Msjid Nabawi karena tidak bisa masuk ke dalam saking banyaknya jamaah.
Dari kejadian bom Madinah ini, saya semakin yakin bahwa umat Islam sekarang sedang menghadapi fitmah dan konspirasi dari segala arah yang sangat luar biasa dari musuh-musuh Allah dan musuh-musuh mereka dengan menggunakan segala cara keji dan kebohongan agar umat ini tidak bisa bangkit dari kelemahan dan keterpurukan mereka.
Sebenarnya hal tersebut sangat wajar karena Allah dan Rasulullah telah mengingatkan akan hal tersebut dalam banyak ayat dan hadits..
Pertanyaanya ialah : Kapan umat ini, khususnya para pemimpin negeri Muslim sadar? Hanya Allah yang Maha Tahu.
Kemudian, yakinlah rekayasa dan konspirasi kaum kafir dan para bonekanya tidak akan selalu berhasil karena mereka pada hakikatnya sedang berhadapan dengan Allah yg MAHA DAHSYAT REKAYASA-NYA karena di Tangan-Nya kendali jagad raya ini.
Yaa Allah aku sudah sampaikan.. aku sudah sampaikan.. aku sudah sampaikan. Maka saksikanlah..
Samping Masjid Nabawi, Malam 30 Ramadhan 1437 H
Hamba-Mu yg berharap ampunan, kasih sayang dan syurga-Mu
Nasrulloh

Anggota Komisi I DPR RI, Sukamta, Phd mengatakan rencana pemerintah untuk memblokir 19 situs musti dilakukan dengan bijak serta sesuai perundang-undangan.

“Jangan sampai tindakan gegabah pemerintah malah menyuburkan radikalisme,”

sukamta

Dengan tindakan memblokir situs seperti itu, menurut Sukamta justru akan membuat kalangan yang anti demokrasi bisa semakin anarkis.

“Tentunya, hal itu bukanlah tujuan dari pemblokiran toh?”

Negara yang baik menurut Sukamta adalah negara yang membimbing dan mengayomi warga negaranya, bukan malah membuat sebagian warga negaranya semakin radikal.

Sukamta juga menambahkan bahwa kebebasan informasi dan berpendapat itu dijamin oleh konstitusi. Rencana pemblokiran tersebut jangan sampai mencoreng konstitusi itu sendiri.

“Apa dasar hukumnya pemblokiran 19 situs itu? Kebebasan berpendapat sudah mendapat tempat di negeri ini,”

Legislator dari FPKS ini berharap supaya Kementerian Komunikasi dan Informatika segera membentuk panitia panel yang terdiri dari ormas-ormas Islam serta Majelis Ulama Indonesia (MUI). Dari panel itu, lanjutnya, nantinya bisa diverifikasi situs mana yang layak untuk diblokir dan mana yang tidak.

“Jangan sampai isu sudah bergulir lalu menjadi pro kontra di masyarakat yang pada akhirnya malah melupakan permasalahan bangsa yang lain seperti kenaikan BBM dan lain sebagainya,” pungkas Sukamta.*

Reff :

http://www.hidayatullah.com/berita/nasional/read/2015/03/31/67602/anggota-komisi-i-dpr-apa-dasar-hukumnya-pemblokiran-19-situs-itu.html#

NB:

Beberapa pic terkait hal ini

Kritik dari Aa Gym

aa gym

Sang pengusul & usulannya

CBaBK5JVIAAVIf1.jpg medium

Apa analoginya seperti ini, ya ?!

ahmad lubitz

Kesannya kok muslim itu anti NKRI , pdhl kaum muslim lah yang paling banyak darahnya tumpah utk pertahankan republik ini. Teriakan takbir lah yg terdengar saat melawan penjajah selama ratusan tahun !

Sekarang kami juga dituduh anti pancasila, pdhl siapa yang sebenarnya anti pancasila ? pendukungnya siapa, tuh !

syaukani

anti pancasila

Kaum SIPILIS nampak semakin terang-terangan memperlihatkan ajarannya.

“Dulu pas Tifatul menteri dan blokir situs porno, rame2 selebtwit bully dia “tiffie…tiffie”.

Sekarang Rudiantara blokir2… selebtwit diem.”

meme-tentang-tifatul-sembirang-dan-rudiantara

– –

Semoga Allah melindungi kita dari kehancuran yang akan menimpa negeri ini, dan semoga kita diberi ketabahan untuk senantiasa berada di jalan-Nya.

Amiin..

* * *

Iwan Yuliyanto

Bismillah …

Polemik antara Ahok dan DPRD DKI terkait APBD DKI 2015 dan “anggaran dana siluman” makin memanas. Mereka saling tuding dan serang. Kemudian publik meresponnya melalui gerakan #SaveAhok. Sayangnya, tujuan dan kegiatan gerakan tersebut malah jauh dari substansi masalah. Bahkan ada yang melebarkan sampai ke ranah SARA.

Penggunaan hak angket yang berawal dari kebuntuan komunikasi eksekutif-legislatif dalam penyusunan APBD ini sebenarnya hanya persoalan ketatanegaraan biasa. Hak angket, hak menyatakan pendapat, dan hak interpelasi adalah hak-hak yang memang menjadi kewenangan DPRD. Keterlibatan DPRD dalam proses penyusunan APBD merupakan kewajiban, karena itu merupakan tugas DPRD yaitu membahas dan memberikan persetujuan rancangan peraturan daerah mengenai APBD yang diajukan oleh Kepala Daerah.

Urusan internal ketatanegaraan yang menurut saya biasa saja ini bisa sampai melibatkan kegaduhan publik akibat opini-opini sesat yang berkembang di media. Sehingga di media sosial muncul meme-meme yang gak nyambung dengan inti masalahnya.

Oleh karena itu, agar jernih meilhat persoalan ini…

Lihat pos aslinya 1.780 kata lagi

Iwan Yuliyanto

–: Edisi Pengalihan Subsidi BBM [bagian kedua]

Bismillah …

Ada pernyataan Jokowi yang mengejutkan saya tentang kenaikan harga BBM yang dimuat di koran Merdeka. Saya kutip isinya di bawah ini:


Merdeka | 9/12/2014

Merdeka.com – Presiden Jokowi membantah jika dia menaikkan harga BBM. Menurut dia yang dilakukannya itu mengalihkan subsidi dari BBM ke sektor lain. Sehingga sebenarnya tidak ada kenaikan harga BBM. Hal tersebut diungkapkan Jokowi saat memberikan kuliah umum di Balai Senat UGM, Selasa (9/12). Dia pun menuding mahasiswa salah sasaran jika mendemo diri karena menaikkan harga BBM.

“Saya itu tidak pernah menaikkan harga BBM. Saya mengalihkan subsidi. Itu jelas sekali beda, jadi mahasiswa itu salah sasaran demo saya karena menaikkan harga BBM,” katanya.

Pernyataan Jokowi tersebut sontak mendapat tepukan tangan dari para peserta yang sebagian besar merupakan mahasiswa dan akademisi UGM. Alasannya mengalihkan subsidi tersebut pun di klaim mampu memberikan sumbangsih besar dalam pembangunan infrastruktur. Dia mencontohkan pembangunan…

Lihat pos aslinya 1.228 kata lagi

Ini Alasan Mengapa Kita Sering Disadap

Link

Infografik Partai-Partai

GRAFIK KERUGIAN NEGARA OLEH PARTAI

Image

GRAFIK PERSENTASE PARTAI YANG TERLIBAT KORUPSI

Image

DAFTAR ANGGOTA DPR YANG PERNAH DITANGANI KPK

Image

PARTAI DENGAN JUMLAH KORUPSI TERBESAR

Image

TRACK RECORD BEBERAPA CALEG INCUMBENT 2014

Image

**

Image

**

Image

**

Image

GLADIRESIK

Image

**

10245386_491826990940572_8846911782509089300_n

Sorry klo telat, sibuk berat !

#SaveRisma

Ikan yang hidup tak kan ikut menjadi asin meski tinggal di laut yang asin.  Hanya ikan yang mati yang  akan menjadi asin !

KH Amin Bunyami…

KH Amin Bunyamin tidak pernah menghasut masyarakat untuk membenci pemerintah dan bertindak anarkis. Adapun bila beliau bersikap keras, itu hanya semata-mata mengkritisi pemerintah yang bersembrangan dengan kepentingan umat. #Haol Almarhum di Cipari, 6 April kemarin.

FATWA

SURIAH (SALAM-ONLINE): Terbunuhnya Syaikh Dr Sa’id Ramadhan Al Buthi bersama puluhan muridnya di dalam Masjid Al Iman di Damaskus akibat serangan sebuah bom membuat keguncangan masyarakat Muslim dunia, khususnya masyarakat Suriah dan para pejuangnya.

Pasalnya, sebagian masyarakat Muslim dunia selama ini memandang Syaikh Al Buthi sebagai ulama Sunni, bahkan di antara mereka menilai beliau terbunuh sebagai syahid.

Namun sebagian lain menganggap beliau adalah ulama pendukung rezim penjahat Bashar Assad, sehingga tidak layak disematkan sebagai syahid.

Menyikapi hal itu, persatuan ulama Suriah mengeluarkan pernyataan resmi yang dirilis pada hari Kamis,(21/3/2013) tak lama berselang setelah insiden terbunuhnya Syaikh Al Buthi. Berikut pernyataan tersebut sebagaimana dilansir alweeam.com:

Allah subhanahu wata’ala berfirman:

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. dan Sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu,” (Qs. Ali Imran: 185)

Dunia Islam telah menerima kabar pengeboman yang terjadi di Masjid Al Iman di Damaskus yang membunuh Syaikh Muhammad Sa’id Ramadhan Al Buthi dan sejumlah muridnya dengan keji.

Menyikapi hal itu, Persatuan Ulama Suriah di Suriah menyatakan hal-hal berikut:

Bersamaan dengan ketidaksetujuan kami terhadap posisi Syaikh Al Buthi terhadap revolusi Suriah dan dukungannya pada Rezim jahat Bashar Assad, dan pembenaran beliau atas apa yang dilakukan rezim, dari pembunuhan dan pembantaian warga Suriah, maka kami menyatakan:

Kami mengutuk penyerangan sejumlah masjid, ulama dan warga sipil yang tidak bersalah. Kami juga mengutuk segala macam tindakan pembunuhan tanpa alasan yang jelas. Dan kami menolak semua tuduhan bahwa ini adalah tindakan para Mujahidin yang telah mengabdikan dirinya untuk membela darah, kehormatan dan kesucian kaum Muslimin.
Kami yakin bahwa tindakan seperti ini adalah perbuatan rezim Assad yang sering menyerang masjid-masjid, tempat-tempat ibadah dan membunuhi para ulama. Mengingat dua hari sebelumnya, seorang ulama qari’ yang mendukung revolusi Suriah, Syaikh Riyadh Ash Shu’ab, dibunuh saat beliau pulang dari masjid di Damaskus sehabis menunaikan shalat Subuh. Mobil yang beliau tumpangi meledak sehingga beliau terbunuh. Dan hari ini (Kamis, 22/3/2013), Syaikh Al Buthi mengalami nasib serupa, bahkan beliau terbunuh ketika berada di dalam masjid. Perbuatan seperti ini bukanlah suatu hal baru yang dilakukan rezim jahat dan para intelijennya yang licik.

Seperti diketahui dalam perjalanan bangsa Suriah, rezim Bashar Assad tidak segan-segan membunuh dan menyerang simbol-simbol penting setelah merasa bahwa hal itu sudah tidak berguna lagi, atau takut kalau mereka balik menyerang rezim, kemudian dengan berpura-pura, mereka mengucapkan bela sungkawa dan menyematkan pada orang-orang yang mereka bunuh sebagai syahid dan menggelar acara untuk memperingatinya.

Perbuatan rezim semacam itu sangat sering dilakukan sehingga tidak terhitung, kami sebutkan di antara contohnya adalah pembunuhan terhadap mantan Perdana Menteri Suriah Mahmud Zaubi dan menteri dalam negeri Gazi Kanan. Mereka berdua memiliki andil penting pada pemerintahan Suriah, namun setelah tidak diperlukan mereka dibunuh dan dikatakan ‘mereka mati bunuh diri’.

Rezim penjahat Bashar Assad melakukan ini untuk membingungkan warga dan memecah belah barisan pejuang, dan untuk menyebarkan fitnah di antara masyarakat Suriah. Yaitu dengan membunuh seorang ulama pendukung revolusi pada hari pertama, dan membunuh ulama pendukung rezim pada hari keduanya.

Oleh karena itu, kami nasihatkan kepada para pejuang pembebasan Suriah (FSA) yang mulia: Hendaklah kalian menjauhi hal-hal yang mengakibatkan perselisihan dan perpecahan, Syaikh Al Buthi telah menghadap Rabb-nya Yang Maha Adil. IA akan mengadili dengan seadil-adilnya dan menghukumi dengan sebaik-baiknya, sedangkan rezim Suriah masih terus melakukan kejahatan dan kesemena-menaan.

Karena itu marilah kita waspada terhadap trik-trik dan tipu daya yang dilakukan Bashar Assad, kita kuatkan barisan kita, dan kita harus merujuk’ kepada ulama-ulama yang tepercaya dan meninggalkan perkataan yang tidak berdasar, dan marilah kita senantiasa jaga persatuan rakyat dan tanah air.

Ya Allah kumpulkanlah semua perkataan kami dalam kebenaran dan petunjuk, dan tutuplah usia kami dengan penuh kebahagiaan dan keimanan, dan teguhkanlah kami untuk menghancurkan para penjahat dan melindungi orang-orang mukmin dan shalih, sesungguhnya Engkau Maha Pendengar, Maha Dekat lagi Maha Penerima Doa. (an-najah)

OPINI

Diantara banyak opini,saya memilih 2 yang dianggap paling mencerahkan diantara simpang-siurnya tulisan mengenai kematian beliau.
Yang pertama, analisa Kholili Hasib di Hidayatulloh.com, situs yang paling saya percayai dalam soal menyajikan berita-berita Dunia Islam.

Yang kedua, analisa Nandang Burhanuddin, Lc di islamedia, karena yang bersangkutan pernah tinggal di tempatnya langsung.

Berikut tulisannya secara ringkas :

Syeikh al-Buthy, Suriah, dan Pentingnya Menjaga Adab

Sabtu, 23 Maret 2013
Oleh : Kholili Hasib,

Jelas saja, tragedi berdarah di Masjid tersebut mengguncang dunia. Sekaligus menambah pedihnya konflik Suriah yang hingga kini masih menyala, belum ada tanda-tanda berhenti.
Kewafatannya meninggalkan pro-kontra di kalang kaum Muslim dunia.

Di satu pihak, Syeikh al-Buthy dianggap pendukung rezim Syiah Nusairiyah Bashar Assad. Kecaman dan makian dilontarkan untuk al-Buthy. Ia bahkan dinilai ulama Sunni yang pro rezim Syiah.

Karena itu, tragedi Masjid al-Iman disambut gembira oleh para pejuang kontra Bashar Assad yang terkenal dengan kekejamannya membantai Muslim Sunni di Suriah. Bashar adalah rezim berakidah Syiah Nusairiyah yang mendapat dukungan dari Iran. Kekejaman dan akidahnya tidak bisa dibenarkan.

Ada kabar bahwa beliau dibunuh oleh kelompok oposisi yang sangat kecewa dengan sikap al-Buthy terhadap rezim Bashar. Namun, Ketua Kesatuan Musyawarah Oposisi Ahmad Mu’adz al-Khatib mengutuk pembunuhan Syeikh al-Buthy, dan menyebut hal itu sebagai tindakan keji dilihat dari norma apapun. Ada pula spekulasi Syeikh al-Buthiy dibunuh oleh rezim Bashar sendiri agar rezim memiliki alasan untuk makin leluasa membasmi oposisi Sunni.

Di luar itu, siapapun pembunuhnya, menumpahkan darah kaum Muslimin di dalam Masjid adalah kekeliruan besar. Rasanya tidak ada Muslim yang baik yang nekat melakukan pembunuhan massal di Masjid. Masjid adalah Baitullah, tempat suci dan sakral. Berjual beli atau berbisnis saja haram dilakukan di masjid, apalagi menumpahkan darah saudara Muslim secara massal. Terlepas dari tuduhan untuk al-Buthy, siapapun yang dibunuh secara massal di masjid itu tidak ada dalih dalam agama.

Pembunuhan yang dilakukan di Masjid, apalagi menelan korban Muslim patutlah dikutuk. Jika pun Syeikh al-Buthy dalam ijtihad politiknya salah, sangat tidak beradab melakukan pembantaian di masjid. Pembunuhan di dalam masjid akan menciptakan citra buruk dalam dunia Muslim. Mujahidin rasanya tidak mungkin menabrak adab-adab Islam.

Apalagi, kabar pro atau tidaknya al-Buthy terhadap rezim Bashar masih simpang siur. Umat Muslim sedunia harus hati-hati bersikap. Sebab dikabarkan dalam situs resminya nasim al-syam dalam kolom fatwa bernomor 13060 Syeikh al-Buty menentang pembunuhan rakyat Sunni tak bersalah oleh tentara rezim Bashar Assad yang Syiah itu. [baca: Syeikh Al Buthy, Tentara dan Rakyat Suriah]

Syeikh al-Buthy telah meninggal. Ia manusia. Yang pasti memiliki kesalahan. Selama kesalahan itu masih dalam wilayah ijtihad bukan kesalahan akidah, masih bisa ditoleransi. Jika ia telah berfatwa sebagaimana dalam nomor fatwanya 13060, maka Insya Allah Syeikh al-Buthy masih dalam barisan Sunni. Tidak dapat dipungkiri memang, ada kesan kekurangtegasan al-Buthy selama ada konflik Suriah. Sehingga ada yang menilai ia diam dalam kisruh Suriah. Namun, fatwa bernomor 13060 bisa jadi adalah ijtihad al-Buthy yang dipegang sampai ia wafat. Jika demikian, maka kita tidak perlu lagi memperdebatkan pro dan tidaknya beliau. Bergembira ria dengan wafatnya al-Buthy rasanya tidak perlu. Sebab ia telah meninggal dunia. Simpang siurnya kabar ini yang harusnya kita bersikat hati-hati. Ia dikenal di dunia sebagai ulama yang memiliki otoritas. Jangan sampai kita memaki ulama. Ini bukan adab Muslim. Jika ia kafir, pasti bukan ulama. Mari kita tutup berpolemik tentang Syeikh al-Buthy.

Dikhawatirkan energi kita habis memperdebatkan dalam posisi mana al-Buthy itu. Padahal musuh besar Muslim saat ini justru Bashar al Assad yang masih dikendalikan Syiah Nusairiyah di Suriah.

Umat Islam harus kembali fokus pada kejahatan Bashar yang harus diadili, seadil-adilnya. Negeri Suriah memiliki posisi strategis dan tengah menjadi rebutan antara kepentingan Syiah dan Israel haruslah kita bebaskan. Sebab bumi Syam ini sebagai pintu masuk pembesan Al-Quds. Karena itu, apapun yang terjadi, janganlah kita berpecah-belah. Wallahu a’lam.*

Penulis_alumni program Pascasarjana Institut Studi Islam Darussalam (ISID) Gontor, kini peneliti pada InPAS Surabaya

————– *

Mengapa Syeikh Al Buthi dibunuh ?

Islamedia – 3/23/2013 11:38:00 AM

Di antara landasan Al Buthi membuka dialog dengan Rezim Al Assad adalah:

1. Hubungan gerakan Islam yang dimotori oleh Ikhwanul Muslimin di pelbagai Negara Arab, tengah berada di titik nadir. Tindakan represif rezim-rezim dunia Arab, dari mulai Maroko hingga Teluk, Mesir hingga Syam tengah marak. Bahkan terbukti, tindakan Hafizh Al Assad yang membumihanguskan provinsi Homs dan membunuh seluruh penduduknya yang mendukung gerakan IM, tercatat sejarah sebagai hubungan kelam antara penguasa dan jamaah IM.

2. Al Buthi memandang, rezim Al Assad dari ayah hingga anaknya Basyar Al Assad, sangat kuat dipengaruhi sekte Syi’ah Rafidhah yang cenderung membumihanguskan Muslim Sunni, seperti yang terjadi di Iran-Iraq. Perlu diperhatikan, Hafizh Al Assad naik tahta seiring dengan maraknya revolusi Khumaini yang puncaknya terjadi tahun 1979. Al Buthi memiliki komitmen, untuk menyelamatkan entitas Muslim Sunni di Suriah.

3. Tindakan represif Al Assad bukan hanya pada gerakan perlawanan secara fisik, namun juga mengarah pada non fisik. Di era Hafizh Al Assad, pengajian-majlis taklim-dan perkumpulan di atas 3 orang bukan hanya tidak diizinkan, tapi akan dijebloskan ke penjara tanpa pengadilan. Jika pun ada, yang berlaku adalah pengadilan militer. Hingga banyak gerakan-gerakan Islam yang memilih jalan dakwah dengan gerakan Sufi, yang berkumpul di masjid dan berdzikir ratusan ribu kali sembari berjingkrak-jingkrak. Saya pernah mengalami itu di salah satu masjid di Manbej, salah satu kabupaten di wilayah Aleppo. Jelas, selain majlis taklim dilarang, maka penerbitan buku-buku Islam dibatasi.

Hasil Nasihat Al Buthi
Usaha Al Buthi untuk menasihati penguasa berbuah di tataran nyata. Tentu dengan pengorbanan tak sedikit, salah satunya, Al Buthi dituduh tutup mata dengan tindakan Al Assad. Di antara hasilnya adalah:

1. Al Buthi pernah diundang selama 7 jam, berdialog dengan Hafizh Al Assad. Al Buthi lebih banyak menyimak curhatan Al Assad, hingga akhirnya Al Buthi menyarankan Hafizh Al Assad untuk membebaskan tokoh-tokoh dan tawanan politik dari Jamaah Ikhwanul Muslimin. Rentang beberapa minggu kemudian, para tapol IM dibebaskan.

2. Saya memprediksi, kesediaan Al Assad untuk membuka Suriah bagi para pengungsi Palestina setelah peristiwa Pembantaian Shabra dan Syatila terjadi pada September 1982, di Beirut, Lebanon, yang saat itu diduduki oleh Israel adalah hasil dari nasihat yang diberikan oleh Al Buthi. Bahkan Suriah membuka diri kepada HAMAS untuk membuka satus-satunya kantor Perwakilan HAMAS. (Saat itu, tidak ada satu pun negara Arab yang mau menerima HAMAS untuk membuka markas di luar Palestina – redaksi)

3. Penerbitan buku-buku Islam Sunni termasuk Al Qur’an, sangat digalakkan. Bahkan saat saya mengunjungi toko-toko buku di Suriah, penerbit-penerbit Suriah sukses menjadi penerbit-penerbit buku Islam terkemuka hingga di Mesir. Beberapa penerbit di Mesir, malah justru dimiliki orang-orang Suriah.

Termasuk maraknya majlis-majlis taklim di Damaskus yang didukung penguasa Al Assad, semisal: Kajian Hadits Bukhari oleh Syaikh Musthafa Dib Al Bugha, Kajian Fiqh dan Syariah oleh Syaikh Wahbah Az Zuhaili, Kajian Sirah Nabawiyah oleh Al Buthi, hingga kajian dan Kuliah Singkat di Mujamma’ Abun Nur Al Islamy yang dipimpin oleh Syaikh Kaftaro. Dimana kurang lebih ada 25 orang mahasiswa/i Indonesia yang turut menikmati pendidikan di sekolah-sekolah tersebut.

4. Hafizh Al Assad sebelum wafatnya, mengundang Al Buthi ke kediamannya. Ia berpesan agar saat wafat, Al Buthi sukahati menjadi imam. Al Buthi pun menunaikan pesan Al Assad. Hingga peran ini, banyak yang berpendapat, Hafizh Al Assad telah melunak dari paham Syi’ah Rafidhah-nya. Dan terbukti, dukungan Suriah terhadap Libanon melawan Israel semakin menguat.

Al Buthi dan Basyar Al Assad
Hubungan manis Al Buthi dengan rezim Al Assad, berlanjut hingga kekuasaan Suriah berpindah kepada Basyar Al Assad. Singkat kata, hingga menjelang demonstrasi yang mengakibatkan revolusi dan perlawanan senjata, Al Buthi telah menjalankan fungsinya sebagai penasihat utama rezim Al Assad.

Al Buthi bersama rombongan ulama Sunni, mendatangi Al Assad dan menuntut beberapa hal:

1. Al Assad membuka diri bagi tuntutan reformasi. Hal ini disanggupi Al Assad dengan melakukan perubahan birokrasi, mengubah menteri di 6 kementrian, dan memecat Perdana Menteri.

2. Al Assad diminta untuk tidak menggunakan tindakan represif. Al Assad menyanggupi, asalkan demonstrasi anti dirinya dihentikan.

Namun mengapa Al Assad mengajukan sebuah dokumen kepada Al Buthi, bahwa pihak demonstran telah disusupi anasir-anasir Wahabi yang didukung oleh Saudi Arabia, yang justru didukung oleh AS-Barat. Di sini kembali harus bijak dalam bersikap. Dalam benak Al Buthi, kesatuan rakyat Suriah lebih diutamakan. Maka dalam pelbagai khutbah Jumat, Al Buthi menyerukan persatuan dan kesatuan itu. Al Buthi ingin memahamkan kepada semua elemen termasuk jamaah Ikhwanul Muslimin, di awal-awal demonstrasi untuk menahan diri. Karena demonstrasi dan revolusi sudah ditunggangi. Tak ada yang mengambil manfaat dari kisruh Suriah, kecuali Israel. Bahkan di salah satu khutbahnya, Al Buthi mengungkapkan hadits shahih tentang keharusan taat kepada pemimpin (amir), terlepas pemimpin itu baik atau jahat, saking pentingnya persatuan dan kesatuan serta stabilitas.

Hadits-hadits yang disampaikan Al Buthi, adalah hadits-hadits yang digunakan oleh rezim Al Sa’ud di Saudi Arabia, rezim Al Nihyan di UAE, atau Al Khalifah di Qatar, dan lain-lain. Sebaiknya kita tengok tanggal dan waktu kapan Al Buthi menyampaikan khutbah, selain kita pun harus mendengar khutbah tersebut harus utuh, tidak sepotong-sepotong.

Kesimpulan

Saya yang sempat beberapa kali menghadiri taklim beliau, sangat yakin akan ketulusan, keikhlasan, dan muruah yang dimiliki Syaikh Al Buthi. Bahkan saya mendengar, Al Buthi tidak mengambil royalty dari buku-buku yang diterbitkan. Selain berwasiat untuk menginfakkannya di jalan Allah. Termasuk buku-buku yang diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. Sebagai orang yang dekat dengan kekuasaan, Al Buthi jauh dari kata borju atau memperkaya diri. Hal ini dilatarbelakangi oleh keadaan beliau sejak kecil hidup susah.

Adapun sikap beliau yang mendukung penguasa, bagi saya sangat lumrah dan masuk akal:

1. Beliau adalah salah satu saksi sejarah atas tindakan represif Attaturk di Turki yang membantai para ulama, menghancurkan masjid, memupus B. Arab. Hingga ia dan seluruh keluarganya memilih berhijrah ke Suriah. Pengalaman pahit tindakan bengis penguasa ini, tak akan bisa dihapus. Maka sikap beliau yang memilih loyal kepada pemerintah, dipahami sebagai “dakwah” untuk menjaga generasi muda Islam dan alim ulama dari pembantaian rezim Al Assad.

2. Beliau memiliki alasan yang didukung Al Qur’an dan Sunnah tentang kewajiban taat kepada pemimpin, karena beliau melihat dan merasakan, hampir tak ada pemimpin Arab yang peduli terhadap Islam selain Raja Faisal. Seluruh pemimpin Negara Arab adalah pemimpin dictator. Ingat, Al Buthi hidup di 5 generasi. Mulai generasi Raja Faruq di Mesir hingga Muursi. Dari generasi Syah Iran-Khumaeni-hingga Ahmadinejad. Beliau paham betul, kepedihan dari praktik zhalim penguasa terhadap para ulama dan aktivis gerakan Islam di seluruh negeri Arab. Oleh karena itu, beliau masuk ke dalam lingkaran kekuasaan dalam rangka menasihati, tidak lebih.

3. Sebagai alim dan mujtahid, saya meyakini, apa yang beliau lakukan dengan mendukung rezim penguasa adalah bagian dari ijtihad. Jika salah mendapatkan 1 pahala, dan jika benar mendapatkan dua pahala. Saya yakin beliau adalah sosok terbaik. Bila ada kekurangan, saya meyakini kekurangan atau khilaf adalah hal yang lumrah dari manusia. Namun kekurangan yang sedikit, tidak boleh membuat kita mencaci maki. Terlebih yang mencaci maki hanyalah bau kencur yang tak memiliki karya, amal shalih, hingga pengalaman hidup setinggi beliau.

Wallahu A’lam

Nandang Burhanuddin, Lc