Category: Politik


Coretan ini dipicu oleh seringnya saya membaca berita tentang suatu kelompok yg mengklaim diri sebagai entitas yg paliing berjasa untuk negara ini. Padahal setelah saya seidiki, ternyata banyak organisasi yang berjasa dalam perjalanan sejarah bangsa. Diantaranya Muhammadiyah, organisasi terbesar kedua setelah NU.

Berbeda dengan ‘adik’nya yang banyak mendapat suntikan dari petahana, sang kakak ternyata jauh lebih dulu memberi kontribusi tanpa banyak mengklaim paling NKRI.

Sayang, di ulangtahunnya yg ke-106 tahun ini malah mendapat kado pahit. Salah satu Ketua Pemudanya di kriminalisasi hanya karena menjadi Timses salah satu Paslon Presiden, dan salh satu lembaga cabangnya dihutangi BPJS dengan jumlah yang tak sedikit.

—————————————————————————-

Beberapa tokoh Muhammadiyah memiliki andil yang cukup besar dalam sejarah berdirinya Negara Republik Indonesia (NKRI) :

• KH Ahmad Dahlan dan Siti Walidah (Nyai Dahlan). Lewat Organisasi yang dibentuknya Kedua tokoh ini telah bergerak dalam mencerdaskan dan memajukan bangsa hingga diangkat sebagai Pahlawan Nasional.
(Muhammadiyah didirikan tahun 1912, jauh sebelum Ki Hajar Dewantara mendirikan taman siswa 1922)
• Srikandi Aisyiyah, Hayyinah dan Munjiyah menjadi pelopor dan pemrakarsa bersama pergerakan perempuan lainnya untuk lahirnya Konges Perempuan Pertama tahun 1928.

• Kyai Mas Mansur menjadi tokoh Empat Serangkai bersama Soekarno, Mohammad Hatta, dan Ki Hadjar Dewantoro dalam usaha persiapan kemerdekaan Indonesia.

• Ki Bagus Hadikusumo didukung Kahar Muzakkir dan Kasman Singodimedjo menjadi penentu konsensus nasional penetapan UUD 1945 tanggal 18 Agustus 1945 sebagai konstitusi dasar sekaligus di depannya penetapan Pancasila sebagai dasar negara.
• kontribusi Muhammadiyah terbesar melalui Soedirman adalah perang gerilya dan melahirkan serta menjadi Bapak Tentara Nasional Indonesia (cikal bakal TNI), yang tiada duanya. Gerakan cinta tanah air ini bermodalkan spirit Hizbul Wathan atau Kepanduan Tanah Air yang dirintis tahun 1918, di mana Soedirman menjadi pandu utamanya.

• Bersamaan dengan perang gerilya, ada aksi Angkatan Perang Sabil (APS), mempertahankan Indonesia dari serbuan kembali Belanda yang digerakkan para tokoh Muhammadiyah di DIY dan Jawa Tengah.

• Peran tokoh Muhammadiyah Ir Djuanda juga sangat penting dan menentukan dalam menyatukan seluruh kepulauan Indonesia melalui Deklarasi Djuanda 1957, yang menjadi pangkal tolak perjuangan Indonesia di PBB untuk menyatukan lautan dan daratan dalam satu kepulauan Indonesia yang utuh.

• keberadaan Kementerian Agama juga merupakan gagasan tokoh Muhammadiyah dari Jawa Tengah, KH Abu Dardiri, setelah itu Menteri Agama RI pertama ialah HM Rasjidi, yang dikenal ilmuwan atau ulama lulusan Universitas Sourbone Perancis, berasal dari Kotagede Yogyakarta. Sementara Kahar Muzakkir yang menjadi anggota Panitia Piagam Jakarta, sebelumnya sewaktu di Al-Azhar Cairo, berjuang melakukan diplomasi di Timur Tengah sebelum yang lainnya.

• Sewaktu diasingkan ke Bengkulu pada tahun 1938 – 1942, Bung Karno tinggal dan mengajar di Sekolah Muhammadiyah pimpinan Hasan Din, bahkan berjodoh dengan putri beliau Fatmawati. Presiden berikutnya, Soeharto juga anak didik sekolah Muhammadiyah.Kedua Presiden Indonesia itu dengan segala kelebihan dan kekurangannya sangat berjasa bagi perjalanan sejarah dan pembangunan bangsa.
• Untuk masa modern ini , dari rahim Muhammadiyah pula hadir tokoh Amien Rais sebagai tokoh reformasi, Syafii Maarif tokoh pluralisme dan kemanusiaan, serta Din Syamsuddin tokoh lintas agama di tingkat nasional sampai internasional.

Dalam lintasan perjalanan Indonesia telah puluhan hingga ratusan ribu sumberdaya manusia yang terdidik dan berkarakter lahir dari gerakan ini, tanpa mengklaim dirinyan gerakan santri. Semua berkontribusi bagi pencerdasan, kemajuan, dan perubahan kehidupan bangsa Indonesia.

 

== ====== ======= ===========

Sebagai penutup, lampiran ini semoga cukup membungkam pihak sebelah tentang diantara  kontribusi Muhammadiyah bagi Indonesia hingga hari ini.

46739336_2050706744991793_4449380617355788288_n

Source : tribun.news

 

NB:
#TwitHumor

Edisi ceria – anekdot NU-Muhammadiyah

 

@Amal_Alghozali
Ada gadis Muhammadiyah melapor kepada ibunya bahwa dia sdh punya pacar anak NU. Si ibu langsung menyatakan tidak setuju. ” tapi bu, yang ini beda. Dia pandai”, kata si gadis meyakinkan ibunya.
“Yo wis dipercepat saja. Tak banyak yg seperti itu”, kata si ibu #TwitHumor

‏@Amal_Alghozali

Seiring waktu, amal usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan dan kesehatan berkembang sangat pesat. Mungkin 90 % mahasiswa di Universitas Muhammadiyah adalah anak2 NU. Bahkan banyak Kyai NU lahir di PKU dan RS Muhammadiyah. #
@Amal_Alghozali

Belakangan setelah banyak anak2 NU menjadi sarjana dari Univ Muhammadiyah, mereka mengalami transformasi. Berpikir, berorganisasi ala Muhammadiyah, menjalankan ritual agama ala NU. Kelak akan terbit buku Hidup cara Muhammadiyah, Mati csrs NU. #TwitHumor

@Amal_Alghozali

Perbincangsn terbaru adalah, mengapa NU dan Muhammadiyah gak bersatu saja dalam politik? Kan jadi kuat. Menurutku justeru jangan bergabung dlm koalisi yg sama. Bahaya. Karena nanti akan terjadi rebutan posisi Menteri Agama dan rektor IAIN/UIN. #TwitHumor

@Amal_Alghozali

Timbul pertanyaan, mengapa NU lebih nyaman berkoalisi dengan kaum abangan?. Ya jelas, karena orang abangan kalau diajak ke masjid, paling hanya sandal jamaah yang hilang. Kalau orang Muhammadiyah diajak ke masjid, nanti masjidnya yang diambil alih. #TwitHumor
@endang_yl

Kata pak Abdul Mu’nim di perkuliahan Kemuhammadiyahan Pasca-ku, “orang2 NU yang pinter sekolah di Muhammadiyah”

Saya yg sholate pakai Allahuakbar kabira ini, berdiri tolak pinggang, “Heh!”
Seketika sekelas ketawa 🤣🤣🤣🙉

@sugiyonogosho

Aku wong muhammadiyah ra tulen…
Tetep menyang yen di undang tahlilan…😎

@MisbahWiyono

Niatmu berkat…
Karo amplop slempetke peci

@ulfafs

Bulan puasa

Tarawih,
MU : “Di sini tarawihnya brp rokaat?”
NU : “23”
MU : “O.. Aku tar ijin duluan ya.. ”

Akhir ramadhan,
MU : “Kamu lebaran kpn?”
NU : “Besok”
MU : “Ikuuut..”

Saya NU dari lahir sekolah di UMS kalo subuhan diimami sama orang Muhammadiyah lama-lama jadi tidak hafal qunut hehe

‏@singgih_always

Saya lahir dinkeluarga Muhamadiyah, mertua NU berat. Setian subuhan pake qunut dan mulut ttp komat kamit tpi ra apal

‏@ganruddy

Paham boleh masing2,tp ktka ada yg mendoakan ttg kebaikan ya diaminin aja.

@Amal_Alghozali
Orang Madura nasehati anaknya “Besok kalau cari istri harus yang sama2 islam.. kalau nggak ada ya minimal Muhammadiyah gpp… ”

@syamsul_pesona

Orang Jogja yg mayoritas warga MU klo ada kematian ngadain acara Yasin n tahlil mulai dr 1 hr, 3 hr, 7 hr, 40 hr dst.. yg mimpin tahlil mhsw NU. Bg mhsw acara tahlilan merupakan “berkah”. Perbaikan gizi + hemat uang kos.😊
@Sutrisno_ED

Pernah waktu jd pengurus masjid d Jogja, sy minta santri NU untuk kultum/imam shalat tarawih. Sy beritahu bahwa tarawihnya 8+3.
Tarawihnya betul 8+3 tapi kecepatannya sama dgn 20+3.
Akhirnya banyak jama’ah sepuh yg kabur😀

‏@heka_sutedjo

Iya, dalam sebuah perjalanan seorang yai NU dan Muhammadiyah berpapasan, akhirnya mereka berjalan bersama,
yai NU nyumet rokok, spontan kaget yai MD.
Tanya yai MD “Yi, maaf, yai kalo merokok tidak takut mati..?”
Jwb yai NU “yo ngak yi, kl mati ya bakar lgi”😂
@Dra_satria

Ibu, keluarga NU sejati
Bapak, Keluarga Muhammadiyah sejati
Lingkungan NU sejati
Sekolah Umum, sore di madrasah NU
Libur sekolah pesantren kilat Muhammadiyah
Kurang Nikmat apa lagi?
Malah suka heran kalau ada yg mempertentangkan
Kadang orang lupa apa arti 9 bintang dilambang NU
@Breakeley

Aku NU tpi ben traweh ng msjid muhamadiyah ben cepet wkwk
@tonijadoel

Mungkin bener, tp bs jd salah Om.
Di banyak Masjid Muhammadiyah meski traweh 11 rakaat, selesai lebih lama dr yg 23 rakaat. Udah jd rahasia Umum😹Dihajar Surat Qulhu, katanya😸

Bahkan di Kediri yg viral bbrp taun lalu sholat 23 rakaat cm 7 menit itu dipastikan bukan MU. CMIIW

@ARCHAEOPHOENIX

dulu ada kyai ngadain lomba sholawat antara Muhammadiyah & NU, yang menang Muhammadiyah karena banyak anak NU yang fasih bersholawat sekolah di Muhammadiyah
@msbadang

Sedulurku Muhammadiyah, aku NU, pas sedulurku sedo yo panggah tak gawe tahlilan, wong jenenge tawadhu’ nang sedulur tuwo kok. Ngunu yo ra protes kok, pomo protes po ra yo balik?
@alieana9

Semua akan Ziarah kubur pada waktunya, skrag Muhammadiyah mengajak dan memperbolehkan Ziarah Kubur, yang dlu sering di bid’ah2 kan?

Jadi Semua akan NU pada waktunya 😉😊

Dt7oAlfVsAA3Agh

@awankd19
11h11 hours ago
More
Mbaknya, Muh tdk pernah melarang ziarah kubur. Itu informasi keliru. Ziarah kubur mubah (boleh). Yg dilarang itu meminta2 dr yg mati.

1
@MuhammadRafal
Dec 8
More
Replying to @Amal_Alghozali
Dua Ulama NU dan Muhammadyah wafat dan mereka masuk surga…sampai disurga mereka kaget dan saling bertanya satu dg lainnya….Loh kok NU bisa masuk surga? Kata ulama Muhammadyah
.jawab Ulama NU ” lah ,sampeyan sendiri gimana bisa masuk sini?
Kekkwkwkwkkw
@fajar_muttaqiin

Sing diwoco 10 surat terakhir nang rokaat pertama ambek kulhu nang rokaat terakhir, kadang dimodifikasi gawe Yaasin 58-59.
🤣🤣🤣
@AFaqih08
Dec 7
More
Replying to @Amal_Alghozali @NUgarislucu
Aku punya paman satu MD, kalau lebaran ke tempat ku (bpk ku tinggal serumah sama mbah)
Pas paman MD silaturahmi dan sungkem ke rumah di H+1 ,bpk ku nyletuk
” kang..kang.. Poso2 kok tangisan..?? ”
Sontak seisi rumah ketawa..

@arifsaadil

Anak Muhammadiyah paling enak ya pas mau sholat shubuh jamaah di kampus,
NU: Kowe imam sana
MU: aku ga qunut, nanti kalo aku imam kamu sholate ga yaqin, kowe aja imam, nanti kalo qunut aku aminin kok bener
NU: Ngeles bisa ae jan
MU: 😁😁😁 arep dadi imam sing ikhlas

@wongunner
Dec 8
More
Replying to @Amal_Alghozali
Kalo di Bandung ,
NU sama Muhammadiyah terutama urusan Sholat ga pernah ribut,
Soalnya yg jadi Imam PERSiS. 😂😂
@mbahrie
Dec 7
More
Replying to @Amal_Alghozali @NUgarislucu
Di Smoking area salah satu gedung pertemuan.
A. Bapak Muhammadiyah kan, Kok merokok Pak…?!
B. Bukan, Saya NU saat sedang merokok.
Nanti Kalau masuk ruangan, Saya Muhammadiyah lagi…
@dikipracoyo97
Dec 7
More
Replying to @Amal_Alghozali @NUgarislucu
Riwayat pendidikan ku:
1. SD : MI
2. SMP : Mts
3. SMK : SMK Muh
4. Kuliah : Univ. Muh

Berarti saya termasuk berorganisasi ala Muhammadiyah, ritual ala NU (cocok).

@umayyafebrianti
Dec 7
More
Replying to @Amal_Alghozali @NUgarislucu
Bapak kui NU banget, Ibuk MU bangeett lan Opung kui pengurus Muhammadiyah nang jogja, tep d restui, tapi pas aku meh masuk SD bapak ibukku rebutan
Bapak nyuruh sekolah Banat (sekolah NU khusus pr d kudus) lah Ibuk nyuruh SD Muh, tapi kok tetep romantis 😂

@Zukrilzaed
Dec 7
More
Replying to @Amal_Alghozali
Aku lahir dan besar di keluarga Muhammadiyah. Satu ketika Ziarah kemakam Gusdur di Jombang. Temanku nanya, loh kalau Muhammadiyah Ziarahnya gimana? Lalu ku Jawab, justru ini lagi belajar sama NU.
@pakcikwongndeso
Dec 7
More
Kumpul dg teman2 muhamadiyah hasilnya pinter ndalil pinter debat….
Kumpul konco NU pinter istighfar,yasinan lan tahlilan….

@Rahmat_aiue
Dec 7
More
Replying to @Amal_Alghozali
Beda baju taqwa orang NU dan MD, kalau orang MD jumlah sakunya cuma satu, kalau orang NU jumlah sakunya bisa dua dan paling banyak tiga, kenapa karena untuk jaga² salam tempel. 😂

@G02kRachman
Dec 8
More
Replying to @Amal_Alghozali
Ada tetangga MU, setiap diundang tahlilan gak pernah datang.. tp begitu dikasih (diateri) berkat (nasi+jajan)setelah tahlilan. lahap makan berkatnya..
Tahlilan gak mau, Berkat e doyan..hahahaa #TwitHumor
@yashu_20
Dec 8
More
Lak g dipangan mubazir, lak g ditompo di rasani

 

@zainalirfan41
Dec 8
More
Replying to @Amal_Alghozali
Suatu hari pemuda NU heran, ada pemuda Muhammadiyah sering ikut Maulidan.

NU : Orang Muhammadiyah kan ga suka maulid, kenapa kamu sering hadir ?
MU: Saya suka acara maulidnya.
NU: Loh, kenapa ?
MU: Aku sering dikasih berkat/makanan lepas acara, jadi aman jadwal makanku.
NU: 😅😂

@Ariyadi1989
Dec 7
More
Replying to @Amal_Alghozali
Dulu sekolah ku di MU…
ketahuan merokok di sekolahan….
Guru : cah NU lapo ki teko MU… *sambil liatin sragam* wohhh muridku ternyata 😐
Aku : aku MuhammadiNu pakkk….

@H_idod8596
Dec 7
More
Replying to @Amal_Alghozali
MU sama NU beda tipis, Manchester United sama Newcastle United
@Agung_Rpw
Dec 7
More
Replying to @Amal_Alghozali
Saya punya teman baik anak MU, jadi kalo lebaran haji, saya belum shalat Ied masa udah dapat daging qurban.

@_mamitoo
Dec 7
More
Replying to @Amal_Alghozali
Bahkan perbedaan jumlah rakaat shalat taraweh sj mrk membebaskan anak dan cucunya pilih yang mana, kl mau ikut kakek masjid yang deket rakaatnya banyak, kl mau ikut nenek yg rakaatnya sedikit, masjidnya agak jauh.. hahaha jd kakek nenek menyerahkan semua pilihan pd kami sendiri.

@all_catel
Dec 8
More
Replying to @Amal_Alghozali
Saya sekolah TK- kuliah di perguruan Muhd, Bapak n Kakek saya pengurus Muhd, kuliah di Kota Malang @UMMcampus , Bapak kost seorang Modin (NU) tiap ada undangan tahlilan diajak terus, pd awal2 gak hafal doa tahlil, cuma ikut amin2 aja, dah dpt berkat dan amplop, lama2 hafal juga

@Suwanto1977_
18h18 hours ago
More
Saya mualaf, awal2nya waktu diajak tahlilan juga tahunya Amin juga. Alhamdulillah sekarang sudah lancar hafalan tahlilnya. Itu juga dari rasa malu, karena yg Amin saja dan baca lengkap berkatannya sama 🙏🙏🙏😁😁😁

@all_catel
16h16 hours ago
More
Hahaha.. Amin dan gelengan kepala yg mantap

@Suwanto1977_
16h16 hours ago
More
Sing penting (terlihat) yakin 😂😂�k
@MohMaliki
3h3 hours ago
More
Replying to @Amal_Alghozali
Saya kalo ke Indomaret beli teh dingin merk nya “NU green tea”. Maap karena Muhammadiyah belum menerbitkan versi Teh. 😁🙏🙏🙏#TwitHumor

@CostainaKacida
Dec 8
More
Replying to @Amal_Alghozali
Dua pemuda asik ngopi..

MU: Kamu pernah ngrasain sunat rasa fardhu (dhuha/tahajud dsb) gak? Sampe klo blm nglaksanain merasa berdosa (berhutang).
NU: pernah, malah pernah ngerasain fardhu rasa sunat?
MU: apa tuh?
NU: saat jamaah subuh d masjid Muhamadiyah

@Pujohari
Dec 8
More
Replying to @Amal_Alghozali
Koalisi MU-Muhamadiyah salah satunya terjadi pada sholat tarawih generasj muda. Tarawihnya di masjid NU, tapi ambil rakaatnya ikut Muhamadiyah. Dapet 8 rakaat pamit mundur..

@Pujohari
Dec 8
More
Di situ lah akurnya NU dan Muhamadiyah…

@Mabrung
Dec 8
More
Replying to @Amal_Alghozali
Tonggoku Muhammadiyah, tahlil gak gelem tapi berkat doyan.
@InaAchmar
Dec 7
More
Replying to @Amal_Alghozali
Nambahin pak, kl di tempatku, pengajian aisyah snack sedikit infak banyak, kl pengajian muslimatan, snack banyak infak sedikit.

@hepisantosa
Dec 8
More
Replying to @Amal_Alghozali
Dalam satu jamuan makan yang dihadiri NU dan Muhammadiyah, habis makan orang2 muhammadiyah biasanya berubah jadi NU

Soalnya bisa ngerokok

@hepisantosa
Dec 8
More
Keluarga saya jadi NU saat awal masuk bulan puasa

Tapi pas lebaran biasanya pilih Muhammadiyah

@Khamimneutron
Dec 8
More
Replying to @Amal_Alghozali
Suatu hari memberikan materi pada audien yg mayoritas NU. Saya bicara soal keberkahan hidup dengan banyak melayani. Diakhir acara salah satunya bertanya. Pak, njenengan niku Muhammadiyah tenan toh kok ngertos bab barokah ??? 😲😲😲🤓🤓

Iklan

22137044_1661256250561359_507933836901500208_o

 

Menonton Film G30S/PKI dan membaca kronologois peristiwanya ini semakin terang sebuah pristiwa kelam yang mesti diketahui generasi sekarang.
Saya postkan tulisan yang dishare oleh teman saya. Semoga bermanfaat.
____________
KRONOLOGI JATUHNYA SOEKARNO DENGAN DI CABUTNYA MANDAT KEPRESIDENANYA OLEH MPRS BULAN MARET 1967

menurut saya tulisan ini paling mewakili untuk mengkick yang mengatakan pak Soeharto sebagai dalang di balik peristiwa G30S
Fakta sejarah yang mendekati kebenaran..
Dari berbagai versi, versi ini yang menurutku paling rasional didukung pidato kenegaraan Soekarno dan fakta-fakta sejarah lainnya.
_________
Peristiwa G30S berawal dari informasi yg dibawa oleh Subandrio dari Mesir pada tgl 15 Mei 1965 tentang adanya Dewan Jenderal (Dokumen Gilchrist).
Sukarno menanggapi isu ini dgn serius. Pada tanggal 25 Mei 1965, Sukarno memanggil para Menteri Panglima Angkatan untuk meminta kejelasan tentang adanya Dewan Jenderal.
Pada kesempatan tersebut, Letjen Ahmad Yani selaku Menpangad dgn tegas menyatakan bahwa Dewan Jenderal tidak ada, yang ada adalah Dewan Kepangkatan Tinggi (Wanjakti) yg bertugas memberi masukan atau pendapat kepada Menpangad tentang kepangkatan dan jabatan Perwira Tinggi di tubuh angkatan darat.
Bahkan Jenderal Nasution juga memastikan bila Dewan Jenderal memang tidak ada.
Merasa kurang puas dgn penjelasan Jenderal Ahmad Yani dan Jenderal Nasution, Sukarnopun berusaha mencari kejelasan lebih lanjut. Sukarno memberi perintah pd Brigjen Sjafiudin (Pangdam Udayana) untuk mencari tahu nama2 yg dimaksud, lalu didapat 9 nama.
Inilah ke 9 nama WanJakTi yg disodorkan Brigjen Sjafiudin :
1. Jenderal AH Nasution (Menko Pangap/KASAB),
2. Letjen Ahmad Yani (Menpangad),
3. Mayjen R Soeprapto (Deputy II Menpangad)
4. Mayjen MT Haryono (Deputy III Menpangad)
5. Mayjen S Parman (Asisten I Menpangad bidang Intelejen)
6. Mayjen Djamin Ginting (Asisten II Menpangad bidang Operasi)
7. Brigjen DI Panjaitan (Asisten IV Menpangad bidang Logistik)
8. Brigjen Sutoyo (Inspektur Kehakiman AD)
9. Brigjen Sukendro (Asintel Mayjen S Parman).
Akhirnya Sukarno memberi sinyal untuk menindak mereka tapi bulan berganti bulan tak ada perkembangan.
Lalu atas bisikan PKI, Sukarno menemukan ide yg dianggapnya cemerlang (menurut pikirannya berdasarkan pengalaman Lenin, Stalin, Mao Tse).
Berdasarkan rekomendasi dari Brigjen Sabur, Sukarno memberi perintah kepada Letkol Untung untuk menindak para Jenderal.
Ditentukanlah tanggalnya dan dipilihlah bulan Oktober dgn alasan Sukarno ingin mensejajarkan diri dgn Sovyet & China yg sdh lebih dahulu terkenal dgn Revolusi Oktobernya.
Dalam beberapa kesempatan Sukarno selalu menyebut peristiwa G30S dgn istilah “GESTOK”.
Sukarno menolak penggunaan istilah Gestapu atau G30S.
Sesuai perencanaan, Operasi penindakan para jenderal mulai dijalankan. Supply persenjataan diperoleh dari Marsekal Oemar Dhani yg merupakan Menpangau waktu itu.
( TNI AU baru melaporkan kehilangan senjata setelah senjata2 tsb disita lewat pertempuran di wilayah Lubang Buaya).
Berdasarkan kesaksian keluarga para jenderal yg menjadi korban, ternyata pada malam kejadian telepon selalu bordering tiap jam hanyak untuk menanyakan keberadaan para jenderal, apakah ada di rumah atau tidak.
Pada dini hari pukul 4.00 Wib operasi penindakan para jenderal pun dijalankan. Satu persatu para jenderal diculik dari rumah mereka masing-masing.
Namun operasi penindakan para jenderal ini Gagal Total karena ternyata Nasution berhasil meloloskan diri
Walau tahu kalo operasi penindakan para jenderal Gagal, namun operasi tetap dijalankan.
Pada pagi harinya Letkol Untung mengumumkan berita sebaliknya melalui RRI. Letkol Untung memberitakan kesuksesan Dewan Revolusi menghabisi para jenderal yg dianggap menghalangi Revolusi yg dicanangkan Sukarno. Pengumunan ini ternyata mendapat sambutan diberbagai daerah, seperti Jogjakarta, dimana Kolonel Katamso dan Letkol Sugijono diculik dan dibunuh. Bahkan dibeberapa daerah, para anggota PKI & simpatisan PKI mulai menebar ancaman yg membuat rakyat menjadi kian ketakutan.
Dalam persembunyiannya, jenderal Nasution mengakui kalo dirina merasa gamang dlm menentukan siapa kawan dan siapa lawan yg sebenarna. Akhirnya Nasution memilih KOSTRAD sbg tempat berlindung walau diketahui sebetulnya sbg Benteng Pengendali Keamanan Ibukota adalah KODAM JAYA.
Menjelang sore sekitar pukul 4 lewat akhirnya jenderal Nasution masuk ke Markas KOSTRAD.
Jenderal Nasutionpun memberi perintah kepada Mayjen Suharto untuk mengambil alih komando TNI AD. Menindak lanjuti perintah jenderal Nasution, Mayjen Suharto mengirim telegram keseluruh Kodam memberitahukan tentang selamatnya jenderal Nasution dan memerintahkan untuk bersiaga penuh.
Mayjen Suharto pun memberi perintah kepada Kolonel Sarwo Edhie untuk segera merebut RRI & menguasai Halim (daerah Lubang Buaya yg merupakan tempat pelatihan militer para Pemuda Rakyat).
Sejarah mencatat, dari 3 Menteri Panglima yg tersisa hanya Menpangal Laksamana RE Martadinata yg menjenguk Jenderal Nasution saat berada di Kostrad pasca kejadian.
Usai mendengar kesaksian Jenderal Nasuton, Laksamana RE Martadinata menyatakan sikap TNI AL yg mendukung TNI AD untuk melawan PKI.
Namun sayang, sikap ini justru membuat karier militernya tamat, karena pada tgl 21 Februari 1966, Laksamana RE Martadinata dicopot jabatannya sbg Menpangal.
Ternyata selamatnya Jenderal Nasution waktu itu, menjadi petaka bagi Sukarno dan PKI, apalagi saat ditangkap, Letkol Untung memberi daftar 60 nama prajurit Cakrabirawa yg terlibat langsung.
Harap diingat, pada malam peristiwa Letkol Untung memberi memo kepada Sukarno saat seminar para Arsitek. Setelah membaca memo tsb Sukarno menyelipkan ucapan yg dikutip dari kisah Ramayana/Mahabrata tentang membunuh saudara kandung demi pencapaian tujuan.
Perlu diketahui, sehari sebelum peristiwa terjadi ternyata Sukarno sdh menjanjikan posisi Menpangad kepada Mayjen Mursjid yg merupakan orang nomor 2 di Kemenpangad waktu itu. Mayjen Mursjid adalah Deputy I Menpangad yg tdk turut menjadi target saat itu padahal Deputy II & Deputy III turut menjadi korban saat itu.
Para Antek2 PKI yg berkedok Sukarnois mencoba memelintir peristiwa G30S dgn mengabaikan “Selamatnya” Jenderal Nasution.
Padahal beliaulah yg membuat semua skenario & rencana Sukarno menjadi berantakan.
Lalu tindakan Sukarno yg justru mencopot jabatan Jenderal Nasution dari jabatannya sbg Menko Pangap/Kasab, semakin memperkuat kecurigaan akan keterlibatan Sukarno.
Tindakan pencopotan ini seolah menunjukan kalo Sukarno Gak Suka kalo Nasution berhasil selamat.
Pasca peristiwa pembunuhan para jenderal di Lubang Buaya, situasi Eskalasi politik di Indonesia semakin memanas. Rakyat mulai turun kejalan menuntut pembubaran PKI tapi Sukarno seolah tak bergeming membela keberadaan PKI.
Bahkan saat berpidato didepan Front Nasional tgl 13 Februari 1966, di daerah Senayan, Sukarno kembali dgn lantang memuji PKI dgn mengatakan, “Di Indonesia ini tidak ada partai yang pengorbanannya terhadap Nusa dan Bangsa sebesar PKI”.
Mendengar pidato Sukarno yang keukeuh membela PKI, tuntutan mahasiswa dan rakyat semakin menguat untuk melengserkan Sukarno. Menghadapi tuntutan mahasiswa dan rakyat yang semakin meluas, akhirnya Sukarno mengeluarkan SP 11 Maret ditahun 1966, yang isinya memerintahkan Letjen Suharto sebagai Menteri Panglima Angkatan Darat untuk segera mengendalikan situasi dan keadaan dengan mengambil tindakan yang dianggap perlu demi menjaga keamanan dan kestabilan pemerintahan.
Namun Sukarno cukup cerdik dengan menyelipkan perintah untuk menjaga dan menjamin keselamatan pribadinya. Sukarno menyelipkan perintah menjaga dan menjamin keselamatan pribadinya dengan menyematkan berbagai gelar yang disandangnya.
Berdasarkan SP 11 Maret, Letjen Suharto mulai mengadakan pembersihan atas unsur-unsur PKI di pemerintahan termasuk menangkapi beberapa menteri dan pejabat yang terlibat PKI. Tindakan Letjen Suharto mendapat kritikan dari Sukarno yang ditanggapi Suharto dengan memasang dirinya sebagai tameng untuk menjaga nama baik Sukarno.
Pasca terbitnya SP 11 Maret, situasi keamanan Negara mulai kondusif dan terkendali. Gejolak demontrasi anti pemerintah mulai mereda.
Namun situasi kembali memanas saat Sukarno mengawini gadis belia, Heldy Jaffar yang berusia 18 tahun dibulan Mei 1966. Perkawinan ini menjadi puncak kemarahan rakyat dan menjadi bukti “Ketidak Pedulian” Sukarno terhadap kondisi dan situasi Negara. Rakyat melihat ternyata Sukarno lebih mementingkan kepentingan pribadinya dibanding kepentingan Bangsa dan Negara.
Akhirnya tuntutan rakyat dijawab oleh MPRS yang diketuai oleh Jenderal AH Nasution.
Pada bulan Juni 1966, Sukarnopun diseret ke SU MPRS untuk dimintai pertanggung jawaban. Inilah awal kejatuhan Sukarno dimana 2 nota pembelaannya yang diberi judul Nawaksara I dan II ditolak oleh MPRS. Mandat Sukarno sebagai Presidenpun dicabut MPRS pada bulan Maret 1967. Selanjutnya MPRS memilih dan mengangkat Letjen Suharto sebagai Plt Presiden.
Terlukis kesan ketidak relaan di wajah Sukarno atas pencopotan dirinya dari kedudukan Presiden.
Berdasarkan Tap MPRS no 33 tahun 1967, MPRS memerintahkan kepada Plt Presiden, Jenderal Suharto untuk melakukan proses hukum kepada Sukarno sesuai ketentuan hukum yg berlaku, namun Suharto hanya mengenakan status Tahanan Rumah tanpa pernah berusaha mengajukan Sukarno untuk diadili.
“Mikhul Dhuwur Mendhem Jero” menjadi alasan Suharto agar Bangsa Indonesia tdk memperlakukan Sukarno seperti pesakitan/pecundang. Sikap Suharto ini dipertegas dgn pidatonya di depan Sidang MPRS pd tahun 1968, agar kita lebih baik mencurahkan tenaga & pikiran dlm menghadapi masa depan bangsa Indonesia dibanding mempermasalahkan masa yg lalu. ( Klo di negara lain mungkin sudah dihabisi ).
Pada kenyataannya, Suharto memang tidak pernah mengajukan Sukarno kedepan sidang pengadilan manapun. Bahkan sebagai bentuk penghormatan, pada tahun 1986 Suharto memberikan gelar Pahlawan Proklamasi kepada Sukarno & Hatta.
Mendirikan Tugu Proklamasi untuk menghormatinya serta menyematkan nama Sukarno-Hatta pada nama Bandara Internasional Indonesia.Dan terakhir, Suharto menyematkan foto Sukarno-Hatta pada lembaran uang kertas Rp.100.000,-

NB :

– 2 Nama dari 9 nama jenderal yg menjadi target operasi berhasil selamat karena pada malam kejadian tidak berada ditempat/dirumah. Mayjen Djamin Ginting berada di Medan dan Brigjen Sukendro berada di luar Jakarta.
– Pasca peristiwa, Mayjen Djamin Ginting turut berlindung di Markas Kostrad bersama Jenderal AH Nasution.

Kronologis Kejadian G30S diatas ditulis oleh beberapa mantan aktivis 66. Bagi Buzzer & Orang-orang yang Sok Ngaku Sukarnois, saya persilahkan untuk membantah Kronologis diatas dengan cara menulis Kronologis Kejadian sebagai pembandingnya.
Saya persilahkan kalian untuk memasukan semua tuduhan kalian kepada pak Harto, tapi saya ingatkan untuk tidak melupakan situasi selamatnya jenderal Nasution yang berlindung ke Markas Kostrad waktu itu. Beliau kunci pembelaan terhdap pak Harto.
Bila kalian masih tidak mampu untuk menuliskannya maka berarti kronologis yang ditulis para mantan aktivis 66 diatas adalah BENAR & TIDAK TERBANTAHKAN.

Berdasarkan Fakta Dan Saksi hidup
Copas.
fb Akang Lathief Abdallah.
#MCA

Bung Karno & Islam

 

 

 

Patutnya dicamkan bahwa di  Indonesia usia umat (Islam) itu lebih tua dari negara.
Sebelum negara ini lahir, rakyat terbiasa dengan ajaran Islam; lahir-dikhitan-mengaji-sekolah-menikah-hingga upacara kematian. Mereka tumbuh dengan agama, dan mati dengan agama sebelum ada negara .
Hingga semua itu melahirkan power sistem/ sistem kekuasaan yang diwujudkan dengan lahirnya kesultanan/ kerajaan-kerajaan islam di nusantara. Maka tak heran kaum penjajah begitu kesulitan menaklukan indonesia karena begitu kuatnya tatanan kehidupan yang terjalin antar pemimpin, rakyat dan ulama mereka.
Negara Belanda itu tak ada apa-apanya sebelum mengenal Indonesia, bahkan negri itu diramalkan akan karam oleh lautan (Lost Continental). Namun mereka pun akhirnya disegani setelah mampu menaklukan negri ini. Mereka angkut segala kekayaan alam, mereka jual dengan harga mahal dan dengannya mereka membangun kota-kota & pelabuhan.
Hari ini kita dikagetkan, ketika umat Islam menuntut sesuatu yang menjadi hak mereka sebagai masyarakat mayoritas, yaitu undang-undang/ tatanan hidup sesuai dengan keyakinan mereka, tiba-tiba sekelompok orang dengan lantang menentang, mengobarkan isu perpecahan dan konflik sosial yang tak berdasar. Apa-apaan mereka ini, Umat islam itu Ibu kandung negara, mereka yang mendirikan negara, tidak mungkin pula mereka yang meruntuhkannya. Pemimpin2 mereka yang menyerukan persatuan, ulama-ulama mereka yang mengobarkan semangat untuk melawan penjajah. Negara ini merdeka karena fatwa, negara ini tegak karena ulama ! Hingga yang merobek -robek bendera Belanda pada peristiwa 10 november juga adalah santri, muridnya ulama !

Hingga sampai isu (disintegrasi) itu dikaitkan dengan sang pemimpin bangsa. Maka saya katakan, Ir. Soekarno itu seorang faham agama; seorang guru agama. Sewaktu dibuang ke bengkulu, beliau tinggal di salah seorang tokoh Muhammadiyah di Bengkulu, Hasan Din. dan disana beliau disuruh untuk ikut mengajar di sekolah Muhammadiyah. Hingga pada tanggal 1 Juni 1943, beliau dinikahkan dengan salah seorang putri Tuan Hasan Din, Fatmawati. Maka lengkap lah, yang memproklamirkan kemerdekaan ini adalah seorang santri, yang menjahitkan bendera pertama negara ini juga adalah seorang santri; Ibu Fatmawati.. Ada pun bila prilaku beliau yang nampak kebarat-baratan karena ingin menggambarkan begitulah seharusnya seorang santri; berpikir dan berwawasan luas.

DKcWLPBUQAEtVLI-horz

Maka, dengan ini hendaklah pemerintah harus sigap menghadapi berbagai isu, juga harus hormat terhadap umat islam sebagai ibu kandung negara ini…

 

Kutipan ceramah Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah pada acara Tabligh Akbar yang digelar Yayasan Pesantren Cipari di lapang Komplek Pesantren, Kampung Cipari, Desa Sukasari, Kecamatan Pangatikan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (23/9/2017).

 

High Cost Bila Ahok Terpilih

Terlalu riskan bila Ahok dipilih kembali. Ahok terlalu gaduh. Dia dihujani batu. Dukungan sejuta KTP ternyata fiktif dan tidak membuktikan apa pun. Survei-survei sarat rekayasa. Manipulatif. Bila para taipan dan pencari nasi bungkus memaksakan diri, Jakarta bisa dilanda instabilitas di berbagai sektor. Paling cocok, Ahok diposisikan sebagai Kepala PU atau penjaga kebersihan kota.
Resistensi warga sulit padam. Arogansi dan kasar rupanya adalah karakter Ahok. Inherent dan ingrained dalam struktur genetiknya. Belum pernah ada seorang gubernur, kecuali Ahok, yang punya musuh satu republik.
Setiap hari ada saja yang diserang Ahok. Ya politisi, parpol sebesar PDI-P diultimatum, warga miskin dicaci-maki. Historian dikatain goblok. TNI dibuat tersinggung di masalah sampah Bantar Gebang. Pengusaha hotel dipermalukan di depan publik. Ahok diam saja sewaktu mantan bosnya, Bang Yos dibully Ahoker. Lembaga negara dicemooh dengan istilah ngaco. Ahok terlalu sering mengabaikan aturan; serapan anggaran rendah. Cuma Ahok yang sanggup usir wartawan dan membiarkan Ahmadiyah beribadah di Bukit Duri. Sampai penggusuran Pasar Ikan, LBH Jakarta merilis laporan Ahok menggusur 8.145 KK dan memberangus 6.283 unit usaha di 113 titik penggusuran.
Kesuksesan kerja Ahok hanya ada di dunia fantasi. Faktanya, Pertumbuhan Ekonomi turun 0,16%. Inflasi naik 0,95%. Gini Rasio meningkat 7,20%. Penduduk Miskin bertambah 3,72%. Akuntabilitas Kinerja Provinsi hanya 58,57 (hanya urutan 18 dari 34 Provinsi). Realisasi Pendapatan Daerah cuma 66,8% (urutan buncit dari semua provinsi). Penyerapan Anggaran hanya 59,32 % (terburuk se-Indonesia). Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM): hanya 0,31 (nomor 1 dari bawah dari 34 provinsi se-Indonesia).
Hebatnya, Ahok bisa lolos dari berbagai skandal korupsi; Pengadaan Bus Trans Jakarta, Pengadaan UPS, Pembelian Tanah Sumber Waras, Tukar Guling Lahan Taman BMW, Sindikasi Reklamasi Pulau dan pembelian lahan Cengkareng Barat.
Kedatangan Ahok ditolak di berbagai tempat; Koja, Kalideres, Kapuk Muara dan Penjaringan. Ketua RT/RW se-Jakarta menyatakan “Bukan Teman Ahok”. Saya sulit membayangkan efektifitas kerja seorang kepala daerah bila kedatangannya ditolak warga. Bahkan untuk acara sederhana seperti peresmian taman, Ahok harus lari tunggang langgang. Polres mesti kerahkan 500 personil, belum lagi pengerahan prajurit TNI dan Satpol PP. Plus bonus korban timpukan batu dan dua pelajar PSKD ditangkap. Ahok sungguh high cost.
Economically, Ahok juga high cost. Relawan Andreas bilang Podomoro alirkan dana 30 milyar kepada Teman Ahok untuk ngepul sejuta KTP. Belum lagi donasi teri dari ‘warga kena tipu’ yang sumbang jam dinding, printer, cetak kaos, ball poin dan sebagainya. Teman Ahok bikin booth di banyak mall. Saya kira itu ada biayanya. Pasti ada budget bayar tim Cyrus Network, beli slot acara di MetroTV, bayar media, bayar upah buzzer dan pembully. At the end, Ahok memilih jalur partai politik. Jadi, seluruh “perjuangan” relawan-bayaran dan donatur menguap begitu saja.
Politically, Ahok ngga kalah high-costly. Dia hendak mendelegitimasi partai politik. Tanpa partai politik, tidak ada demokrasi. Semua politisi, kecuali Ahok dan teman-temannya, adalah politisi busuk, pencari panggung dan koruptor. Pengumpulan KTP dan booth-booth (yang kerap dicaci maki pengunjung mall) merupakan bentuk dari kampanye terselubung dan “ilegal”. In another parlance, Ahok mencuri start.
Manuver “kutu loncat” Ahok bukan ciri pejuang politik. Di situ, Ahok jadi figur tanpa loyalitas. Statemen blak-blakan seperti “Tuhan aja gua lawan” cuma bikin Ahok tampak gak mutu. Dia tegas bilang ibunya pun bakal dia usir kalo bikin susah. Bahkan Malin Kundang tidak berpikir mengusir mamanya sendiri.
Socially, Ahok menjadi akar ketegangan rasial dan primordialisme. Sentimen anti Tionghoa naik. Ahok memicu over-confident golongan minoritas (etnis dan agama) untuk ngebully dan mencaci maki opponent. Berbeda dengan kader partai, Ahoker bersifat liar tak terkendali. Tak seperti kader partai, para free men/buzzer Ahoker ini tidak pernah mengikuti rangkaian LDK, kurpol atau diklat terstruktur dan sistematis. Gerakan dan opini mereka sepenuhnya didasari sentimen like & dislike.
Seluruh faktor di atas menjadikan Ahok berpotensi menciptakan konflik horisontal dan vertikal. Kondisi semacam ini sangat tidak kondusif bagi bisnis. Secara praktis, Ahok bikin Jakarta lebih macet dan rentan banjir. Kegiatan ekonomi mikro jadi terganggu. Produktifitas salesmen menurun. Entah berapa banyak agenda meeting harus direscheduling akibat pembangunan enam jalan tol dan betonisasi bantaran sungai. Para taipan hendaknya berpikir ulang untuk membacking Ahok. He’s too costly.

zeng-wj
*Zeng Wei Jian adalah aktivis Tionghoa yang kritis dan komit menyuarakan ketidakadilan dan penindasan (*mc)

SOURCE

MEDINAH BOM

Berita bom yang terjadi di Madinah tadi saat berbuka tersebar secepat kilat ke seluruh penjuru dunia dan menjadi berita terbesar se-jagad raya melebihi apa yg terjadi di Turki beberapa hari lalu.
Banyak pesan singkat masuk dari sahabat di tanah air menanyakan kabar kami karena mereka khawatir kami terganggu kenyamanan ibadah ataupun bisa kena musibah.. Sem0ga Allah melindungi..
Kami yang setiap hari berbuka di dalam masjid Nabawi atau di pelatarannya dengan jumlah sekitar 2 juta shoimin dan mu’takifin tidak terganggu sama sekali dan bahkan salah seorang sahabat i’tikaf sempat memfoto peristiwa tersebut dan terlihat cukup jauh dari lokasi Masjid Nabawi, kami hanya melihat kepulan asap seperti ada kebakaran di seberang Baki’, makam para Sahabat Rasulullah. Tak ada suara ledakan apapun yang terdengar.
Saking jauh dan tidak mengganngunya peristiwa tersebut, shalat isya dan taraweh berjalan seperti biasa. Saya sengaja masuk ke dalam Masjid Nabawi sehingga mendekati posisi Raudhah. Tak ada seorangpun yang saya temukan berdiskusi masalah bom tersebut, apalagi dalam keadaan bingung..
Sebab itu saya berkesimpulan : Jangan-jangan mereka tak tahu ada peristiwa tersebut karena memang jauh dari areal Masjid Nabawi.
Naluri media dan teori konspirasi saya muncul saat pesan-pesan singkat masuk ke hape via WA  yang isinya mengkhawatirkan atau meverifikasi apakah benar ada bom meledak di Masjid Nabawi.
Tentu saya kaget tak kepalang. Saya langsung putuskan untuk shalat taraweh 8 rakaat saja dan segera keluar dari Masjid Nabawi sambil memfoto dan merekam suasana shalat taraweh malam yang ke -30 di Masjid Rasul yang sangat dicintai umat Islam itu. Saya foto sejak dari dalam sampai keluar Masjid dan suasanaya sedikitpun tidak berubah dari malam-malam sebelumnya.
Saya buka internet sambil jalan. Ternyata dunia maya sudah heboh sekali. Sampai di kamar hotel tempat kami memginap stasiun tv Al-Rabiya, milik Yahudi yang sangat populer beberapa tahun belakangan yang muncul sengaja MENYAINGI Al-Jazeerah.
Feeling media dan konspirasi saya benar. Saya lihat pembawa berita live sedang mewawancara Menteri Wakaf Mesir dan beberapa pengamat masalah Timur Tengah lainnya via telpon. Semua mereka mengutuk kejadian bom tersebut.
Ada beberapa hal dan fakta yang membuat saya yakin bahwa umat Islam (khususnya sejak kasus WTC 2001) sedang menghadapi konspirasi tingkat tinggi yang sedang dijalankan oleh kelompok anti Islam global :
2. Pembawa berita di tv Al-Arabiya dan semua tokoh yang diwawancara langsung dapat memastikan pelakunya, yaitu yang mereka namakan kelompok teroris Islam. Padahal penyelidikan dari pihak berwajib di Saudi belum memulai kerjanya.
3. Baik materi berita yang diangkat, redaksi wawancara dan runing teks di tv Al-Arabiya sangat propokatif dan terlihat sekali kebohongannya, sperti : Para teroris itu tidak ada agamanya karena mereka berani membom tempat-tempat suci, bahkan di depan pintu Masjid Nabawi. Sebab itu, dunia internasional harus bekerjasama menghadapi/memerangi mereka dan berbagai ungkapan lainnya.
3. Seperti biasa, provokasi dan kebohongan itu mereka dukung dengan tampilan rekayasa gambar dan video kejadian
Saya katakan pada sahabat yang nontonAl-Arabiya bersama, demi Allah, ini adalah kebohongan media kaum kafir kapan saja dan di mana saja. Bom yang terjadi jauh dari Masjid mereka syuting dari arah gerbang utama Masjid Nabawi. Kemudian dizooming sehingga seakan kejadiannya di samping Masjid Nabawi dan pembawa beritanya bilang : Bom terjadi depan pintu gerbang Masjid Nabawi.
Kalau ucapan perempuan pembawa acara itu benar, kami mungkin sudah luka atau mungkin juga TEWAS, karena dari sebelum berbuka sampai shalat magrib tadi puluhan ribu jamaah persis berada depan gerbang utama Msjid Nabawi karena tidak bisa masuk ke dalam saking banyaknya jamaah.
Dari kejadian bom Madinah ini, saya semakin yakin bahwa umat Islam sekarang sedang menghadapi fitmah dan konspirasi dari segala arah yang sangat luar biasa dari musuh-musuh Allah dan musuh-musuh mereka dengan menggunakan segala cara keji dan kebohongan agar umat ini tidak bisa bangkit dari kelemahan dan keterpurukan mereka.
Sebenarnya hal tersebut sangat wajar karena Allah dan Rasulullah telah mengingatkan akan hal tersebut dalam banyak ayat dan hadits..
Pertanyaanya ialah : Kapan umat ini, khususnya para pemimpin negeri Muslim sadar? Hanya Allah yang Maha Tahu.
Kemudian, yakinlah rekayasa dan konspirasi kaum kafir dan para bonekanya tidak akan selalu berhasil karena mereka pada hakikatnya sedang berhadapan dengan Allah yg MAHA DAHSYAT REKAYASA-NYA karena di Tangan-Nya kendali jagad raya ini.
Yaa Allah aku sudah sampaikan.. aku sudah sampaikan.. aku sudah sampaikan. Maka saksikanlah..
Samping Masjid Nabawi, Malam 30 Ramadhan 1437 H
Hamba-Mu yg berharap ampunan, kasih sayang dan syurga-Mu
Nasrulloh

Anggota Komisi I DPR RI, Sukamta, Phd mengatakan rencana pemerintah untuk memblokir 19 situs musti dilakukan dengan bijak serta sesuai perundang-undangan.

“Jangan sampai tindakan gegabah pemerintah malah menyuburkan radikalisme,”

sukamta

Dengan tindakan memblokir situs seperti itu, menurut Sukamta justru akan membuat kalangan yang anti demokrasi bisa semakin anarkis.

“Tentunya, hal itu bukanlah tujuan dari pemblokiran toh?”

Negara yang baik menurut Sukamta adalah negara yang membimbing dan mengayomi warga negaranya, bukan malah membuat sebagian warga negaranya semakin radikal.

Sukamta juga menambahkan bahwa kebebasan informasi dan berpendapat itu dijamin oleh konstitusi. Rencana pemblokiran tersebut jangan sampai mencoreng konstitusi itu sendiri.

“Apa dasar hukumnya pemblokiran 19 situs itu? Kebebasan berpendapat sudah mendapat tempat di negeri ini,”

Legislator dari FPKS ini berharap supaya Kementerian Komunikasi dan Informatika segera membentuk panitia panel yang terdiri dari ormas-ormas Islam serta Majelis Ulama Indonesia (MUI). Dari panel itu, lanjutnya, nantinya bisa diverifikasi situs mana yang layak untuk diblokir dan mana yang tidak.

“Jangan sampai isu sudah bergulir lalu menjadi pro kontra di masyarakat yang pada akhirnya malah melupakan permasalahan bangsa yang lain seperti kenaikan BBM dan lain sebagainya,” pungkas Sukamta.*

Reff :

http://www.hidayatullah.com/berita/nasional/read/2015/03/31/67602/anggota-komisi-i-dpr-apa-dasar-hukumnya-pemblokiran-19-situs-itu.html#

NB:

Beberapa pic terkait hal ini

Kritik dari Aa Gym

aa gym

Sang pengusul & usulannya

CBaBK5JVIAAVIf1.jpg medium

Apa analoginya seperti ini, ya ?!

ahmad lubitz

Kesannya kok muslim itu anti NKRI , pdhl kaum muslim lah yang paling banyak darahnya tumpah utk pertahankan republik ini. Teriakan takbir lah yg terdengar saat melawan penjajah selama ratusan tahun !

Sekarang kami juga dituduh anti pancasila, pdhl siapa yang sebenarnya anti pancasila ? pendukungnya siapa, tuh !

syaukani

anti pancasila

Kaum SIPILIS nampak semakin terang-terangan memperlihatkan ajarannya.

“Dulu pas Tifatul menteri dan blokir situs porno, rame2 selebtwit bully dia “tiffie…tiffie”.

Sekarang Rudiantara blokir2… selebtwit diem.”

meme-tentang-tifatul-sembirang-dan-rudiantara

– –

Semoga Allah melindungi kita dari kehancuran yang akan menimpa negeri ini, dan semoga kita diberi ketabahan untuk senantiasa berada di jalan-Nya.

Amiin..

* * *

Iwan Yuliyanto

Bismillah …

Polemik antara Ahok dan DPRD DKI terkait APBD DKI 2015 dan “anggaran dana siluman” makin memanas. Mereka saling tuding dan serang. Kemudian publik meresponnya melalui gerakan #SaveAhok. Sayangnya, tujuan dan kegiatan gerakan tersebut malah jauh dari substansi masalah. Bahkan ada yang melebarkan sampai ke ranah SARA.

Penggunaan hak angket yang berawal dari kebuntuan komunikasi eksekutif-legislatif dalam penyusunan APBD ini sebenarnya hanya persoalan ketatanegaraan biasa. Hak angket, hak menyatakan pendapat, dan hak interpelasi adalah hak-hak yang memang menjadi kewenangan DPRD. Keterlibatan DPRD dalam proses penyusunan APBD merupakan kewajiban, karena itu merupakan tugas DPRD yaitu membahas dan memberikan persetujuan rancangan peraturan daerah mengenai APBD yang diajukan oleh Kepala Daerah.

Urusan internal ketatanegaraan yang menurut saya biasa saja ini bisa sampai melibatkan kegaduhan publik akibat opini-opini sesat yang berkembang di media. Sehingga di media sosial muncul meme-meme yang gak nyambung dengan inti masalahnya.

Oleh karena itu, agar jernih meilhat persoalan ini…

Lihat pos aslinya 1.780 kata lagi

Iwan Yuliyanto

–: Edisi Pengalihan Subsidi BBM [bagian kedua]

Bismillah …

Ada pernyataan Jokowi yang mengejutkan saya tentang kenaikan harga BBM yang dimuat di koran Merdeka. Saya kutip isinya di bawah ini:


Merdeka | 9/12/2014

Merdeka.com – Presiden Jokowi membantah jika dia menaikkan harga BBM. Menurut dia yang dilakukannya itu mengalihkan subsidi dari BBM ke sektor lain. Sehingga sebenarnya tidak ada kenaikan harga BBM. Hal tersebut diungkapkan Jokowi saat memberikan kuliah umum di Balai Senat UGM, Selasa (9/12). Dia pun menuding mahasiswa salah sasaran jika mendemo diri karena menaikkan harga BBM.

“Saya itu tidak pernah menaikkan harga BBM. Saya mengalihkan subsidi. Itu jelas sekali beda, jadi mahasiswa itu salah sasaran demo saya karena menaikkan harga BBM,” katanya.

Pernyataan Jokowi tersebut sontak mendapat tepukan tangan dari para peserta yang sebagian besar merupakan mahasiswa dan akademisi UGM. Alasannya mengalihkan subsidi tersebut pun di klaim mampu memberikan sumbangsih besar dalam pembangunan infrastruktur. Dia mencontohkan pembangunan…

Lihat pos aslinya 1.228 kata lagi

Ini Alasan Mengapa Kita Sering Disadap

Link

Infografik Partai-Partai

GRAFIK KERUGIAN NEGARA OLEH PARTAI

Image

GRAFIK PERSENTASE PARTAI YANG TERLIBAT KORUPSI

Image

DAFTAR ANGGOTA DPR YANG PERNAH DITANGANI KPK

Image

PARTAI DENGAN JUMLAH KORUPSI TERBESAR

Image

TRACK RECORD BEBERAPA CALEG INCUMBENT 2014

Image

**

Image

**

Image

**

Image

GLADIRESIK

Image

**

10245386_491826990940572_8846911782509089300_n

Sorry klo telat, sibuk berat !