Category: Religion


Bung Karno & Islam

 

 

 

Patutnya dicamkan bahwa di  Indonesia usia umat (Islam) itu lebih tua dari negara.
Sebelum negara ini lahir, rakyat terbiasa dengan ajaran Islam; lahir-dikhitan-mengaji-sekolah-menikah-hingga upacara kematian. Mereka tumbuh dengan agama, dan mati dengan agama sebelum ada negara .
Hingga semua itu melahirkan power sistem/ sistem kekuasaan yang diwujudkan dengan lahirnya kesultanan/ kerajaan-kerajaan islam di nusantara. Maka tak heran kaum penjajah begitu kesulitan menaklukan indonesia karena begitu kuatnya tatanan kehidupan yang terjalin antar pemimpin, rakyat dan ulama mereka.
Negara Belanda itu tak ada apa-apanya sebelum mengenal Indonesia, bahkan negri itu diramalkan akan karam oleh lautan (Lost Continental). Namun mereka pun akhirnya disegani setelah mampu menaklukan negri ini. Mereka angkut segala kekayaan alam, mereka jual dengan harga mahal dan dengannya mereka membangun kota-kota & pelabuhan.
Hari ini kita dikagetkan, ketika umat Islam menuntut sesuatu yang menjadi hak mereka sebagai masyarakat mayoritas, yaitu undang-undang/ tatanan hidup sesuai dengan keyakinan mereka, tiba-tiba sekelompok orang dengan lantang menentang, mengobarkan isu perpecahan dan konflik sosial yang tak berdasar. Apa-apaan mereka ini, Umat islam itu Ibu kandung negara, mereka yang mendirikan negara, tidak mungkin pula mereka yang meruntuhkannya. Pemimpin2 mereka yang menyerukan persatuan, ulama-ulama mereka yang mengobarkan semangat untuk melawan penjajah. Negara ini merdeka karena fatwa, negara ini tegak karena ulama ! Hingga yang merobek -robek bendera Belanda pada peristiwa 10 november juga adalah santri, muridnya ulama !

Hingga sampai isu (disintegrasi) itu dikaitkan dengan sang pemimpin bangsa. Maka saya katakan, Ir. Soekarno itu seorang faham agama; seorang guru agama. Sewaktu dibuang ke bengkulu, beliau tinggal di salah seorang tokoh Muhammadiyah di Bengkulu, Hasan Din. dan disana beliau disuruh untuk ikut mengajar di sekolah Muhammadiyah. Hingga pada tanggal 1 Juni 1943, beliau dinikahkan dengan salah seorang putri Tuan Hasan Din, Fatmawati. Maka lengkap lah, yang memproklamirkan kemerdekaan ini adalah seorang santri, yang menjahitkan bendera pertama negara ini juga adalah seorang santri; Ibu Fatmawati.. Ada pun bila prilaku beliau yang nampak kebarat-baratan karena ingin menggambarkan begitulah seharusnya seorang santri; berpikir dan berwawasan luas.

DKcWLPBUQAEtVLI-horz

Maka, dengan ini hendaklah pemerintah harus sigap menghadapi berbagai isu, juga harus hormat terhadap umat islam sebagai ibu kandung negara ini…

 

Kutipan ceramah Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah pada acara Tabligh Akbar yang digelar Yayasan Pesantren Cipari di lapang Komplek Pesantren, Kampung Cipari, Desa Sukasari, Kecamatan Pangatikan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (23/9/2017).

 

Iklan

mungkin sudah banyak yang posting serupa, tapi saya pandang ini lebih komplit. Sebuah tulisan yang saya kutip dari posting grup fb..

===================================================

BISMILLAH HIROHMANNIRROHHIM
Allah Memerintahkan iblis untuk berbincang Dengan Nabi Muhammad

Allah Swt memerintah malaikat : Kemudian Malaikat itupun mendatangi Iblis dan berkata : “Hai Iblis!!! Engkau di perintah Allah untuk menghadap Rasulullah saw. Bukalah semua rahasiamu & jawablah setiap pertanyaan pertanyaan Rasulullah dengan jujur.

Jika engkau berdusta walau satu per kataan pun, niscaya akan terputus semua anggota badanmu, uratmu serta di siksa dengan azab yang amat pedih”.

Mendengar ucapan Malaikat yang dahsyat itu, Iblis sangat ketakutan, maka segera ia menghadap Rasulullah saw dengan menyamar sebagai orang tua yang buta sebelah mata nya dan berjanggut putih 10 helai yang panjang nya seperti ekor lembu.

Iblis pun memberi salam sampai 3 (tiga) kali salam, Rasulullah saw tidak juga menjawabnya, maka Iblis berkata :
Ya Rasullullah!!! Mengapa engkau tidak menjawab salamku? Bukankah salam itu sangat mulia di sisi Allah?” Maka jawab Nabi dengan marah : “Hai musuh Allah! Kepadaku engkau menunjukkan kebaikanmu? Jangan kau coba menipuku sebagaimana kau tipu Nabi Adam as sehingga beliau keluar dari syurga, kau hasut Qabil sehingga ia tega membunuh Habil yang masih saudaranya sendiri, ketika sedang sujud dalam sembahyang kau tiup Nabi Ayub as dengan asap beracun sehingga beliau sengsara untuk beberapa lama, kisah Nabi Daud as dengan perempuan Urya, Nabi Sulaiman meninggalkan kerajaannya karena engkau menyamar sebagai isterinya dan begitu juga beberapa Anbiya dan pendeta yang telah menanggung sengsara akibat hasutanmu.

Hai Iblis!!! Sebenar nya salam itu sangat mulia di sisi Allah azza wa jalla, tapi aku diharamkan Allah menjawab salammu. Aku mengenalmu dengan baik wahai Iblis, Raja segala Iblis. Apa tujuanmu menemuiku ?

Jawab Iblis :
Ya Nabi Allah!!! Janganlah engkau marah. Engkau dapat mengenaliku karena engkau adalah Khatamul Anbiya. Aku datang atas perintah Allah untuk memberitahu segala tipu dayaku terhadap umatmu dari zaman Nabi Adam as hingga akhir zaman nanti.

Ya Nabi Allah!!! Setiap apa yang engkau tanya, aku bersedia menerangkan satu persatu dengan sebenarnya, aku tidak berani menyembunyikan nya”.

Kemudian Iblispun bersumpah menyebut nama Allah dan berkata :
Ya Rasulullah!!! Sekira nya aku berdusta barang sepatahpun niscaya hancur leburlah badanku menjadi abu.

Ketika mendengar sumpah Iblis itu, Nabipun tersenyum dan berkata dalam hatinya, inilah kesempatanku untuk menyiasati segala perbuatannya agar didengar seluruh sahabat yang ada di majlis ini dan menjadi perisai seluruh umatku.

Pertanyaan Nabi ke 1 :
••••••••••••••••••••••••••••••
Hai Iblis! Siapakah musuh besarmu ?

Jawab Iblis :
Ya Nabi Allah! Engkaulah musuhku yang paling besar di antara musuh-musuhku di muka bumi ini”.

Kemudian Nabipun memandang muka Iblis dan Iblispun gemetar karena ketakutan. Sambung Iblis : “Ya Khatamul Anbiya! Aku dapat merubah diriku seperti manusia, binatang dan lain-lain hingga rupa dan suarapun tidak berbeda, kecuali dirimu saja yang tidak dapat aku tiru karena dicegah oleh Allah. Andaikan aku menyerupai dirimu, maka terbakarlah diriku menjadi abu.

Aku cabut iktikad / niat anak Adam supaya menjadi kafir karena engkau berusaha memberi nasihat dan pengajaran supaya mereka kuat untuk memeluk agama Islam, begitu juga aku berusaha menarik mereka kepada kekafiran, murtad atau munafik. Aku akan menarik seluruh umat Islam dari jalan yang benar menuju jalan yang sesat supaya masuk ke dalam neraka dan kekal di dalamnya bersamaku”.

Pertanyaan Nabi ke 2 :
••••••••••••••••••••••••••••••
Hai Iblis! Apa yang kau perbuat terhadap makhluk Allah ?

Jawab Iblis :
Adalah satu kemajuan bagi perempuan yang merenggangkan kedua pahanya kepada lelaki yang bukan suaminya, setengahnya hingga mengeluarkan benih yang salah sifatnya. Aku goda semua manusia supaya meninggalkan sholat, berbuai dengan makanan dan minuman, berbuat durhaka, aku lalaikan dengan harta benda, emas, perak dan permata, rumahnya, tanahnya, ladangnya supaya hasilnya dibelanjakan ke jalan yang haram.

Demikian juga ketika pesta di mana lelaki dan perempuan bercampur. Di sana aku lepaskan godaan yang besar supaya mereka lupa peraturan dan akhirnya minum arak. Apabila terminum arak itu, maka hilanglah akal, fikiran dan malunya. Lalu aku ulurkan tali cinta dan terbukalah beberapa pintu maksiat yang besar, datang perasaan hasad dengki hingga perbuatan zina. Apabila terjadi kasih antara mereka, terpaksalah mereka mencari uang hingga menjadi penipu, peminjam dan pencuri.

Apabila mereka sadar akan kesalahan mereka lalu hendak bertaubat dan berbuat amal ibadah, akan aku rayu supaya mereka membatalkannya. Semakin keras aku goda supaya mereka berbuat maksiat dan mengambil isteri orang. Jika hatinya terkena godaanku, datanglah rasa ria’, takabur, iri, sombong dan melengahkan amalnya. Jika lidahnya yang tergoda, maka mereka akan gemar berdusta, mencela dan mengumpat. Demikianlah aku goda mereka setiap saat.

Pertanyaan Nabi ke 3 :
•••••••••••••••••••••••••••••
Hai Iblis! Mengapa engkau bersusah payah melakukan pekerjaan yang tidak mendatangkan faedah bahkan menambah laknat yang besar dan siksa yang besar di neraka yang paling bawah? Hai yang dikutuk Allah! Siapa yang menjadikanmu? Siapa yang melanjutkan usiamu? Siapa yang menerangkan matamu? Siapa yang memberi pendengaranmu? Siapa yang memberi kekuatan anggota badanmu?

Jawab Iblis :
Semuanya itu adalah anugerah dari Allah Yang Maha Besar. Tetapi hawa nafsu dan takabur membuatku menjadi jahat sebesar-besarnya. Engkau lebih tahu bahwa diriku telah beribu-ribu tahun menjadi Ketua seluruh Malaikat dan pangkatku telah dinaikkan dari satu langit ke langit yang lebih tinggi. Kemudian aku tinggal di dunia ini beribadah bersama para Malaikat beberapa waktu lamanya.

Tiba-tiba datang firman Allah SWT hendak menjadikan seorang Khalifah di dunia ini, maka akupun membantah. Lalu Allah menciptakan manusia yang pertama (Nabi Adam as) dan seluruh Malaikat diperintah supaya memberi hormat sujud kepada lelaki itu, hanya aku saja yang ingkar. Oleh karena itu, Allah murka kepadaku dan wajahku yang tampan rupawan dan bercahaya itu berubah menjadi keji dan menakutkan. Aku merasa sakit hati. Kemudian Allah menjadikan Adam raja di syurga dan dikaruniakan seorang permaisuri (Siti Hawa) yang memerintah seluruh bidadari. Aku bertambah dengki dan dendam kepada mereka.

Akhir nya aku berhasil menipu mereka melalui Siti Hawa yang menyuruh Adam memakan buah khuldi, lalu keduanya diusir dari syurga ke dunia. Keduanya berpisah beberapa tahun dan kemudian dipertemukan Allah (di Padang Arafah), hingga mereka mendapat beberapa orang anak. Kemudian kami hasut anak lelakinya Qabil supaya membunuh saudaranya Habil. Itupun aku masih belum puas dan berbagai tipu daya aku lakukan hingga hari kiamat kelak.

Sebelum engkau lahir ke dunia, aku beserta bala tentaraku dengan mudah dapat naik ke langit untuk mencuri segala rahasia, tulisan yang menyuruh manusia berbuat ibadah dan balasan pahala serta syurga mereka. Kemudian aku turun ke dunia dan memberitahu manusia yang lain tentang apa yang sebenarnya aku dapatkan dengan berbagai tipu daya hingga tersesat dengan berbagai kitab bid’ah dan kehancuran.

Tetapi ketika engkau lahir ke dunia ini, maka aku tidak diijinkan oleh Allah untuk naik ke langit dan mencuri rahasia karena banyak Malaikat yang menjaga di setiap lapisan pintu langit. Jika aku memaksa untuk naik, maka Malaikat akan melontarkan anak panah dari api yang menyala. Sudah banyak bala tentaraku yang terkena lontaran Malaikat itu dan semuanya terbakar menjadi abu, maka semakin beratlah pekerjaanku dan bala tentaraku untuk menjalankan tugas menghasut manusia”.

Pertanyaan Nabi ke 4 :
•••••••••••••••••••••••••••••
Rasullullah bertanya “Hai Iblis! Apa yang pertama kali kau tipu dari manusia ?

Jawab Iblis :
Pertama kali aku palingkan iktikad / niat nya, iman nya kepada kafir & juga dari segi perbuatan, perkataan, kelakuan atau hatinya. Jika tidak berhasil juga, akan aku tarik dengan cara mengurangi pahala. Lama-kelamaan mereka akan terjerumus mengikuti kemauanku.

Pertanyaan Nabi ke 5 :
•••••••••••••••••••••••••••••
Hai Iblis! Jika umatku sholat karena Allah, apa yang terjadi padamu ?

Jawab Iblis :
Sungguh penderitaan yang sangat besar. Gemetarlah badanku & lemah tulang sendiku, maka aku kerahkan berpuluh-puluh iblis datang menggoda manusia pada setiap anggota badan nya.

Beberapa iblis datang pada setiap anggota badan nya supaya malas sholat, was-was, lupa bilangan raka’atnya, bimbang pada pekerjaan dunia yang di tinggalkan nya, merasa terburu-buru supaya cepat selesai sholat nya, hilang khusyuk nya, matanya senantiasa melirik ke kanan & ke kiri, telinga nya senantiasa mendengar percakapan orang & bunyi2 yang lain.

Beberapa iblis yang lain duduk di belakang badan orang yang sembahyang itu supaya tidak kuat sujud berlama-lama, penat waktu duduk tahiyat & dalam hatinya selalu merasa terburu-buru supaya cepat selesai sholatnya, itu semua membuat berkurangnya pahala. Jika para iblis tidak dapat menggoda manusia itu, maka aku sendiri akan menghukum mereka dengan hukuman yang berat.

Pertanyaan Nabi ke 6 :
•••••••••••••••••••••••••••••
Jika umatku membaca Al-Qur’an karena Allah, apa yang terjadi padamu ?

Jawab Iblis :
Jika mereka membaca Al-Qur’an karena Allah, maka terbakarlah tubuhku, putuslah seluruh uratku lalu aku lari dan menjauh dari nya.

Pertanyaan Nabi ke 7 :
•••••••••••••••••••••••••••••
Jika umatku mengerjakan haji karena Allah, bagaimana perasaanmu ?

Jawab Iblis : “Binasalah diriku, gugurlah daging dan tulangku karena mereka telah mencukupkan rukun Islamnya.

Pertanyaan Nabi ke 8 :
•••••••••••••••••••••••••••••
Jika umatku berpuasa karena Allah, bagaimana keadaanmu ?

Jawab Iblis :
Ya Rasulullah!!! Inilah bencana yang paling besar bahayanya buatku. Apabila masuk awal bulan Ramadhan, maka memancarlah cahaya Arasy & Kursi, bahkan seluruh Malaikat menyambut dengan suka cita. Bagi orang yang berpuasa, Allah akan mengampunkan segala dosa yang lalu & di gantikan dengan pahala yang amat besar serta tidak dicatat dosa nya selama dia berpuasa.

Yang menghancurkan hatiku ialah segala isi langit dan bumi, yakni Malaikat, bulan, bintang, burung dan ikan-ikan semuanya siang malam memohonkan ampunan bagi orang yang berpuasa. Satu lagi kemudian orang berpuasa ialah dimerdekakan pada setiap masa dari azab neraka. Bahkan semua pintu neraka ditutup manakala semua pintu syurga dibuka seluas-luasnya dan dihembuskan angin dari bawah Arasy yang bernama Angin Syirah yang amat lembut ke dalam syurga. Pada hari umatmu mulai berpuasa, dengan perintah Allah datanglah sekalian Malaikat dengan garang nya menangkapku dan tentaraku, jin, syaitan dan ifrit lalu dipasung kaki & tangan dengan besi panas dan dirantai serta dimasukkan ke bawah bumi yang amat dalam.

Di sana pula beberapa azab yang lain telah menunggu kami. Setelah habis umatmu berpuasa, barulah aku dilepaskan dengan perintah agar tidak mengganggu umatmu. Umatmu sendiri telah merasa ketenangan berpuasa sebagaimana mereka bekerja dan bersahur seorang diri di tengah malam tanpa rasa takut dibandingkan bulan biasa nya.

Pertanyaan Nabi ke 9 :
•••••••••••••••••••••••••••••
Hai Iblis! Bagaimana seluruh sahabatku menurutmu ?

Jawab Iblis :
Seluruh sahabatmu termasuk musuh besarku. Tiada upayaku melawannya dan tiada satupun tipu daya yang dapat masuk kepada mereka. Karena engkau sendiri telah berkata : “Seluruh sahabatku adalah seperti bintang di langit, jika kamu mengikuti mereka, maka kamu akan mendapat petunjuk.

Sayyidina Abu Bakar al-Siddiq sebelum bersamamu, aku tidak dapat mendekatinya, apalagi setelah berdampingan denganmu. Dia begitu percaya atas kebenaranmu hingga dia menjadi wazirul a’zam. Bahkan engkau sendiri telah mengatakan jika ditimbang seluruh isi dunia ini dengan amal kebajikan Abu Bakar, maka akan lebih berat amal kebajikan Abu Bakar. Lagipula dia telah menjadi mertuamu karena engkau menikah dengan anaknya, Sayyidatina Aisyah yang juga banyak menghafal Hadits2 mu.

Adapun Sayyidina Umar bin Khatab, aku tidak berani memandang wajahnya karena dia sangat keras menjalankan hukum syariat Islam dengan seksama. Jika aku pandang wajahnya, maka gemetarlah seluruh tulang sendiku karena sangat takut. Hal ini karena iman nya sangat kuat apalagi engkau telah mengatakan : “Jikalau ada Nabi sesudah aku, maka Umar boleh menggantikan aku”, karena dia adalah orang harapanmu serta pandai membedakan antara kafir & Islam hingga digelar ‘Al-Faruq’.

Sayyidina Usman bin Affan, aku tidak bisa bertemu karena lidah nya senantiasa membaca Al-Qur’an. Dia penghulu orang sabar, penghulu orang mati syahid dan menjadi menantumu sebanyak 2 kali. Karena taat nya, banyak Malaikat datang menghampiri & memberi hormat kepada nya karena Malaikat itu sangat malu kepada nya hingga engkau mengatakan :

“Barangsiapa menulis : Bismillaahirrahmaanirrahiim pada kitab atau kertas2 dengan tinta merah, niscaya mendapat pahala seperti pahala Usman mati syahid.

Sayyidina Ali bin Abi Thalibpun aku sangat takut karna hebat nya & gagah nya dia di medan perang, tetapi sangat sopan santun, alim orang nya. Jika iblis, syaitan & jin memandang beliau, maka terbakarlah kedua mata mereka karena dia sangat kuat beribadah & beliau adalah golongan orang pertama yang memeluk agama Islam serta tidak pernak menundukkan kepala nya kepada berhala. Bergelar ‘Ali Karamullahu Wajhahu” dimuliakan Allah akan wajahnya & juga ‘Harimau Allah’ & engkau sendiri berkata : “Akulah negeri segala ilmu & Ali itu pintu nya”. Lagipula dia menjadi menantumu, aku semakin ngeri kepada nya.

Pertanyaan Nabi ke10 :
••••••••••••••••••••••••••••••
Bagaimana tipu dayamu kepada umatku ?

Jawab Iblis :
Umatmu itu ada 3 macam.

Yang pertama,
seperti hujan dari langit yang menghidupkan segala tumbuhan yaitu ulama yang memberi nasihat kepada manusia supaya mengerjakan perintah Allah & meninggalkan larangan Nya seperti kata Jibril as : “Ulama itu adalah pelita dunia & pelita akhirat”.

kedua,
umat tuan seperti tanah yaitu orang yang sabar, syukur dan ridha dengan karunia Allah. Berbuat amal saleh, tawakal & kebajikan.

Yang ketiga,
umatmu seperti Fir’aun, terlampau tamak dengan harta dunia dan dihilangkan amal akhirat, maka akupun bersuka cita lalu masuk ke dalam badan nya, aku putarkan hati nya ke lautan durhaka & aku ajak kemana saja mengikuti kemauanku. Jadi dia selalu bimbang kepada dunia & tidak mau menuntut ilmu, tidak pernah beramal saleh, tidak mau mengeluarkan zakat & malas beribadah.

Lalu aku goda agar manusia minta kekayaan lebih dulu & apabila di izinkan Allah dia menjadi kaya, maka aku rayu supaya lupa beramal, tidak membayar zakat seperti Qarun yang tenggelam dengan istana mahligai nya.

Bila umatmu terkena penyakit tidak sabar & tamak, dia selalu bimbang akan hartanya & berangan-angan hendak merebut kemewahan dunia, benci & menghina kepada yang miskin, membelanjakan harta nya untuk kemaksiatan.

Pertanyaan Nabi ke 11 :
•••••••••••••••••••••••••••••••
Siapa yang serupa denganmu ?

Jawab Iblis :
Orang yang meringankan syariatmu & membenci orang yang belajar agama Islam.

Pertanyaan Nabi ke12 :
••••••••••••••••••••••••••••••
Siapa yang membuat mukamu bercahaya ?

Jawab Iblis :
Orang yang berdosa, bersumpah bohong, saksi palsu & suka ingkar janji.

Pertanyaan Nabi ke13 :
••••••••••••••••••••••••••••••
Apa yang kau rahasiakan dari umatku ?

Jawab Iblis :
Jika seorang Muslim buang air besar & tidak membaca do’a terlebih dahulu, maka aku gosok-gosokkan najis nya sendiri ke badan nya tanpa dia sadari”.

Pertanyaan Nabi ke14 :
••••••••••••••••••••••••••••••
Jika umatku bersatu dengan isteri nya, apa yang kau lakukan ?

Jawab Iblis :
Jika umatmu hendak bersetubuh dengan isteri nya & membaca do’a pelindung syaitan, maka aku lari dari mereka. Jika tidak, aku akan bersetubuh dahulu dengan isteri nya & bercampurlah benihku dengan benih isteri nya. Jika menjadi anak, maka anak itu akan gemar berbuat maksiat, malas pada kebaikan, durhaka. Ini semua karena kealpaan ibu bapak nya sendiri. Begitu juga jika mereka makan tanpa membaca Bismillah, aku santap makanan nya lebih dulu daripada nya. Walaupun mereka makan, tidak lah mereka merasa kenyang.

Pertanyaan Nabi ke15 :
••••••••••••••••••••••••••••••
Apa yang dapat menolak tipu dayamu ?

Jawab Iblis :
Jika berbuat dosa, maka cepat2lah bertaubat kepada Allah, menangis menyesal akan perbuatan nya. Apabila marah, segeralah mengambil air wudhu’, maka padamlah marah nya .

Pertanyaan Nabi ke16 :
•••••••••••••••••••••••••••••••
Siapakah orang yang paling engkau sukai?”

Jawab Iblis :
Lelaki dan perempuan yang tidak mencukur atau mencabut bulu ketiak atau bulu ari-ari (bulu kemaluan) selama 40 hari. Di situlah aku mengecilkan diri, bersarang, bergantung, berbuai seperti pijat pada bulu itu”.

Pertanyaan Nabi ke17 :
••••••••••••••••••••••••••••••
Hai Iblis! Siapakah saudaramu ?

Jawab Iblis :
Orang yang tidur meniarap / telungkup, orang yang matanya terbuka di waktu Subuh tetapi menyambung tidur lagi. Lalu aku lenakan dia hingga terbit fajar. Demikian juga pada waktu Dzuhur, Asar, Maghrib dan Isya’, aku beratkan hati nya untuk sholat .

Pertanyaan Nabi ke18 :
••••••••••••••••••••••••••••••
Apa yang dapat membinasakan dirimu?”

Jawab Iblis :
Orang yang banyak menyebut nama Allah, bersedekah dengan tidak diketahui orang, banyak bertaubat, banyak tadarus Al-Qur’an dan sholat tengah malam”.

Pertanyaan Nabi ke 19 :
•••••••••••••••••••••••••••••••
Hai Iblis !!! Apa yang dapat memecahkan matamu ?

Jawab Iblis :
Orang yang duduk di dalam masjid dan beri’tikaf di dalam nya”.

Pertanyaan Nabi ke 20 :
•••••••••••••••••••••••••••••••
Apa lagi yang dapat memecahkan matamu ?

Jawab Iblis :
Orang yang taat kepada kedua ibu bapak nya, mendengar kata mereka, membantu makan, pakaian mereka selama mereka hidup, karna engkau telah bersabda : Syurga itu di bawah tapak kaki ibu .

Jika kita merasa pernah di goda olehnya, maka segeralah Bertobatlah!!!

Ya Allah lindungilah kami dn keturunan kami dari godaan syaitan yg terkutuk. Aamin. (amil Jalil).

 

Source

 

 

Posting ini merupakan tanggapan pribadi saya atas tulisan yth. Mudy Situmorang terkait pernyataan Pdt. Dr Ir Mangapul Sagala, MTh. (link Surat terbuka ) –yang saya rasa penting untuk dibahas karena tak hanya menyangkut dr. Zakir Naik tapi juga penceramah-penceramah serupa yang mungkin kedepan akan singgah ke negeri ini. Tak lain tak bukan agar kita dapat menjaga kerukunan antar umat beragama dalam hidup berbangsa dan bernegara yang kita cita-citakan bersama.

===================================================================

Pertama :

Bahwa negara kita menjamin Hak kebebasan beragama bagi setiap warga negara yang tertuang dalam pasal 29 UUD 1945 beserta pasal rinciannya. Kebebasan tersebut meliputi hak untuk menganut,menjalankan peribadatan, hingga hak untuk mengajar atau mendakwahkan agama yang dianutnya sepanjang tidak bertentangan dengan aturan yang berlaku.

Kedua :

Bahwa konteks beragama dalam Islam adalah tak hanya menganut dan menjalankan peribadatan semata, tapi mengajak orang lain untuk melakukan hal yang sama demi ketaatan pada Tuhan semesta. Maka jika ada pertanyaan ” jika kita sama-sama menghormati keyakinan orang lain, mengapa harus mengajak-ajak segala? ya, karena itu salah satu perintah agama kami.. yang penting tidak ada unsur memaksa/ intimidasi.

Ketiga :

Bahwa dasar kami menentang ketuhanan Isa adalah murni bersumber dari ajaran kitab suci kami (al qur’an), bukan nalar logika semata, dimana secara garis besar definisi Tuhan harus memenuhi 4 syarat sebagai berikut :

  1. Esa; tidak berbilang, tidak bersekutu. Karena sifat Tuhan itu absolut; penguasa mutlak.. jika ada penguasa lain disisi Dia maka mestilah akan saling berperang untuk menegaskan eksistensinya.
  2. Tempat Bergantung semua makhluk; Allah adalah yang menciptakan,  semua makhluk bergantung kepada-Nya, namun Allah tidak bergantung kepada mereka. Ia tidak membutuhkan izin makhluk untuk melakukan kehendak-Nya, pula tak membutuhkan perbuatan makhluk untuk menegaskan kekuasaan-Nya.
  3. Tidak melahirkan dan tidak dilahirkan; sifat Tuhan adalah qadim (terdahulu; namun tanpa awal, tanpa akhir), sedang makhluk adalah hadits (baru; diadakan).. jika Tuhan melahirkan anak, maka anak itu pun akan melahirkan pula.. pun sebelumnya dia adalah zat yang dilahirkan.. dari zat yang dilahirkan pula… maka semuanya akan menjadi tasalsul (tak berujung), dan ini adalah mustahil disandangkan kepada Tuhan.
  4. Tiada sesuatu yang menyamai-Nya; Tuhan berbeda dengan makhluk-Nya dengan demikian dia tak butuh menitis kepada mereka, pula sebaliknya makhluk tak layak menjelma kepada Tuhan. Dia berdiri sendiri dengan semua zat, sifat dan perbuatannya.

Demikian penjabaran singkat tentang Tuhan sebagaimana tersebut dalam Surat Al Ikhlash yang kami imani.

Keempat :

Kami menyadari bahwa ada diantara kami yang masih bersikap berlebihan bahkan ekstrim dalam menjalankan keyakinannya, namun hal ini tak bisa dijadikan generalisasi. Toh semua sikap ekstrim ada dalam setiap penganut agama tak hanya Islam semata.

Sebelum semua itu, perlu diketahui bahwa dalam menyeru oranglain kepada ajaran agama, setidaknya ada 4 rambu-rambu yang harus kami taati :

  1. memakai cara yang baik
  2. tidak memaksa orang lain keluar dari agamanya
  3. tidak mencela sesembahan orang lain
  4. tetap menghargai sebagai sesama pewaris ajaran Ketuhanan

 

Point 1 : bersumber dari  Surah An Nahl: 125

” Serulah (manusia) ke jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhan-mu, Dialah Yang Mahatahu tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah Yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk”.

— hikmah ; alasan yang logis, tegas, sesuai kaidah teoritis — biasanya ditujukan kepada kaum pelajar ( sekolah s/d mahasiswa)

— pelajaran yang baik; lembut, halus, puitis, naratif — biasanya ditujukan kepada kaum pekerja atau masyarakat umum yang biasanya tak sreg dengan penjelasan yang terlalu teoritas karena beban pikiran (pekerjaan) yang mereka hadapi.

— bantahlah dengan cara yg lebih baik; memakai bahasa yg lebih elegan, data yang lebih relevan, namun tetap menjauhi sikap tercela atau sikap yang dapat menjatuhkan dan mempermalukan oranglain. Biasanya ditujukan kepada mereka yang memiliki kedudukan di masyarakatnya maupun bergelar tinggi demi menghormati keilmuannya.

Demikianlah menurut salah satu penafsiran meski secara umum bisa dilakukan terhadap semua orang.

 

Point 2 : bersumber dari  Surat Al-Baqarah Ayat 256

“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat ”

Agama adalah nilai tertinggi dari seseorang; puncak hasrat; ultimate value. maka pelaksanaan darinya mestilah bersumber dari hati sanubari yang paling dalam, tanpa pemaksaan, tanpa tekanan.

Tuhan tak butuh untuk disembah, namun makhluk lah yang butuh menyembah Tuhan. Mereka akan menzalimi sendiri jika menyembah yang layak disembah. Sudah sifat makhluk suka mengagumi bahkan tunduk kepada sesuatu yang melebihi dirinya. Itulah mengapa ada istilah mesiah, ratu adil, imam besar, raja diraja, yang dipertuan agung, dsb dikalangan manusia. Maka tidak pantaskah ini berujung kepada ‘Sang Maha diatas Maha’; Tuhan Pencipta Semesta ?

 

Point 3 : bersumber dari Surah Al-An’aam: 108

” “Dan janganlah kamu memaki sesembahan-sesembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Rabb merekah kembalinya mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan.”

Allah melarang kami mencela tuhan-tuhan orang musyrik dengan pencelaan yang keras atau sampai merendah-rendahkan (secara terang-terangan) karena hal ini akan membuat mereka akan membalas dengan mencela Allah. Tentu termasuk maslahat besar bila kami tidak mencela tuhan orang kafir agar tidak berdampak celaan bagi Allah (sesembahan kami ). Jadi hal ini adalah peringatan tegas agar tidak berbuat seperti itu, supaya tidak menimbulkan dampak negatif  yang lebih parah.”
Jadi perlu diperhatikan bahwa kemungkaran tidaklah dibalas dengan kemungkaran yang semisal. Jika Nabi kita –shallallahu ‘alaihi wa sallam– dicela, bukan berarti kita boleh mencela Nabi ‘Isa ‘alaihis salam. Karena mencela Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah suatu kekafiran, demikian pula dengan mencela Nabi ‘Isa ‘alaihis salam.

================================================

jika mau teliti, jika mau dikaitkan dengan Ahok, maka patutlah diingat bahwa dia tak hanya sering menghina ajaran agama kami, bahkan di beberapa video yang mungkin sudah dihapus dia sering pula melecehkan pimpinan agamanya sendiri. Berteriak ‘amal-amal, iman-iman..’ seolah kebaikan bersumber dari dirinya, bukan dari karunia Tuhan. Seolah tersirat sikap chauvimisme (kesukuan) nan membanggakan golongannya sebagai salah satu yang terunggul di dunia. Pada tahap ini  dia pun ada dibenci oleh sesama rasnya sendiri dimana mereka berkata:

” Kami sudah turun-temurun tinggal disini, negri ini sudah kami anggap rumah sendiri. Untuk apa mengingat-ingat tempat asal kami, apa relevannya membangga-banggakan ETNIS kami ?? ”

 

Point 4 : bersumber dari  Surat Ali-Imran ayat 64 – 68
” Wahai ahlul-kitab! Marilah kemari! Kepada kalimah yang sama di antara kami dan di antara kamu yaitu bahwa janganlah klta menyembah melainkan kepada Allah, dan jangan kita menyekutukan sesuatu dengan Dia, dan jangan menjadikan sebahagian dari kita akan yang sebahagian menjadi Tuhan-tuhan selain dari Allah.”

Artinya, betapapun pada kulitnya kelihatan kita ada perbedaan, ada Yahudi, ada Nasrani dan ada Islam, namun pada kita ketiganya terdapat satu kalimat yang sama, satu kata yang menjadi titik pertemuan kita. Kalau sekiranya saudara-saudara sudi kembali kepada satu kalimat itu niscaya tidak akan ada selisih kita lagi
Mari kita bersama kembali kepada pokok ajaran itu, satu kalimat tidak berbilang, satu Allah tidak bersekutu dengan yang lain, satu derajat manusia di bawah kekuasaan Ilahi, tidak ada perantaraan. Dalam hal ini tidak ada selisih pokok kita. Ini sumber kekuatan kami dan ini pula sumber kekuatan kamu.

Kepada mereka yang menegakkan Syariat Musa, yang menamai diri mereka Yahudi kamu scrukan, marilah kemari, kita kembali kepada dasar ajaran yang ditinggalkan Musa sendiri, yang ada dalam catatan kamu, dalam Kitab yang kamu namai Taurat;

Janganlah padamu ada Allah lain di hadapan hadiratku. Janganlah diperbuat olehmu akan patung ukiran atau akan barang peta dari barang yang dalam langit di atas, atau barang yang di atas bumi di bawah, atau dari barang yang di dalam air di bawah bumi.Jangan kamu menyembah sujud atau berbuat bakti kepadanya, karena Akulah Tuhan, Allahmu, Allah yang cemburu adanya. (Keluaran Pasal 20, ayat 3 sampai 5).

Kepada orang Nasranipun diserukan, marilah kemari kepada kalimat yang satu diantara kita, yang sama sekali tidak ada perbedaan kita dalam pokok kalimat itu, sebagai sabda dari Nabi Isa Almasih sendiri;

Inilah hidup yang kekal, yaitu supaya mereka mengenal engkau, Allah Yang Esa dan Benar, dan Yesus Kristus yang telah Engkau suruhkan itu. (Injil karangan Yahya (Yohannes), fasal 17 ayat 3).

inti kalimat persatuan itu ada, dan tidak sampai terhilang meskipun naskahnya telah banyak dari salin ke salin. Kita yang datang di belakang inilah yang telah bertemu kembali pokok itu, setelah kedua “Perjanjian Lama” dan “Perjanjian Baru” beredar pula di tangan kita.

Alangkah tepatnya apa yang dikatakan Rasul itu: renungkanlah apa yang tersebut di dalam ayat tentang Kalimatin sawa-in bainana atau “kata-kata yang sama di antara kita” itu, bandingkanlah ayat al-Qur’an dengan bunyi isi Kitab Keluaran itu, akan terdapatlah bahwa itulah pegangan kita kaum Muslimin. Dan itulah pokok asal pegangan ahlul kitab; Yahudi dan Nasrani.

 

=====

Demikan tanggapan  ini saya sampaikan, moga dipahami dengan hati yang berkenan.

Sebagai penutup saya kutip nasihat dari Dr. TGH. Muhammad Zainul Majdi  ; Gubernur NTB dalam salah satu ceramahnya ” Tersebarnya dakwah adalah tujuan kita, tetapi harus diingat betapa akhlak harus menjadi prioritas. Dakwah tanpa akhlak akan gagal bahkan bisa melahirkan kebencian ummat lain kepada kita. Berdakwah harus dengan akhlak terpuji. ”

 

— Alhamdulillah, wamannashru illaa min ‘indillah —

 

 

 

Inti agama itu keyakinan tentang Tuhan yang timbul dari kebenaran pasti dan disetujui oleh akal. Kalau ada keyakinan yang ditolak oleh akal, artinya agama itu agama akal-akalan. Setiap manusia dikaruniai Tuhan akal, maka gunakan akal untuk mengenal sebenar-benar Tuhan.
Berikut ini argumentasi tentang Tuhan yang pasti diterima akal. Jadi catatan ini khusus bagi yang berakal. Yang gak berakal, ya udh ke pinggir…wkwkwkwk!!
Prinsip sederhana:
TUHAN TIDAK SAMA DENGAN MAKHLUK; PENCIPTA PASTI TIDAK SAMA DENGAN CIPTAAN.

– makhluk ada karena di-ada-kan Tuhan, PASTI Tuhan ADA tanpa ada yang meng-ada-kan.
– makhluk ber-awal dan ber-akhir, Tuhan PASTI tidak berawal dan tidak berakhir karena awal dan akhir juga makhluk Tuhan.
– makhluk beribu-bapak, Tuhan PASTI tidak beribu dan tidak berbapak karena Tuhan Pencipta segala sumber.
– makhluk bisa menitis pada makhluk, Tuhan PASTI tidak menitis pada makhluk, sebab menitis itu hanya terjadi pada sesama makhluk.
Kalau ada yang ngeyel lalu bilang:“Tuhan ‘kan Mahakuasa, Bisa Segalanya, pasti Tuhan Yang Mahabesar bisa “masuk” pada makhluk-Nya yang mahakecil.”
Jawab begini saja:“Ada keperluan apa Tuhan menyurup ke dalam makhluk-Nya? Untuk membantu manusia melawan kekuatan Iblis? Kalau begitu kekuatan Tuhan dan kekuatan Iblis itu setanding dan sebanding dong? Kalau begitu, artinya Tuhan tidak Mahakuasa dong?! [wek-weeew :D]
makhluk punya nama dari Sang Pemberi Nama, Tuhan tidak ada yang memberi Nama selain Diri-Nya sendiri. Itu pun untuk keperluan makhluk.
makhluk memiliki bentuk/rupa, Tuhan PASTI tidak berbentuk/rupa karena Tuhanlah Pencipta segala bentuk,
makhluk memiliki warna, Tuhan PASTI tidak berwarna karena Tuhanlah Pencipta segala wewarna.
makhluk memiliki bau, Tuhan PASTI tidak memiliki bau karena Tuhanlah Pencipta segala bebauan.
makhluk menempati ruang (bertempat), di dalam arah (kiri-kanan-atas-bawah-depan-belakang-samping), dan dipengaruhi waktu, Tuhan PASTI tidak memerlukan tempat, tidak di dalam ruang dan arah, dan tidak dipengaruhi waktu. Tuhan tidak ada keperluan pada makhluk2-Nya. Tuhan tidak bertempat di langit (seperti gemintang), tidak di surga (khayangan, nirwana, firdaus)  karena Tuhan Mahabesar, mustahil makhluk bernama langit dan sesurga itu lebih besar daripada Kemahabesaran Tuhan dan sanggup “menampung” Tuhan.
makhluk bergerak: datang dan pergi, naik dan turun, timbul-tenggelam. Tuhan tidak bergerak-tidak diam: tidak datang-pergi, tidak naik-turun, tidak timbul-tenggelam.
Simpelnya:
Ketahui bahwa wujud makhluk ciptaan Tuhan itu terdiri atas empat besar:
Sesuatu yang nyata dipandang mata: berbentuk, dapat dlihat, dan dapat diraba dengan pancaindera, seperti jasad manusia, binatang, tumbuhan, dan benda-benda lainnya.
Sesuatu yang gaib: berbentuk, tetapi tidak dapat dilihat dan tidak dapat diraba dengan pancaindera, seperti angin, angan-angan, bebauan, surga-neraka, malaikat, iblis, jin, setan.
Sesuatu yang berupa cahaya-cahaya. Cahaya matahari, petir, lampu, dsb. Malaikat juga termasuk golongan ini.
Segenap kualitas makhluk, seperti baik-buruk, tinggi-rendah, putih-legam, keras-lunak, kasar-lembut, dsb.
Pastikan Tuhan itu tidak sama dengan semua di atas itu. Jadi kalau ada tuhan yang bisa dibayang-bayangkan, digambarkan, dipahatkan, diukirkan, diumpamakan begini-begitu, dsb. Pastikan itu tuhan batal. Tuhan palsu. Tuhan akal-akalan makhluk.
Jadi, apa susahnya mengenal Tuhan? Cukup dengan mengetahui yang bukan Tuhan.
Setiap yang berakal, pasti tunduk pada Tuhan yang tidak serupa dengan makhluk. Itulah namanya keyakinan yang kokoh.
Agama itu keyakinan, bukan keraguan.

 

======
Catatan ini sengaja tidak dilengkapi dengan kutipan dalil maupun istilah-istilah dari khazanah agama Islam sebab sejatinya catatan ini dulu dibuat untuk dimuat di grup Diskusi Agama (facebook) yang adminnya nonmuslim dan para anggotanya dari berbagai agama di Indonesia. [Kami di-kick taklama setelah memuat artikel “mematikan” ini, hehehe]
by : facebook.com-Adam Troy Effendy

Dalam salah satu ceramahnya, ketua umum FPI, Habib Rizieq Shihab bercerita bahwa neneknya bernama Zawiyah merupakan kerabat (keponakan) Pitung.
Berdasarkan penyelusuran genealogy, sosok Pitung yang dimaksud bernama asli Raden Muhammad Ali Nitikusuma atau Salihun, kepala Pendekar kelompok Pituan Pitulung (Pitung).

silsilah-betawi1.jpg

 

Raden Muhammad Ali Nitikusuma merupakan putera dari Raden Nurul Syamsirin Nitikusuma, yang merupakan keturunan Raden Nitikusuma I bin Pangeran Kawisa Adimerta bin Pangeran Aria Jipang bin Pangeran Bagus Surowiyoto bin Raden Hasan (Raden Fattah, Pendiri Kesultanan Demak).
Raden Muhammad Ali Nitikusuma, juga memiliki kekerabatan dengan Prabu Siliwangi Pajajaran, yaitu melalui ibunda dari Pangeran Kawisa Adimerta yang bernama Ratu Ayu Jati Balabar binti Adipati Singa Menggala bin Prabu Surawisesa bin Prabu Siliwangi (Sri Baduga Maharaja)

 

Biodata

habib-rizieq-dan-istri
Nama : Habib Muhammad Rizieq Syihab
Lahir : Jakarta, 24 Agustus 1965
Ayah : Habib Husein Syihab (almarhum)
Ibu : Syarifah Sidah Alatas
Istri : Fadlun Yahya

Anak :
Rufaidah Syihab
Humaira Syihab
Zulfa Syihab
Najwa Syihab
Muntaz Syihab
Fairuz Syihab
Zahra Syihab

Pendidikan :
SDN 1 Petamburan, Jakarta (1975)
SMP 40 Pejompongan, Jakarta
SMP Kristen Bethel Petamburan, Jakarta (1979)
SMAN 4, Gambir, Jakarta
SMA Islamic Village, Tangerang (1982)
Jurusan Studi Agama Islam (Fikih dan Ushul) King Saud University (S1), Riyadh, Arab Saudi (1990)
Studi Islam, Universitas Antar-Bangsa (S2), Malaysia.

Karier Habib Rizieq Syihab
Selain mengisi pengajian-pengajian, Habib Rizieq juga pernah menjabat sebagai Kepala Sekolah Madrasah Aliyah Jami’at Khair sampai tahun 1996. Walaupun sudah tidak menjabat sebagai kepala sekolah, Beliau masih aktif mengajar di sekolah tersebut sebagai guru bidang fiqih atau ushul fiqh. Pengalaman organisasinya dimulai ketika Beliau menjadi anggota Jami’at Khair, ormas berbasis keturunan Arab dan Habib. Habib Rizieq juga pernah menjabat Dewan Syari’at BPRS At-Taqwa, Tangerang. Sebelum menjadi Ketua FPI, beliau pernah menjadi pimpinan atau pembina sejumlah majlis ta’lim se-Jabodetabek lalu dari mulai berdirinya FPI (tahun 1998) sampai 2002 menjabat sebagai Ketua Umum FPI, dan dari 2003 sampai sekarang menjabat sebagai Ketua Majelis Tanfidz

Source 1

Source 2

ketua-mui-dan-ahok-serta-tim-kuasa-hukum

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin hadir menjadi saksi ahli pada sidang lanjutan perkara dugaan penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama yang digelar pada Selasa (31/1/2017),

Berdasarkan pantauan Portal Islam, berikut 5 pukulan telak yang disampaikan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’ruf Amin saat menjadi saksi di persidangan kasus penistaan Ahok.

 

1. Ahok Telah Menghina Al-Quran dan Ulama

 

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin mengatakan, sebagai seorang non-muslim tidak etis Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyinggung Surat Al-Maidah ayat 51 dalam pidatonya di Kepulauan Seribu. “Seharusnya Pak Basuki tidak bicara Surat Al-Maidah karena bukan Muslim, tidak etis dan tidak proporsional,” kata KH Ma’ruf saat memberikan kesaksian dalam lanjutan sidang Ahok di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (31/1).

KH Ma’ruf pun menggarisbawahi bahwa Ahok telah menghina Alquran dan ulama terkait ucapannya tersebut. “Itu substansinya, yaitu kata-kata “dibohongi pakai Surat Al-Maidah 51″, tidak ada korelasinya dengan isi seluruh pidato,” kata Ma’ruf.

“Menurut pendapat yang kita bahas (di MUI), terdakwa memposisikan Alquran sebagai alat kebohongan, memposisikan Alquran rendah. Yang sampaikan alat itu adalah para ulama, maka kesimpulannya (Ahok) melakukan penghinaan pada Alquran dan ulama,” tegas KH Ma’ruf.

 

2. Perlu Ada Tindakan Hukum Atas Penghinaan Agama

 

Ketua Umum MU KH Ma’ruf Amin mengatakan ucapan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang menyinggung Surat Al-Maidah ayat 51 merupakan isu nasional sehingga perlu ada tindakan hukum untuk memprosesnya.

Hal itu terkait kuasa hukum Ahok yang mempertanyakan sikap MUI DKI Jakarta yang menyebutkan telah menegur Ahok untuk tidak mengeluarkan ujaran kebencian dan pernyataan yang meresahkan umat Islam di DKI Jakarta. Jadi karena Ahok sudah ditegur maka tidak perlu proses hukum.

“Ini sudah isu nasional, bukan lagi masalah daerah di mana berpotensi menimbulkan kegaduhan di masyarakat,” kata KH Ma’ruf saat memberikan kesaksian dalam lanjutan sidang Ahok.

 

3. Teguran Belum Jawab Tuntutan Masyarakat
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin pun menyatakan tidak ada pertentangan antara teguran dari MUI DKI Jakarta dengan sikap dan pendapat keagamaan MUI terhadap ucapan Ahok.
“Karena teguran itu belum menjawab tuntutan masyarakat. Masyarakat juga berharap bisa ditindaklanjuti ucapan terdakwa ini kepada penegak hukum sehingga dianggap cukup,” ucap KH Ma’ruf.
KH Ma’ruf menyatakan sikap dan pendapat keagamaan
terkait penodaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dibahas oleh empat komisi di dalam MUI.
“Empat komisi yang terdiri dari komisi fatwa, undang-undang, pengkajian, dan informasi melakukan penelitian dan investigasi di lapangan kemudian melakukan pembahasan,” tuturnya.
Setelah dilakukan pembahasan di empat komisi itu, kata KH Ma’ruf, hasilnya dilaporkan kepada pengurus harian.

“Kemudian dibahas lagi di pengurus harian termasuk saya. Pengurus harian itu ada ketua umum, wakil ketua, dan sekretaris-sekretaris. Pengurus harian inti ada sekitar 20 orang,” katanya.
KH Ma’ruf menyatakan setelah pembahasan dalam pengurus harian kemudian lahir sikap dan pendapat keagamaan MUI yang menyimpulkan bahwa ucapan Ahok yang mengatakan “dibohongi pakai Surat Al-Maidah ayat 51” itu merupakan penghinaan terhadap agama dan ulama.
4. Kasus Penghinaan Al-Quran Ini Bukan Terkait Tafsir Surat Al-Maidah Ayat 51
KH Ma’aruf Amin menegaskan kasus penghinaan Al-Quran dan Ulama yang dilakukan Ahok bukan terkait dengan tafisr (perbedaan tafsir) atas surat Al-Maidah ayat 51 pada kata auliya. Hal ini menanggapi permintaan tim penasihat hukum terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tersebut, khususnya terkait ‘auliya’ dalam surat al-Maidah ayat 51.
“Apakah makna dari kata ‘auliya’ dari al-Maidah 51? Apakah maksudnya teman dekat‎ dan menganggap proteksi dan saling pelindung?” ujar salah seorang penasehat hukum Ahok dalam persidangan.
KH Ma’ruf menjelaskan bahwa tafsir al-Maidah ayat 51 tidak menjadi objek dalam pembahasan fatwa MUI ‎yang menyatakan terdakwa Ahok telah menistakan agama Islam saat melakukan kunjungan kerja ke Pulau Seribu. Fatwa MUI dikeluarkan berdasarkan pernyataan Ahok yang menyampaikan al-Maidah ayat 51 kepada warga Pulau Seribu.
“Tafsir Almaidah tidak menjadi objek pembahasan. Karena yang menjadi objek pembahasan adalah pernyataan Ahok di Kepuluan Seribu (kalimat “dibohongi pakai Surat Al-Maidah ayat 51″),” kata Kyai Ma’aruf.

 

5. Pertanyaan Tim Hukum Ahok Tidak Relevan
Pengacara Ahok bertanya tentang kepemimpinan Donald Trump di Amerika saat ini yang baru saja mengelurkan kebijakan kontroversial dan mengaitkannya dengan pernyataan KH Ma’ruf.
“Di Amerika, Donald trump mengeluarkan kebijakan imigran yang kontroversial, gimana dikaitkan dengan pernyataan anda?” tuturnya.
Mendapati pertanyaan itu, KH Ma’ruf menyatakan pertanyaan itu tak ada kaitannya dengan pokok perkara. Sehingga, dia enggan memberikan jawaban. “Sudah tak relevan, sudah ke mana-mana pertanyannya. Bukan porsi saya,” tegas KH Ma’ruf.
mui_pendapat-dan-sikap-keagamaan

 

SOURCE

Pasca 212, Indonesia Telanjang

Adalah Perang Badar, perang yang bersejarah bagi umat Islam di awal perkembangannya ini yang Allah pilih sebagai penentu eksistensi agamaNya di muka bumi. Perang yang dipilih sebagai penegas,pembeda; mana mereka yang benar-benar beriman, mana yang kufur, dan mana yang munafik. Bagaimana tidak dengan musuh yang berlipat-lipat jumlahnya kaum mu’min diuji perintah untuk menghadapi mereka bagaimana pun juga. maka disinilah penyaringan itu terjadi, disinilah buih-buih itu dipisahkan dari sari.

وَلَقَدْ نَصَرَكُمُ اللَّهُ بِبَدْرٍ وَأَنْتُمْ أَذِلَّةٌ فَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ (١٢٣)
123. sungguh Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar, Padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah[225]. karena itu bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya.

إِذْ تَقُولُ لِلْمُؤْمِنِينَ أَلَنْ يَكْفِيَكُمْ أَنْ يُمِدَّكُمْ رَبُّكُمْ بِثَلاثَةِ آلافٍ مِنَ الْمَلائِكَةِ مُنْزَلِينَ (١٢٤)
124. (ingatlah), ketika kamu mengatakan kepada orang mukmin: “Apakah tidak cukup bagi kamu Allah membantu kamu dengan tiga ribu Malaikat yang diturunkan (dari langit)?”
بَلَى إِنْ تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا وَيَأْتُوكُمْ مِنْ فَوْرِهِمْ هَذَا يُمْدِدْكُمْ رَبُّكُمْ بِخَمْسَةِ آلافٍ مِنَ الْمَلائِكَةِ مُسَوِّمِينَ (١٢٥)
125. Ya (cukup), jika kamu bersabar dan bersiap-siaga, dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu Malaikat yang memakai tanda.

============================

maka miriplah kisah jum’at akbar 212 kemarin dengan peristiwa badar. dimana sekelompok orang dihalang-dihalang untuk menyuarakan tuntutannya ke ibu kota, tekad membaja tak menyurutkan langkah mereka walau berbagai usaha penggagalan diarahkan bertubi-tubi. Dari mulai larangan menggunakan angkutan bus, selebaran kepada ormas-ormas agama maupun perorangan untuk tidak mengikuti, cibiran, hinaan, berita hoak, hingga fatwa-fatwa ‘orderan’ yang masif disuarakan menjelang hari aksi.

 

ytr

 

Namun apa daya, dimulai dari sekelompok rombongan dari kabupaten Ciamis yang nekad jalan kaki, siapa sangka dukungan datang dari mana-mana. makin hari mereka makin viral, bagai bola salju yang menggelinding ke berbagai penjuru. maka saksikanlah,bak ada laser yang mengubah monas menjadi medan magnet, maka tarikannya menyebar kemana-mana. Tak peduli naik apa, tak peduli disana apa.
” Kami menyambut, kami menyahut..labbaikallohmma labbaik”

 

malaysia-212

 

link :  Inilah Prilaku Ahok Yang Memicu Aksi 212

 

Syahdan kisah berakhir, dan kenangan manis terukir.. one day in your life.

Mari kita beranjak kepada mereka yang antipati terhadap aksi ini. saya hanya bisa menyimpulkan; tak semata-mata mereka yang mengikuti-setidaknya mendukung aksi 212 kecuali dimuliakan, dan tak semata-mata mereka yang menentang dan mencaci kecuali dihinakan. Mari simak beberapa contoh berikut ini :

1. Aksi Tandingan 412

begitu ramai media (termasuk buzzer) yang menyebut aksi2 umat islam itu sebagai aksi politik, aksi anti etnis, mengganggu ketertiban, aksi bayaran, pasukan nasi bungkus, dlsb. Maka di 412 lah Alloh ta’ala balikan ucapan mereka dan hinakan kelakuannya.

2. Nusron Wahid

Entah siapa yang memberi dia gelar intelektul muda muslim, padahal aksi dia di ILC edisi Ahok jelas menggambarkan kedangkalan pemikiran dan ketidakhormatannya kepada para ulama yang lebih tua. Maka menjadi tukang sampah bagi ‘majikan-majikan’nya yang cuma melongo & tertawa-tawa cukup menjadi hukuman yang pantas untuknya.

3. Sari Roti

Entah apa yang ada dipikiran manajemen sari roti sehingga membuat pernyataan klarifikasi pasca aksi. sudah bagus brandnya naik karena ‘dipromosikan’ pedagang, eh malah dirusak kelakuan sendiri. apanya yang salah dengan menggratiskan, toh itu ada yang borong/ membayarkan sehingga setoran tetap masuk dari para penjual. Tapi mungkin karena sudah sentimennya tinggi khas para ahokers,jadilah bikin pernyataan macam-macam. So, tanggung sendiri akibatnya !

Mereka yang dimuliakan

begitu banyak cerita ajaib yang menimpa para peserta aksi, dan saya tak sanggup menuliskannya disini. Hanya satu yang saya sebut, seseorang yang telah dinobatkan oleh ikatan Muslim Tionghoa sebagai  ”Man Of The Year 2016”, dialah al mukarrom Habib Rizieq Shihab.

Ya, kepemimpinannya terbukti, mampu memimpin 2 aksi yang melibatkan jutaan orang tanpa berakhir rusuh. Ini pun menular kepada  citra FPI sendiri, dari semula mencibir  (termasuk saya sendiri..tapi lebih sebagai kritik + ) menjadi menghormati. ya, begitu masifnya pencitraan hingga kesan buruk saja yang terdengar.

Semoga setelah aksi ini apa yang kita harapkan terwujud, karena yang kami pinta bukan negara tapi justru apa yang kita cita-citakan bersama; kedamaian dan keadilan di negeri kita yang tercinta. Amiin.

 

Wallohul musta’aan.

 

(catatan u/ nanda & istri tercinta, oleh: Alfin M. Nur, dari arena aksi Lapangan Monas, 212).

  1. Umi & ananda abi tersayang, semenjak sore kemaren iring2 helikopter mengitari lapangan monas dn masjid istiqlal, bberapa helikopter y sempat abi baca ada dari UN (PBB), kepolisian, dn bberapa heli lainnya, tidak kurang dari 7 – 10 heli berputar2 di langit Jakarta.
  2. Semenjak malam hingga subuh sirine kepolisian terus meraung2 menyusuri tiap jalan dn gang2 di seantero Kota, terutama di titik aksi.
  3. Mulai subuh, jalan2 kota sudah sangat padat. Hingga waktu dhuha, jalan2 banyak di penuhi pejalan kaki y menempuh ke titik kumpul.
  4. Abi berjalan tidak kurang 2 Km menuju titik aksi. Sepanjang jalan sudah banyak relawan y menyambut peserta aksi y menyediakan berbagai makanan; dari y ringan hingga makanan berat, air minum juga disediakan, sungguh mengharukan, terasa lingkar ukhuwah y demikian erat.
  5. Sepanjang jalan, banyak masyarakat y menyapa dan menyambut peserta aksi bak pahlawan.
  6. Umi dan nanda tersayang, tiba2 saja awan menaungi peserta aksi, suasana y abi rasakan demikian teduh, kami luar biasa ramai tapi sangat teratur.
  7. Bahkan y unik yang abi rasakan, seolah2 Allah menyetel cuaca berdasarkan suasana aksi di lapangan. Ketika do’a y dipimpin Ust. Arifin Ilham di kumandangkan dan hampir keseluruhan peserta aksi menitikkan air mata, Allah kirimkan gerimis seperti gerimisnya hati kami, dan ketika perwakilan umat ini; Ust. Habib Rizik, Ust. Hidayat Nur Wahid, atau Ust. Bahtiar Nasir, menyampaikan orasi penyemangatnya, segera gerimis berganti dengan mentari y nyalang, seolah mewakili gelora orator y membakar semangat, dn ketika Syeikh ali Jabir melantunkan Ayat Suci dg suaranya y merdu, cuaca pula berganti dg angin sepoi2 y nyaman. Allah Engkau hadir dalam gelora ini, dan kami sangat merasaknnya (hal ini juga di singgung oleh Ust. Bahtiar Nasir dalam orasinya).
  8. Sungguh abi merinding, menyaksikan di atas langit lapangan Monas, Allah menggantung awan2 seperti layaknya puzle2 y siap di gerakkan buka tutupnya mentari. Ada awan y abi saksikan sangat pekat (hitam) tentu ia mengandung air y siap di turunkan, ada awan y tipis, tentu ia seperti sutrah, y melapisi pancaran sang mentari, dan kesemua awan2 ini bergerak dg takdir Nya y sangat harmonis.
  9. Umi dan ananda abi tersayang, seketika kami berdiri mengatur shaff2 u persiapan shalat jum’at, dengan tiba2 Allah mengirimkan guyuran hujan. Kami seketika bertakbir, menyaksikan harmoni alam y di paradekan Allah hari ini diatas langit Monas. Kami menikmatinya…, air langit ini berbaur dg aliran air mata ini y tdk kuasa u di tahan.
  10. Tidak ada seorangpun y berganjak dari posisinya. Guyuran hujan ini membersihkan jiwa2 kami, membasuh dosa2 dn kemaksiatan y mungkin melekat di diri2 ini, serta menyegarkan bagi saudara2 kami y menempuh jalan kaki beratus kilometer (ribuan kafilah dari Ciamis satu diantatanya).
  11. Shalat Jum’at terbesar sepanjang sejarah umat ini. Dulu pernah.. Tapi sudah begitu lama… Lebih kurang 700-an tahun y silam. Ketika Sulthan Muhammad Al Fatih menaklukkan Constantinopel, ia memimpin barikade pasukan y berjumlah 200-an ribu pasukan itu utk Shalat Jum’at di hadapan Kota Constantin sebelum penaklukan.
  12. Hari ini, lebih kurang 7 juta orang itu menyusun shaff y rapi, shalat jum’at tersyahdu dn terbesar sepanjang sejarah dunia, dan menggetarkan jiwa2 kami serta seluruh dunia y menyaksikannya.
  13. Parade Harmoni alam kembali terjadi lagi… Allah menghentikan kembali guyuran hujannya setelah shalat jum’at selesai.
  14. Aksi Bela Islam yang Allah hadir di tengah2 aksi. Allah…, selamatkan bangsa dn agama ini, hadirkan kami sebagai pasukan pembela syari’at Mu, bersama anak keturunan kami hingga al-haq tegak di muka bumi ini.
  15. Ganjarkan Jannah bagi kami, dan pertemukan kembali kami dalam reuni akbar di padang mahsyar, di mana saat itu kami dan keturunan kami serta umat ini merindukan pembelaan KitabMu: Al-Qur’an, sebagai jawaban karena pembelaan kami atasnya di bumiMu…. Aamiin.
  16. Nanda abi tersayang…, Catatan kecil ini sebagai saksi utk kalian 10 – 20 tahun nanti, ketika kalian menceritakan pada buah hati kalian.., Bahwa dahulu, kalian memiliki ayah y turut dlm barisan membela agama ini, sebagai penegasan bahwa al-haq harus terus di bela oleh keluarga ini dan kita merupakan keluarga y tidak rela agamanya di nista oleh siapapun dan sampai kapanpun. Aamiin.
  17. Salam cinta abi, untuk umi dan anak2 dari arena aksi Bela Islam 212, Lapangan Monas, Jakarta 2 Desember 2016.

# Semoga ikhtiar kecil ini menjadi pemberat u kita mampu meraih JannahNya… Aamiin.

cyrgstduaaapqep-jpg-small

JAKARTA, FOKUSJabar.com: Setelah memeriksa dan menelaah lebih lanjut, Kejaksaan Agung (Kejagung) segera melimpahkan berkas perkara Ahok ke pengadilan.

Berdasarkan hasil analisa Kejagung, perkataan serta pidato Ahok di Kepulauan Seribu seharusnya dikenakan dakwaan Pasal 156 dan Pasal 156 a KUHP.

“Fakta yang diteliti menggambarkan perbuatan yang dilakukan yaitu memenuhi unsur Pasal 156 dan 156 a KUHP,” jelas Jampidum Noor Rachmad dalam konferensi pers di kantornya, Rabu (30/11/2016), seperti dikutip dari Detik.

Pasal 156 KUHP berbunyi:

Barang siapa di muka umum menyatakan perasaan permusuhan, kebencian atau penghinaan terhadap suatu atau beberapa golongan rakyat Indonesia, diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah. Perkataan golongan dalam pasal ini dan pasal berikutnya berarti tiap-tiap bagian dari rakyat Indonesia yang berbeda dengan suatu atau beberapa bagian lainnya karena ras, negeri asal, agama, tempat, asal, keturunan, kebangsaan atau kedudukan menurut hukum tata negara.

Adapun Pasal 156a menyatakan:

Dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya lima tahun barang siapa dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan:

a. yang pada pokoknya bersifat permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia;
b. dengan maksud agar supaya orang tidak menganut agama apa pun juga, yang bersendikan Ketuhanan Yang Maha Esa

Sebelumnya Polri juga sudah memberikan Ahok dengan UU Informasi dan Transkasi Elektronik (UU ITE). Namun pihak Kejagung mengesampingkan hal tersebut karena perbuatan Ahok dinilai tidak memenuhi unsur dalam UU itu.

Source 1 : news

Source 2 : Pasal 156 KUHP

NB :

Rekomendasi Tokoh Tionghoa

 

lius-sung

 

Peserta longmarch #ciamis telah tiba di perbatasan Jakarta

at-tiin

Karugian Jalma Kufur

Kumaha pandangan Islam ngenaan kahadean jalma kufur garis miring kafir? Langsung kuring nukil dawuhan Allah Ta’ala ngeunaan eta :
وَالَّذِينَ كَفَرُوا أَعْمَالُهُمْ كَسَرَابٍ بِقِيعَةٍ يَحْسَبُهُ الظَّمْآنُ مَاءً حَتَّى إِذَا جَاءَهُ لَمْ يَجِدْهُ شَيْئًا وَوَجَدَ اللَّهَ عِنْدَهُ فَوَفَّاهُ حِسَابَهُ وَاللَّهُ سَرِيعُ الْحِسَابِ
“Jeung jalma-jalma kafir, amal-amal maranehna nyaeta lir ibarat fatamorgana di taneuh anu datar, anu disangka cai ku jalma-jalma anu dahaga, tapi mun didatangan cai eta henteu manggihan nanaon. Sarta dimeunangkeun na katetapan Allah di sisina, tuluy Allah mere ka manehna itungan amal-amal kalawan cukup jeung Alah nyaeta gancang pisan itungan-Na” (QS. An Nuur : 39).

Sabenerna Allah Ta’ala geus ngabebaskeun manusa pikeun milih agama anu di anut na di dunya ieu sabage jalan hirup anu maranehna tuju. Sabab manusa geus Allah Ta’ala bere karunia potensi fitrah pikeun nuju agama anu lurus yakni Islam sakumaha anu ditegeskan dina surat Ar Ruum ayat 30 :
فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا ۚ فِطْرَتَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا ۚ لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ
“Mangka hadeupkeun wajah anjeun kalawan lempeng ka agama Allah; (tetap tina) fitrah Allah anu geus nyiptakeun manusa nurutkeun fitrah eta. Henteu aya parobahan tina fitrah Allah. (Eta) agama anu lempeng, tatapi loloba na manusa henteu mikanyaho” (QS. Ar Ruum : 30).

Disagigireun boga kamampuan mikir anu bisa manehna gunakeun pikeun nimbang-nimbang agama anu lurus jeung mana anu bengkok. Kusabab eta mangsa nyatakeun yen jalma non muslim henteu dipaksa asup Islam, sakumaha Allah Ta’ala tegeskeun : “Henteu aya paksaan pikeun asup ka agama Islam, saestuna geus jelas jalan anu bener jeung jalan anu sesat..” (QS. Al Baqarah : 256).

Allah Ta’ala oge nitahkeun Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam pikeun ngabewarakeun anu teges ka jalma-jalma anu nolak risalah Islam : “Jeung omongkeun, Kabeneran eta datang na ti Rabb maneh, mangka sing saha anu hayang (ariman) hendaklah maneh na ariman, jeung sing saha anu hayang (kafir) keun bae manehna kafir.” (QS. Al Kahfi : 29).

Dumasar hal eta ti dieu kara aya predikat atau stempel mukmin jeung kafir. Saha bae anu narima risalah Islam sapinuh hate, ucapan, jeung paripolah, manehna anu boga hak disebut mukmin. Sedengkeun anu nolak risalah Islam sabage jalan hirup na, manehna pantes disebut kufar alias kafir. Allah Ta’ala ngabebaskeun manusa pikeun milih predikat jeung stempel eta tanpa paksaan. Namung Allah Ta’ala mere mangrupa beja penting pikeun manusa nyaeta yen sakabeh pagawean “kahadean” anu dilakukeun ku saurang kafir eta henteu aya nilai atawa buahna disagigireun Allah, ngan fatamorgana!

Surat An Nuur ayat 39 asbabunuzul na ngeunaan jalma anu ngaran na ‘Utbah bin Rabi’ah bin Umayyah dimangsa jahiliyah ngalakukeun meditasi atawa ngaleunyeup jeung make pakean jubah pandeta Nashrani rek nyiar agama (Nashrani) anu dianggap agama anu salamet. Ngan hanjakal,  ti mangsa Islam manehna kufur kalayan paeh dina barisan kaum musyrikin Quraisy dina perang Badar. Amalan jalma kafir saperti eta, ceuk Allah lir ibarat fatamorgana anu lumangsung akibat keusik anu panas jeung gersang eta katempo jiga kobakan cai. Jalma anu haus oge bakal gumbira nempo na jeung gancang ngadeukeutan na. Tapi manehna teu bakal manggihan nanaon kusabab cai eta  ngan sakadar fatamorgana.

Tah perumpamaan eta kacida cocok pikeun jalma-jalma anu henteu boga iman ka Islam jeung henteu migawe kalawan amal anu dilegalkeun ku Islam. Manehna henteu ngajadikeun Islam sabage pandangan hirup na. Malahan manehna nganggap Islam ku sabeulah panon. Ngece. Anu nganggap manehna nyangka yen amal-amal anu manehna sangka hade eta bakal mere manfaat di sagigireun Allah Ta’ala jeung bisa nyalametkeun diri na ti azab Allah Ta’ala. Padahal ceuk Allah “Jeung Kuring sanghareupan sagala amal-amal anu maranehna pigawe, tuluy Kuring jadikeun amal eta ibarat lebu anu katiup angin” (QS. Al Furqaan : 23).

Dina kitab tafsir na Az Zamakhsyari (Al Kasysyaf juz III 237) menehna nerangkeun yen di poe kiamat engke maranehna moal manggihan ilusina eta, malahan sabalikna manehna ibarat jalma kahausan manggihan fatamorgana anu manena sangka cai. Sanggeus manehna ngadeukeutan, lain cai anu manehna panggihan, malah malaikat Zabaniyyah anu gancang nyeret manehna ka jero naraka jahanam sarta mere nginum ku cari hamiim nyaeta cai anu pang panas na! Maranehna jalma-jalma anu Allah sebut sabage jalma anu hese cape tur kapayahan namung henteu manggihan kadaharan jeung inuman kacuali cucuk jeung cai anu pang panas na. Eta itungan Allah Ta’ala anu pasti maranehna manggih jeung ngarasakeun. Komo deui Allah Ta’ala Maha gancang itungan-Na!.

Sanajan lalampahan maranehna anu alus tur hade sarta mulia di dunya saperti jadi pamimpin anu jujur, bener, adil jeung lain-lain tapi bakal ngajadi sia-sia jeung henteu boga nilai nanaon dihareupeun Allah Ta’ala kulantaran kakufuran maranehna.

Kacida rugina maranehna, gawe cape teu kapake lantaran ngajugjug jalan anu bengkok anu nyangka geus ngajugjug jalan anu lempeng. Allah Ta’ala ngadawuh :
الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًا
“Nyaeta jalma-jalma anu geus sia-sia pagawean na dina kahirupan dunya ieu, sedengkeun maranehna nyangka yen maranehna geus migawe sahade-hadena” (QS. Al Kahfi : 104).

Wallahu’alam
__._,_.___

224-fatamorgana-in-desert

copy from : Risap Saprudin sapbayah@gmail.com [urangsunda] <urangsunda@yahoogroups.com>
Nov 8,2016