Category: Sains


Cinta Tanah Air; Tanah beli, air bayar ..!

Dongeng Geologi

Saat memasuki bulan Desember ini di Jawa sudah memasuki musim hujan, Bahkan Sumatera sudah mendapatkan “kelehihan air” sehingga ada banjir di beberapa tempat. Air mulai berlimpah. Dan biasanya kita tidak lagi menghargai seperti saat musim kemarau beberapa bulan yang lalu. Perbedaan pasokan air di alam ini semestinya dimanfaatkan untuk mendidik masyarakat supaya “menghargai air” sesuai dengan penyediaan dari alam.

Kalau kita lihat rekening air, seringkali tidak seperti saat belanja cabe di pasar. Saat pasokan cabe sangat langka, maka harga cabe akan meningkat sangat tajam. Biasanya koran-koran akan berteriak dengan harga cabe melangit. Masyarakat harus dididik dengan cara yang sama untuk penentuan harga air pipa (air PAM).

polach[1]

Pola curah hujan di Indonesia seperti diatas tentunya mudah dimnegerti. Ada pola-pola tertentu dari setiap region di Indonesia. BMKG tentunya memiliki pola-pola lebih teliti dan detilnya. Namun jelas menunjukkan ada waktu-waktu kemarau dan ada waktu-waktu musim penghujan. Pula ini harus diajarkan pada masyarakat bahwa…

Lihat pos aslinya 145 kata lagi

Iklan

kadang dalam masyarakat yg fanatik dalam beragama,mereka terlalu cepat mengartikan takdir;” ini sudah musibah ”

Pdhl kalau mau lebih kritis, lihatlah negara Jepang, mereka tiap hari terancam gempa, tofan,tsunami,& gunung api. Namun tetap menyikapinya dengan membangun tatanan kota setepat mungkin.

intinya, boleh bicara ‘musibah’, ttp sebelum itu prosedur keselamatan sudah dijalankan belum ??

Akhirnya dugaan saya menemukan jawaban, berikut paparannya :

Ini Hasil Penyelidikan Raja Salman dalam Musibah Crane

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Kerajaan Arab Saudi telah menyelidiki kasus tragedi jatuhnya crane di atap Masjidil Haram yang terjadi pada Jumat (11/9) lalu.

Raja Salman bin Abdulaziz Al-Saud pun dinyatakan telah menelaah dengan seksama laporan dari penyelidikan tersebut dan menyimpulkan tidak ada unsur pidana dalam hal ini. Penyebab utamanya adalah kesalahan pengoperasian crane.

“Sehingga pihak pengembang, Group Bin Ladin Saudi bertanggung jawab terhadap sebagian akibat terjadinya insiden ini. Kasus ini sudah diserahkan kepada Jaksa Penuntut Umum, sementara pihak pengembang sedang dicekal atau dilarang bepergian ke luar negeri dan tidak akan digunakan kembali dalam proyek pemerintahan selanjutnya,” ungkap Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Mustafa bin Ibrahim Al Mubarak, dalam konferensi pers di Kedubes Saudi Arabia, Jakarta, Jumat (18/9).

Dalam insiden tersebut crane mengalami hantaman angin kencang ketika terjadi badai. Sementara dalam kondisi angin kencang tersebut crane berada pada posisi kedudukan yang salah.

Posisi crane tersebut dianggap menyalahi arahan dan aturan pengoperasian alat tersebut sebagaimana yang telah ditetapkan pihak pembuatnya.

Aturan dari pihak pembuat crane tersebut menyarankan agar menurunkan penahan derek utama bagian depan pada saat alat tersebut tidak digunakan.

Hal itu, menurut aturan tersebut, juga berlaku jika terdapat hembusan angin kencang. Membiarkan crane tetap berdiri tegap pada kedua kondisi tersebut merupakan tindakan yang salah.

Selain kurangnya ketaatan dalam pengoperasian, Dubes juga mengatakan, ada lemahnya komunikasi dan pengawasan dari para penanggung jawab keselamatan proyek tersebut. Hal ini berkaitan dengan kondisi cuaca dan peringatan yang disampaikan oleh Lembaga Meteorologi dan Perlindungan Lingkungan Saudi Arabia.

Selain itu, juga tidak adanya alat pengukur kecepatan angin pada saat penghentian pengoperasian crane tersebut serta

150913161529-838

tidak adanya respon terhadap peringatan yang disampaikan otoritas terkait untuk mengevaluasi kondisi crane-crane tersebut, khususnya yang mengakibatkan insiden itu.

Oleh karena itu, kini komisi penyelidikan merekomendasikan untuk meninjau kembali kontrak yang terjalin dengan Konsultan PT Kansas.

Selain itu, mengevaluasi kembali kondisi seluruh crane yang ada dalam proyek ini, serta memastikan tersedianya seluruh keperluan standar keselamatan dan keamanan dalam pelaksanaan proyek.

source http://www.republika.co.id/berita/jurnal-haji/berita-jurnal-haji/15/09/19/nuwk77346-ini-hasil-penyelidikan-raja-salman-dalam-musibah-crane

Bulan Ramadhan tahun ini agaknya jatuh pada musim panas. Bagi sebagian orang, mungkin akan terasa berat jika tak disertai tekad yang kuat dan pengetahuan akan agungnya bulan Ramadhan.

Namun, tahukah kita meski mampu berpuasa sebulan penuh dengan baik, ternyata ada penduduk negri yang mesti menjalani puasa seolah mereka sedang bermain bola;  waktu malamnya hanya 2 jam!.

Indonesia sendiri yang terletak di garis khatuliswa memiliki rentang waktu puasa sekitar 13 jam. Namun tahukah kamu berapa rentang waktu puasa di berbagai negara dunia? Paling lama 22 jam! Di manakah itu?

Dilansir dari Huffingtonpost, Rabu (17/6) Negara Islandia tepatnya di Reykjavik yang memiliki rentang waktu puasa paling lama yakni sekitar 22 jam. Penduduk muslim di negara yang terletak di kawasan kutub utara ini hanya punya waktu selama dua jam untuk berbuka, melaksanakan tarawih dan sahur. Berbanding terbalik dengan Islandia, negara yang terletak di ujung selatan yakni Chile tepatnya di kota Punta Aires ini memiliki waktu puasa yang sangat pendek yakni sekitar 9 jam lebih 43 menit. Di sana imsyak baru dimulai pukul 06.30 dan berbuka sekitar pukul 16.30. Perbedaan waktu puasa ini tak terlepas dari hukum alam yakni miringnya sumbu rotasi bumi yang menyebabkan munculnya 4 musim. Saat ini tepatnya bulan Juni, di daerah kutub utara matahari bersinar terus hampir selama 24 jam yang menyebabkan mereka berpuasa lebih lama. Begitu juga sebaliknya di daerah kutub selatan, siang justru berjalan sangat cepat sehingga muslim di sana berbuka lebih dahulu daripada negara lainnya.

= =

ini-rentang-waktu-puasa-di-seluruh-dunia-paling-lama-22-jam-150617o

= =

Data yang telah dihimpun menunjukkan bahwa negara-negara yang terletak di utara garis khatulistiwa memang memiliki waktu puasa lebih lama dari negara di selatan khatulistiwa. Contohnya di Amerika Serikat waktu puasa mencapai 16 jam begitu juga di Inggris yang mencapai 19 jam. Sementara itu Australia yang berada di selatan khatulistiwa berpuasa lebih cepat sekitar 11 jam dan juga di Brasil yang hanya 12 jam.

Demikian, semoga menjadi motivasi dalam mensyukuri segala nikmat yang diberikan kepada kita. Karena dimanapun kita berada, selama ridho Alloh yang kita cari maka sesuatunya akan berbuah kebaikan.

Allohuma sholli a’la muhammad wa ‘ala alihi wa sohbihi wasallam.

Reff: — http://www.brilio.net/news/ini-rentang-waktu-puasa-di-seluruh-dunia

UPDATE :

Fatwa Baru untuk Umat Islam di Eropa

Lalu bagaimanakam umat Islam di negara-negara tersebut menjalankan puasa Ramadhan sekarang?

Kata Sheikh Hussein Muhammad Halawa, Sekjen Majelis Eropa untuk Fatwa dan Riset (The European Council for Fatwa and Research/ECFR), Islam itu agama yang mudah. Mengutip surat al Baqarah 185, ia mengatakan, ‘‘Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.’’

Di ayat sebelumnya, al Baqarah 184, Allah SWT berfirman, ‘‘Maka barangsiapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu) memberi makan seorang miskin.’’

Di antara fatwa yang baru dirilis terkait umat Islam yang berada di negara di mana matahari tidak pernah tenggelam, adalah agar mereka mengambil waktu di hari-hari yang siang dan malam sama panjang, sebagai ukuran menentukan waktu puasa dan shalat di bulan Ramadhan. Dengan kata lain, waktu-waktu ibadah puasa Ramadhan disesuaikan dengan bulan-bulan di mana durasi siang dan malam sama.

Sedangkan di negara-negara yang malamnya sangat pendek di mana tanda fajar tidak jelas dan tidak cukup untuk shalat Isya, tarawih, sahur, ECFR menfatwakan dua hal.

Pertama, melihat hari terakhir di mana tanda terbit dan tenggelamnya matahari, serta waktu Isya cukup jelas, untuk dijadikan pedoman waktu-waktu ibadah Ramadhan. Waktu yang demikian biasanya terjadi pada akhir April atau awal Mei.

Kedua, untuk umat Islam di negara-negara di mana malamnya sangat pendek, diperbolehkan bagi mereka untuk mengakhirkan sahur dan shalat fajar (subuh) sebelum 1 jam 5 menit dari terbitnya matahari.

Tentang pendapat bahwa di negara-negara yang siangnya sangat panjang untuk berpedoman kepada waktu Mekah di dalam menjalankan ibadah puasa, menurut Sheikh Halawah, memang ada pandangan yang demikian. Namun, lanjutnya, pendapat itu adalah ijtihad perseorangan ulama tertentu, dan tidak boleh diambil sebagai petunjuk untuk masyarakat. Alasannya, tanda shalat lima waktu di Makkah sepanjang tahun sangat jelas. Ini berbeda dengan di Eropa.

Karena itu di negara-negara Eropa yang siangnya sangat panjang, ECFR memberi fatwa tidak boleh menjamak shalat Dhuhur dengan Ashar karena tandanya sudah jelas.

Sedangkan shalat Magrib, Isya, dan tarawih boleh dijamak dalam satu waktu lantaran tanda waktunya tidak jelas.

Sedangkan bagi negara-negara yang tanda waktu Isya jelas namun sangat dekat dengan fajar (subuh), maka dimungkinkan untuk shalat Maghrib dan kemudian langsung shalat tarawih sebelum Isya dengan tenggat waktu 45 menit. Setelah tarawih lalu shalat Isya. Shalat tarawih dimungkinkan lebih dahulu dari Isya, lantaran tarawih dibolehkan dilaksanakan kapan saja di waktu malam.

Mengenai umat Islam yang menemukan kesulitan untuk berpuasa di siang yang panjang, Sheikh Halawa menegaskan, Islam adalah agama yang mudah. Bagi mereka yang tidak kuat berpuasa oleh suatu sebab, termasuk siang yang panjang, diperbolehkan untuk tidak puasa dan menggantinya di hari yang lain. Namun, Sheikh Halawa menekankan bahwa puasa adalah ibadah imaniyah ruhiyah alias puasa itu untuk mengukur keimanan seseorang.Dengan begitu, kuat atau tidak kuat seseorang berpuasa kembali kepada yang bersangkutan. Dialah yang bisa mengukur dirinya. Namun, kalau ia tidak puasa dengan sengaja dan tidak ada alasan apa pun, ia juga yang merugi, karena puasa adalah urusan hamba dengan Tuhannya.

Menggarisbawahi fatwa baru untuk umat Islam di Eropa dari ECFR itu, saya ingin menyampaikan beberapa catatan.

Pertama, Islam itu agama yang mudah tapi jangan digampangin.

Kedua, Islam akan selalu sesuai dengan zaman, tempat, dan kondisi.

Ketiga, semua ibadah adalah terkait antara hubungan hamba/manusia dengan Tuhannya. Karena itulah, ibadah pada hakikatnya adalah untuk mengukur tingkat keimanan seseorang secara individu.

Semoga dengan berpuasa Ramadhan dan ibadah-ibadah terkait lainnya bisa menjadikan kita sebagai manusia yang lebih berkualitas. Amin.

http://www.republika.co.id/berita/kolom/resonansi/15/06/21/nqawmv-fatwa-baru-untuk-umat-islam-di-eropa

Perlukah mengecek Ulang Arah Kiblat?

Dongeng Geologi

Sahabat angkasa, Muthoha Arkanudin, dibawah ini menuliskan hari khusus dan istimewa buat kaum muslimin, yaitu hari dimana pada jam tertentu merupakan saat matahari tepat berada diatas Kabah. Sehingga mudah bagi daerah-daerah lain untuk mengukur ulang, mengkoreksi atau malah membuat masjid baru yang mengarah ke kiblat.

Hari Meluruskan Arah Kiblat

Oleh : Mutoha Arkanuddin

Istiwa A’dhom, teknik sederhananamun akurat dalam penentuan arah kiblat.

Apakah arah kiblat masjid bisa berubah atau bergeser akibat gempa bumi maupun bergeraknya lempeng Bumi seperti isu yang tengah berkembang? Jawabannya tentu TIDAK! Artinya pengukuran sebelumnya memang yang membuat arah kiblat masjid tersebut tidak tepat.

Apakah arah kiblat cukup ke BARAT? Sebagaimana yang difatwakan oleh MUI beberapa waktu yang lalu? Jawabannya tentu TIDAK! Sebab di zaman sekarang menentukan arah kiblat semudah membalik telapak tangan (saking mudahnya RED)

Lihat pos aslinya 1.606 kata lagi

Beberapa bulan sebelum gempa Nepal..

Dongeng Geologi

CrossSectionHimalayaPenubrukan Benua India ke Eurasia yang menyebabkan pembentukan Himalaya ini menjadi penyebab utama gempa-gempa disepanjang pegunungan teritinggi didunia ini. Perjalanan India sebenarnya cukup jauh. Karena Benua India terbentuk ketika India masih berada di Selatan Katulistiwa. Bahkan mungkin mendekati kutub selatan saat itu.

😦 “Walah Pakdhe, India bisa-bisanya berada di selatan kemudian keutara sampai nabrak Aurasia. Dulu sempat muter-muteri tiang juga ya, kayak penari India itu ?”

😀 “Emangnya Kutchi-Kutchi Hotahe ?”

Perjalanan India ini telah digambarkan dalam animasi menarik oleh seorang ahli tektonik Asia Tenggara bernama Robert Hall, yang mengepalai grup riset di Inggris. Animasi itu digambarkan seperti dibawah ini.

Pada awalnya India merupakan bagian adri benua Gondwana disebelah selatan Katulistiwa. Benua India mulai terbuka dan terpisah dari Australia Sejak Akhir Jura menabrak Asia pada jaman Cretaceous. Tubrukan (collision) terjadi sejak 110–90 Ma dan menunjam dibawah Sundaland terhenti sejak 45 Juta tahun yang lalu. India dan Australia terpisah sejak  90–75 juta tahun lalu. Subduction atau penunjaman terus terjadi hingga 45 Juta tahun…

Lihat pos aslinya 114 kata lagi

Jangan Mengucek-ucek Mata Yang Terkena Abu Vulkanik

Ketika Wong Desa Naik Pesawat

Pada suatu akhir pekan yang padat saya berangkat pagi-pagi ke sawah percobaan kami di Boyolali, disana telah menunggu dengan antusias rombongan petani yang datang dari sentra produksi beras nasional di Jawa Barat. Selesai berdiskusi di sawah bersama team kami dan para petani tersebut, saya harus bergegas balik ngejar pesawat ke Jakarta. Namanya juga dari sawah, tanpa saya sadari sepatu saya masih ada bekas tanah sawah disana sini ketika masuk ruang tunggu bandara. Rupanya beberapa penumpang lain melihatnya, saya membayangkan apa yang ada di pikiran mereka seandainya terucap mungkin akan bilang “ …ono wong ndeso naik pesawat…”.

Saya memperoleh pelajaran yang sangat berharga dari kejadian ini , bukan karena malu dilihat orang sebagai ‘wong ndeso’ – tetapi dari inspirasi solusi berbasis kecepatan putaran atau gerakan saya hari itu – yang bahkan tidak sempat membersihkan sepatu.

Yang biasa riwa-riwi naik pesawat kan orang-orang kantoran yang melakukan perjalanan dinas dengan biaya kantor, sementara kaum petani yang bekerja keras berusaha mensupplai kebutuhan pangan yang utama – tidak biasa melakukan perjalanan dengan pesawat udara ini. Yang biasa bergerak cepat adalah sektor-sektor lain, sementara para pelaku usaha di sektor utama – yaitu pangan, nyaris tidak bergerak.

Lantas saya berandai-andai, seandainya saja mobilitas para petani ini bisa tinggi sebagaimana mobilitas orang kantoran – maka tanah-tanah yang terlantar di berbagai wilayah negeri akan cepat terolah. Keberhasilan di suatu daerah akan cepat menyebar ke daerah lain, saling menularkan keterampilan akan mengakselerasi kecukupan pangan, petani akan memiliki harga jual terbaik untuk hasil pertanian mereka dlsb.

Untuk menggambarkan pentingnya perputaran atau pergerakan  yang cepat dalam menggerakkan sektor pertanian ini saya beri ilustrasi berikut :

Bila Anda punya uang Rp 1 juta, Anda pakai usaha dengan hasil bersih Rp 100 ribu. Cukup kah hasil ini ?, jawabannya tergantung berapa lama waktu yang Anda perlukan untuk memperoleh yang Rp 100 ribu tersebut. Bila perlu waktu setahun, maka hasil Anda tergolong rendah karena investasi Anda hanya memberikan return 10 % per tahun.

Tetapi bila Anda perolehnya dalam 1 bulan, maka hasilnya tinggi karena setara dengan 120 % per tahun. Bila Anda perolehnya setiap minggu maka akan sangat tinggi karena setara dengan 520 % per tahun. Bila Anda perolehnya setiap hari, maka ini luar bisa tinggi karena akan setara dengan 3,650 % per tahun. Hasil menjadi tidak terhitung manakali hasil tersebut diinvestasikan kembali yang oleh orang keuangan disebut efek compound.

Rupanya disini rahasia kecukupan rezeki bagi semua orang atau bahkan semua makhluk di bumi yang dijanjikan Allah itu (QS  11 :6). Sebagaimana Allah menjaga kelangsungan bumi dan tata surya sampai hari kiamat melalui pergerakan berputarnya, maka kecukupan rezeki bagi semua itu juga dijamin melalui perputaran harta. Itulah mengapa harta yang hanya berputar di golongan yang kaya saja tidak boleh (QS 59:7), apalagi harta yang tidak berputar.

Itu pulalah sebabnya, mengapa lahan pertanian yang dianggurkan atau tidak dimakmurkan oleh pemiliknya lebih dari tiga tahun – itu sesungguhnya sudah bukan lagi miliknya.

Bisa dibayangkan banyaknya lahan yang menganggur di negeri ini yang bisa dimakmurkan bila para petani memiliki mobilitas tinggi, mereka akan dengan senang hati terbang kesana kemari mengolah negeri – bila diberi kesempatan untuk melakukannya.

Jumlah penduduk bisa terus bertambah dan lahan pertanian semakin menyempit, tetapi inipun tidak mengurangi janji Allah bahwa semuanya akan tetap mendapatkan rezekinya. Allah Maha Kuasa dan Maha Memenuhi Janji, maka nampaknya bukan luasnya lahan dan banyaknya harta  yang menjamin ketersediaan pangan itu – tetapi melalui perputarannyalah pangan akan cukup.

Harta yang banyak bila ditimbun, sawah ladang yang luas bila dianggurkan – semuanya tidak akan membuat kecukupan pangan.  Sebaliknya harta sedikit yang terus berputar cepat, lahan yang sempit yang terus diproduktifkan – itulah yang akan menghasilkan pangan yang cukup bagi seluruh penduduk bumi itu.

Masih terisa beberapa pertanyaan lagi, yaitu bagaimana memproduktifkan lahan yang sempit agar cukup ?, bukankah masa panen sudah tertentu, produktifitas hasil juga ada batasnya ?. Samar-sama jawaban itu mulai terbayang dari serangkaian hasil eksperimen yang menjadi bahan diskusi dengan para petani tersebut di atas. Jawabannya nampaknya sekali lagi akan datang dari perputaran atau pergerakan yang lebih cepat.

Dari dahulu kita paham bahwa bila kita bisa mengintegrasikan peternakan dan pertanian, kambing dan sawah misalnya – maka keduanya akan saling menopang karena kotoran kambing menjadi pupuk dan dari lahan pertanian antara lain dihasilkan pakan kambing.

Tetapi masalahnya adalah tidak semua hasil atau limbah pertanian bisa dimakan kambing, bisa karena proteinnya yang rendah maupun karena kekerasan seratnya yang membuat tidak digestible di perut kambing. Kotoran kambing-pun bila dibiarkan apa adanya perlu waktu beberapa bulan untuk bisa menjadi pupuk yang efektif. Walhasil perlu upaya kita untuk mempercepat putaran dari hasil/limbah pertanian ke kambing dan dari kambing ke pupuk pertanian ini.

Percepatan putaran siklus pertanian ini Alhamdulillah sudah mulai kita coba juga. Dari kotoran kambing dapat dipercepat menjadi pupuk yang efektif hanya dalam beberapa hari melalui proses fermentasi, sebaliknya melalui proses fermentasi pula hasil atau limbah pertanian yang semula berprotein rendah dan tidak digestible menjadi berprotein tinggi dan digestible.

Jadi bahkan sektor peternakan dan pertanian yang mengurusi kebutuhan esensial manusia inipun insyaAllah bisa dipercepat perputarannya. Bila ini terjadi, Anda mungkin akan menjadi lebih banyak melihat wong ndeso yang belepotan dengan tanah riwa-riwi ke seluruh negeri dengan pesawat. Lahan-lahan yang gersang dan menganggur kini menunggu dimakmurkan, menunggu mereka-mereka ini untuk terjun mengolahnya. InsyaAllah.

Muhaimin Iqbal; https://twitter.com/GeraiDinar.

Anak KREATIF & Berprestasi | 022 2008621 | 0818 22 0898

Sebagai orang dewasa kita sering menyepelekan peran bahasa dalam matematika. Padahal bahasa sangat penting untuk mengembangkan kemampuan matematika anak kita. Misalnya untuk berhitung cepat, bahasa yang tepat akan sangat membantu.

Paman APIQ telah lama mengusulkan agar kita menggunakan bahasa yang efektif untuk matematika. Meski bahasa ini – istilah yang digunakan – kadang jarang kita dengar tetapi sangat membantu dalam proses berpikir.

Paman APIQ menemukan seorang bocah kecil di kampung yang kreatif berhitung.

Ketika mandi, bocah ini menempelkan 10 jarinya di dinding. Lalu ia menempelkan 10 jarinya lagi di dinding agak atas.

“Aku tahu…” seru bocah kecil itu,” 10 + 10 adalah 20.”

Lalu bocak kecil itu melanjutkan eksperimen jari-jarinya di dinding kamar mandi dengan membuat kesimpulan.

10 + 10 + 10 = 30

20 + 20 = 40

20 + 30 = 50

dan seterusnya.

Bahkan bocah kecil itu juga berhasil menyimpulkan,

50 + 50 = 100

(lima puluh tambah…

Lihat pos aslinya 183 kata lagi