Category: Sosial Budaya


ketua-mui-dan-ahok-serta-tim-kuasa-hukum

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin hadir menjadi saksi ahli pada sidang lanjutan perkara dugaan penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama yang digelar pada Selasa (31/1/2017),

Berdasarkan pantauan Portal Islam, berikut 5 pukulan telak yang disampaikan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’ruf Amin saat menjadi saksi di persidangan kasus penistaan Ahok.

 

1. Ahok Telah Menghina Al-Quran dan Ulama

 

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin mengatakan, sebagai seorang non-muslim tidak etis Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyinggung Surat Al-Maidah ayat 51 dalam pidatonya di Kepulauan Seribu. “Seharusnya Pak Basuki tidak bicara Surat Al-Maidah karena bukan Muslim, tidak etis dan tidak proporsional,” kata KH Ma’ruf saat memberikan kesaksian dalam lanjutan sidang Ahok di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (31/1).

KH Ma’ruf pun menggarisbawahi bahwa Ahok telah menghina Alquran dan ulama terkait ucapannya tersebut. “Itu substansinya, yaitu kata-kata “dibohongi pakai Surat Al-Maidah 51″, tidak ada korelasinya dengan isi seluruh pidato,” kata Ma’ruf.

“Menurut pendapat yang kita bahas (di MUI), terdakwa memposisikan Alquran sebagai alat kebohongan, memposisikan Alquran rendah. Yang sampaikan alat itu adalah para ulama, maka kesimpulannya (Ahok) melakukan penghinaan pada Alquran dan ulama,” tegas KH Ma’ruf.

 

2. Perlu Ada Tindakan Hukum Atas Penghinaan Agama

 

Ketua Umum MU KH Ma’ruf Amin mengatakan ucapan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang menyinggung Surat Al-Maidah ayat 51 merupakan isu nasional sehingga perlu ada tindakan hukum untuk memprosesnya.

Hal itu terkait kuasa hukum Ahok yang mempertanyakan sikap MUI DKI Jakarta yang menyebutkan telah menegur Ahok untuk tidak mengeluarkan ujaran kebencian dan pernyataan yang meresahkan umat Islam di DKI Jakarta. Jadi karena Ahok sudah ditegur maka tidak perlu proses hukum.

“Ini sudah isu nasional, bukan lagi masalah daerah di mana berpotensi menimbulkan kegaduhan di masyarakat,” kata KH Ma’ruf saat memberikan kesaksian dalam lanjutan sidang Ahok.

 

3. Teguran Belum Jawab Tuntutan Masyarakat
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin pun menyatakan tidak ada pertentangan antara teguran dari MUI DKI Jakarta dengan sikap dan pendapat keagamaan MUI terhadap ucapan Ahok.
“Karena teguran itu belum menjawab tuntutan masyarakat. Masyarakat juga berharap bisa ditindaklanjuti ucapan terdakwa ini kepada penegak hukum sehingga dianggap cukup,” ucap KH Ma’ruf.
KH Ma’ruf menyatakan sikap dan pendapat keagamaan
terkait penodaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dibahas oleh empat komisi di dalam MUI.
“Empat komisi yang terdiri dari komisi fatwa, undang-undang, pengkajian, dan informasi melakukan penelitian dan investigasi di lapangan kemudian melakukan pembahasan,” tuturnya.
Setelah dilakukan pembahasan di empat komisi itu, kata KH Ma’ruf, hasilnya dilaporkan kepada pengurus harian.

“Kemudian dibahas lagi di pengurus harian termasuk saya. Pengurus harian itu ada ketua umum, wakil ketua, dan sekretaris-sekretaris. Pengurus harian inti ada sekitar 20 orang,” katanya.
KH Ma’ruf menyatakan setelah pembahasan dalam pengurus harian kemudian lahir sikap dan pendapat keagamaan MUI yang menyimpulkan bahwa ucapan Ahok yang mengatakan “dibohongi pakai Surat Al-Maidah ayat 51” itu merupakan penghinaan terhadap agama dan ulama.
4. Kasus Penghinaan Al-Quran Ini Bukan Terkait Tafsir Surat Al-Maidah Ayat 51
KH Ma’aruf Amin menegaskan kasus penghinaan Al-Quran dan Ulama yang dilakukan Ahok bukan terkait dengan tafisr (perbedaan tafsir) atas surat Al-Maidah ayat 51 pada kata auliya. Hal ini menanggapi permintaan tim penasihat hukum terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tersebut, khususnya terkait ‘auliya’ dalam surat al-Maidah ayat 51.
“Apakah makna dari kata ‘auliya’ dari al-Maidah 51? Apakah maksudnya teman dekat‎ dan menganggap proteksi dan saling pelindung?” ujar salah seorang penasehat hukum Ahok dalam persidangan.
KH Ma’ruf menjelaskan bahwa tafsir al-Maidah ayat 51 tidak menjadi objek dalam pembahasan fatwa MUI ‎yang menyatakan terdakwa Ahok telah menistakan agama Islam saat melakukan kunjungan kerja ke Pulau Seribu. Fatwa MUI dikeluarkan berdasarkan pernyataan Ahok yang menyampaikan al-Maidah ayat 51 kepada warga Pulau Seribu.
“Tafsir Almaidah tidak menjadi objek pembahasan. Karena yang menjadi objek pembahasan adalah pernyataan Ahok di Kepuluan Seribu (kalimat “dibohongi pakai Surat Al-Maidah ayat 51″),” kata Kyai Ma’aruf.

 

5. Pertanyaan Tim Hukum Ahok Tidak Relevan
Pengacara Ahok bertanya tentang kepemimpinan Donald Trump di Amerika saat ini yang baru saja mengelurkan kebijakan kontroversial dan mengaitkannya dengan pernyataan KH Ma’ruf.
“Di Amerika, Donald trump mengeluarkan kebijakan imigran yang kontroversial, gimana dikaitkan dengan pernyataan anda?” tuturnya.
Mendapati pertanyaan itu, KH Ma’ruf menyatakan pertanyaan itu tak ada kaitannya dengan pokok perkara. Sehingga, dia enggan memberikan jawaban. “Sudah tak relevan, sudah ke mana-mana pertanyannya. Bukan porsi saya,” tegas KH Ma’ruf.
mui_pendapat-dan-sikap-keagamaan

 

SOURCE

Iklan

Posko Banjir Garut

-Untuk posko utama di Makodim, dapur umum, pos kesehatan, dan pengungsian di aula Makorem.
-Daerah terparah adalah Kp. Cimacan Ds. Haurpanggung Kec. Tarogong Kidul
-Lokasi evakuasi korban banjir dan penanganan yang luka dan meninggal sbb :

1. RS Guntur Garut

2. Aula makorem 062/Tn

3. Madrasah Asyfa Kp.Kaum lebak Kel. Paminggir Kec.Grt kota

4. Makodim 0611/Grt

5. Kantor Kelurahan Paminggir

-Posko Siaga Bantuan Bencana yg dibentuk sbb:

1. Posko Bencana BPBD Kab.Garut

2. Posko Bencana Makodim 0611/Garut

3. Posko Pengungsi Makorem 062/TN

4. Posko Aju Polsek Tarkid

5. Posko Aju Cimacan–https://www.facebook.com/notes/a

*Wonders Teen*

Pic of today : MTs Al Rohmah-Karangpawitan Garut ,
Best costum, Best Arransment, Best Performance

14034705_1151423178253492_1655317918374926117_n
disaat yang lain udah menepi karena cuaca panas jam 10-an, mereka dengan enjoy menyelesaikan pertunjukannya hingga selesai tanpa kehilangan ritme.

==================================================================

mungkin itulah cuplikan untuk postingan telat yang satu ini..lagi mumet  :{ ..

pagi itu, 17 Agustus 2016, saya turut mengiringi parade  Agustusan menuju lapang nagrog kecamatan karangpawitan kabupaten garut. seperti biasa, berbagai desa menampilkan berbagai kreasinya untuk nanti dinilai juri di lapangan; ada rumah gadang,helikopter, kapal jet, rombongan petani,drumb band, dan special tahun ini; ondel-ondel (pdhl itu kan kesenian jakarta).. nampaknya masyarakat sudah sadar akan nasionalisme nya sebagai penduduk suatu negara,sehingga tidak terkukung lagi oleh sikap chauvimisme (kesukuan/kedaerahan)…

(±) jam 9 lebih, saya berencana pulang saja dari menonton di lapangan karena udara mulai terasa panas. bahkan anak-anak sekolah juga sudah pada menepi..plus pada berfoto selvie.

namun ada yang membuat kaget,sebaris anak-anak SMP lewat didepanku mempertontonkan kemahirannya. Sudah sering saya melihat pertunjukan seperti ini, namun yang ini terasa beda. mulai dari berbaris, membentuk formasi burung, melingkar, saling silang, dll dilakukan dengan apik tanpa kehilangan ritme. Benar-benar pertunjukan ‘World Clas’ dari sekelompok anak sekolah menengah. Saya benar-benar terpana.. satu jam memperhatikan, tak terasa kalau dari pagi cuma baru makan sebuah roti & secangkir kopi..tapi tak terasa haus & lapar,padahal dari mulai persiapan hingga macet ‘ala lebaran’ di sepanjang jalan tentunya menyita stamina. Terbayang, saya seperti Ronaldo yang berdiri disisi lapangan sambil mensport timnya dengan berapi-api.. dan mereka, tim marching band itu ibarat tim U-19 yang mempermainkan pemain korea (selatan) dengan skilnya.bedanya, hujan membuat pemain korea seolah hilang tenaga, sedang yang ini teriknya mentari malah membuat mereka tampil ‘menggila’.

Saya boleh dianggap berlebihan, tp bayangkanlah..kakak mereka (SMA) banyak yang menepi karena kepanasan, bahkan beberapa diantaranya pingsan..sedang mereka, setengah jam (main) diperjalanan, satu jam upacara, dan hampir satu jam membuat pertunjukan, bukankah itu stamina yang LUAR BIASA?

= == mungkin hanya demikian yang bisa saya tuliskan, kalau ada waktu, saya berniat mengunjungi sekolah mereka untuk meminta dokumentasi dan meminta izin upload di blog ini, Insya Alloh..

yang pasti, today; 17 Agustus 2016, remember the name; MTs Al Rohmah Karangpawitan-Garut.

 

 

 

 

mudik

Meski hati tersentak oleh kabar meninggalnya beberapa pemudik yang terjebak kemacetan, dimana udara panas & panjangnya antrian membuat kondisi tubuh mereka drop hingga menyebabkan kematian. Mari kita melihat dan mengakui bahwa rutinitas tahunan ini secara sosiologis, mampu meningkatkan ketahanan bangsa

Bangsa yang kuat tercipta dari keluarga yang kuat, keluarga yang kuat tercipta dari pribadi yang kuat. Berarti masing masing kita adalah penentu kekuatan sebuah bangsa.Membuat desain kekuatan bangsa tidak akan lepas dari peran kita selama ini, jika kita abai dengan budaya hidup berkeluarga, bersifat cuek, masa bodoh dan tidak peduli sesama anggota keluarga maka persatuan keluarga akan terancam, maka jika ini secara keseluruhan dialami sebuah bangsa maka akan tercipta kelemahan sebuah bangsa.

Sehingga silaturrahmi menjadi perekat dan menciptakan ketahanan bangsa.Paling mudah jika kita masing masing keluarga mengalami perpecahan,pertikaian dan itu terjadi secara massal maka tentu akan melemahkan ketahanan bangsa secara keseluruhan. Silaturahmi mampu mengajarkan kita tentang nasionalisme, meski berawal dari lingkup yang kecil; kedaerahan;kampung halaman.

pemudik yang datang pun,bila punya sifat dermawan,jika mereka memberikan dana tali asih kepada sanak famili.Nah ketika tali asih tersebut dibelanjakan dilingkungan desa setempat, maka akan tergerak pula sektor perekonomian.

Nah yang paling terasa ialah pemudik ini juga menjamin kelangsungan pendidikan keluarga yang ditinggalkan sebagai bukti sikap kepeduliannya dan menunjukkan kesuksesannya menjadi pekerja di Ibukota. Misalnya dengan memberikan beasiswa, biaya pendidikan, biaya sekolah bagi para anggota keluarga, sanak famili, keluarga besarnya. Lebih lanjut, mereka terkadang sanak saudaranya yang belum mapan untuk ikut bekerja bersama mereka, sehingga timbul pula regenarasi pekerja yang  akan mendukung  laju perekonomian.

Dari sinilah, bermula dari suatu komunitas yang kuat.. tentunya dengan menyaring budaya negatif yang ikut terbawa ke desa.. lahirlah masyarakat yang kuat. Dan dari masyarakat yang kuat lahirlah pula bangsa yang kuat.

Mendukung hal ini, ada tuntunan Al-Quran dalam usaha kita menjalani kehidupan dalam suatu komunitas :

afwa

”Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta berpalinglah orang-orang yang bodoh

(QS Al A’raf, 7: 199).

Jika dialihbahasakan, ayat tersebut memiliki makna:

  • Jadilah pemaaf ; jangan emosional/ temperamental, apalagi mendendam.

Penelitian para ilmuwan Amerika membuktikan bahwa orang yang mampu memaafkan akan lebih sehat jiwa dan raganya. Orang-orang yang diteliti menyatakan bahwa penderitaan mereka berkurang setelah memaafkan orang yang menyakitinya. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa orang yang belajar memaafkan merasa lebih baik, tidak hanya secara kejiwaan tetapi juga fisik. Gejala-gejala psikosomatis seperti sakit punggung akibat stres, tekanan jiwa, susah tidur dan sakit perut jadi berkurang pada orang-orang ini.

  • suruhlah orang mengerjakan yang makruf; saling koreksi.

Sungguh indah kata ini dikaitkan dengan perintah untuk menjadi pemaaf. Mengisyaratkan bahwa sikap untuk mengkoreksi harus didasari sikap memaafkan.tanpa itu, koreksi/kritik terhadap seseorang hanya bermaksud untuk MENJATUHKAN bukan meluruskan. Telah lumrah hal ini kita saksikan di media2 sosial maupun dalam kehidupan sehari-hari

  • berpalinglah orang-orang yang bodoh; jangan dipedulikan, jangan sami mawon

Sudah dari sananya bahwa dalam hidup ini kita akan dikelilingi orang2 yang kadang rendah tingkat berpikirnya, rendah visi-misi hidupnya. Tak lain karena hidup ini ujian semata.

Kita berbuat baik,diomongin.. berbuat salah apalagi. Mereka orang bodoh, tapi tak sadar bahwa dirinya bodoh.Menghadapi orang-orang seperti ini kita mesti ekstra bersabar, lebih banyak memberikan bukti daripada melayani ocehannya.

Bahkan seorang imam ahlu sunnah, Imam As Syafie berkata :

Aku sering berkawan dengan orang pintar, dan aku mampu mempengaruhi mereka.

Dan aku sering berkawan dengan orang bodoh, tapi bukannya mempengaruhi, malah aku yang dipengaruhi oleh mereka.

Aku sering berdebat dengan orang pintar dan aku tak pernah kalah.

Dan aku sering berdebat dengan orang bodoh, dan aku tak pernah menang.

 

 

Demikian, semoga terinspirasi dan membawa manfaat.

Walllohul musta’an.

 

Ref:

-Muhammad Ab_ kompasiana.com/magungb

-khutbah I’edul fitri 1437 H, at Kp.Biru Desa Situjaya Kec.Karangpawitan-Garut.

 

Menuju Indonesia Maju 2030

Dialog Pagi TVRI bersama Bpk.Bimo Sasongko_Sekjen Alumni Ikatan Program Habibie

Minggu, 5 Juni 2016

 

 

-dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Eropa (MEA) yang mulai masuk 2016 ini kita perlu akan SDM yang handal, diantaranya pelajar-pelajar yang siap mengikuti Student Exchange. Persaingan yang akan kita hadapi bukan hanya antara sesama, tetapi juga dengan orang luar

-Bank-bank di Malaysia ada yang namanya agunan pendidikan, dimana seorang pelajar boleh meminjam untuk bea kuliahnya, nanti setelah lulus s/d bekerja diangsur dengan gaji di kantornya

-kita mh pinjamana bank kebanyakan untuk konsumtif

-Student Exchange jangan mengirim yang ‘tua-tua’ karena daya serap/gerak mereka dikhawatirkan terbatas, pun program S1-S3 di luar negeri banyak yang sudah gratis. Jadi yang pasca sarjana pake biaya sendiri lah, anggaran pendidikan buat mereka yang muda2 saja.

Nb: bagusnya juga program studi banding DPR diminimalkan, apa yang bisa diingat dari kunjungan beberapa hari/jam di suatu negara selain aji mumpung bisa liburan dengan fasilitas negara. Lebih baik mengundang mereka yang sedang belajar/ bekerja di negara tujuan studi banding untuk bertemu di suatu forum,lalu dimintai pendapat-pendapat/ pemikirannya. Mereka mungkin lebih paham.

-percuma kuliah bertahun-tahun kalo tak punya kepercayaan diri, ketemu orang asing langsung minder. Padahal mereka tak sehebat yang dibayangkan.

-sayang banyak sekolah-sekolah bahasa yang tutup dalam kurun waktu 10 tahun ini. Tinggal bahasa inggris, itu pun banyak yang dibawah standar

-Padahal negara-negara maju sudah mulai mengirim anak-anak mudanya ke pusat-pusat peradaban dunia

-boleh mendatangkan dosen dari luar (import), syaratnya: mesti berkualitas, difasilitasi, dan mampu membimbing muridnya dalam pelaksanaan Student Exchange

-Konsep Brain Drain ( dalam artian para sarjana yang tak mau lagi kembali ke Indonesia) tak perlu dibesar-besarkan. Ini jaman globalisasi, kita masih bisa saling berhubungan meski terpisah jarak. Mereka tentu saja ingin kembali ke tanah airnya, namun kurangnya fasilitas membuat mereka takut keahliannya menjadi tidak optimal.

*

masyarakat-ekonomi-asean

 

Desa Tetangga.. 🙂

Putri'na Cisompet-Garut

Pada umumnya, masyarakat Cisompet merupakan masyarakat yang masih hidup dalam keadaan tradisional, tapi mulai tersentuh kehidupan modern. Gambaran tradisional dan modern tersebut akan terlihat dari mata pencaharian masyarakat di desa ini.

BERTERNAK BERTERNAK

Sebagai masyarakat yang masih bergantung pada kebaikan alam, kebanyakan masyarakat di Cisompet bekerja sebagai petani dan peternak. Hal ini mungkin karena wilayah Cisompet menyajikan kekayaan alam yang sangat sayang apabila tidak dimanfaatkan secara baik. Berbagai tanaman bisa tumbuh disini, seperti padi, karet, teh, dan kelapa sawit. Padahal tanaman tersebut bisa tumbuh di keadaan yang sangat berbeda suhu. Jawaban dari semua ini yaitu karena wilayah Cisompet melingkupi daerah dingin di Neglasari dan Sindangsari, wilayah bersuhu sedang di Desa Cisompet, dan wilayah bersuhu panas di beberapa desa perbatasan sebelum Pameungpeuk. Keadaan ini sangatlah menguntungkan masyarakat untuk bisa bercocok tanam apapun.

Mata pencaharian tradisional yang ada sejak turun temurun adalah pertanian dan peternakan. Banyak masyarakat di Cisompet yang menyandarkan hidupnya pada…

Lihat pos aslinya 156 kata lagi

The Transgender

Dionne – 14 th di 2014 – lahir sebagai anak laki-laki. namun pada usia 3 tahun, ia merasa bahwa ia lebih suka menjadi seorang perempuan. Maka pada usia 11, ia memutuskan mengikuti program Transgender. Saat ini, dia menerima inhibitor pubertas bulanan. Dalam waktu dekat mereka mungkin mulai mengambil hormon wanita, dan akan mengikuti perubahan jenis kelamin. Dionne mengatakan program itu diterima oleh semua orang yang memilih menjadi sebagai seorang perempuan dan benar-benar tak ada yang menganggu.

Link : https://www.youtube.com/watch?v=KX8UakTGa-k

Kini dia memiliki semua hidupnya sebagai seorang gadis dalam kehidupan nyata. Ketika dia membuat sebuah buku; Genderchildren – lahir di tubuh yang salah-Dionne ada di bagian paling depan dan dia sangat bangga.

Selama dua tahun ini Dionne mengikuti pelajaran menyanyi. Tapi dia benar-benar suka bernyanyi . Dia telah bermain piano selama lima tahun dan dia duduk di balet jazz. Dalam waktu luangnya dia suka berbicara dengan teman-teman. Dengan musik dia sering terbaik dilakukan untuk penonton. Mimpinya adalah bermain dalam musikal atau untuk menjadi seorang penyanyi. Jika ini gagal dia ingin melakukan sesuatu di industri kecantikan.

dq

sumber: Wikipedia.nl / TheVoiceKids

My opinion:
Entah apa yang harus saya katakan, karena di dalam agama kita, mengubah alat kelamin hanya karena alasan kejiwaan itu dilarang. Menurut fatwa MUI, hal yang di perbolehkan  itu hanya dua :
– Alat kelamin cacat, seperti vagina atau penis yang tak berlubang. Biasanya ini juga dilakukan saat usia balita
– Alat kelamin ganda, maka dipilih apa organ dalam yang dimilikinya. jika  rahim yang ada, maka penisnya yang dibuang. begitu pun sebaliknya.

Sebenarnya sudah banyak yang mau membantu…tapi waria kadang ga mau berubah. Makanya dakwahnya harus konsisten dan terus-menerus. Kebanyakan waria (baik yang MTF (male to female)maupun yang FTM(female-to-male)) tidak tahu bahwa ‘rumput tetangga jauh lebih hijau’. Biasanya lelaki yang ingin jadi perempuan itu ingin menjadi perempuan karena ingin 1. dicintai lelaki, 2. merasa peran sebgai perempuan lebih nikmat 3. merasa bahwa menjadi lelaki itu berat 4. belum memahami penderitaan menjadi perempuan. Begitu juga yang lelaki.

Padahal kalau ditanya para MTF itu pasti tidak tahu sama sekali rasa sakit haid, atau masalah ovarium, sedangkan yang FTM tidak tahu hidup menjadi pria tidak segampang bayangannya. .karenanya perlu pemahaman dan pengenalan perbedaan laki-laki dan perempuan, baik sisi enak maupun ga enaknya. Faktor orang menjadi transgender banyak, menurut penelitian terbaru, hormon, genetik, dsb punya andil kurang dari 10%. Identitas seksual dan gender itu 90% dipengaruhi oleh faktor lingkungan.
Hanya label bahwa semua itu berasal dari gen sudah terlanjur mengakar sehingga harapan para transgender untuk kembali ke fitrahnya yang asli malah menjadi sulit. Apalgi para aktivis LGBT sering menyesatkan mereka dengan video-video propaganda bahwa mereka ‘born that way” (termasuk Lady Gaga).

Yang perlu kita tekankan juga adalah adanya perbedaan para waria dengan para interseks (orang yang memiliki dua alat kelamin yang berbeda). Seperti yang dikatakan di atas, interseks diakui dalam Islam, Rasul menyebutnya dengan khuntsa. Sedangkan waria, Rasul SAW menyebutnya dengan mukhanats. Jadi tentu hukumnya berbeda. Contohnya Jo dari Semarang yang baru saja dioperasi penyempurnaan kelamin yang dulunya beridentitas perempuan bernama Siti Maimunnah.

Dunia barat, dengan segala gemerlapannya ternyata menyisakan sisi-sisi yang gelap & buram, diantaranya gangguan mental/kejiwaan. Maklum, agama dikalahkan akal, teknologi dipertuhankan. Ada gerakan di tingkat global yang secara sistematis memperjuangkan dilegalkannya LGBT (Lesbian Gay Bisexual dan Transgender). Komunitas LGBT ini sudah menyebar di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Perlu disadari bahwa, adanya anjuran dan pemahaman yang mengatakan bahwa mainan serta pakaian anak lelaki itu tidak perlu dibedakan dengan anak perempuan, juga jenis olahraga dan permainannya, sebenarnya adalah merupakan soft campaign (kampanye halus) dari mereka yang menginginkan kebebasan pergaulan dan menghilangkan jati diri laki-laki dan perempuan, termasuk juga mengarahkan legalitas LGBT.

Beberapa kasus seorang lelaki yang kemudian merubah dirinya menjadi perempuan dengan cara operasi dan suntik hormon, boleh jadi juga muncul oleh sebab adanya kenyataan betapa mudahnya dan termanjakannya menjadi seorang perempuan, karena gencarnya kampanye yang dilancarkan oleh kaum feminis, yang ingin menempatkan perempuan menjadi penguasa dunia, dengan mendepak laki-laki, dan menuntut “posisi dan peran serta pelayanan“ yang berlebihan untuk kaum perempuan.

Inilah tantangan kita, seluruh orang tua, dimana pun berada, agar lebih waspada dan serius dalam menjaga dan mendidik anak-anaknya untuk tidak menjadi korban atau terpengaruh dengan gaya hidup mereka.

khusus Dionne, mungkin hanya salah satu korban dari sistem kehidupan. toh dia memutuskannya di usia 11 tahun, masih dikategorikan kanak-kanak, labil. Beda dengan dewasa yang sengaja melakukan penentangan.
Nasi sudah menjadi bubur, semoga suatu hari nanti sebuah taubat menjadi penggugur..

DIONE 1

Reff:

http://forumgurunusantara.blogspot.com/2014/10/transgender-indonesia.html

http://www.dakwatuna.com/2014/11/11/59836/bagaimana-mendidik-anak-agar-terhindar-dari-transgenderT

Kredit Point

She Wolf: https://www.youtube.com/watch?v=9mGxX67G_zM
Fucking Perfect : https://www.youtube.com/watch?v=atFB66IyAC4
Skyfall : https://www.youtube.com/watch?v=ybNRriEqWQ0

===

Setiap kita Adalah Penerbang

Andai setiap pengendara di jalanan menyadari bahwa dirinya adalah (juga) seorang penerbang, mungkin tak kan banyak terjadi kecelakaan di dunia ini.

Kenanglah..

Jalur kiri-kanan ibarat Route dengan azimutnya yang tak boleh diserobot sembarangan

Speedo meter ibarat panel kontrol yang memperlihatkan tinggi-rendahnya terbang pesawat

Rambu lalu lintas ibarat menara ATC di darat, dimana pak Polisi adalah penjaganya

Situasi di jalan pun harus mengaktifkan ‘Radar’ di hati kita .. yang memberi peringatan;

… kendaraan makin padat, jaga jarak !

…angin makin kencang, hujan makin deras, harap berhenti sebentar !

… kurangi kecepatan, yang anda bawa anak kecil, pegangannya mungkin tak kuat,.. dsb

Ya, andai setiap orang menyadari, mungkin kecelakaan pesawat terbang tak kan banyak terjadi.

Karena bukankah seorang pilot juga dulunya seorang pengendara di jalanan?

Adakah nyawa orang di daratan, TAK LEBIH BERHARGA dengan penumpang yang kita bawa saat diatas sana?

Mungkinkah karena budaya melanggar aturan di jalanan, membentuk sebuah mental hingga terbawa pula saat berkendara di angkasa?

Wallohu’alam.

K-13 distop

Sesungguhnya ada harapan yang besar terhadap penerapan Kurikulum 2013. Yakni, peningkatan kualitas peserta didik dengan lebih banyak memancing kreativitas anak dengan semua mata pelajaran berkontribusi pada semua ranah kompetensi, materi, dan proses diturunkan dari sebuah produk yang mengantarkan peserta didik agar lebih dapat berkarya dengan tidak hanya melakukan penekanan pada hasil, tetapi juga penekanan pada keselarasan rencana kegiatan, penilaian proses, dan hasil secara utuh.

Kurikulum 2013 juga menggunakan materi populer sebagai konteks sehingga informasi yang dibahas lebih up to date.

Namun, harapan tersebut tidak diimbangi dengan komponen-komponen penunjang kurikulum dengan baik. Mulai dari sosialisasi konsep kurikulum yang dirasakan kurang bagi sekolah sehingga masih banyak sekolah yang menerapkan Kurikulum 2013, tetapi metode pengajaran guru-gurunya masih menggunakan Kurikulum 2006.

Hal ini karena sosialisasi kurikulum terlalu dipaksakan, terlebih lagi dari pembelajarannya. Hal itu disebabkan guru lebih disibukkan dengan proses penilaian  daripada proses mengajar.

Kondisi tersebut kemudian diperburuk lagi dengan ketersediaan buku yang kurang. Hingga Juli 2014, hanya tiga buku yang siap digunakan, yakni bahasa Indonesia, matematika, dan sejarah. Dengan kondisi seperti ini akan mempersulit penerapan sebuah kurikulum.

Buku merupakan salah satu sumber belajar. Hal inilah yang selalu menjadi banyak pertanyaan orang tua siswa selain membaca hasil laporan belajar siswa yang amat rumit dan sulit dipahami karena adanya konversi nilai.

Opini

Bagi yang tidak siap, K-13 hanya akan menjadi bomerang bagi generasi bangsa. Kurikulum sudah keluar dari rel kebangsaan.  pendidikan di Indonesia hanya memikirkan seberapa bagus nilai pelajaran yang didapatkan di sekolah dan berapa banyak yang lulus. Namun, mereka melupakan hal terpenting dasar dari pendidikan anak yaitu ahlak dan pembentukan karakter.

“Jika dibiarkan akan berbahaya untuk masa depan mereka, bisa saja guru mengajar di depan kelas sedangkan anak tidur di belakang ataupun melakukan hal yang tidak-tidak seperti berbuat mesum di kelas,”

Ingatlah, bila salah satu acuan adalah Pendidikan karakter, maka ia memerlukan keteladanan. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan harus bisa memberi teladan.

Bila ingin melahirkan orang yang tidak korupsi, harus dimulai dari pendidikan yang tidak korupsi. Jangan ada korupsi di dunia pendidikan. “Kalau untuk pelatihan guru saja dikorupsi, bagaimana guru bisa mengajarkan muridnya untuk tidak korupsi?”

BBM TURUN

Pemerintah mengumumkan harga baru untuk BBM bersubsidi per 1 Januari 2015 nanti. Harga premium akan dipatok Rp 7.600, solar Rp 7.250 dan minyak tanah tetap Rp 2.500. Dengan perubahan ini, harga BBM bersubsidi dipastikan turun dibanding harga sekarang.

Beberapa waktu lalu, pemerintah justru menaikkan harga BBM saat harga minyak mentah dunia turun sekitar 45 dolar AS per barel, dari 105 dolar menjadi 60 dolar AS per barel. Sementara penurunan harga BBM saat ini justru terjadi saat harga minyak dunia hanya turun sekitar 7 dolar AS per barel dari 60 dolar menjadi 53 dolar per barel.

“Justifikasi pemerintah terhadap harga BBM yang dulu dengan sekarang tidak konsisten,” Ujar Ketua Komisi VII DPR, Kardaya Warnika (Fraksi Partai Demokrat)

Kardaya menambahkan, harusnya pemerintah juga menurunkan harga BBM saat harga minyak mentah dunia sedang turun. Terlebih harga minyak mentah dunia turun sangat banyak dibanding penurunan kali ini yang hanya 7 dolar AS per barel. Namun, pemerintah justru menaikkan harga BBM ketika harga minyak turun drastis.

Penurunan harga BBM bersubsidi mulai pukul 00.00 WIB nanti memang akan membuat masyarakat kembali senang. Kalau pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi saat harga minyak dunia turun untuk membiayai program lainnya, kata dia, bisa jadi ketika menurunkan harga BBM ini pemerintah sudah tidak butuh dana lagi dari subsidi BBM.

“Kalau harga BBM sekarang sudah diturunkan, berarti pemerintah sekarang tidak butuh dana kan?,” kata dia.

Sedang menurut mantan Menteri Koordinator Ekonomi Kwik Kian Gie menilai pemerintah sengaja mengkambinghitamkan subsidi BBM  sebagai penyebab twin defisit neraca Indonesia.

“Pemerintah dikatakan merugi ketika harus nombok. Kenyataannya dengan menjual Rp 8.500 per liter, pemerintah masih untung besar,” .

Berdasarkan hasil rata-rata harga minyak mentah dunia USD80 bbl. Jika di kurs kan ke rupiah, 1 barel setara dengan 159 liter maka per liternya di harga Rp6.086 dengan kurs Rp12.100.

Biaya untuk mengangkat minyak dari perut bumi (lifting) ditambah biaya pengilangan (refinering) ditambah lagi dengan biaya transportasi rata-rata ke semua pompa bensin adalah USD24,1 per barel (laman ESDM) atau jika dalam rupiah 24,1:159 x 12.100= Rp1.834 per liter. “Jadi Pemerintah kalau impor dari minyak mentah dunia untung Rp580,” ujarnya.

Namun jika berpijak pada harga MOPS di Singapura, harga rata-rata FOB Singapura USD88,80 bbl, Ongkos Angkut USD1,00 bbl, Harga CNF Jakarta USD89,80 bbl atau setara Rp6.833,84 per liter.

Selain itu ada biaya distribusi sebesar Rp 600 per liter sehingga biaya hingga ke SPBU Rp7.433,84 per liter. Pemerintah juga mengenakan Pajak PPN, PBBKB (15%) sebesar Rp 1.115,08 per liter sedangkan pemerintah menjual BBM di SPBU Rp8.548,91 per liter.

Dari perhitungan tersebut, harga BBM jenis Premium tidak disubsidi lagi, bahkan pemerintah mendapatkan keuntungan sebesar Rp1.115,08 dari pajak PPN dan PBBKB yang dibayar oleh rakyat.

**

Reff :

http://www.republika.co.id/berita/koran/didaktika/14/12/20/ngthx06-guru-menulis-k13-antara-harapan-dan-realita
http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/eduaction/14/12/08/ng9k11-ustaz-fadlan-kurikulum-di-indonesia-keluar-dari-rel-kebangsaan
http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/politik/14/12/31/nhg1zr-demokrat-pemerintah-tak-konsisten-soal-harga-bbm
http://www.republika.co.id/berita/ekonomi/makro/14/11/25/nflodd-kwik-kian-gie-naikan-bbm-pemerintah-untung-besar

Repost ; Oleh: Yoga Cholandha Kegagalan tim nasional (timnas) Indonesia di Piala AFF 2014 sebetulnya tak terlalu mengejutkan. Hasil buruk yang diderita timnas, khususnya dalam laga kontra Filipina, merupakan output yang sudah bisa diprediksi dari proses yang selama ini terjadi di persepakbolaan Indonesia. Ini memang lagu lama, tetapi sialnya, tidak ada upaya yang dilakukan oleh federasi sepak bola Indonesia untuk setidaknya mawas diri dan mengakui bahwa memang ada sesuatu yang salah dari sepak bola negara kepulauan ini. Menyusul kekalahan telak 0-4 atas Filipina ada dua pernyataan menarik dari dua pelaku sepak bola Indonesia. Pernyataan pertama, berasal dari Jimmy Napitupulu, ekswasit FIFA yang dalam kurun waktu yang cukup lama, sempat dianggap sebagai wasit terbaik Indonesia. Dalam wawancaranya dengan Detiksport, Jimmy berujar bahwa pemain Indonesia itu bodoh-bodoh dan banyak dari mereka yang bahkan tidak paham aturan permainan itu sendiri. Hal ini merujuk pada tendangan bebas dalam kotak penalti yang berbuah gol ketiga untuk Filipina. Kemudian, pernyataan kedua berasal dari Muhammad Nasuha, mantan bek sayap timnas Indonesia pada Piala AFF 2010. Nasuha mengatakan bahwa taktik yang digunakan Riedl sama seperti taktik yang digunakannya pada Piala AFF 2010 silam: bola-bola panjang langsung menuju target man. Jika pada 2010 Indonesia memiliki Cristian Gonzales, kali ini, mereka mengandalkan pemain naturalisasi lain, Sergio van Dijk. Inti ceritanya adalah, taktik Riedl kuno dan monoton. Hal ini kemudian diperkuat pula oleh pernyataan pengamat sepak bola kenamaan, Muhammad Kusnaeni, seperti dikutip dari CNN Indonesia. Menurut Bung Kus, sapaan akrab Muhammad Kusnaeni, Riedl salah mengoptimalkan peran target man yang diemban Van Dijk. Untuk mengoptimalkan peran Van Dijk sebagai target man, alih-alih menggunakan bola vertikal langsung ke depan, seharusnya Riedl menggunakan umpan-umpan silang dari sayap, lanjut Bung Kus. Dalam kesempatan yang sama, Bung Kus juga menambahkan bahwa tiga tim terkuat Liga Super Indonesia (LSI), Persib, Arema, dan Persipura sudah meninggalkan taktik ala Inggris era 1980-an tersebut. Ketiga tim tersebut memang dikenal mengandalkan permainan dari kaki ke kaki yang dibangun dari lini belakang, sehingga aneh rasanya jika sebuah tim nasional tidak mengaplikasikan taktik paling sukses dan populer yang ada di liganya. Padahal, contoh sukses taktik tersebut di ajang internasional sudah ada. Meski akhirnya harus kalah telak di semifinal, Persipura Jayapura berhasil mengaplikasikan taktik tersebut dengan baik di ajang Piala AFC. antarafoto-Persipura-Lolos-8-Besar-AFC-CUP-1 (Persipura Vs Yangon utd, AFC CUP ) … Riedl memang berhasil ‘mengejutkan’ publik Indonesia lewat ‘aksi menawan’ di Piala AFF 2010. Akan tetapi, satu hal yang perlu dicatat adalah ‘prestasi’ timnas Indonesia pada 2010 hanya sebagai runner-up dan hal tersebut diraih lewat dukungan fantastis publik Indonesia di kandang sendiri. Namun, federasi sepak bola Indonesia, PSSI (Federasi Sepak Bola Seluruh Indonesia), seperti terpukau begitu saja oleh capaian yang sebetulnya tak bernilai tersebut. Juara di ASEAN saja nilainya sudah sangat rendah, apalagi cuma finis sebagai runner-up? Alfred Riedle Publik Indonesia sendiri sebetulnya sudah kehilangan respek terhadap Riedl setelah pada gelaran AFF 2012 ia justru memimpin timnas tandingan di bawah KPSI ‘berlaga’ di Australia. Aksi Riedl tersebut seperti memberinya cap di muka bahwa ia adalah kacung kesayangan Tuan Bakrie. Tak hanya itu, aksi tersebut juga membuat publik menganggap Riedl adalah sosok yang mencla mencle. Setelah pada AFF 2010 ia mengecam keras intervensi politik praktis ke dalam timnas Indonesia, dua tahun setelahnya ia justru turun langsung menjadi bagian dari aktivitas politik praktis tersebut. Shame on you, Herr Riedl! Meski begitu, kegagalan spektakuler Indonesia pada AFF 2014 ini bukan sepenuhnya salah Alfred Riedl. Inkompetensi Riedl hanya merupakan puncak gunung es dari apa yang sesungguhnya terjadi di persepakbolaan Indonesia. Pernyataan Tuan Jimmy barangkali bisa menjadi salah satu bukti bobroknya sepak bola Indonesia secara keseluruhan. Bahwa pemain Indonesia bodoh-bodoh dan tidak paham aturan main sepak bola, ini merupakan fakta tak terbantahkan. Kegagalan para pemain Indonesia memahami aturan main dan menghormati keputusan wasit adalah buah dari buruknya proses yang ada di persepakbolaan Indonesia. Seperti yang sudah kita ketahui bersama, timnas hanyalah output dari semua aktivitas persepakbolaan suatu negara, mulai dari level akademi atau SSB (sekolah sepak bola) sampai liga profesional. Jangan lupa bahwa kegagalan di satu level akan berimbas ke level selanjutnya, karena semua yang ada di sepak bola itu sistemik. Jangan lupa pula bahwa ini bukan hanya soal pemain, melainkan juga soal pengurus, wasit, dan semua pihak lain yang terlibat. FBL-ASIA-INA (Menyalakan flare saat pertandingan, salah satu tindakan indisipliner supporter klub Indonesia ) PSSI adalah lembaga yang diberi amanat untuk mengurusi sepak bola di Indonesia. Sebagai olahraga paling populer, harapan rakyat Indonesia akan sepak bola sudah jelas akan selalu tinggi. Namun, rangkap jabatan yang marak di PSSI, baik pusat maupun daerah, membuat para pengurus PSSI jelas tidak bisa mengemban tugas secara penuh karena harus membagi konsentrasinya di bidang lain. Hal ini kemudian berimbas pula pada kualitas pekerjaan yang dilakukan oleh para pengurus tersebut. Tak heran tentunya jika pengabaian, khususnya pada hal yang tak banyak mendatangkan rupiah, seperti pembinaan pemain muda, terjadi di mana-mana, secara serentak, dan merata. Padahal, contoh yang diberikan sepak bola internasional sudah tak kurang-kurang untuk Indonesia. Negara yang para penduduknya hobi menonton sepak bola luar negeri, khususnya Eropa ini, harusnya tahu bahwa pembinaan pemain muda adalah kunci prestasi tim nasional. Lihat saja Jerman, atau Spanyol, atau semua negara yang sepak bolanya berprestasi di tingkat dunia. Namun, alih-alih lewat proses panjang yang memang melelahkan dan menyakitkan, (hampir) semua hal di sepak bola Indonesia diselesaikan lewat gepokan uang. Mau main? Bayar dulu. Mau promosi? Bayar lagi. Mau juara? Bayar juga. Begitu terus seterusnya. Mental instan ini rasanya seperti sudah mendarah daging di masyarakat Indonesia. Bukan hanya di sepak bola, melainkan di seluruh sendi kehidupan masyarakat. Ini pekerjaan rumah besar yang entah kapan akan bisa selesai. Masyakarat Indonesia sudah terlalu nyaman dengan hal ini dan kapan ini akan berakhir, tak seorangpun tahu. Lagu lama sepak bola Indonesia ini akan terus terdengar sampai akhir zaman apabila perubahan ekstrem tak segera dilakukan, karena kalau tidak, bermimpi ke Piala Dunia suatu saat akan menjadi sesuatu yang haram dilakukan oleh orang Indonesia. Sumber: — https://id.olahraga.yahoo.com/blogs/arena/rield-dan-lagu-lama-sepak-bola-indonesia-070744367.html