Adalah Perang Badar, perang yang bersejarah bagi umat Islam di awal perkembangannya ini yang Allah pilih sebagai penentu eksistensi agamaNya di muka bumi. Perang yang dipilih sebagai penegas,pembeda; mana mereka yang benar-benar beriman, mana yang kufur, dan mana yang munafik. Bagaimana tidak dengan musuh yang berlipat-lipat jumlahnya kaum mu’min diuji perintah untuk menghadapi mereka bagaimana pun juga. maka disinilah penyaringan itu terjadi, disinilah buih-buih itu dipisahkan dari sari.

وَلَقَدْ نَصَرَكُمُ اللَّهُ بِبَدْرٍ وَأَنْتُمْ أَذِلَّةٌ فَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ (١٢٣)
123. sungguh Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar, Padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah[225]. karena itu bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya.

إِذْ تَقُولُ لِلْمُؤْمِنِينَ أَلَنْ يَكْفِيَكُمْ أَنْ يُمِدَّكُمْ رَبُّكُمْ بِثَلاثَةِ آلافٍ مِنَ الْمَلائِكَةِ مُنْزَلِينَ (١٢٤)
124. (ingatlah), ketika kamu mengatakan kepada orang mukmin: “Apakah tidak cukup bagi kamu Allah membantu kamu dengan tiga ribu Malaikat yang diturunkan (dari langit)?”
بَلَى إِنْ تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا وَيَأْتُوكُمْ مِنْ فَوْرِهِمْ هَذَا يُمْدِدْكُمْ رَبُّكُمْ بِخَمْسَةِ آلافٍ مِنَ الْمَلائِكَةِ مُسَوِّمِينَ (١٢٥)
125. Ya (cukup), jika kamu bersabar dan bersiap-siaga, dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu Malaikat yang memakai tanda.

============================

maka miriplah kisah jum’at akbar 212 kemarin dengan peristiwa badar. dimana sekelompok orang dihalang-dihalang untuk menyuarakan tuntutannya ke ibu kota, tekad membaja tak menyurutkan langkah mereka walau berbagai usaha penggagalan diarahkan bertubi-tubi. Dari mulai larangan menggunakan angkutan bus, selebaran kepada ormas-ormas agama maupun perorangan untuk tidak mengikuti, cibiran, hinaan, berita hoak, hingga fatwa-fatwa ‘orderan’ yang masif disuarakan menjelang hari aksi.

 

ytr

 

Namun apa daya, dimulai dari sekelompok rombongan dari kabupaten Ciamis yang nekad jalan kaki, siapa sangka dukungan datang dari mana-mana. makin hari mereka makin viral, bagai bola salju yang menggelinding ke berbagai penjuru. maka saksikanlah,bak ada laser yang mengubah monas menjadi medan magnet, maka tarikannya menyebar kemana-mana. Tak peduli naik apa, tak peduli disana apa.
” Kami menyambut, kami menyahut..labbaikallohmma labbaik”

 

malaysia-212

 

link :  Inilah Prilaku Ahok Yang Memicu Aksi 212

 

Syahdan kisah berakhir, dan kenangan manis terukir.. one day in your life.

Mari kita beranjak kepada mereka yang antipati terhadap aksi ini. saya hanya bisa menyimpulkan; tak semata-mata mereka yang mengikuti-setidaknya mendukung aksi 212 kecuali dimuliakan, dan tak semata-mata mereka yang menentang dan mencaci kecuali dihinakan. Mari simak beberapa contoh berikut ini :

1. Aksi Tandingan 412

begitu ramai media (termasuk buzzer) yang menyebut aksi2 umat islam itu sebagai aksi politik, aksi anti etnis, mengganggu ketertiban, aksi bayaran, pasukan nasi bungkus, dlsb. Maka di 412 lah Alloh ta’ala balikan ucapan mereka dan hinakan kelakuannya.

2. Nusron Wahid

Entah siapa yang memberi dia gelar intelektul muda muslim, padahal aksi dia di ILC edisi Ahok jelas menggambarkan kedangkalan pemikiran dan ketidakhormatannya kepada para ulama yang lebih tua. Maka menjadi tukang sampah bagi ‘majikan-majikan’nya yang cuma melongo & tertawa-tawa cukup menjadi hukuman yang pantas untuknya.

3. Sari Roti

Entah apa yang ada dipikiran manajemen sari roti sehingga membuat pernyataan klarifikasi pasca aksi. sudah bagus brandnya naik karena ‘dipromosikan’ pedagang, eh malah dirusak kelakuan sendiri. apanya yang salah dengan menggratiskan, toh itu ada yang borong/ membayarkan sehingga setoran tetap masuk dari para penjual. Tapi mungkin karena sudah sentimennya tinggi khas para ahokers,jadilah bikin pernyataan macam-macam. So, tanggung sendiri akibatnya !

Mereka yang dimuliakan

begitu banyak cerita ajaib yang menimpa para peserta aksi, dan saya tak sanggup menuliskannya disini. Hanya satu yang saya sebut, seseorang yang telah dinobatkan oleh ikatan Muslim Tionghoa sebagai  ”Man Of The Year 2016”, dialah al mukarrom Habib Rizieq Shihab.

Ya, kepemimpinannya terbukti, mampu memimpin 2 aksi yang melibatkan jutaan orang tanpa berakhir rusuh. Ini pun menular kepada  citra FPI sendiri, dari semula mencibir  (termasuk saya sendiri..tapi lebih sebagai kritik + ) menjadi menghormati. ya, begitu masifnya pencitraan hingga kesan buruk saja yang terdengar.

Semoga setelah aksi ini apa yang kita harapkan terwujud, karena yang kami pinta bukan negara tapi justru apa yang kita cita-citakan bersama; kedamaian dan keadilan di negeri kita yang tercinta. Amiin.

 

Wallohul musta’aan.