Tag Archive: puasa


 

shumuu...

Patut diketahui bahwa makanan membutuhkan waktu 4 jam untuk dicerna perut dan 4 jam untuk disebar keseluruh tubuh. Maka logislah bila kita tak bisa makan secara terus menerus. Namun saripati makanan tersebut tidak disebarkan seluruhnya pada saat itu, disisakan 20% di hati dan otot sebagai cadangan.PERTANYAANNYA kapankah cadangan energi tersebut digunakan?
Sebagaimana kita ketahui, hati adalah pusat rasa dan kehendak manusia yg mengekang pusat gerak tubuh;otak. Ketika kita sudah berniat untuk puasa, maka otak pun berhenti dari memikirkan makanan dan ini dipatuhi oleh seluruh tubuh. Namun kekuatan manusia baik fisik maupun ruh ada batasnya. Ketika tubuh mencapai kelelahan yang sangat, kontrol ‘emosi/niat’ terlepas dan tubuh pun tergerak sendiri untuk mencari kebutuhan energi dan mereka mendapatinya dari hati dan otot . itulah mengapa ketika pukul 2 siang kita merasa begitu lemas hingga tertidur, saat terbangun menjadi segar kembali. HEBATNYA lagi zat yang dirubah menjadi energi tersebut adalah zat-zat berlebih dari gula darah, purin dan lemak sehingga orang yang berpuasa tidak mengalami istilah over lagi. Disinilah agama membuktikan kebenarannya “SHUUMU, TASHIHU.. berpuasalah, niscaya kalian sehat “

(Ceramah dr. Nunu, mesjid Agung Wanaraja – Garut. Mohon koreksi bila tersalah).

# hari 20 ramadhan

Iklan

Bulan Ramadhan tahun ini agaknya jatuh pada musim panas. Bagi sebagian orang, mungkin akan terasa berat jika tak disertai tekad yang kuat dan pengetahuan akan agungnya bulan Ramadhan.

Namun, tahukah kita meski mampu berpuasa sebulan penuh dengan baik, ternyata ada penduduk negri yang mesti menjalani puasa seolah mereka sedang bermain bola;  waktu malamnya hanya 2 jam!.

Indonesia sendiri yang terletak di garis khatuliswa memiliki rentang waktu puasa sekitar 13 jam. Namun tahukah kamu berapa rentang waktu puasa di berbagai negara dunia? Paling lama 22 jam! Di manakah itu?

Dilansir dari Huffingtonpost, Rabu (17/6) Negara Islandia tepatnya di Reykjavik yang memiliki rentang waktu puasa paling lama yakni sekitar 22 jam. Penduduk muslim di negara yang terletak di kawasan kutub utara ini hanya punya waktu selama dua jam untuk berbuka, melaksanakan tarawih dan sahur. Berbanding terbalik dengan Islandia, negara yang terletak di ujung selatan yakni Chile tepatnya di kota Punta Aires ini memiliki waktu puasa yang sangat pendek yakni sekitar 9 jam lebih 43 menit. Di sana imsyak baru dimulai pukul 06.30 dan berbuka sekitar pukul 16.30. Perbedaan waktu puasa ini tak terlepas dari hukum alam yakni miringnya sumbu rotasi bumi yang menyebabkan munculnya 4 musim. Saat ini tepatnya bulan Juni, di daerah kutub utara matahari bersinar terus hampir selama 24 jam yang menyebabkan mereka berpuasa lebih lama. Begitu juga sebaliknya di daerah kutub selatan, siang justru berjalan sangat cepat sehingga muslim di sana berbuka lebih dahulu daripada negara lainnya.

= =

ini-rentang-waktu-puasa-di-seluruh-dunia-paling-lama-22-jam-150617o

= =

Data yang telah dihimpun menunjukkan bahwa negara-negara yang terletak di utara garis khatulistiwa memang memiliki waktu puasa lebih lama dari negara di selatan khatulistiwa. Contohnya di Amerika Serikat waktu puasa mencapai 16 jam begitu juga di Inggris yang mencapai 19 jam. Sementara itu Australia yang berada di selatan khatulistiwa berpuasa lebih cepat sekitar 11 jam dan juga di Brasil yang hanya 12 jam.

Demikian, semoga menjadi motivasi dalam mensyukuri segala nikmat yang diberikan kepada kita. Karena dimanapun kita berada, selama ridho Alloh yang kita cari maka sesuatunya akan berbuah kebaikan.

Allohuma sholli a’la muhammad wa ‘ala alihi wa sohbihi wasallam.

Reff: — http://www.brilio.net/news/ini-rentang-waktu-puasa-di-seluruh-dunia

UPDATE :

Fatwa Baru untuk Umat Islam di Eropa

Lalu bagaimanakam umat Islam di negara-negara tersebut menjalankan puasa Ramadhan sekarang?

Kata Sheikh Hussein Muhammad Halawa, Sekjen Majelis Eropa untuk Fatwa dan Riset (The European Council for Fatwa and Research/ECFR), Islam itu agama yang mudah. Mengutip surat al Baqarah 185, ia mengatakan, ‘‘Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.’’

Di ayat sebelumnya, al Baqarah 184, Allah SWT berfirman, ‘‘Maka barangsiapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu) memberi makan seorang miskin.’’

Di antara fatwa yang baru dirilis terkait umat Islam yang berada di negara di mana matahari tidak pernah tenggelam, adalah agar mereka mengambil waktu di hari-hari yang siang dan malam sama panjang, sebagai ukuran menentukan waktu puasa dan shalat di bulan Ramadhan. Dengan kata lain, waktu-waktu ibadah puasa Ramadhan disesuaikan dengan bulan-bulan di mana durasi siang dan malam sama.

Sedangkan di negara-negara yang malamnya sangat pendek di mana tanda fajar tidak jelas dan tidak cukup untuk shalat Isya, tarawih, sahur, ECFR menfatwakan dua hal.

Pertama, melihat hari terakhir di mana tanda terbit dan tenggelamnya matahari, serta waktu Isya cukup jelas, untuk dijadikan pedoman waktu-waktu ibadah Ramadhan. Waktu yang demikian biasanya terjadi pada akhir April atau awal Mei.

Kedua, untuk umat Islam di negara-negara di mana malamnya sangat pendek, diperbolehkan bagi mereka untuk mengakhirkan sahur dan shalat fajar (subuh) sebelum 1 jam 5 menit dari terbitnya matahari.

Tentang pendapat bahwa di negara-negara yang siangnya sangat panjang untuk berpedoman kepada waktu Mekah di dalam menjalankan ibadah puasa, menurut Sheikh Halawah, memang ada pandangan yang demikian. Namun, lanjutnya, pendapat itu adalah ijtihad perseorangan ulama tertentu, dan tidak boleh diambil sebagai petunjuk untuk masyarakat. Alasannya, tanda shalat lima waktu di Makkah sepanjang tahun sangat jelas. Ini berbeda dengan di Eropa.

Karena itu di negara-negara Eropa yang siangnya sangat panjang, ECFR memberi fatwa tidak boleh menjamak shalat Dhuhur dengan Ashar karena tandanya sudah jelas.

Sedangkan shalat Magrib, Isya, dan tarawih boleh dijamak dalam satu waktu lantaran tanda waktunya tidak jelas.

Sedangkan bagi negara-negara yang tanda waktu Isya jelas namun sangat dekat dengan fajar (subuh), maka dimungkinkan untuk shalat Maghrib dan kemudian langsung shalat tarawih sebelum Isya dengan tenggat waktu 45 menit. Setelah tarawih lalu shalat Isya. Shalat tarawih dimungkinkan lebih dahulu dari Isya, lantaran tarawih dibolehkan dilaksanakan kapan saja di waktu malam.

Mengenai umat Islam yang menemukan kesulitan untuk berpuasa di siang yang panjang, Sheikh Halawa menegaskan, Islam adalah agama yang mudah. Bagi mereka yang tidak kuat berpuasa oleh suatu sebab, termasuk siang yang panjang, diperbolehkan untuk tidak puasa dan menggantinya di hari yang lain. Namun, Sheikh Halawa menekankan bahwa puasa adalah ibadah imaniyah ruhiyah alias puasa itu untuk mengukur keimanan seseorang.Dengan begitu, kuat atau tidak kuat seseorang berpuasa kembali kepada yang bersangkutan. Dialah yang bisa mengukur dirinya. Namun, kalau ia tidak puasa dengan sengaja dan tidak ada alasan apa pun, ia juga yang merugi, karena puasa adalah urusan hamba dengan Tuhannya.

Menggarisbawahi fatwa baru untuk umat Islam di Eropa dari ECFR itu, saya ingin menyampaikan beberapa catatan.

Pertama, Islam itu agama yang mudah tapi jangan digampangin.

Kedua, Islam akan selalu sesuai dengan zaman, tempat, dan kondisi.

Ketiga, semua ibadah adalah terkait antara hubungan hamba/manusia dengan Tuhannya. Karena itulah, ibadah pada hakikatnya adalah untuk mengukur tingkat keimanan seseorang secara individu.

Semoga dengan berpuasa Ramadhan dan ibadah-ibadah terkait lainnya bisa menjadikan kita sebagai manusia yang lebih berkualitas. Amin.

http://www.republika.co.id/berita/kolom/resonansi/15/06/21/nqawmv-fatwa-baru-untuk-umat-islam-di-eropa