Tag Archive: tauhid


mungkin sudah banyak yang posting serupa, tapi saya pandang ini lebih komplit. Sebuah tulisan yang saya kutip dari posting grup fb..

===================================================

BISMILLAH HIROHMANNIRROHHIM
Allah Memerintahkan iblis untuk berbincang Dengan Nabi Muhammad

Allah Swt memerintah malaikat : Kemudian Malaikat itupun mendatangi Iblis dan berkata : “Hai Iblis!!! Engkau di perintah Allah untuk menghadap Rasulullah saw. Bukalah semua rahasiamu & jawablah setiap pertanyaan pertanyaan Rasulullah dengan jujur.

Jika engkau berdusta walau satu per kataan pun, niscaya akan terputus semua anggota badanmu, uratmu serta di siksa dengan azab yang amat pedih”.

Mendengar ucapan Malaikat yang dahsyat itu, Iblis sangat ketakutan, maka segera ia menghadap Rasulullah saw dengan menyamar sebagai orang tua yang buta sebelah mata nya dan berjanggut putih 10 helai yang panjang nya seperti ekor lembu.

Iblis pun memberi salam sampai 3 (tiga) kali salam, Rasulullah saw tidak juga menjawabnya, maka Iblis berkata :
Ya Rasullullah!!! Mengapa engkau tidak menjawab salamku? Bukankah salam itu sangat mulia di sisi Allah?” Maka jawab Nabi dengan marah : “Hai musuh Allah! Kepadaku engkau menunjukkan kebaikanmu? Jangan kau coba menipuku sebagaimana kau tipu Nabi Adam as sehingga beliau keluar dari syurga, kau hasut Qabil sehingga ia tega membunuh Habil yang masih saudaranya sendiri, ketika sedang sujud dalam sembahyang kau tiup Nabi Ayub as dengan asap beracun sehingga beliau sengsara untuk beberapa lama, kisah Nabi Daud as dengan perempuan Urya, Nabi Sulaiman meninggalkan kerajaannya karena engkau menyamar sebagai isterinya dan begitu juga beberapa Anbiya dan pendeta yang telah menanggung sengsara akibat hasutanmu.

Hai Iblis!!! Sebenar nya salam itu sangat mulia di sisi Allah azza wa jalla, tapi aku diharamkan Allah menjawab salammu. Aku mengenalmu dengan baik wahai Iblis, Raja segala Iblis. Apa tujuanmu menemuiku ?

Jawab Iblis :
Ya Nabi Allah!!! Janganlah engkau marah. Engkau dapat mengenaliku karena engkau adalah Khatamul Anbiya. Aku datang atas perintah Allah untuk memberitahu segala tipu dayaku terhadap umatmu dari zaman Nabi Adam as hingga akhir zaman nanti.

Ya Nabi Allah!!! Setiap apa yang engkau tanya, aku bersedia menerangkan satu persatu dengan sebenarnya, aku tidak berani menyembunyikan nya”.

Kemudian Iblispun bersumpah menyebut nama Allah dan berkata :
Ya Rasulullah!!! Sekira nya aku berdusta barang sepatahpun niscaya hancur leburlah badanku menjadi abu.

Ketika mendengar sumpah Iblis itu, Nabipun tersenyum dan berkata dalam hatinya, inilah kesempatanku untuk menyiasati segala perbuatannya agar didengar seluruh sahabat yang ada di majlis ini dan menjadi perisai seluruh umatku.

Pertanyaan Nabi ke 1 :
••••••••••••••••••••••••••••••
Hai Iblis! Siapakah musuh besarmu ?

Jawab Iblis :
Ya Nabi Allah! Engkaulah musuhku yang paling besar di antara musuh-musuhku di muka bumi ini”.

Kemudian Nabipun memandang muka Iblis dan Iblispun gemetar karena ketakutan. Sambung Iblis : “Ya Khatamul Anbiya! Aku dapat merubah diriku seperti manusia, binatang dan lain-lain hingga rupa dan suarapun tidak berbeda, kecuali dirimu saja yang tidak dapat aku tiru karena dicegah oleh Allah. Andaikan aku menyerupai dirimu, maka terbakarlah diriku menjadi abu.

Aku cabut iktikad / niat anak Adam supaya menjadi kafir karena engkau berusaha memberi nasihat dan pengajaran supaya mereka kuat untuk memeluk agama Islam, begitu juga aku berusaha menarik mereka kepada kekafiran, murtad atau munafik. Aku akan menarik seluruh umat Islam dari jalan yang benar menuju jalan yang sesat supaya masuk ke dalam neraka dan kekal di dalamnya bersamaku”.

Pertanyaan Nabi ke 2 :
••••••••••••••••••••••••••••••
Hai Iblis! Apa yang kau perbuat terhadap makhluk Allah ?

Jawab Iblis :
Adalah satu kemajuan bagi perempuan yang merenggangkan kedua pahanya kepada lelaki yang bukan suaminya, setengahnya hingga mengeluarkan benih yang salah sifatnya. Aku goda semua manusia supaya meninggalkan sholat, berbuai dengan makanan dan minuman, berbuat durhaka, aku lalaikan dengan harta benda, emas, perak dan permata, rumahnya, tanahnya, ladangnya supaya hasilnya dibelanjakan ke jalan yang haram.

Demikian juga ketika pesta di mana lelaki dan perempuan bercampur. Di sana aku lepaskan godaan yang besar supaya mereka lupa peraturan dan akhirnya minum arak. Apabila terminum arak itu, maka hilanglah akal, fikiran dan malunya. Lalu aku ulurkan tali cinta dan terbukalah beberapa pintu maksiat yang besar, datang perasaan hasad dengki hingga perbuatan zina. Apabila terjadi kasih antara mereka, terpaksalah mereka mencari uang hingga menjadi penipu, peminjam dan pencuri.

Apabila mereka sadar akan kesalahan mereka lalu hendak bertaubat dan berbuat amal ibadah, akan aku rayu supaya mereka membatalkannya. Semakin keras aku goda supaya mereka berbuat maksiat dan mengambil isteri orang. Jika hatinya terkena godaanku, datanglah rasa ria’, takabur, iri, sombong dan melengahkan amalnya. Jika lidahnya yang tergoda, maka mereka akan gemar berdusta, mencela dan mengumpat. Demikianlah aku goda mereka setiap saat.

Pertanyaan Nabi ke 3 :
•••••••••••••••••••••••••••••
Hai Iblis! Mengapa engkau bersusah payah melakukan pekerjaan yang tidak mendatangkan faedah bahkan menambah laknat yang besar dan siksa yang besar di neraka yang paling bawah? Hai yang dikutuk Allah! Siapa yang menjadikanmu? Siapa yang melanjutkan usiamu? Siapa yang menerangkan matamu? Siapa yang memberi pendengaranmu? Siapa yang memberi kekuatan anggota badanmu?

Jawab Iblis :
Semuanya itu adalah anugerah dari Allah Yang Maha Besar. Tetapi hawa nafsu dan takabur membuatku menjadi jahat sebesar-besarnya. Engkau lebih tahu bahwa diriku telah beribu-ribu tahun menjadi Ketua seluruh Malaikat dan pangkatku telah dinaikkan dari satu langit ke langit yang lebih tinggi. Kemudian aku tinggal di dunia ini beribadah bersama para Malaikat beberapa waktu lamanya.

Tiba-tiba datang firman Allah SWT hendak menjadikan seorang Khalifah di dunia ini, maka akupun membantah. Lalu Allah menciptakan manusia yang pertama (Nabi Adam as) dan seluruh Malaikat diperintah supaya memberi hormat sujud kepada lelaki itu, hanya aku saja yang ingkar. Oleh karena itu, Allah murka kepadaku dan wajahku yang tampan rupawan dan bercahaya itu berubah menjadi keji dan menakutkan. Aku merasa sakit hati. Kemudian Allah menjadikan Adam raja di syurga dan dikaruniakan seorang permaisuri (Siti Hawa) yang memerintah seluruh bidadari. Aku bertambah dengki dan dendam kepada mereka.

Akhir nya aku berhasil menipu mereka melalui Siti Hawa yang menyuruh Adam memakan buah khuldi, lalu keduanya diusir dari syurga ke dunia. Keduanya berpisah beberapa tahun dan kemudian dipertemukan Allah (di Padang Arafah), hingga mereka mendapat beberapa orang anak. Kemudian kami hasut anak lelakinya Qabil supaya membunuh saudaranya Habil. Itupun aku masih belum puas dan berbagai tipu daya aku lakukan hingga hari kiamat kelak.

Sebelum engkau lahir ke dunia, aku beserta bala tentaraku dengan mudah dapat naik ke langit untuk mencuri segala rahasia, tulisan yang menyuruh manusia berbuat ibadah dan balasan pahala serta syurga mereka. Kemudian aku turun ke dunia dan memberitahu manusia yang lain tentang apa yang sebenarnya aku dapatkan dengan berbagai tipu daya hingga tersesat dengan berbagai kitab bid’ah dan kehancuran.

Tetapi ketika engkau lahir ke dunia ini, maka aku tidak diijinkan oleh Allah untuk naik ke langit dan mencuri rahasia karena banyak Malaikat yang menjaga di setiap lapisan pintu langit. Jika aku memaksa untuk naik, maka Malaikat akan melontarkan anak panah dari api yang menyala. Sudah banyak bala tentaraku yang terkena lontaran Malaikat itu dan semuanya terbakar menjadi abu, maka semakin beratlah pekerjaanku dan bala tentaraku untuk menjalankan tugas menghasut manusia”.

Pertanyaan Nabi ke 4 :
•••••••••••••••••••••••••••••
Rasullullah bertanya “Hai Iblis! Apa yang pertama kali kau tipu dari manusia ?

Jawab Iblis :
Pertama kali aku palingkan iktikad / niat nya, iman nya kepada kafir & juga dari segi perbuatan, perkataan, kelakuan atau hatinya. Jika tidak berhasil juga, akan aku tarik dengan cara mengurangi pahala. Lama-kelamaan mereka akan terjerumus mengikuti kemauanku.

Pertanyaan Nabi ke 5 :
•••••••••••••••••••••••••••••
Hai Iblis! Jika umatku sholat karena Allah, apa yang terjadi padamu ?

Jawab Iblis :
Sungguh penderitaan yang sangat besar. Gemetarlah badanku & lemah tulang sendiku, maka aku kerahkan berpuluh-puluh iblis datang menggoda manusia pada setiap anggota badan nya.

Beberapa iblis datang pada setiap anggota badan nya supaya malas sholat, was-was, lupa bilangan raka’atnya, bimbang pada pekerjaan dunia yang di tinggalkan nya, merasa terburu-buru supaya cepat selesai sholat nya, hilang khusyuk nya, matanya senantiasa melirik ke kanan & ke kiri, telinga nya senantiasa mendengar percakapan orang & bunyi2 yang lain.

Beberapa iblis yang lain duduk di belakang badan orang yang sembahyang itu supaya tidak kuat sujud berlama-lama, penat waktu duduk tahiyat & dalam hatinya selalu merasa terburu-buru supaya cepat selesai sholatnya, itu semua membuat berkurangnya pahala. Jika para iblis tidak dapat menggoda manusia itu, maka aku sendiri akan menghukum mereka dengan hukuman yang berat.

Pertanyaan Nabi ke 6 :
•••••••••••••••••••••••••••••
Jika umatku membaca Al-Qur’an karena Allah, apa yang terjadi padamu ?

Jawab Iblis :
Jika mereka membaca Al-Qur’an karena Allah, maka terbakarlah tubuhku, putuslah seluruh uratku lalu aku lari dan menjauh dari nya.

Pertanyaan Nabi ke 7 :
•••••••••••••••••••••••••••••
Jika umatku mengerjakan haji karena Allah, bagaimana perasaanmu ?

Jawab Iblis : “Binasalah diriku, gugurlah daging dan tulangku karena mereka telah mencukupkan rukun Islamnya.

Pertanyaan Nabi ke 8 :
•••••••••••••••••••••••••••••
Jika umatku berpuasa karena Allah, bagaimana keadaanmu ?

Jawab Iblis :
Ya Rasulullah!!! Inilah bencana yang paling besar bahayanya buatku. Apabila masuk awal bulan Ramadhan, maka memancarlah cahaya Arasy & Kursi, bahkan seluruh Malaikat menyambut dengan suka cita. Bagi orang yang berpuasa, Allah akan mengampunkan segala dosa yang lalu & di gantikan dengan pahala yang amat besar serta tidak dicatat dosa nya selama dia berpuasa.

Yang menghancurkan hatiku ialah segala isi langit dan bumi, yakni Malaikat, bulan, bintang, burung dan ikan-ikan semuanya siang malam memohonkan ampunan bagi orang yang berpuasa. Satu lagi kemudian orang berpuasa ialah dimerdekakan pada setiap masa dari azab neraka. Bahkan semua pintu neraka ditutup manakala semua pintu syurga dibuka seluas-luasnya dan dihembuskan angin dari bawah Arasy yang bernama Angin Syirah yang amat lembut ke dalam syurga. Pada hari umatmu mulai berpuasa, dengan perintah Allah datanglah sekalian Malaikat dengan garang nya menangkapku dan tentaraku, jin, syaitan dan ifrit lalu dipasung kaki & tangan dengan besi panas dan dirantai serta dimasukkan ke bawah bumi yang amat dalam.

Di sana pula beberapa azab yang lain telah menunggu kami. Setelah habis umatmu berpuasa, barulah aku dilepaskan dengan perintah agar tidak mengganggu umatmu. Umatmu sendiri telah merasa ketenangan berpuasa sebagaimana mereka bekerja dan bersahur seorang diri di tengah malam tanpa rasa takut dibandingkan bulan biasa nya.

Pertanyaan Nabi ke 9 :
•••••••••••••••••••••••••••••
Hai Iblis! Bagaimana seluruh sahabatku menurutmu ?

Jawab Iblis :
Seluruh sahabatmu termasuk musuh besarku. Tiada upayaku melawannya dan tiada satupun tipu daya yang dapat masuk kepada mereka. Karena engkau sendiri telah berkata : “Seluruh sahabatku adalah seperti bintang di langit, jika kamu mengikuti mereka, maka kamu akan mendapat petunjuk.

Sayyidina Abu Bakar al-Siddiq sebelum bersamamu, aku tidak dapat mendekatinya, apalagi setelah berdampingan denganmu. Dia begitu percaya atas kebenaranmu hingga dia menjadi wazirul a’zam. Bahkan engkau sendiri telah mengatakan jika ditimbang seluruh isi dunia ini dengan amal kebajikan Abu Bakar, maka akan lebih berat amal kebajikan Abu Bakar. Lagipula dia telah menjadi mertuamu karena engkau menikah dengan anaknya, Sayyidatina Aisyah yang juga banyak menghafal Hadits2 mu.

Adapun Sayyidina Umar bin Khatab, aku tidak berani memandang wajahnya karena dia sangat keras menjalankan hukum syariat Islam dengan seksama. Jika aku pandang wajahnya, maka gemetarlah seluruh tulang sendiku karena sangat takut. Hal ini karena iman nya sangat kuat apalagi engkau telah mengatakan : “Jikalau ada Nabi sesudah aku, maka Umar boleh menggantikan aku”, karena dia adalah orang harapanmu serta pandai membedakan antara kafir & Islam hingga digelar ‘Al-Faruq’.

Sayyidina Usman bin Affan, aku tidak bisa bertemu karena lidah nya senantiasa membaca Al-Qur’an. Dia penghulu orang sabar, penghulu orang mati syahid dan menjadi menantumu sebanyak 2 kali. Karena taat nya, banyak Malaikat datang menghampiri & memberi hormat kepada nya karena Malaikat itu sangat malu kepada nya hingga engkau mengatakan :

“Barangsiapa menulis : Bismillaahirrahmaanirrahiim pada kitab atau kertas2 dengan tinta merah, niscaya mendapat pahala seperti pahala Usman mati syahid.

Sayyidina Ali bin Abi Thalibpun aku sangat takut karna hebat nya & gagah nya dia di medan perang, tetapi sangat sopan santun, alim orang nya. Jika iblis, syaitan & jin memandang beliau, maka terbakarlah kedua mata mereka karena dia sangat kuat beribadah & beliau adalah golongan orang pertama yang memeluk agama Islam serta tidak pernak menundukkan kepala nya kepada berhala. Bergelar ‘Ali Karamullahu Wajhahu” dimuliakan Allah akan wajahnya & juga ‘Harimau Allah’ & engkau sendiri berkata : “Akulah negeri segala ilmu & Ali itu pintu nya”. Lagipula dia menjadi menantumu, aku semakin ngeri kepada nya.

Pertanyaan Nabi ke10 :
••••••••••••••••••••••••••••••
Bagaimana tipu dayamu kepada umatku ?

Jawab Iblis :
Umatmu itu ada 3 macam.

Yang pertama,
seperti hujan dari langit yang menghidupkan segala tumbuhan yaitu ulama yang memberi nasihat kepada manusia supaya mengerjakan perintah Allah & meninggalkan larangan Nya seperti kata Jibril as : “Ulama itu adalah pelita dunia & pelita akhirat”.

kedua,
umat tuan seperti tanah yaitu orang yang sabar, syukur dan ridha dengan karunia Allah. Berbuat amal saleh, tawakal & kebajikan.

Yang ketiga,
umatmu seperti Fir’aun, terlampau tamak dengan harta dunia dan dihilangkan amal akhirat, maka akupun bersuka cita lalu masuk ke dalam badan nya, aku putarkan hati nya ke lautan durhaka & aku ajak kemana saja mengikuti kemauanku. Jadi dia selalu bimbang kepada dunia & tidak mau menuntut ilmu, tidak pernah beramal saleh, tidak mau mengeluarkan zakat & malas beribadah.

Lalu aku goda agar manusia minta kekayaan lebih dulu & apabila di izinkan Allah dia menjadi kaya, maka aku rayu supaya lupa beramal, tidak membayar zakat seperti Qarun yang tenggelam dengan istana mahligai nya.

Bila umatmu terkena penyakit tidak sabar & tamak, dia selalu bimbang akan hartanya & berangan-angan hendak merebut kemewahan dunia, benci & menghina kepada yang miskin, membelanjakan harta nya untuk kemaksiatan.

Pertanyaan Nabi ke 11 :
•••••••••••••••••••••••••••••••
Siapa yang serupa denganmu ?

Jawab Iblis :
Orang yang meringankan syariatmu & membenci orang yang belajar agama Islam.

Pertanyaan Nabi ke12 :
••••••••••••••••••••••••••••••
Siapa yang membuat mukamu bercahaya ?

Jawab Iblis :
Orang yang berdosa, bersumpah bohong, saksi palsu & suka ingkar janji.

Pertanyaan Nabi ke13 :
••••••••••••••••••••••••••••••
Apa yang kau rahasiakan dari umatku ?

Jawab Iblis :
Jika seorang Muslim buang air besar & tidak membaca do’a terlebih dahulu, maka aku gosok-gosokkan najis nya sendiri ke badan nya tanpa dia sadari”.

Pertanyaan Nabi ke14 :
••••••••••••••••••••••••••••••
Jika umatku bersatu dengan isteri nya, apa yang kau lakukan ?

Jawab Iblis :
Jika umatmu hendak bersetubuh dengan isteri nya & membaca do’a pelindung syaitan, maka aku lari dari mereka. Jika tidak, aku akan bersetubuh dahulu dengan isteri nya & bercampurlah benihku dengan benih isteri nya. Jika menjadi anak, maka anak itu akan gemar berbuat maksiat, malas pada kebaikan, durhaka. Ini semua karena kealpaan ibu bapak nya sendiri. Begitu juga jika mereka makan tanpa membaca Bismillah, aku santap makanan nya lebih dulu daripada nya. Walaupun mereka makan, tidak lah mereka merasa kenyang.

Pertanyaan Nabi ke15 :
••••••••••••••••••••••••••••••
Apa yang dapat menolak tipu dayamu ?

Jawab Iblis :
Jika berbuat dosa, maka cepat2lah bertaubat kepada Allah, menangis menyesal akan perbuatan nya. Apabila marah, segeralah mengambil air wudhu’, maka padamlah marah nya .

Pertanyaan Nabi ke16 :
•••••••••••••••••••••••••••••••
Siapakah orang yang paling engkau sukai?”

Jawab Iblis :
Lelaki dan perempuan yang tidak mencukur atau mencabut bulu ketiak atau bulu ari-ari (bulu kemaluan) selama 40 hari. Di situlah aku mengecilkan diri, bersarang, bergantung, berbuai seperti pijat pada bulu itu”.

Pertanyaan Nabi ke17 :
••••••••••••••••••••••••••••••
Hai Iblis! Siapakah saudaramu ?

Jawab Iblis :
Orang yang tidur meniarap / telungkup, orang yang matanya terbuka di waktu Subuh tetapi menyambung tidur lagi. Lalu aku lenakan dia hingga terbit fajar. Demikian juga pada waktu Dzuhur, Asar, Maghrib dan Isya’, aku beratkan hati nya untuk sholat .

Pertanyaan Nabi ke18 :
••••••••••••••••••••••••••••••
Apa yang dapat membinasakan dirimu?”

Jawab Iblis :
Orang yang banyak menyebut nama Allah, bersedekah dengan tidak diketahui orang, banyak bertaubat, banyak tadarus Al-Qur’an dan sholat tengah malam”.

Pertanyaan Nabi ke 19 :
•••••••••••••••••••••••••••••••
Hai Iblis !!! Apa yang dapat memecahkan matamu ?

Jawab Iblis :
Orang yang duduk di dalam masjid dan beri’tikaf di dalam nya”.

Pertanyaan Nabi ke 20 :
•••••••••••••••••••••••••••••••
Apa lagi yang dapat memecahkan matamu ?

Jawab Iblis :
Orang yang taat kepada kedua ibu bapak nya, mendengar kata mereka, membantu makan, pakaian mereka selama mereka hidup, karna engkau telah bersabda : Syurga itu di bawah tapak kaki ibu .

Jika kita merasa pernah di goda olehnya, maka segeralah Bertobatlah!!!

Ya Allah lindungilah kami dn keturunan kami dari godaan syaitan yg terkutuk. Aamin. (amil Jalil).

 

Source

 

 

Iklan

Posting ini merupakan tanggapan pribadi saya atas tulisan yth. Mudy Situmorang terkait pernyataan Pdt. Dr Ir Mangapul Sagala, MTh. (link Surat terbuka ) –yang saya rasa penting untuk dibahas karena tak hanya menyangkut dr. Zakir Naik tapi juga penceramah-penceramah serupa yang mungkin kedepan akan singgah ke negeri ini. Tak lain tak bukan agar kita dapat menjaga kerukunan antar umat beragama dalam hidup berbangsa dan bernegara yang kita cita-citakan bersama.

===================================================================

Pertama :

Bahwa negara kita menjamin Hak kebebasan beragama bagi setiap warga negara yang tertuang dalam pasal 29 UUD 1945 beserta pasal rinciannya. Kebebasan tersebut meliputi hak untuk menganut,menjalankan peribadatan, hingga hak untuk mengajar atau mendakwahkan agama yang dianutnya sepanjang tidak bertentangan dengan aturan yang berlaku.

Kedua :

Bahwa konteks beragama dalam Islam adalah tak hanya menganut dan menjalankan peribadatan semata, tapi mengajak orang lain untuk melakukan hal yang sama demi ketaatan pada Tuhan semesta. Maka jika ada pertanyaan ” jika kita sama-sama menghormati keyakinan orang lain, mengapa harus mengajak-ajak segala? ya, karena itu salah satu perintah agama kami.. yang penting tidak ada unsur memaksa/ intimidasi.

Ketiga :

Bahwa dasar kami menentang ketuhanan Isa adalah murni bersumber dari ajaran kitab suci kami (al qur’an), bukan nalar logika semata, dimana secara garis besar definisi Tuhan harus memenuhi 4 syarat sebagai berikut :

  1. Esa; tidak berbilang, tidak bersekutu. Karena sifat Tuhan itu absolut; penguasa mutlak.. jika ada penguasa lain disisi Dia maka mestilah akan saling berperang untuk menegaskan eksistensinya.
  2. Tempat Bergantung semua makhluk; Allah adalah yang menciptakan,  semua makhluk bergantung kepada-Nya, namun Allah tidak bergantung kepada mereka. Ia tidak membutuhkan izin makhluk untuk melakukan kehendak-Nya, pula tak membutuhkan perbuatan makhluk untuk menegaskan kekuasaan-Nya.
  3. Tidak melahirkan dan tidak dilahirkan; sifat Tuhan adalah qadim (terdahulu; namun tanpa awal, tanpa akhir), sedang makhluk adalah hadits (baru; diadakan).. jika Tuhan melahirkan anak, maka anak itu pun akan melahirkan pula.. pun sebelumnya dia adalah zat yang dilahirkan.. dari zat yang dilahirkan pula… maka semuanya akan menjadi tasalsul (tak berujung), dan ini adalah mustahil disandangkan kepada Tuhan.
  4. Tiada sesuatu yang menyamai-Nya; Tuhan berbeda dengan makhluk-Nya dengan demikian dia tak butuh menitis kepada mereka, pula sebaliknya makhluk tak layak menjelma kepada Tuhan. Dia berdiri sendiri dengan semua zat, sifat dan perbuatannya.

Demikian penjabaran singkat tentang Tuhan sebagaimana tersebut dalam Surat Al Ikhlash yang kami imani.

Keempat :

Kami menyadari bahwa ada diantara kami yang masih bersikap berlebihan bahkan ekstrim dalam menjalankan keyakinannya, namun hal ini tak bisa dijadikan generalisasi. Toh semua sikap ekstrim ada dalam setiap penganut agama tak hanya Islam semata.

Sebelum semua itu, perlu diketahui bahwa dalam menyeru oranglain kepada ajaran agama, setidaknya ada 4 rambu-rambu yang harus kami taati :

  1. memakai cara yang baik
  2. tidak memaksa orang lain keluar dari agamanya
  3. tidak mencela sesembahan orang lain
  4. tetap menghargai sebagai sesama pewaris ajaran Ketuhanan

 

Point 1 : bersumber dari  Surah An Nahl: 125

” Serulah (manusia) ke jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhan-mu, Dialah Yang Mahatahu tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah Yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk”.

— hikmah ; alasan yang logis, tegas, sesuai kaidah teoritis — biasanya ditujukan kepada kaum pelajar ( sekolah s/d mahasiswa)

— pelajaran yang baik; lembut, halus, puitis, naratif — biasanya ditujukan kepada kaum pekerja atau masyarakat umum yang biasanya tak sreg dengan penjelasan yang terlalu teoritas karena beban pikiran (pekerjaan) yang mereka hadapi.

— bantahlah dengan cara yg lebih baik; memakai bahasa yg lebih elegan, data yang lebih relevan, namun tetap menjauhi sikap tercela atau sikap yang dapat menjatuhkan dan mempermalukan oranglain. Biasanya ditujukan kepada mereka yang memiliki kedudukan di masyarakatnya maupun bergelar tinggi demi menghormati keilmuannya.

Demikianlah menurut salah satu penafsiran meski secara umum bisa dilakukan terhadap semua orang.

 

Point 2 : bersumber dari  Surat Al-Baqarah Ayat 256

“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat ”

Agama adalah nilai tertinggi dari seseorang; puncak hasrat; ultimate value. maka pelaksanaan darinya mestilah bersumber dari hati sanubari yang paling dalam, tanpa pemaksaan, tanpa tekanan.

Tuhan tak butuh untuk disembah, namun makhluk lah yang butuh menyembah Tuhan. Mereka akan menzalimi sendiri jika menyembah yang layak disembah. Sudah sifat makhluk suka mengagumi bahkan tunduk kepada sesuatu yang melebihi dirinya. Itulah mengapa ada istilah mesiah, ratu adil, imam besar, raja diraja, yang dipertuan agung, dsb dikalangan manusia. Maka tidak pantaskah ini berujung kepada ‘Sang Maha diatas Maha’; Tuhan Pencipta Semesta ?

 

Point 3 : bersumber dari Surah Al-An’aam: 108

” “Dan janganlah kamu memaki sesembahan-sesembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Rabb merekah kembalinya mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan.”

Allah melarang kami mencela tuhan-tuhan orang musyrik dengan pencelaan yang keras atau sampai merendah-rendahkan (secara terang-terangan) karena hal ini akan membuat mereka akan membalas dengan mencela Allah. Tentu termasuk maslahat besar bila kami tidak mencela tuhan orang kafir agar tidak berdampak celaan bagi Allah (sesembahan kami ). Jadi hal ini adalah peringatan tegas agar tidak berbuat seperti itu, supaya tidak menimbulkan dampak negatif  yang lebih parah.”
Jadi perlu diperhatikan bahwa kemungkaran tidaklah dibalas dengan kemungkaran yang semisal. Jika Nabi kita –shallallahu ‘alaihi wa sallam– dicela, bukan berarti kita boleh mencela Nabi ‘Isa ‘alaihis salam. Karena mencela Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah suatu kekafiran, demikian pula dengan mencela Nabi ‘Isa ‘alaihis salam.

================================================

jika mau teliti, jika mau dikaitkan dengan Ahok, maka patutlah diingat bahwa dia tak hanya sering menghina ajaran agama kami, bahkan di beberapa video yang mungkin sudah dihapus dia sering pula melecehkan pimpinan agamanya sendiri. Berteriak ‘amal-amal, iman-iman..’ seolah kebaikan bersumber dari dirinya, bukan dari karunia Tuhan. Seolah tersirat sikap chauvimisme (kesukuan) nan membanggakan golongannya sebagai salah satu yang terunggul di dunia. Pada tahap ini  dia pun ada dibenci oleh sesama rasnya sendiri dimana mereka berkata:

” Kami sudah turun-temurun tinggal disini, negri ini sudah kami anggap rumah sendiri. Untuk apa mengingat-ingat tempat asal kami, apa relevannya membangga-banggakan ETNIS kami ?? ”

 

Point 4 : bersumber dari  Surat Ali-Imran ayat 64 – 68
” Wahai ahlul-kitab! Marilah kemari! Kepada kalimah yang sama di antara kami dan di antara kamu yaitu bahwa janganlah klta menyembah melainkan kepada Allah, dan jangan kita menyekutukan sesuatu dengan Dia, dan jangan menjadikan sebahagian dari kita akan yang sebahagian menjadi Tuhan-tuhan selain dari Allah.”

Artinya, betapapun pada kulitnya kelihatan kita ada perbedaan, ada Yahudi, ada Nasrani dan ada Islam, namun pada kita ketiganya terdapat satu kalimat yang sama, satu kata yang menjadi titik pertemuan kita. Kalau sekiranya saudara-saudara sudi kembali kepada satu kalimat itu niscaya tidak akan ada selisih kita lagi
Mari kita bersama kembali kepada pokok ajaran itu, satu kalimat tidak berbilang, satu Allah tidak bersekutu dengan yang lain, satu derajat manusia di bawah kekuasaan Ilahi, tidak ada perantaraan. Dalam hal ini tidak ada selisih pokok kita. Ini sumber kekuatan kami dan ini pula sumber kekuatan kamu.

Kepada mereka yang menegakkan Syariat Musa, yang menamai diri mereka Yahudi kamu scrukan, marilah kemari, kita kembali kepada dasar ajaran yang ditinggalkan Musa sendiri, yang ada dalam catatan kamu, dalam Kitab yang kamu namai Taurat;

Janganlah padamu ada Allah lain di hadapan hadiratku. Janganlah diperbuat olehmu akan patung ukiran atau akan barang peta dari barang yang dalam langit di atas, atau barang yang di atas bumi di bawah, atau dari barang yang di dalam air di bawah bumi.Jangan kamu menyembah sujud atau berbuat bakti kepadanya, karena Akulah Tuhan, Allahmu, Allah yang cemburu adanya. (Keluaran Pasal 20, ayat 3 sampai 5).

Kepada orang Nasranipun diserukan, marilah kemari kepada kalimat yang satu diantara kita, yang sama sekali tidak ada perbedaan kita dalam pokok kalimat itu, sebagai sabda dari Nabi Isa Almasih sendiri;

Inilah hidup yang kekal, yaitu supaya mereka mengenal engkau, Allah Yang Esa dan Benar, dan Yesus Kristus yang telah Engkau suruhkan itu. (Injil karangan Yahya (Yohannes), fasal 17 ayat 3).

inti kalimat persatuan itu ada, dan tidak sampai terhilang meskipun naskahnya telah banyak dari salin ke salin. Kita yang datang di belakang inilah yang telah bertemu kembali pokok itu, setelah kedua “Perjanjian Lama” dan “Perjanjian Baru” beredar pula di tangan kita.

Alangkah tepatnya apa yang dikatakan Rasul itu: renungkanlah apa yang tersebut di dalam ayat tentang Kalimatin sawa-in bainana atau “kata-kata yang sama di antara kita” itu, bandingkanlah ayat al-Qur’an dengan bunyi isi Kitab Keluaran itu, akan terdapatlah bahwa itulah pegangan kita kaum Muslimin. Dan itulah pokok asal pegangan ahlul kitab; Yahudi dan Nasrani.

 

=====

Demikan tanggapan  ini saya sampaikan, moga dipahami dengan hati yang berkenan.

Sebagai penutup saya kutip nasihat dari Dr. TGH. Muhammad Zainul Majdi  ; Gubernur NTB dalam salah satu ceramahnya ” Tersebarnya dakwah adalah tujuan kita, tetapi harus diingat betapa akhlak harus menjadi prioritas. Dakwah tanpa akhlak akan gagal bahkan bisa melahirkan kebencian ummat lain kepada kita. Berdakwah harus dengan akhlak terpuji. ”

 

— Alhamdulillah, wamannashru illaa min ‘indillah —

 

 

 

Inti agama itu keyakinan tentang Tuhan yang timbul dari kebenaran pasti dan disetujui oleh akal. Kalau ada keyakinan yang ditolak oleh akal, artinya agama itu agama akal-akalan. Setiap manusia dikaruniai Tuhan akal, maka gunakan akal untuk mengenal sebenar-benar Tuhan.
Berikut ini argumentasi tentang Tuhan yang pasti diterima akal. Jadi catatan ini khusus bagi yang berakal. Yang gak berakal, ya udh ke pinggir…wkwkwkwk!!
Prinsip sederhana:
TUHAN TIDAK SAMA DENGAN MAKHLUK; PENCIPTA PASTI TIDAK SAMA DENGAN CIPTAAN.

– makhluk ada karena di-ada-kan Tuhan, PASTI Tuhan ADA tanpa ada yang meng-ada-kan.
– makhluk ber-awal dan ber-akhir, Tuhan PASTI tidak berawal dan tidak berakhir karena awal dan akhir juga makhluk Tuhan.
– makhluk beribu-bapak, Tuhan PASTI tidak beribu dan tidak berbapak karena Tuhan Pencipta segala sumber.
– makhluk bisa menitis pada makhluk, Tuhan PASTI tidak menitis pada makhluk, sebab menitis itu hanya terjadi pada sesama makhluk.
Kalau ada yang ngeyel lalu bilang:“Tuhan ‘kan Mahakuasa, Bisa Segalanya, pasti Tuhan Yang Mahabesar bisa “masuk” pada makhluk-Nya yang mahakecil.”
Jawab begini saja:“Ada keperluan apa Tuhan menyurup ke dalam makhluk-Nya? Untuk membantu manusia melawan kekuatan Iblis? Kalau begitu kekuatan Tuhan dan kekuatan Iblis itu setanding dan sebanding dong? Kalau begitu, artinya Tuhan tidak Mahakuasa dong?! [wek-weeew :D]
makhluk punya nama dari Sang Pemberi Nama, Tuhan tidak ada yang memberi Nama selain Diri-Nya sendiri. Itu pun untuk keperluan makhluk.
makhluk memiliki bentuk/rupa, Tuhan PASTI tidak berbentuk/rupa karena Tuhanlah Pencipta segala bentuk,
makhluk memiliki warna, Tuhan PASTI tidak berwarna karena Tuhanlah Pencipta segala wewarna.
makhluk memiliki bau, Tuhan PASTI tidak memiliki bau karena Tuhanlah Pencipta segala bebauan.
makhluk menempati ruang (bertempat), di dalam arah (kiri-kanan-atas-bawah-depan-belakang-samping), dan dipengaruhi waktu, Tuhan PASTI tidak memerlukan tempat, tidak di dalam ruang dan arah, dan tidak dipengaruhi waktu. Tuhan tidak ada keperluan pada makhluk2-Nya. Tuhan tidak bertempat di langit (seperti gemintang), tidak di surga (khayangan, nirwana, firdaus)  karena Tuhan Mahabesar, mustahil makhluk bernama langit dan sesurga itu lebih besar daripada Kemahabesaran Tuhan dan sanggup “menampung” Tuhan.
makhluk bergerak: datang dan pergi, naik dan turun, timbul-tenggelam. Tuhan tidak bergerak-tidak diam: tidak datang-pergi, tidak naik-turun, tidak timbul-tenggelam.
Simpelnya:
Ketahui bahwa wujud makhluk ciptaan Tuhan itu terdiri atas empat besar:
Sesuatu yang nyata dipandang mata: berbentuk, dapat dlihat, dan dapat diraba dengan pancaindera, seperti jasad manusia, binatang, tumbuhan, dan benda-benda lainnya.
Sesuatu yang gaib: berbentuk, tetapi tidak dapat dilihat dan tidak dapat diraba dengan pancaindera, seperti angin, angan-angan, bebauan, surga-neraka, malaikat, iblis, jin, setan.
Sesuatu yang berupa cahaya-cahaya. Cahaya matahari, petir, lampu, dsb. Malaikat juga termasuk golongan ini.
Segenap kualitas makhluk, seperti baik-buruk, tinggi-rendah, putih-legam, keras-lunak, kasar-lembut, dsb.
Pastikan Tuhan itu tidak sama dengan semua di atas itu. Jadi kalau ada tuhan yang bisa dibayang-bayangkan, digambarkan, dipahatkan, diukirkan, diumpamakan begini-begitu, dsb. Pastikan itu tuhan batal. Tuhan palsu. Tuhan akal-akalan makhluk.
Jadi, apa susahnya mengenal Tuhan? Cukup dengan mengetahui yang bukan Tuhan.
Setiap yang berakal, pasti tunduk pada Tuhan yang tidak serupa dengan makhluk. Itulah namanya keyakinan yang kokoh.
Agama itu keyakinan, bukan keraguan.

 

======
Catatan ini sengaja tidak dilengkapi dengan kutipan dalil maupun istilah-istilah dari khazanah agama Islam sebab sejatinya catatan ini dulu dibuat untuk dimuat di grup Diskusi Agama (facebook) yang adminnya nonmuslim dan para anggotanya dari berbagai agama di Indonesia. [Kami di-kick taklama setelah memuat artikel “mematikan” ini, hehehe]
by : facebook.com-Adam Troy Effendy