Category: Manuskrip


pantesan pengen banget buka, ultah ke-5 rupanya..Alhamdulillah.

 

5 y wp

Iklan

[ repost dari Akhi-Nuruddin Al.Indunissy; pendiri rehabhati.com. Beliau pernah bekerja di saudi, lalu pulang ke tanah air pasca upaya kudeta tahun 2011 silam ]

Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi wassalam bersabda: “Belum akan datang kiamat sehingga manusia berlomba-lomba dengan bangunan-bangunan yang megah” (HR. Bukhari). “Belum akan datang kiamat sehingga manusia berlomba-lomba membangun dan memperindah masjid-masjid”. (HR. Abu Dawud)

ღبِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيღ
Saya mulai dengan salam dari Syurga,
Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.
Semoga kesejahtraan, Shalawat serta Salam selalu tercurah kepada kekasih alam ✿ܓMuhammad, Rasulullah Shalallahu ‘Alahi wassalam beserta keluarga, sahabat, dan pengikutnya yang setia dengan tali assunahnya hinga akhir Jaman.

Ikhwahfillah,
Perkenankan saya dalam suasana Ramadhan yang berbahagia ini, memunculkan sebuah kesan mengejutkan yang insha Allah akan menghangatkan aktifitas berfikir kita, membangunkan jiwa yang sedang tertidur, mengingatkan kembali tentang arah jalanan yang kita lalui. Semoga dengan se-izin-Nya mampu menyegarkan nuansa hati kita yang secara fitrah tertanam kerinduan kepada kota Akhirat.

Dalam kunjungan kedua saya ke Makah – Madinah juni lalu, ada sebuah nuansa yang mengherankan, lebih tepatnya menakutkan dan menggetarkan nurani saya. Ada kontradiksi di Al Masjid Al Haram..

Juni 2010 tahun lalu saya cukup terkejut dengan logo KFC yang tak ragu nongkrong di sebelah kiri halaman Masjidil Haram.Tepat disebelah kanan KFC berdiri angkuh sebuah kompleks Apartemen & Hotel yang ukurannya seakan ingin menelan Masjid yang suci ini.

Disekelilingnya berdiri hotel hotel megah milik investor asing, rasa heran saya semakin besar ketika memperhatikan sebuah logo di sebuah Hotel persis dihalaman Al Haram. Tertulis sebuah Dar Et Tawhid InterContinental Hotel. InterContinental Hotel Group (IHG) ini adalah Brand Hotel milik Amerika yang memiliki lebih dari 3500 hotel diseluruh Dunia termasuk 5 Hotel di Indonesia.

Menariknya, logo Hotel ini juga ikut berdiri angkuh di samping Masjid Nabawi Madinah dengan nama samaran Dar Al Iman InterContinental Hotel. Hotel itu berdiri sinis dihalaman Masjid Nabawi, masjid Rasulullah Shalallahu’ Alaihi wassalam.

Setahun dari saat itu, tepatnya Juni 2011 kemarin (Alhamdulillah) saya diberi kebahagiaan untuk mengunjungi kembali Al Haram. Disanalah, keheranan yang saya simpan selama ini berubah menjadi ketakutan.

Wajah Al Haram sudah berubah!
Bukit disekeliling lembah yang terjaga sejak Nabi Ibrahim Alahissalam dan putranya Nabi Ismail Alaihissalam meletakan batu pertama Baitullah itu sudah tidak utuh lagi.
Bukit bukitnya satu persatu dipenggal…
Debu debu beterbangan..
Mesin mesin bergaung menanamkan kontruksi gedung gedung raksasa disekeliling Masjidil Haram..
Lembah Ibrahim ini hampir menghilang…
Berubah menjadi pusat perbelanjaan yang memukau..
Lembah itu diacak acak oleh manusia manusia serakah..

Subhanallah..
Maafkan jika emosi saya mencemari tulisan ini.
Sungguh saya tidak ridha, jika lembah ini dinodai.

Ada nuansa yang berbeda, jika antum mengunjungi Masjidil Haram saat ini.
Mungkin kebanyakan orang biasa biasa saja melihat banyak perubahan di sekitar Masjidil Haram. Mungkin mereka tersenyum terkagum kagum melihat gedung gedung mewah yang berdiri kokoh di samping Masjidil Haram saat ini

Brother and Sisters.
Mari sejenak kita lihat, tentang aktifitas keserakahan manusia di Bumi Allah ini.
Mereka tak henti hentinya berlomba lomba membangun gedung paling tinggi di Dunia, seakan mereka lupa dunia ini akan kita tinggalkan.

Masih hangat di ingatan ketika January 2010 lalu, Perdana Mentri Dubai (Uni Emirat Arab), Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum meresmikan Burj Al Khalifa, nama gedung tertinggi di Dunia dengan ketinggian diatas 800 meter mengalahkan ketinggian Twin Tower Malaysia dan gedung tertinggi lainnya.

Tak lama menjelang, Kuwait kemudian menyusul dengan membangun Al Mubarak Tower berketinggian 1001 Meter. Dubai tidak mau kalah, mereka kemudian merencanakan Al Burj dengan ketinggian 1050 Meter..

Saudi Arabia tidak tinggal diam, Prince Al-Waleed bin Talal saat ini telah memulai sebuah kontruksi gedung Mile High Tower yang berketinggian 1 Mile menjulang keangkasa. 1 Mile setara dengan 1600 M, ini artinya 2 kali lipat dari gedung tertinggi saat ini.

Selain gedung itu, Negara Negara teluk sedang terus merencakan ratusan gedung pencakar langit di ibu kotanya. Saudi sendiri sedang membangun 14 gedung pencakar langit di Riyadh, Jeddah dan Makkah. Beberpa darinya telah sempurna.

Manusia dunia semakin serakah.
Mereka terus menhiasi ibu kotanya dengan ratusan gedung pencakar langit dengan bentuk bentuk yang unik dan cantik, mereka terus berlomba lomba membangun gedung tertinggi di negerinya masing masing seakan akan mereka akan hidup di dunia ini untuk selamanya.

Disisi lain menakjubkan dan disisi lain menakutkan.
Bagi orang beriman tentunya ini adalah hal yang sangat menggetarkan hati.

Bergetarkah hatimu…
Bergetarkah hatimu saat kesan perlombaan itu terjadi di samping Al Haram ?
Disinilah lembah peradaban Islam berawal,
Dari lembah inilah cahaya Islam mulai bersinar keseluruh dunia. Lembah ini terjaga dari masa kemasa. Lembah yang menyimpan Masjidil Haram, Masjid yang melindungi Baitullah. Kearah lembah inilah setiap saat wajah wajah mukminin mukminat terarah, menghadapkan wajahnya kepada symbol Rumah Allah, Baitullah.
Lembah ini tak pernah sepi dikunjungi jutaan Manusia dari berbagai penjuru Dunia, setiap saat setiap waktu. Dirindukan mereka yang belum pernah mengunjunginya juga dirindukan mereka yang telah mengunjunginya, berkali kali sekalipun. Tak pernah ada yang bosan menemui masjid ini. Menatapi baitullah ini.

Semua ingin kembali kesana, merasakan getaran rindu yang mendalam ketika sudah merengkuh nikmatnya shalat di Masjidil Haram tepat dihadapan Baitullah..

Selama jeprat jepret camera disana, hati saya terus berbisik bisik:
“Siapakah gerangan yang merencakan gedung gedung ini. Kenapa harus di halaman Masjid yang suci ini?”

Menurut harian arab News yang beredar di kota Riyadh, kontruksi gedung ini sudah selesai dengan ketinggian total 602 meter.

Di tower paling tinggi terdapat sebuah Jam Raksasa berdiameter 40 meter persegi, jam ini dipasang di empat sisi tower hingga terlihat dari semua arah. Menurut harian Arab News yang saya baca kemarin (26/07), kontruksinya sudah selesai dan jarum jam-nya direncanakan akan mulai berdetak secara resmi tanggal 1 Ramadhan ini.

Kompleks ini memakan tempat hampir 1 Juta lima ratus meter persegi diwilayah selatan masjidil Haram. Komposisinya memiliki tujuh menara, beberapa Hotel bintang lima, dua helipad, ruangan konference, restoran, dan pusat perbelanjaan.

Disebelah kiri kompleks ini, sebuah proyek juga terlihat sedang menggarap kompleks Apartement dan Hotel yang terdiri dari 21 menara apartemen seluas 2,8 juta meter persegi untuk para jamaah haji dan umrah. Tidak sekedar itu, disekitaran Masjidil Haram yang lain terlihat aktif pembangunan untuk gedung gedung berketinggian 35 lantai dan lima hotel bintang lima baru di atas lahan seluas 1 juta meter persegi.

Coba Perhatikan, diantara tower tower yang direncanakan itu ada beberapa yg sudah jadi, diantaranya; InterContinental dan The Royal Clock Tower. Jika kita amati diatas ada 2 tower Raksasa yang terhubung mirip Twin Tower Petronas di Malaysia. Itu adalah gerbang masuk kompleks masjid ini nanti.

Memang ada sisi positifnya.
Bangunan bangunan baru ini kabarnya bisa menampung hingga 40.000 orang.
Namun saya melihat pesan yang berbeda, gedung raksasa yang ditangani kontraktor Saudi Bin Laden (Perusahaan milik Ayahnya om Osama ini) memiliki ketinggian berselisih 200 meter dari GEDUNG TERTINGGI DUNIA saat ini, yaitu Al Burj Khalifa Dubai.

Benarkah peminpin negri negri Islam saat ini sudah ikut serta dalam maraknya perlombaan pembangunan gedung gedung dengan negara kaya lain?

Bukankah ini tanah Haram!?

Adakah manusia mulai berani merusak tanah Haram ini?
Apakah gerangan yang sedang terjadi ?

Kemanakah bukit bukit bersejarah itu?
Apakah manusia akhir jaman ini benar benar ingin menghilangkan lembah Ibrahim ini?

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan menghalangi manusia di jalan Allah dan Masjidil Haram yang telah Kami jadikan untuk semua manusia, baik yang bermukim di situ maupun di padang pasir dan siapa yang bermaksud di dalamnya melakukan kejahatan secara zalim, niscaya akan Kami rasakan kepadanya sebagian siksa yang pedih.” (al-Hajj : 25)

Keserakahan tidak terhenti disini.
Berita menggetarkan segera menggetarkan dunia. Prince Al Talal telah meresmikan pembangunan “Jedah Mile-High Tower” yang direncanakan berketinggian 1.600 meter yang akan memakai biaya sekitra 5,3 Milyard USD.

Menurut beberapa sumber, desain menara yang terletak di utara Jeddah ini akan dipegang oleh arsitek lokal yang bekerja sama dengan dengan Pickard Chilton dari Amerika Serikat. Sedangkan urusan konstruksi bangunan dipegang oleh Bechtel, Amerika dan kontraktor global Samsung Corporation.

Ini tidak mengejutkan, setelah terus saya telusuri ternyata MILES TOWER ini pun sudah ada pesaingnya yang tidak tanggung tanggung merencanakan sebuah Gedung dengan ketinggian 3.200 Meter.. atau 3 Kilometer menjulang ke angkasa…

THE ULTIMA TOWER.
Bangunan ini membentuk kota pencakar langit dengan designer Architecture Amerika, Eugene Tsui. Gedung ini ditargetkan akan menelan biaya 150 Milyard USD. Bangunan yang berbentuk Kota berfasilitas lengkap ini, bisa menampung populasi sampai SATU JUTA orang dengan luas keseluruhan 140 Juta Meter Persegi.

Designer telah merancang segalanya termasuk fasilitas lift mutakhir yang bisa mengantar orang mencapai lantai tertinggi gedung dengan waktu 9 minutes and 40 detik.

Masha Allah tabarakallah..
Ketika kunjungan tahun lalu ke makkah, hati saya terenyuh..

Mata saya berkaca kaca, dan sempat bergumam “mungkinkah bukit disekeliling masjid DILEMBAH INI akan diratakan…?”
Jika sudah rata, bukankah lembah suci yang terjaga itu kini tiada lagi, lembah itu kini berubah menjadi taman kota dengan gedung gedung pencakar langit?

Pantaskah kita Kagum?
Atau… akankah rencana itu terjadi ?
Tidakkah keserakahan manusia manusia ini adalah tanda tanda kiamat yang nyata?

Allahurabbi …
Saya tersentak beberapa kali, ketika kemudian membaca kembali sebuah Hadith dimana Rasulullah saw telah melihat kesan perlombaan ini dari 14 abad yang lalu.

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Pada suatu hari, Rasulullah saw. muncul di antara kaum muslimin.
Lalu datang seorang laki-laki dan bertanya: Wahai Rasulullah, apakah Iman itu?
Rasulullah saw. menjawab: Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, pertemuan dengan-Nya, rasul-rasul-Nya dan kepada hari berbangkit.

Orang itu bertanya lagi:
Wahai Rasulullah, apakah Islam itu?

Rasulullah saw. menjawab:
Islam adalah engkau beribadah kepada Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan apa pun, mendirikan salat fardu, menunaikan zakat wajib dan berpuasa di bulan Ramadan.

Orang itu kembali bertanya: Wahai Rasulullah, apakah Ihsan itu? Rasulullah saw. menjawab: Engkau beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihat-Nya. Dan jika engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia selalu melihatmu.

Orang itu bertanya lagi:
Wahai Rasulullah, kapankah hari Kiamat itu?

Rasulullah saw. menjawab:
Orang yang ditanya mengenai masalah ini tidak lebih tahu dari orang yang bertanya. Tetapi akan aku ceritakan tanda-tandanya; Apabila budak perempuan melahirkan anak tuannya, maka itulah satu di antara tandanya. Apabila orang yang miskin papa menjadi pemimpin manusia, maka itu tarmasuk di antara tandanya. Apabila para penggembala domba saling bermegah-megahan dengan gedung. Itulah sebagian dari tanda-tandanya yang lima, yang hanya diketahui oleh Allah.

Kemudian Rasulullah saw. membaca firman Allah Taala: “Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana ia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”.

Kemudian orang itu berlalu, maka Rasulullah saw. bersabda: Panggillah ia kembali! Para sahabat beranjak hendak memanggilnya, tetapi mereka tidak melihat seorang pun. Rasulullah saw. bersabda: Ia adalah Jibril, ia datang untuk mengajarkan manusia masalah agama mereka.

(Shahih Muslim No.10)

Hadits senada juga diriwayatkan Al Bukhari No. 48, An Nasai 4905, Ibn Majah No. 63 juga diriwayatkan Imam Ahmad.

NASKAH HADITS

Dalam riwayat lain kutifan jawaban Rasulullah saw tentang kiamat ini diterjemahkan bahwa “Orang-orang tanpa sandal, setengah telanjang, melarat dan penggembala unta masing-masing berlomba membangun gedung-gedung bertingkat..”

“BERLOMBA LOMBA MEMBANGUN GEDUNG BERTINGKAT”
Itulah salah satu tanda tanda kiamat yang dikatakan Rasulillah Muhammad Salallahu alaihi wassalam dalam Hadits Tersebut.

Hadits shahih ini dengan ijtihad para ulama kemudian dijadikan referensi sebagai rukun iman dan rukun islam. Ada yang ditekankan disni, bahwa disana tersirat jelas Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam mengabarkan kepada kita semua bahwa NANTI sebelum kiamat terjadi, manusia akan berlomba lomba membangun gedung bertingkat tingkat.

Mungkin saat itu para sahabat hanya mengimani tidak bisa melihat secara nyata, karena saat itu Saudi Arabia adalah gurun tandus dan memang belum ada kota kota gemerlap seperti saat ini.

Dan saat Ini…
Naudzubillahimindalik, gedung gedung angkuh itu telah mendesak pekarangan Masjidil Haram..
Bebukitan di sekitar LEMBAH dimana Nabi Ibrahim As dan Putranya mendirikan Tonggak tonggak Baitullah itu sekarang DIHANCURKAN dan diganti dengan gedung gedung komersial penuh keserakahan..

masjidil-haram
Inikah tanda tanda kiamat itu..
Wallahu’alam..

Tapi dari sekian banyak hadits telah terbukti, nyata dihadapan kita.

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Hari kiamat tidak akan terjadi kecuali setelah dua golongan besar saling berperang sehingga pecahlah peperangan hebat antara keduanya padahal dakwah mereka adalah satu. (Shahih Muslim No.5142)

Bukankah ini telah sering terjadi?

Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Tidak akan terjadi hari kiamat kecuali setelah banyak peristiwa haraj. Mereka bertanya: Wahai Rasulullah, apakah haraj itu? Beliau menjawab: Pembunuhan, pembunuhan. (Shahih Muslim No.5143)

Pembunuhan..
Palestina, Irak, Somalia…
Dan gejolak timur tengah saat ini, Mesir, Libya, Syiria, Bahrain..
Mayat mayat bergelimpangan tak berharga..
Pembantaian manusia dimana mana.

Inikah tanda tanda kiamat..
Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Hari kiamat tidak akan terjadi sebelum sungai Euphrat menyingkap gunung emas, sehingga manusia saling membunuh (berperang) untuk mendapatkannya. Lalu terbunuhlah dari setiap seratus orang sebanyak sembilan puluh sembilan dan setiap orang dari mereka berkata: Semoga akulah orang yang selamat. (Shahih Muslim No.5152)

Sungai Eufrat terletak di Irak,
Bukankah baghdad sudah hancur diluluhlantakan bomb bomb Amerika beberapa tahun lalu?
Wallahu’alam..

Dan banyak lagi hadits hadits yang telah menjadi nyata saat ini.

Bisa jadi kiamat telah dekat..
Rasulullah saw mengibaratkan jari tengah dan jari telunjuknya untuk menginformasikan bahwa kiamat itu sangat dekat..

Hadis riwayat Sahal bin Saad ra., ia berkata:
Aku mendengar Nabi saw. bersabda sambil memberikan isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah: Waktu aku diutus (menjadi rasul) dan waktu hari kiamat adalah seperti ini (mengisyaratkan dekatnya waktu kiamat).
(Shahih Muslim No.5244)

Lalu apa yang harus kita lakukan?
Sahabat, sungguh saya yang lemah ilmu ini sengaja membawakan tema ini untuk sebuah perenungan dari realisasi realisasi yang telah kita lihat.

Sungguh hari kiamat itu sangat dahsyat..
Dan hari berikutnya lebih dahsyat lagi, Alam Mahsyar..
Alam yang sering kita lupakan.

Rasulullah saw bersabda:
“Kamu akan dibangkitkan pada hari kiamat tanpa sandal, telanjang bulat dan tidak dikhitan. Aisyah bertanya, “Ya Rasulullah, laki-laki dan perempuan saling melihat (aurat) yang lain?” Nabi Saw menjawab, “Pada saat itu segala urusan sangat dahsyat sehingga orang tidak memperhatikan (mengindahkan) hal itu” (Mutafaq’alaih)

Brother and sister in Islam..
Sahabat muda semua, dalam keseharian kita sering terbius lalai..
Menunda keseriusan ibadah hingga hari senja nanti..

Padahal Rasulullah saw telah mengingatkan, bahwasannya masa muda adalah 1 dari 5 perkara yang akan ditanyakan dihari Mahsyar nanti..
Rasulullah saw bersabda:
“Seorang anak Adam sebelum menggerakkan kakinya pada hari kiamat akan ditanya tentang lima perkara: (1) Tentang umurnya, untuk apa dihabiskannya; (2) Tentang masa mudanya, apa yang telah dilakukannya; (3) Tentang hartanya, dari sumber mana dia peroleh dan (4) dalam hal apa dia membelanjakannya; (5) dan tentang ilmunya, mana yang dia amalkan. (HR. Ahmad)

Demikian liputan ana dari Makkah Almukaramah, Saudi Arabia
Semoga, catatan sederhana ini menjadi sebuah renungan yang menampar lembut nurani kita.
Semoga Menjadi Informasi Berharga dan Renungan Buat Kita semua,..

Salam Bahagia,
NURUDDIN AL INDUNISSY – RIYADH 2011
http://www.facebook.com/Nuruddin.Al.Indunissy.OfficialPage
By Nuruddin Al Indunissy|July 28th, 2011|Catatan Nai

http://rehabhati.com/tanda-tanda-kiamat-di-al-haram/#comment-8774

NB :
“Ini adalah hari terakhir Mekah,” kata Al-Alawi. “Perjalanan ke Mekah dan Madinah seharusnya menjadi ritual suci sederhana, tetapi telah berubah menjadi sebuah pengalaman yang lebih dekat ke Las Vegas, yang sebagian besar peziarah tidak mampu membayarnya.”

( Irfan Al-Alawi, direktur Islamic Heritage Research Foundation-Inggris. Yayasan yang bekerja untuk menyelamatkan warisan sejarah yang tersisa di kota suci Arab Saudi).

[ ]

Liputan Haol Tahunan Pondok Pesantren Cipari- Pangatikan, Garut
4 April 2015

IMG0811A

– Sambutan KaBag Perekonomian Pemda Garut: Tedi Kusnadi, SE ,atas nama Bupati Garut
H. Rudy Gunawan, SH, MH.
Bahwa pemerintah sedang menggodog 3 program untuk pondok pesantren
1.    Mempriotaskan pondok pesantren yang memiliki program qurani
(Pengkajian Alquran, terutama Tahfidz. Ada 9 pesantren se-garut yang memenuhi kriteria ini, termasuk PP Cipari )
2.    Tunjangan atas ustadz/ guru ngaji
3.    Perbaikan Fasilitas
(PP Cipari adalah salah satu yang paling diminati di Garut. Jumlah santri putra-putri sekarang yang ± 400 orang  jelas tak sebanding dengan tempat yang tersedia. Bahkan beberapa santri ada yang terpaksa mandi jam 2 dini hari saking padatnya. Yang mengharukan, salah seorang ustadz… yang tentunya guruku dulu.. merelakan rumah yang telah dibangunnya di sisi pondok untuk dijadikan tempat santri putri. Subhanalloh..  sebuah kaderisasi yang sukses dari para pendahulunya ! )

-Sambutan Tetua & Guru Yayasan Ponpes Cipari; Drs. H. Dadang Priatna :
Sebelumnya, harap membaca link berikut agar mengerti kutipan-kutipan yang akan diutarakan
https://adzelgar.wordpress.com/pondok-pesantren-cipari/
“ Kalau ada tempat yang murah-meriah untuk mencetak para pemimpin atau setidaknya generasi yang berkualitas, maka pondok pesantren lah jawabannya. Silahkan bandingkan dengan biaya masuk sekolah/ PT unggulan di negeri ini, tentu sangat jauh.

( dalam pandanganku, hal itu karena belajar di pondok tak semata teoritis, tapi integral-sentralistik. Integral; murid belajar teori & praktik 24 jam, sentralistik; keseharian para ustadz menjadi panutan para santri dalam prilaku kesehariannya. Inilah salah satu pendidikan karakter yang paling efektif).

” Tempat ini, Cipari.. bukan sekedar pesantren, tapi disini adalah salah satu basis perjuangan negri ini di masa lalu. Tempat ini sering menjadi tempat pertemuan (konferensi) para tokoh nasional di negeri ini. Bahkan ketika salah seorang pendiri pesantren ini; KH Yusuf Tauzirie di tahan oleh Belanda, seorang tokoh nasional memberi tahu Belanda dengan keras : ” Bebaskan Ajengan Yusuf,  atau masyarakat jawa barat akan pecah;  melakukan perlawanan terhadap anda semua !”
Pihak Belanda yang saat itu sedang menjalankan politik etis & mengutamakan jalan negosiasi terhadap para tokoh pribumi tentu saja ketakutan hingga membebaskan beliau tanpa syarat.

Tempat ini tak sekedar pesantren, tapi ia adalah pemersatu wilayah disekitarnya. Salah satu contoh adalah bila wilayah sekitar Cipari di jaman dahulu hendak memulai puasa, maka mereka mengamati menara cipari hari itu juga. Apabila lentera (petromax) telah terpasang, maka artinya besok sudah masuk bulan puasa. Seolah menara tersebut adalah mercusuar bagi perahu-perahu yang hendak menepi ke darat di kegelapan malam.
( sekedar pemberitahuan; Mesjid Cipari menjadi satu-satunya tempat Jum’atan dalam radius 1 KM, dimana mesjid lain dilarang keras menyelenggarakannya. Mesjid ini tidak menyediakan ruang untuk jamaah wanita, karena kewajiban Salat berjamaah hanya dibebankan kepada kaum lelaki saja )

Tempat ini telah besar sebelum kita.. bukan oleh kita.. kita mah BELUM PANTAS mendiami Cipari yang besar ini !

sejak dulu tempat ini adalah salah satu yang paling vokal dalam menentang kebijakan pemerintah yang keliru. pendahulu kita mengajarkan untuk bersikap mandiri, tidak bergantung kepada bantuan pihak lain, termasuk pemerintah. karena tahu, dibalik setiap bantuan, pasti ada embel-embelnya. kalau sudah begitu, maka kita tidak akan lantang lagi menegur pemerintah.
Kalau ada yang mau memberi bantuan, ya..silahkan..tapi jika ada embel-embelnya, bawa lagi; kami tak butuh !! ”

terakhir beliau berpesan kepada setiap alumni agar senantiasa menjadi pelopor dakwah di tempat tinggalnya. menjadi pemimpin yang membawa perubahan, meski tak menduduki sebuah jabatan, meski hanya mengajar baca-tulis Alqur’an. itulah makna informal leader yang sebenarnya.

Wallohu’alam.

BenQ Corporation

Assalamu’alaikum Wr. Wb

الحمد لله رب العالمين     أشهد أن لا إله إلا الله الملك ألحق المبين

و أشهد أن محمد الرسول الله صادق الوعد الأمين

اللهم صلي على سيدنا محمد وعلى أله وأصحابه أجمعين .

أما بعد :

Hartosna:

Sadaya puji kagungan Alloh nu mange’ranan sadaya alam. Abdi nyakse’ni wire’h teu aya deui pange’ran anging Alloh, Anu Kumawasa, Anu Leres tur Anu Nyece’skeun. Sinareng abdi nyakse’ni sae’stuna Nabi Muhammad e’ta utusan Alloh, Anu Leres Jangjina tur Kapercanten. Paparinkeun, Ya Allah, ni’mat, kasalametan miwah Kabarokahan ka jungjungan urang sadaya Nabi Muhammad, para Kulawargi, sareng sahabatna.

 

Saur para sepuh, ladang wartos ti sepuh-sepuhna deui, dina ng’abageakeun awal sasih Syawal, nyae’ta anu saur basa kiwari mah lebaran, dina jaman Padjadjaran teu kapendak aya curak-curak bari ngarangge’ angge’an paginding-ginding. Sagala rupina e’stu sahinasna bae’. Nu dianggo patokan dina jaman harita mah ukur : parantos dugi kamana lalampahan hirup ti taun dugi ka taun te’h ?

 

Lebaran teu pusta teu pesta, teu ngahanakeun ngagaleuh angge’an jicir sapertos ayeuna. Basajan bae’. Sumuhun ari silih munjungan mah da e’ta tos jante’n tradisi. Malih aya ra’yat Padjadjaran anu munjungan ka pangagung, sanaos Pangagung Padjddjaran mah seuseueurna teu acan Islam.

 

          Keun urang tunda di hanjuang siang geusan alaeun,

          Urang simpen dihandeuleum sieum geusan sampeureun.

 

Saban urang mungkas ‘idul Fitri, urang salawasna ngayakeun acara silaturahmi, anu langkung kajojo urang sebat bae’ ‘Halal bi-ihalal’. Dua istilah e’ta, Silaturahmi sareng Halal bi-ihalal, sane’s kecap anu panceg. Silaturahmi saleresna kedah dicarioskeun Silaturahimi. ‘Halal bi-ihalal’ taya sane’s kecap dina basa Arab anu teu tiasa kahartos ku urang Arab dimana wae’ ayana. Angi’ng anu kantos sumping ka Purwakarta, kecap ieu teu aya dina kamus basa Arab.

          Acara saparantos ‘Idul-fitri ieu kalintang mangpaat pikeun kaum Muslim. Salah sawios diantawisna anu nyongcolang mungguhing ajaran Islam wire’hna Islam teu kantos nguruyung dina hiji kabudayaan anu molongpong, Islam salamina dipaparin ku rupi-rupi celepan tur budaya wewengkon. Ajaran Islam nu diarangge di Tatar Garut teu aya sane’s pituin Garut. Sage’de’ngeun aya nu sami di sakuliah dunnya. Di nagri dengeun teu aya kecap ‘Halal bi-ihalal’, nu kitu te’h teu aya sane’s budaya wewengkon kanggo mapae’san ajaran Islam. kangge papaes budaya Islam. Sapalih tina aje’n-inaje’n ajaran Islam disarungsum ku budaya wewengkon. Sage’de’ngeun e’ta oge’ , aya anu sipatna lumrah. ‘Idul Fitri taya sane’s aje’n ajaran Islam anu umum. Lebaran taya sane’s aje’n wewengkon anu dipaparinkeun kana ‘Idul Fitri. Kumargi kitu, tong mundut dalil tina Alqur’an sareng sunah Nabi kangge’ lebaran. Margi lebaran taya sane’s ajaran wewengkon kangge’ nyarungsum ajaran-ajaran Islam ku ciri pribumi, nya’eta wanda urang. Wanda-wanda wewengkon anu dipaparinkeun ku urang Garut, kedah dijagi salaku jabung tumalapung urang kangge’ ngeuyeub-ngeuyeub budaya Islam.

 

 

          Numutkeun urang Brazil aya dua rupi anu henteu tiasa ngagiwar dina hirup kumbuh; nyae’ta Pupus sareung Pajeg. Ananging urang Garut baris nyarios aya tilu rupi anu teu tiasa dihalangan atanapi dicegah, diantawisna Perlaya, Pajeg, sareng ‘Halal bi-ihalal’.

          Dawuhan kanjeng Nabi, “Kami, Para Nabi diutus pikeun nyarita kahiji kaom luyu jeung kamampuh akal marane’hna. Upami disundakeun mah Islam anu ruket sareung suasana disabudeureunna. Upami urang miharep neraskeun sunah Nabi, mangka anu ku urang keudah dipilampah taya sane’s ngalarapkeun ajaran Islam ku cara nincak kana akar budaya nu nyampak, sarta sane’s ku cara mahiwal supados katawis be’nten. Langkung be’nten tur ahe’ng, langkung sole’h diri urang te’h.

          Ngalarapkeun ajaran Islam ku cara ngabina tatali batin sareng sasami di sabudeureun urang, nu kitu te’h taya sane’s silaturahim. Nyae’ta nyambungkeun kakulawargian . Upami miharep miara tali mimitian, mangka nu dipilarian te’h nyaeta hal-hal anu sami atanapi sarupi. Ananging , upami miharep megatkeun tali mimitian, mangka anu dipilarian te’h taya sane’s hal-hal anu bente’n.

          Nu peryogi sane’s lalandian saperos si Dadap. Si Waru atanapi Si Citra, Si Wangsa, anging diperyogikeun naha salawasna te’h nyae’ta bajoang kangge’ Islam atanapi henteu? Mung ku cara sapertos kitu urang tiasa nyambungkeun silaturahmi antara sasami kaom muslim. Aya sababaraha rupi anu ngakibatkeun silaturahmi antawis papada muslim ieu pegat, diantawisna: kalangenan urang pikeun nyiar-nyiar nu barare’nten tur nyebatkeun rupi-rupi lalandian ka anu sane’s. Be’nten mung diperyogikeun pikeun kajembaran e’lmu sareng pangatikan. Dina pangatikan urang memang kedah be’nte’n. Margi rupi-rupi pamendak engal dina dunya e’lmu pangaweruh mung dihasilkeun ku jalmi-jalmu anu miharep be’nten ti nu sane’s.

 

          Janten, upami aya salah sawios nu ibadahna kirang tapi rajin nyambungkeun silaturahim, resep ngabantu ka nu sane’s, mangka nu kitu te’h langkung sae’ tibatan salah sawios nu ibadahna getol nanging megatkeun silaturahim sareng sabudereunana. Margi kitu, manga urang kawitan ngabebenah paripolah, tur ngicalkeun kaceuceub.

 

جعلنا الله وإياكم من العاءدين والفاءزين والمقبلين

وادخلنا واياكم في زمرة عباده الأصا لحين

تقبل الله منا ومنكم

Sakitu nu kapihatur kirang langkungna neda taakuf, hatur nuhun,

 

Wabillahi taufik wal hidayah.

Wassalamu ‘alaikum wa rohmatullahi wabarakatuh.

 

 ( Guru SMPN 2 Karangpawitan – Garut )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Oposisi dalam bahasa Inggris; opposition. Dalam bahasa Latin: oppositus, opponere, (memperhadapkan, memban-tah, menyanggah, menentang).
Sedangkan menurut pakar hukum dan politik diartikan sebagai kubu partai yang mempunyai pendirian bertentangan dengan garis kebijakan kelompok yang menjalankan pemerintahan.
Oposisi bukan musuh, melainkan mitra bertan-ding dalam percaturan politik.
Dalam demokrasi, oposisi sangat diperlukan, sehingga melembaga secara resmi dalam parlemen. Fungsi oposisi yang sangat penting yaitu check and balances, mengontrol pemerintah yang didukung mayoritas, menguji kebijakan pemerintah dengan menunjukkan titik-titik kelemahannya, sekaligus mengajukan alternatif. (Lihat, B.N. Marbun, SH., dalam Kamus Politik, Pustaka Sinar Harapan, Jakarta, 1996, hal. 455-456, John M. Echols dan Hasan Shadili dalam Kamus Inggris-Indonesia, Gramedia, Jakarta, 1992, hal. 407, Lorens Bagus dalam Kamus Filsafat, Gramedia, Jakarta 1996, hal. 754)
Dalam wacana politik Islam, oposisi [mu’aradhah] ditinjau dari dua aspek; doktrin kultural dan institusi struktural.
Doktrin kultural, menekankan bahwa oposisi bukan sekedar hak asasi, melainkan juga kewajiban syari’ah dan tanggung jawab moral. Seluruh nash (teks) al-Qur’an dan Sunnah Nabi serta arahan Para Khulafa’ Rashidun mendorong umat Islam kepada sikap oposisi yang loyal, konstruktif dan reformatif. Karena, fokus dasar perintah syari’ah adalah Amar Ma ‘ruf dan Nahi Mungkar (memerintah-kan kebaikan dan mencegah kemungka-ran). Imam Ghozali dalam Ihya ‘Ulumud-din (vol. 11/265) mengistilahkan oposisi sebagai top sentral ajaran Islam’ [al-Quth al-A’dzam Liddin) yang ditengarai oleh Saefuddin AF. Ismail telah dihapus dari budaya politik praktis kontemporer dan hanya terbatas pada seruan dan himbauan moral sosial. ( Tajdid Siyasi, hal. 364)
Krisis peradaban umat Israel sebagai bangsa yang kena kutukan Allah, adalah karena mereka meninggalkan tugas penting kontrol moral ini (QS.Al-Maidah:79). Ini kebalikan watak Islam yang menjadikan amar ma’ruf dan nahi mungkar sebagai budaya dan mental umatnya (QS. Ali Imran:104, 110). Karenanya, Nabi saw dalam berbagai haditsnya senantiasa memperingatkan umatnya untuk tidak mendiamkan apalagi melegitimasi kemungkaran.
Malik bin Nabi, filosuf Al-Jazair mengomentari hadits “Barang siapa di antara kalian yang melihat kemungkaran, hendaklah merubah dengan tangannya, bila tidak mampu dengan lisannya, bila tidak mampu dengan hatinya, dan itu se-lemah-lemah iman.” (HR. Muslim, Ashab Sunan, Ahmad) mengatakan. Bahwa, misi setiap muslim bukan sekedar menjadi penonton dan pengamat terhadap realitas sejarah, akan tetapi berperan merubah alur peristiwa dengan mengembalikannya kepada jalur kebaikan seoptimal mungkin.( Tajdid Siyasr.ll)
Pengalaman historis, menurut sejarawan Inggris, Lord Action, membuk-tikan bahwa penguasa CENDERUNG menyalahgunakan kekuasaannya. Dan, manusia yang mempunyai kekuasaan tak terbatas pasti akan bersikap OTORITER. Di sinilah perlunya kontrol hukum dan pembatasan kekuasaan yang disemangati amar ma’ruf nahi mungkar. Nabi saw bersabda, “Kalian benar-benar serius melakukan amar ma’ruf nahi mungkar atau Allah benar-benar akan kuasakan orang-orang jahat atas kalian, lalu orang-orang terbaik kalian berdo’a [istighotsah] dan tidak akan dikabulkan.” (HR.-Tirmidzi, Tabrani, Bazzar)
“Penghulu para syuhada adalah Hamzah bin Abdul Muthalib dan orang yang menghadapi penguasa lalim dengan memerintahkan kebaikan dan mencegahnya dari kemungkaran, lalu penguasa itu membunuhnya.” (HR. Hakim)
Dalam pidato pengangkatannya setelah dibai’at rakyat sebagai khalifah, Abu Bakar berkata, “Sesungguhnya aku telah diangkat sebagai pemerintah kalian, padahal aku bukan orang terbaik kalian. Maka, jika aku berbuat baik dan bijak, hendaklah kalian dukung. Jika berbuat jelek, hendaklah kalian luruskan.” (Ibnu Katsir, Al-Bidayah wan Nihayah, vol.VI/ 264)
Demikian halnya Umar bin Khathab, “Wahai rakyatku, siapa pun yang melihat penyimpangan pada diriku, hendaklah ia meluruskan.” (Abdul Aziz Badri, Al-Is-lam bainal ‘Ulama’walHukkam, hal. 59)
Semua itu, bukan retorika dan basa-basi politik. Melainkan, benar-benar diterapkan secara konsekuen. Pada saat umat Islam membebaskan daerah Irak, Syam dan Mesir pada masa kekhalifahan Umar bin Khathab, timbullah gerakan oposisi di kalangan militer yang ikut membebaskan daerah tersebut. Mereka menentang kebijakan Umar tentang otonomi dan eksistensi daerah pembebasan yang tidak akan dibagikan kepada pasukan pembebasan mengingat proyeksi ke depan. Dengan sabar dan bertawakal kepada Allah akhimya masalah tersebut dapat diselesaikan dengan damai dan mufakat.
Begitu Abu Bakar dibai’at sebagai Khalifah, sebagian sahabat MENOLAK untuk memberikan bai’at dan ikut dalam pemerintahannya. Mereka memilih menjadi oposisi. Di antara mereka, Sa’ad bin’Ubadah. Dan, hal itu DILINDUNGI oleh Abu Bakar. (Lihat, Dr. Muhammad ‘Ammarah dalam Al-Islam wal Muara-dhah As-Siyasiyah, pada majalah Al-‘Arabi, edisi Nopember 1992)
Barisan oposisi kerap pula dipelopori oleh tokoh ulama besar yang sadar politik dan menjaga independensi institusi keulamaan untuk tetap dipercaya umat sebagai panutan. Di antaranya, Sa’id bin Musayyib di Madinah, sebagaimana diriwayatkan ahli sejarah Islam klasik Adz-Dzahabi, dimana beliau MENOLAK kesertaan dalam pemerintahan dan memberikan bai’ah kepada Abdul MaliK bin Marwan pada masa pemerintahan Umawiyah. Meskipun, beliau sempat DISIKSA dengan 60 kali cambukan, dan pada kesempatan lain ditawari insentif serta suap 30.000 dinar. Namun, beliau tetap konsisten.
Suatu kali Umar bin Hubairah seorang gubernur pada masa pemerintahan Yazid bin Abdul Malik, memanggil para ulama seperti Hasan Al-Basri, Ibnu Sirin dan Sya’bi. Dia meminta fatwa berkaitan dengan instruksi Yazid yang serba dilematis.
“Jika saya melaksanakannya, saya takut akan merusak imanku. Jika menolak, saya mengkhawatirkan keamanan diriku.”
Para ulama itu menaseha-tinya dengan lembut dan berpesan agar tetap komitmen dalam ketakwaan kepada Allah dan menentang penguasa yang menyimpang dari kebenaran.
Imam Ghazali dalam Ihya’-nya (vol.II/ 295) banyak mengungkap mentalitas elit umat dan ulama yang tetap konsisten bersikap oposisi agar dapat MENGONTROL eksekutif. Di antaranya, sikap tegas Thawus Al-Yamani terhadap penguasa Hisyam bin Abdul Malik, Sufyan Tsauri terhadap Abu Ja’far Al-Manshur, Fudhail bin ‘Iyyadh terhadap Harun Ar-Rasyid.
Demikian pula sikap oposisi Abu Yusuf terhadap Harun Ar-Rasyid yang memberikan alternatif kebijakan fiskal yang islami kepadanya, seraya menasehatinya untuk takut kepada Allah dalam amanat dan hak rakyat.” Di isamping itu, nama-nama Abdullah bin Zubair, Imam Nawawi, Al-‘Izz bin Abdus Salam, dan Ibnu Taimiyah terkenal sebagai tokoh barisan oposisi dari kalangan ulama dalam generasi yang berbeda.
Persolannya, dalam REALITAS politik kita, implementasi wacana oposisi perlu acunya reposisi dan reaktualisasi yang terkait dengan kelembagaan. Sebab, terjadi semacam sikap MENDUA legislatif yang harusnya bersikap oposisi terhadap eksekutif. Idealnya, partai yang berkuasa cukup di MPR dan di eksekutif pemerintahan. Sehinggga, DPR sebagai per-wujudan institusional struktural bagi barisan oposisi yang berfungsi mengontrol eksekutif, mengawasi dan melurus-kan kebijakan. (Lihat, Prof. Miriam Budiarjo dalam Dasar-Dasar Ilmu Politik dan Inu Kencana dalam Pengantar Ilmu Pemerintahan)
Di antara landasan moral oposisi, menurut Yusuf Al-Qardhawi dalam Fiqh Ikhtilaf-nya (hal. 181) dan Imam Ghozali dalam Ihya’-nya (vol.11/270), adalah:
ikhlas, meninggalkan fanatisme terhadap, partai maupun golongan, berprasangka baik, tidak menyakiti dan mencela, menjauhi debat kusir, dialog dengan cara sebaik-baiknya, bersikap adil, memperhatikan skala prioritas, mengedepankan persatuan dan menjauhi perpecahan, arif, dewasa dan bijaksana serta mampu mengontrol emosi (QS.A.N-Nahl:125).

Wallahu A’Jam wa Billahit Taufiq wal Hidayah.

Ustadz DR. Setiawan Budi Utomo,
Maj. Saksi – Ed. Juli 2009

*

Ngobrol Sareng Kang Dadan

Konsep .. 🙂

Indonesia dan Malaysia sering dihadapkan pada kondisi seakan “bermusuhan” tiada habis-habisnya. Begitu cepat reaksi itu tersulut, hanya karena persoalan yang tidak begitu prinsip. Sebagai bangsa yang merasa “mempunyai martabat”, kita merasa diremehkan, harga diri diinjak-injak, bahkan seakan didzolimi oleh Malaysia.

Tapi kita seakan menjadi lumpuh, buta, tuli, bisu dan menutup mata dengan kondisi yang terjadi di dalam negeri sendiri. Para pemimpin kita, wakil rakyat kita yang dengan jelas dan gamblang telah menginjak-injak hak dan mendzolimi rakyat, sama sekali tidak ada gerakan yang melebihi reaksinya ketika menghadapi Malaysia.

Mungkin banyak yang lupa atau tidak mengerti sejarah terbentuknya negara Malaysia. Siapa-siapa saja penduduk Malaysia dan sampai sekarang bagaimana ketergantungan kita dengan Malaysia, terutama dalam hal tenaga kerja. Kita seakan juga menutup mata tentang itu.

Yang pasti dan tidak bisa dipungkiri, saat ini taraf hidup kita kalah jauh dengan Malaysia. Kita kalah dalam banyak hal, boleh dikata hampir semua sektor kita kalah dengan Malaysia. Mungkin ada beberapa sisi kita menang dibanding Malaysia. Tapi sisi dan kemenangan itu tidak membawa dampak manfaat kepada rakyat banyak.

Lebih kurang dua juta orang Indonesia yang mempunyai dokumen resmi (visa kerja), sekarang ini bekerja di Malaysia. Sementara, diperkirakan dua juta orang Indonesia juga yang tidak mempunyai dokumen resmi mencari nafkah dan penghidupan di Malaysia. Sebuah jumlah yang cukup banyak, sekitar 17% dari jumlah penduduk Malaysia yang hanya lebih kurang 26 juta orang.

Jumlah 4 juta orang Indonesia itu merupakan pendatang baru dari Indonesia, belum termasuk pendatang lama dan yang sudah mempunyai KTP Malaysia. Lebih dari itu, 75% penduduk melayu Malaysia berasal dari Indonesia.

Jadi tidak aneh dan jangan heran, apalagi sampai tersinggung kalau mereka  juga mempunyai adat dan tradisi yang sama dengan yang ada di Indonesia. Sekadar tahu, di provinsi Johor dan Selangor masih banyak orang kampong, yang dalam kehidupan sehari-hari masih menggunakan bahasa Jawa sebagai bahasa komunikasinya.

Sebagai orang Jawa, harusnya kita bangga ada orang luar negeri yang masih mempergunakan bahasa Jawa dalam pergaulannya. Coba perhatikan di Jakarta, berapa banyak anak keturunan Jawa yang bisa bertutur dalam bahasa Jawa?

17 Agustus 1945 merupakan kemerdekaan Indonesia, sementara 31 Agustus 1957 menjadi kemerdekaan Malaysia. Berarti, sudah 67 tahun usia Indonesia dan baru 55 tahun usia Malaysia merdeka. Secara usia, kemerdekaan kita lebih tua dari Malaysia. Secara sosio cultural, boleh dikata kita saudara tua Malaysia. Tapi dalam banyak hal, kita sudah kalah maju dari Malaysia.

Kononnya, sekitar tahun 1970-1980an banyak didatangkan guru-guru dan dosen dari Indonesia ke Malaysia, untuk membantu kemajuan pendidikan di Malaysia. Bahkan di sekitar tahun tersebut, kononnya orang Malaysia kalau ke Jakarta tidak ketinggalan untuk mengunjungi tugu Monas.

Kondisi seperti itu kini berbalik. Malaysia sudah jauh berlari meninggalkan Indonesia dalam berbagai hal. Sedang kita masih disibukkan dengan urusan perut. Sehingga, orang-orang yang punya kuasa berlomba-lomba untuk mengisi perutnya. Tidak cukup dengan beras tapi apa-apa yang bisa dimasukkan dalam perut akan ditelan walau itu bukan haknya. Ada semen, aspal, besi, hasil tambang, pajak, pokoknya semua akan disikat habis.

Kita juga masih disibukkan dengan urusan perebutan lahan. Lahan parkir, lahan dagang, lahan rumah, lahan basah, lahan empuk dan semua lahan yang dirasa akan mendatangkan keuntungan bagi perut. Efek dari itu banyak terjadi keributan, tawuran, kerusuhan, anarki dan peperangan sesama sendiri.

Semua disibukkan dengan urusan masing-masing. Pemimpin dan wakil rakyat yang seharusnya menyejahterakan rakyat, tapi yang ada hanya sibuk mencari pencitraan, sibuk otak-atik mempertahankan kekuasaan, juga sibuk merekayasa bagaimana meraih kedudukan dan kekuasaan. Kekuasaan yang seharusnya merupakan amanah yang harus ditunaikan, tapi yang terjadi kekuasaan untuk meraih popularitas dan kekayaan.

Serba instan, itu yang menjadi tren di Indonesia dalam berbagai bidang. Bermula dari ini, sering menimbulkan penyalahgunaan wewenang dan kesempatan. Akibatnya, terjadi ketidak adilan dan tidak mendidik kemandirian.

Banyak contoh dalam hal ini, karena ingin cepat selesai urusan maka dipergunakan jalur sogokan dan uang yang akan berbicara. Sehingga jalur formal dan legal akan kalah dengan model seperti ini. Kasus-kasus seperti ini banyak dijumpai hampir di semua sektor, lini pemerintahan dan swasta.

Pemerintah juga tidak serius melindungi rakyatnya dari berbagai macam bentuk perbuatan dari pihak pemerintah, swasta, dalam dan luar negeri. Rakyat yang selalu menjadi korban. Dari ketidak adilan, ketidak seriusan dan ketidak becusan pemerintah, rakyatlah yang akhirnya lebih kreatif dan bisa mengerjakan peran pemerintah.

Kondisi seperti ini berbalik 180 derajat dengan apa yang dialami oleh rakyat dan pemerintah Malaysia. Selama hampir 5 tahun saya hidup di Malaysia, tidak pernah membaca maupun mendengar anggota dewan study banding ke luar negeri. Tidak ada gejolak, baik dalam bidang ekonomi maupun kehidupan sosial yang lain. Semua sudah terprogram, tertata dan tersusun dengan rapi dan jelas.

Rakyat selalu diutamakan, tidak ada “urunan/patungan” untuk membeli aspal buat penegerasan jalan, sebagaimana yang terjadi di kampung-kampung di Indonesia. Tidak ada pembagian listrik dari 450, 900, 1300 dll, semua berdaya tinggi dan sangat aman.

Tidak ada naturalisasi pemain bola, bahkan pernah diberlakukan tidak ada pemain asing di klub-klub sepak bola. Tidak ada bentrokan dan kerusuhan supporter karena timnya kalah. Tidak ada penonton bola yang memaksa masuk karena tidak ada tiket.

Tidak ada pengembalian uang berupa permen, rokok atau suruh menggenapkan pembeliannya. Uang receh dari 1 sen sampai 100 ringgit siap sedia. Restoran akan dikontrol tentang peletakan daftar harga, dan kebersihan dapur. Pom bensin wajib menyediakan pompa angin, air, dan toilet. Toilet akan dikontrol dan jika kotor akan ditegur oleh pemerintah. Para pengguna pun tidak dipungut biaya.

Jika ada perbaikan jalan raya, maka akan dipasang batas pengaman sesuai seberapa jalan itu diperbaiki dan akan ada tulisan permintaan maaf karena pengguna jalan terganggu. Tentang hal ini, bandingkan dengan di Indonesia batas pengaman ala kadarnya dan sering membuat kecelakaan, dan sama sekali tidak ada permintaan maaf dari pelaksana maupun pemerintah.

Tidak ada profesi tukang parkir, sebab semua sudah memakai mesin. Kendaraan roda dua di tempat-tempat umum tidak dikenakan biaya parkir alias gratis. Ada parkir khusus di tempat-tempat tertentu yang memang disediakan untuk parkir. Hanya mobil yang harus membayar parkir. Tapi setiap hari libur bebas biaya parkir.

Masjid dan musholla semua mendapat perhatian dari pemerintah. Bangunan fisik dan pengurusnya. Tidak ada perbedaan mengenai permulaan Ramadhan dan 1 Syawal. Lembaga zakat dikelola oleh pemerintah/kerajaan, tidak seperti di Indonesia yang bertebaran lembaga-lembaga zakat yang tidak jelas bagaimana pertanggungjawabannya.

Rakyat hidup dengan tenang dan damai. Rakyat diperhatikan dan disejahterakan. Orang-orang cacat fisik dan mental mendapat subsidi biaya hidup dan diistimewakan. Karena itu dari hasil survei taraf hidup rakyat Malaysia jauh di atas Indonesia.

Jadi untuk apa wakil rakyat Indonesia jauh-jauh study banding ke negara Eropa, Amerika dan Afrika, kalau tidak ada hasilnya? Datang saja ke Malaysia, bagaimana pemerintah Malaysia mengurus negara dan rakyatnya. Jika tidak mau, undanglah saya. Saya siap mempresentasikan Malaysia dari berbagai aspek dan sudutnya.

Huda Hadi

Huda Hadi adalah penulis jalanan dan independent, akan menulis sesuai suara hati nuraninya. Tinggal di Madiun, Jawa Timur. CP : 087753991639 /081234320459.

………..

Di posting atas seizin penulis, sumber : http://www.republika.co.id/berita/jurnalisme-warga/wacana/12/08/28

*